
Setelah menyelesaikan masalah lia dengan aedeline kini kakak beradik itu sudah kembali menjalin hubungan baik, tidak ada lagi rasa benci yang di simpan oleh masing masing pihak, mereka sudah lebih terbuka dengan segala masalah yang harus mereka hadapi.
Lia masih menunggu kedatangan mia, mia sudah terlambat lebih dari 30 menit, tapi lia masih setia menunggu kedatangan mia karena dia sangat mengetahui betapa sibuknya menjadi seorang manajer.
Tak lama kemudian mia datang dengan sangat tergesa gesa, lia tersenyum melihat sahabatnya masih sama seperti dulu cuek, berantakan, tomboy dan masih dengan rambut pendek yang menjadi ciri khas mia. iya Mia monica sahabat baik lia yang selalu ada di sisinya saat lia mersakan getir pahitnya kehidupan entertainment.
"Hai lia! Maaf terlambat!" Mia berjalan dengan terburu buru mendekati lia yang duduk di dekat jendela.
"Hai mia... " Lia segera berdiri dari duduknya lalu memeluk mia erat, mia juga membalas pelukan lia.
"Baru beberapa bulan tidak bertemu tapi tubuhmu sudah semakin gendut... " Ejek mia masih dalam pelukan lia.
"Dan kamu masih saja sama seperti dulu, rambut yang sama dan gaya yang sama." Timpal lia, sebenarnya dia sangat rindu pelukan hangat ini.
Mereka berdua melepaskan pelukannya dan duduk di kursi mereka masing masing.
"Maaf aku terlambat lia... Tadi ada urusan mendadak." Ucap mia sambil menunjukan deretan gigi putihnya.
"Tidak apa aku paham, pesan dulu kamu mau makan apa?" tanya lia sambil menyodorkan daftar menu. "Aku yang traktir..." Tambah lia lagi membuat sebuah senyuman terpancar di wajah mia.
Mia memesan makanannya setelah beberapa lama menunggu pesanan mereka berdua datang.
"Bagaimana kabarmu lia?" Tanya mia sambil menyantap chicken sandwich with cheese miliknya.
"Aku baik malah lebih baik dari pada sebelumnya..." Jawab lia
"Ya... Itu sangat terlihat dari penampilan mu sekarang seperti nya kamu sudah bahagia dengan suami mu" Jawab mia senang.
"Iya... Aku bahagia!" Jawab lia dengan sedikit penekanan.
"Aku dengar pernikahan aedeline dan georgeo sangat kacau yah? Eungh? Kamu tahu?" Tanya mia.
"Ahhhh aku tidak tahu, aku hanya datang sebentar lalu pergi lagi... " Jawab lia bohong.
"Dan anehnya seluruh tamu undangan yang hadir di pesta itu tidak mau menceritakan lebih detail apa yang terjadi...." Jelas mia.
"Aku tidak tahu...." Jawab lia sambil tersenyum canggung, jujur dia saat ini merasa sangat bersalah karena telah berbohong pada mia.
"Dan juga.... Berita tentang mu berkencan dengan om om itu sudah lenyap, aku berusaha mencarinya di internet tapi... Tidak ada sama sekali... " Jelas mia dengan wajah yang terkejut.
"Ahhhh bagus lah itu... Aku tidak lagi di terpa kabar miring." Jawab lia masih dengan senyum canggung nya.
"Iya juga tapi aneh saja, oh yah? Siapa sih suami mu itu?" Tanya mia masih dengan wajah penasaran.
"Di di a a aku belum minta izin untuk memberitahu kan identitasnya, maaf tapi itu adalah permintaan suami ku." Jawab lia sambil menundukan kepalanya.
"Ya... Sudahlah tapi aku akan terus penasaran...." Jawab mia lalu kembali memasukan potongan sandwich kedalam mulutnya.
Setelah selesai makan siang lia dan mia masih berada di cafe tadi, mereka berdua sedang mengistirahatkan perutnya.
"Setelah ini kita akan kemana?" Tanya lia sambil meminum lemon juice yang ada di tangannya.
"Ke mall bagaimana? Aku sudah lama tidak pergi kesana... Lagi pula hari ini jadwal artis ku kosong... Yahhh yahhhh mau yahhhh lia plisss temenin... " Ucap mia manja dia sengaja bergelayutan di tangan lia.
"Ya sudah... Kita ke mall." Lia berdiri dan langsung pergi membayar makanannya di kasir dan tentunya di ekori oleh mia.
Selasai membayar makanan lia dan mia pergi dari cafe, mereka sengaja tidak menaiki kendaraan karena menurut mereka berdua lebih baik berjalan karena selain sehat dan hemat hal itu juga dapat membuat mereka merasakan indahnya dunia.
"Suami mu bekerja di mana lia?" Tanya mia sambil berjalan dan tak lupa menggandeng tangan lia.
