
John tertawa kecil, dia suka melihat wajah lia saat merasa malu.
"Kau menertawakan ku?!" Lia mendudukan badannya, dia menatap tajam john wajah lia masih memerah.
"Tidak aku tidak menertawakan mu, Sekarang mari minum obat mu terlebih dahulu." John menggapai obat yang berada di meja, mengambil segelas air minum memberikannya pada lia.
Lia menurut dia meminum obat yang di berikan oleh john, setelah meminum obat lia membaringkannya tubuhnya.
"Beristirahatlah... Aku tahu kau ingin segera pergi dari rumah sakit ini... Saat kau sudah sehat aku berjanji akan memuaskanmu." Bisik john di telinga lia, lia ingin marah tapi tidak jadi.
Jika terus berdebat dengan john, tidak akan selesai selama satu hari, dan itu hanya membuang buang tenaganya.
"Aku akan pergi menemui dokter untuk menanyakan kondisimu, jangan kemana mana." John mengusap rambut lia.
Lia hanya diam, dia sangat ingin mencari tempat bersembunyi di mana john tidak melihatnya saat ini, lia berharap john tidak menertawakan wajah nya yang berubah merah.
John pergi dari kamar lia, lia bernafas lega Ini pertama kalinya dia merasakan perasaan yang tidak menentu, apalagi john yang telah membuat dirinya terlihat lucu.
Lia merasa hal yang di katakan john padanya sangatlah lucu, dia ingin tertawa jika mengingat kata kata yang di ucapkan john tadi, kata kata itu masih jelas terngiang di telinga lia.
"Seandainya john terus seperti ini, aku merasa sangat bersalah jika meninggalkan dan tidak mencintai seseorang seperti john. Tapi sayang, aku tahu john hanya baik ketika dia berbuat salah padaku, jika aku sudah memaafkannya pasti dia akan kembali ke dirinya yang sebelumnya yaitu egois, emosinal dan sangat dingin juga sombong."
Lia berfikir di dalam hatinya, tentang john yang begitu membingungkan, tidak bisa kah john menjadi dirinya yang ini saja...Tapi john sudah menanamkan sifat jelek itu di hatinya, akan susah sekali untuk membuangnya.
...
Sementara john kini sedang berbincang bincang dengan dokter yang menangani lia, john ingin tahu kondisi lia saat ini, tapi jika di lihat dari semangat dan senyuman lia menandakan kondisi lia sudah membaik.
"Bagaimana dokter dengan kondisi istri saya? Dia sudah membaik bukan?" Tanya john, dia melipat kedua tangannya di dadanya. Dan masih terlihat angkuh juga dingin seperti biasanya.
"Sebenarnya keadaan istri anda sudah membaik, dia bisa pulang hari ini, tapi.. Dia masih harus banyak beristirahat, aku melihat istrimu begitu kelelahan dan juga stress itu tidak baik untuk kesehatannya, jangan menambahkan beban untuknya, buat dia merasa tenang. Jangan sampai dia terlalu banyak pikiran. Dan selalu minum obat itu dengan teratur, Itu saja anda bisa membawanya pulang." Saran dokter panjang lebar.
Memang akhir akhir ini lia selalu di hadapakan dengan hal hal yang membuatnya stres dan banyak pikiran, sehingga mengakibatkan lia kurang tidur dan kelelahan.
"Terimakasih dokter, Saya akan dengarkan saran anda, terimakasih, Kalau begitu saya pergi dulu." John meninggalkan ruangan dokter dan kembali menuju kamar lia.
John membuka pintu kamar lia, dia melihat lia sedang tidur, john tak berhenti henti mengagumi kecantikan lia, bahkan saat sedang tidur seperti ini lia masih terlihat sangat mempesona dan menggoda.
"Sampai kapanpun aku tidak akan melepasakan mu, kau tahu kau adalah semangat hidupku hanya dengan mu aku merasa bahagia, dan menjadi seseorang lelaki yang sempurna, walau kau membenci ku, aku tidak akan pernah menyerah kan mu pada siapapun, istriku yang cantik." John memeluk lia, dia mendaratkan sebuah ciuman di kening lia.
John menggengam tangan lia erat erat, dia tidak pernah ingin melepaskan nya atau meninggalkan lia walau hanya beberapa menit saja.
