THE PERFECT HUSBAND: I want you!

THE PERFECT HUSBAND: I want you!
menambah kenangan



Ada hari dimana kita harus berpisah


Ada hari dimana kita tidak bisa bersama


Tapi percayalah hari itu akan terjadi hanya ketika tuhan mengambil nyawa kita.




-Johnson lei







"Mmmmgggghh" Lia membuka matanya saat ia merasa tubuhnya di goyangkan oleh sesuatu, saat membuka matanya pertama kali yang lia lihat adalah john yang masih menggunakan apron berwarna pink yang john ikatkan di tubuhnya.


"Ayo bangun.... Istriku...Ini sudah pagi.. " John menggoyang goyangkan pinggang lia yang masih bersembunyi di balik selimut.


Lia tersadar dari bangunnya dan segera menatap john tajam.


"Apakah ada yang salah? Kamu menatapku dengan sangat menyeramkan seperti harimau buas yang begitu kelaparan." John terkekeh saat melihat mata lia menatapnya tajam.


"Aku memang lapar... " Lia menyibak selimut yang menutupi tubuhnya dan berjalan keluar meninggalkan kamar tidur dengan john yang masih duduk di atas kasur.


John hanya menggeleng gelengkan kepalanya sesekali dia tersenyum melihat tingkah istri tercintanya.


Lia pergi ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya, lalu pergi ke menuju dapur untuk melihat makanan.


Di dapur lia sudah di sugguhkan dengan pemandangan makanan yang begitu banyak tersaji dengan rapih, lia menatap sekeliling dapur di lihatnya john yang sedang menatapnya bingung.


"Ayo makan... " John menatap lia sambil terkekeh menahan tawa, karena wajah lia memang sangat lucu apalagi saat bangun tidur.


Lia hanya diam dia sekarang sedang berdiri sambil menatap john dari atas hingga ke bawah, karena ini pertama kalinya lia melihat john dengan pakaian santai hanya dengan kaos putih dengan celana panjang berwarna hitam.


Jujur lia sekarang sedang sangat terpesona dengan pakaian yang di gunakan oleh john, karena di hari biasanya lia hanya melihat john menggunakan baju setelan jas, suit, atau kemeja yang sangat formal.


Tapi kali ini lia benar benar tercengang melihat john yang begitu tampan dengan kesederhanaan.


Lia terdiam sehingga tanpa sadar john sedari tadi memperhatikan dirinya bingung.


"Kenapa? Ayo makan.." Ucap john membuyarkan lamunan lia, lia tersenyum kaget lalu dia duduk di dekat john.


"Semua ini kamu yang memasak?" Tanya lia sambil mengambil piring dan nasi.


"Iya ini aku yang memasak... " Jawab john santai sambil terus menyantap sarapan yang terjasi di piringnya.


Lia hanya memakan salad sayur dan buah yang di buat oleh john.


"Kenapa hanya makan salad?" Tanya john bingung ketika melihat isi piring lia


"Ahhh tidak aku hanya ingin makan salad..." Sebuah alasan klasik nan simpel untuk tidak memperpanjang sebuah masalah.


"Hari ini jadwal kita ke mana?" Tanya lia membuka pembicaraan yang sedari tadi hanya hening dan diam.


"Mm mungkin ke pantai mau?" Tanya john tanpa melirik lia.


"Pokonya kamu lihat saja yang jelas itu akan membuat kamu senang." Jawab john masih fokus dengan sarapannya.


Setelah selesai sarapan lia memilih untuk mandi, hari ini lia berharap besar akan bersenang senang bersama dengan john.


Dengan dress bermotif floral selutut dengan rambut yang sengaja di biarkan terurai oleh lia, lia turun menemui john yang sedari tadi sudah menunggu nya.


"Kau sangat cantik.. " Puji john yang melihat penampilan lia, lia hanya tersenyum tipis tidak menjawab pujian john.


Sejujurnya john juga sangat tampan dengan kemeja yang juga bermotif floral di tambah celana pendek selutut dengan blue navy membuatnya terlihat santai.


