
"Memang kenapa?" John menatap kedua karyawannya itu, dengan wajah datar dia tidak melihat ekspresi terkejut yang di tunjukan oleh kenzo dan andi.
"Sejak kapan kau menikah?" Tanya kenzo penasaran dia tidak menyangka bosnya itu sudah menikah. Dan tidak pernah memberitahu mereka.
"5 hari yang lalu." Jawab john tetap fokus pada apa yang sedang ia kerjakan yaitu membaca dokumen dokumen penting perusahaan.
"Kenapa kamu tidak memberi tahu kami? Bahkan kau tidak mengundang kami untuk datang ke acara pernikahanmu?"
Andi menambahkan sepertinya kenzo
sangat setuju dengan apa yang di tanyakan andi pada john.
"Jangan banyak bertanya! Kenzo kamu urus perusahaan hari ini, aku ingin mengajak istriku jalan jalan dia terlihat sangat bosan" John menutup dokumennya dan meletakan di atas meja, john berjalan mendekati lia.
"Istri ku sayang... Apakah kau bosan?" Tanya john duduk di samping lia.
"Iya.. Aku suntuk dan bosan." Lia menutup majalah yang sedang di bacanya.
"Kau ingin kemana? Hari ini aku akan membuatmu senang!" Kata john, jarang sekali john menawarkan diri untuk mengajak lia jalan jalan.
"Beberapa hari ini sifatnya berubah"
Senang lia di dalam hatinya, dia menatap john dengan penuh perasaan.
"Apakah kau mau menemani wanita pergi ke spa?" Tanya lia dia sangat penasaran dengan jawaban john, apakah dia akan menolak permintaan lia?
"Kau ingin ke spa? Baik aku mengantarmu kesana." John mengelus rambut lia, dia menunjukkan senyuman manis pada lia.
"Baru kali ini aku melihat seorang lelaki mau menemani wanita pergi ke spa, jangankan john yang dingin georgeo yang baik saja tidak pernah menemani ku ke spa"
Pikir lia di dalam hatinya, dia merasa aneh dengan apa yang di bicarakan oleh john.
"Ah.. Aku hanya bercanda..." Lia tertawa yang di paksakan niatnya sebenarnya mengetes kesungguhan john untuk mencintainya.
"Memang kenapa tidak jadi..?" Tanya john dia merangkul lia dari samping.
"Tidak apa apa.. Oh yahh anak buahmu belum pergi, apakah mereka akan terus memperhatikan kita?" Lia sedikit berbisik berbicara pada john, dia melihat kenzo dan andi belum pergi dari ruangan john.
Sesegera mungkin john mengusir kenzo dengan andi.
"Apa kalian masih ingin di sini?! Keluar! Kenzo kerjakan tugasmu! Dan kamu andi siapkan aku mobil, kamu ikut aku untuk menjadi supir!"
Perintah john, dia memberikan tugas masing masing untuk kedua anak buahnya.
Dengan sesegera mungkin kenzo dan andi berlari meninggalkan ruangan john, mereka tekekeh saat menyaksikan bos mereka yang dingin tiba tiba sangat perhatian pada seorang wanita.
"Lalu kau mau kemana? Ke mall?" Tanya john lagi.
"Mm ke mall bagus.. Tapi.. disana pasti sangat ramai oleh orang orang." Jawab lia kecewa dia sudah lama ingin pergi berjalan jalan ke mall tapi selalu tertunda.
"Tenang saja.. Ayo!" John menarik tangan lia dan membawanya ke dalam mobil, mereka berdua akan pergi ke mall yang di inginkan oleh lia.
Sesampainya di tempat parkir, andi sudah mempersiapkan mobil untuk membawa john dan lia berjalan jalan.
"Ayo..Aku sudah mempersiapkan mobil untuk kalian.. " Andi membukakan pintu mobil untuk john dan lia.
Mereka berdua masuk kedalam mobil di ikuti andi yang akan menjadi supir mereka.
"Kita akan kemana?" Tanya andi memalingkan wajahnya melihat john.
"Kita ke stargold mall" Jawab john singkat.
Andi menangguk dan menjalankan mobilnya menuju stargold mall yang terletak tidak terlalu jauh dari kantor john.
"Stargold mall? Mall itu kan sangat ramai? Apakah dia ingin mempermalukan ku di sana?"
Pikir lia didalam hatinya, terkadang dia masih belum sepenuhnya percaya pada john.
John mengambil handphonenya dari saku, lalu menelefon seseorang lia hanya diam mendengarkan pembicaran john.
"Hallo!" ucap john menyapa orang yang berada jauh di sana.
"hallo?"
"Saya ingin berbicara dengan xiao zhang?"
"Apakah pak zhang berani menolak saya, saya adalah johnshon lei! Dan saya ingin sekarang juga berbicara dengan xiao zhang!" john mengeraskan suaranya, lia sedikit kaget mendengar nada bicara john yang sangat tegas tapi menyeramkan.