John takut lia akan berpaling dari hidupnya dan pergi meninggalkan nya, bila saat itu terjadi entah bagaimana john akan menjalankan hidupnya, mungkin john akan mati bunuh diri karena kehilangan cahaya yang menerangi hidupnya.
John mengusap wajah istrinya, dia merasa sakit jika mengingat ucapan lia bahwa, lia sangat membencinya.
Memang cara john untuk mendapatkan lia tidak dengan cara yang biasanya, tapi hanya dengan cara itulah john bisa memiliki lia dengan seutuhnya.
"Aku mencintaimu sangat mencintai mu jangan pergi dari hidupku atas alasan apapun."
John mencium pipi lia, hanya saat lia tertidurlah dia bisa mengutarakan seluruh rasa cintanya pada lia
...
Lia membuka matanya, setetes air mata jatuh dari pipinya, lia berusaha menyeka air matanya, tapi dia melihat john masih mengenggem tangannya erat erat.
"Apa yang di katakan suster itu benar bahwa john selalu menjagaku dan tidak pernah pergi dari sampingku... Ini kedua kalinya aku melihat john begitu erat menggenggam tanganku."
Lia membangunkan tubuhnya, dia melihat sekitar dia berada di rumah john.
"Pasti john membawa ku pulang saat aku sedang tertidur, kenapa dia tidak membangunkan ku? Pasti dia mencari kesempatan di saat aku tengah tidur."
Batin lia, pikirannya melayang kemana mana, dia berusaha berdiri dan turun dari tempat tidurnya.
Lia berupaya melepaskan pegangan tangan john yang begitu erat mencengkram tangan kia, lia begitu hati hati melepaskan tangannya, dia takut john akan terbangun.
Setelah berhasil melepasakan genggaman john, lia menyelimuti john dengan selimut yang dia pakai tadi.
Lia berjalan meninggalkan john, dia ingin buang air kecil lia sudah menahannya sedari tadi.
Lia sudah cukup sehat dan kuat untuk berajalan, apalagi kamar mandi terletak di kamarnya, bagaimana bisa hanya pergi ke kamar mandi saja lia tidak bisa.
Setelah selesai dari kamar mandi, lia berajalan keluar kamar, dia ingin mencari udara segar, sudah lama rasanya lia tidak melihat keadaan taman yang begitu indah.
Lia memutuskan untuk pergi ke taman belakang, dengan masih menggunakan baju piyama berwarna mint, lia sangat menikmati suasana taman yang begitu luas itu.
Angin terasa menyanyi untuk lia, dan sekarang bunga bunga di taman sedang bermekaran membuat suasana hati lia menjadi tenang dan sejuk.
Lia berusaha untuk melupakan masalahnya sejenak, pikirannya lebih tenang saat melihat hamapran taman bunga yang sangat luas.
Wangi bunga yang bermekaran seperti sebuah aroma terapi yang menenangkan hati.
Lia begitu menikamati suasana itu, hingga dia lupa bahwa dia tidak memberi tahu pada johh atau pembatu yang lainnya, kalau lia akan pergi ke taman di belakang rumah.
...
John terbangun dari tidurnya, dia melihat lia tidak ada di temapt tidurnya, seketika john langsung berdiri kaget dia melihat selimut yang menutupi tubuhnya.
Dia teringat mungkinkah lia kabur dari rumah dan meninggalkannya, segera john menanyakan Keberadaan lia pada seluruh pembantu pembantu dan penjaganya.
Namun tidak ada satupun yang melihatnya, john sangat marah kenapa lia berani pergi darinya tanpa memberikan alasan yang jelas.
John mencari lia keseluruhan ruangan di rumahnya, namun john tidak menemukan lia.
John berlari ke arah taman belakang, dia melihat lia yang sedang duduk sendirian di kursi taman.
Rambutnya yang sangat indah dan panjang terbang terbawa angi, sinar matahari sore menyorot wajah lia. Memperjelas sebuah kecantikan yang begitu terukir rapih dari terpancar indah dari wajah lia.
John yang melihat lia berada di taman merasa tenang, emosi john mulai mereda.
"Jika kau tidak lagi berusah melarikan diri dari ku, berarti kau sudah nyaman dengan kehadiran diriku di hidupmu."
John terseyum menatap lia dari belakang, john berjalan mendekati lia dan memeluknya dari belakang
"Kau membuatku khawatir, jangan sampai kau benar benar pergi meninggalkanku."