John menggandeng tangan lia membawanya keluar dari daerah vila, john mengajak lia berjalan jalan di pinggir pantai lia begitu menikmati suasana pantai yang sejuk di pagi hari, sampai lia tahu tempat yang ingin di tuju oleh john, yaitu toko oleh oleh yang cukup besar.


Di daerah itu lia melihat sudah banyak pengunjung yang sedang bersantai, baik yang sedang berenang, bermain pasir, berjemur, makan dan kegiatan wisatawan saat datang ke pantai.


John tidak berbicara apa apa dia hanya mengajak lia masuk kedalam toko oleh oleh untuk memilih banyak cenderamata yang cukup banyak tersedia di sana.


"Pilihlah...Apa pun yang kamu mau, aku akan menunggu mu di depan.. " Ucap john pada lia.


Sebelum john pergi lia menahan tangan john untuk melangkah lebih jauh, john melirik lia dan di lihat john ekspresi keberatan dari lia.


"Temani aku disini... " Paksa lia dia masih memegang tangan john.


John mengalah dia menagngguk kan kepalanya setuju, dan saat itu pula john menemani lia berbelanja.


'Aku tidak ingin kamu beranggapan dengan mengajak ku berbelanja aku akan senang dan bahagia bersama mu.' batin lia saat sedang memilih barang barang.


Setelah selesai berbelanja john mengajak lia untuk menaiki speedboat bersama dengan nya.


Lia sempat ragu, Karena ini pertama kalinya dia menaiki speedboat tapi john meyakinkan lia untuk tidak meragukan hal apapun selama itu bersama nya.


"Sudah jangan ragu... selama itu bersama ku aku yakin kamu pasti akan baik baik saja." Ucap john meyakinkan lia, lia hanya mengangguk kemudian john memakaikan pelampung pada tubuh lia.


Lia menaiki speedboat itu bersama dengan john, lia sungguh menikmati pemandangan laut yang dia susuri bersama dengan john bahkan lia lupa bahwa dari tadi lia sangat tidak ingin menaiki ini.


Namun saat ini yang dia rasakan hanya sebuah ketakjuban.


"Apa kau takut?" Tanya john saat memberhentikan speedboat nya di tengah laut, lia tidak menjawab dia hanya fokus pada pemandangan bawah laut yang terlihat sangat jelas dari sini.


"Kamu menyukai nya?" Tanya john lagi saat dia tidak mendapatkan jawaban apa apa dari john.


"Aku menyukai nya... Sungguh, ini sangat indah... " Lia terlihat gembira dan senang saat melihat berbagai macam ikan berenang di dekat mereka.


Beberapa menit john dan lia berhenti di tengah laut, dan setelah itu mereka kembali ke pinggir pantai.


Sesampainya di pinggir pantai, john mengajak lia untuk makan siang karena mereka berdua sudah cukup lama bermain air.


Lia mengikuti apa yang di katakan oleh john dan kini mereka berdua sudah berada di sebuah restoran terbuka di dekat pantai.


"Kamu ingin makan apa?" Tanya john. Lia menggeleng dia menolak ajakan john untuk makan siang dia sudah cukup kenyang untuk makan siang.


"Makan... Nanti kamu sakit.. " paska john, lia hanya tersenyum menyatakan bahwa dia benar benar baik baik saja.


"Aku masih kenyang... Jangan hiraukan aku, kamu ingin makan? makan saja aku akan menemani mu.. "


John kembali mengalah dia memesan satu porsi gurame bakar untuk dirinya sendiri tapi dia memesankan 2 buah kelap muda untuk lia dan juga dirinya.


"Kamu minum kelapa muda ini yah?" Tawar john sambil memberikan satu buah kelapa mudah untuk lia, lia menerima kelapa muda itu dan meminumnya, pandangan lia masih terfokus kan pada luasnya lautan biru.


John tersenyum melihat cantiknya lia saat seperti ini, dia menatap lia pelan sambil membenarkan rambut lia yang beterbangan karena tertiup angin pantai.


Lia melirik john yang sedang menyelipkan sehelai rambutnya ke belakang telinganya, lia memegang tangan john, lia menepelkan tangan john di pipinya membiarkan lia merasakan hangatnya tangan john.