"Ba... Baaaa baikkk saya akan segera panggilkan pak zhang..."
Tak lama john terdiam, terdengar suara balasan dari telefon john.
"Halo.. pak lei.. Ada apa?"
Suara seorang lelaki terdengar dari speaker handphone john.
"Ternyata pelayanan di sana kurang bagus, karyawan mu berani menolakku! Sekarang aku ingin karyawan mu itu di pecat! Jangan sampai aku melihatnya disana!" Ancam john, wajahnya tenang tapi terlihat sangat menyeramkan.
"Ba-baik"
"Aku ingin kalian mengosongkan lantai 2 premium, dan aku ingin tempat itu kosong saat aku sudah datang ke sana kalian paham bukan? Dan juga tahu resikonya apa!" Ancam john lagi dia sangat suka mengatur kehidupan seseorang, dengan segala kekuasaannya.
John memutus telefonnya dan terdiam sejenak, lia sedikit bingung tadi john berbicara dengan siapa sehingga begitu ekspresif dan terbawa emosi.
"Bicara dengan siapa?" Tanya lia menatap john.
"Tidak ada... Hanya orang yang tidak berguna." Jawab john dingin, dia masih merasa sedikit emosi.
Lia mengangguk mengerti dia tidak ingin banyak bertanya karena dia tahu sekarang perasaan john sedang tidak baik.
Sementara di stargold mall, banyak pengunjung yang ricuh karena ada penutupan mall lantai 2.
Banyak orang yang mencibir ketidakadilan yang di berikan oleh mall stargold pada para pengunjungnya.
"Kami.. Sungguh minta maaf...Saat ini lantai 2 mall kami akan segera kami tutup, tapi untuk lantai yang lainnya masih terbuka untuk umum. terimakasih untuk kunjungannya" Suara pegawai terdengar di setiap sudut ruangan dan toko toko di lantai 2.
Ternyata saat itu aedeline dengan georgeo tengah berada di stargold mall lantai 2 sedang memilih gaun pengantin untuk pernikahan mereka beberapa hari lagi.
"Sayang... Sepertinya lantai ini akan di tutup untuk umum... Mari kita pulang... " Ucap georgeo manja, dia sangat malas jika menemani wanita berbelanja karena itu sangat membosankan.
"Ada apa dengan mereka! Mereka berani menutup lantai 2 ini! Beri mereka pelajaran sayang! kau juga mempunyai kekuasaan!"
Teriak aedeline pada george dia tidak suka waktunya di ganggu apa lagi dia sedang memilih gaun pengantinnya di salah satu butik terkenal yang berada di mall ini.
"Tidak... Bisa perusahaan ku tidak mempunyai kerja sama dengan stargold mall ini aku tidak bisa berbuat apa apa!"
Jelas georgeo pada aedeline yang sudah sangat marah.
"Usahakan! Kau kan seoarang CEO perusahan kita di sini juga sama ingin berbelanja!" Aedeline malah berteriak dan marah marah pada george sehingga mengundang banyak perhatian.
Seorang pegawai wanita mendatangi aedeline dan juga georgeo untuk melerai pertengkaran mereka.
"Maaf ada apa ya.. Kami ingin segera lantai ini di kosongkan."
Pegawai itu berucap dengan sangat halus.
"Memang ada apa sih! Siapa yang begitu rakus hingga meminta untuk menutup lantai 2 ini hah!"
Aedeline menatap jutek ke arah pegawai dia tidak ingin waktunya ini harus berakhir hanya karena penutupan lantai ini.
"Yang memesan lantai ini adalah johnshon lei, kami tidak bisa melakukan apa apa....Ini sudah jadi permintaannya. Jika ingin memilih milih baju kami masih punya lantai yang lain." Jawab pegawai itu tenang dia tidak ingin menbuat keributan.
"Johnshon lei?! Siapakah dia beraninya menganggu waktu ku belum tahu siapa ayah ku hah!" Teriak aedeline keras keras, semua orang memperhatikan sikap aedeline yang begitu seperti anak anak.
"Johnshon lei? Ayo... Aedeline kita pergi... kita masih bisa memilihnya lain hari...Ayo.. " Georgeo menarik tangan aedeline untuk membawanya pergi dari mall ini.
"Kau kenapa sih! Bukan membela aku! Apa kau tidak mau melaksanakan pernikahan kita!" Aedeline kesal dia merasa tunangannya sendiri tidak ingin membelanya.
"Kau... Kau harus tahu johnson lei adalah pemilik perusahaan HW evolution! Apa kau gila ingin menentangnya."
Georgeo menatap aedeline tajam tajam dia tidak menyangka tunangannya ini begitu bodoh berani menantang seorang johnshon lei!
Aedeline kaget dia sadar apa yang di ucapkannya tadi mungkin di dengar oleh banyak orang, lalu dengan cepat aedeline pergi meninggalkan lantai 2 dengan perasaan campur aduk Kalau sampai ada yang mengadukan ucapannya tadi pada johnshon lei habislah hidupnya