"Sudahlah jangan sampai quality time kita terganggu hanya karena membicarakan suami ku... " Tambah lia lagi dan sekarang sudah di hadiahi senyuman dari mia.
Mereka berdua masih berjalan di bawah awan mendung yang masih bisa menahan air hujan agar tidak berjatuhan.
Saat tengah berjalan lia merasa kepalanya pusing dan dia merasa pandangan nya mulai kabur, lia memegang kepalanya.
"Lia kamu kenapa?" Mia sontak kaget dan memberhentikan langkahnya melihat kondisi lia.
"Kepala ku pusing mia... Antar aku kerumah sakit... Jangan hubungi siapapun" Setelah itu lia jatuh pingsan dalam pelukan mia.
Mia teramat panik dia berteriak pada pejalan kaki yang melintas untuk membawanya kerumah sakit.
Setelah sampai di rumah sakit lia langsung di periksa dan sekarang lia masih berada di ruang IGD, mia harus menghubungi keluarga lia namun mia ingat bahwa lia memberi tahukan padanya bahwa jangan menghubungi siapa pun, dan sampai kini mia masih menunggu dengan panik di depan ruang IGD.
Sementara di kantor HW EVOLUTION john sedang sangat cemas, karena dia tidak berhasil menghubungi lia padahal lia berjanji padanya untuk pergi menemui nya di kantor, tapi sampai sekarang dia tidak melihat kedatangan lia di kantornya.
John cemas dia takut lia kabur dari rumah dan berusaha menjauh dari john, john sekarang sedang mengusap usap pelipisnya.
"Andi! Tolong cari lokasi terakhir lia" Teriak john pada andi yang sekarang tengah bergelut dengan laptopnya.
"John! Aku mendengar kabar bahwa lia masuk rumah sakit!" Tiba tiba saja kenzo masuk kedalam ruangan john tanpa permisi sambil berteriak.
"Rumah sakit? Rumah sakit mana!?" John yang mendengar itu langsung panik, dia segera berlari dari ruanganan nya dan pergi untuk mengambil mobilnya.
Tidaklah sulit untuk john mengetahui dimana keberadaan lia karena di seluruh negara ini banyak anak buah john yang siap siaga memberitahu kan segala hal penting yang terjadi di negara ini.
***
Sesampainya di rumah sakit john bersama dengan andi segera berlari menuju ruang IGD, di depan ruang IGD john menemukan mia sedang duduk dengan wajah yang amat kusut dan juga berantakan.
Dengan emosi yang begitu tinggi john mendatangi mia, john langsung menarik tangan mia dengan kasarnya hingga membuat mia terkejut.
"Apa yang kamu lakukan pada lia! Apa kamu melukainya!" Bentak john, membuat mia ketakutan namun dengan segera andi melerai perdebatan itu.
"Sudah john...Ini di rumah sakit! Tenang kan pikiranmu!" Andi berusaha melepaskan cengkraman tangan john dari tangan mia yang mulai ketakutan.
"Cik jika terjadi sesuatu hal yang buruk pada lia aku tidak akan segan membunuh mu!" Ancam john membuat mia meneteskan air mata, dia tahu dia tidak bodoh dia tahu sekarang siapa yang sedang berhadapan dengannya dan yang mengancamnya adalah johnshon lei, JOHNSHON LEI yang sangat terkenal dengan segala kekuasaannya.
Mia hanya bisa menangis pelan tanpa mengeluarkan suara dan dia juga tidak berani melawan johnson lei.
Tak lama seorang dokter wanita keluar dari ruang IGD, john segera mendekati dokter itu.
"Keluarga pasien bernama annalia fanz?" Tanya sang dokter "Saya! Saya suami dari lia, saya suami nya." Jawab john tanpa basa basi dia sangat khawatir dengan kondisi istrinya.
"Kalau begitu saya akan terangkan disini saja agar tidak terlalu banyak basa basi." Ucap dokter itu sambil memberi jeda pada ucapannya.
"Selamat bapak anda akan menjadi seorang ayah" Ucap dokter itu menatap john.
John langsung menganga 'Ini mimpi? Atau bukan?' Tanya john dalam hatinya masih dengan tatapan tak percaya.
"Benarkah dok istri saya hamil?" Tanya John lagi. "Iya kandungannya baru berusia 3 minggu, disini ibu lia pingsan karena kelelahan dan juga terlalu banyak pikiran saya sarankan agar ibu lia tidak terlalu melakukan kegiatan yang melelahkan dan jangan juga membuatnya banyak pikiran karena itu tidak baik bagi janin yang sedang ia kandung. Dan sekarang dia bisa di jenguk" Jelas dokter panjang lebar membuat john semakin tidak menyangka.
'Aku akan menjadi seorang ayah.' Senang john dalam hatinya.
'Lia adalah istri johnshon lei? Pantas dia tidak mau jujur' Kesal mia saat mengetahui bahwa john adalah suami lia.
"Selamat john, aku akan segera mempunyai keponakan" Andi yang mendengar pernyataan itu langsung senang.