THE PERFECT HUSBAND: I want you!

THE PERFECT HUSBAND: I want you!
pesta pernikahan yang di kacaukan



teriak john di hadapan para tamu undangan, dia tidak takut akan orang orang yang datang ke pesta itu akan menghinanya.


Karena john memang sudah terkenal dingin dan sangat berkuasa dalam segala hal.


Semua tamu undangan tertegun, terutama aedeline dan ibu kandungnya, ayah lia dan juga georgeo ikut terkejut hal ini sebelumnya belum pernah mereka perkira.


John memeluk lia, dia tahu sekarang yang di rasakan istrinya, hanya john lah satu satunya tempat lia untuk mencurahkan segala ke marahan dan kebencian pada semua orang.


"Bagaimana bisa?!" Aedeline berusaha membangunkan tubunya yang jatuh tanah oleh john.


"Jikalau bukan karena kamu memberi obat pada minuman kakak mu malam itu, dia tidak akan menjadi istrinya saat ini dan john tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkan wanita yang selama ini memang di cintainya, terimakasih aedeline."


Andi menjelaskan segalanya di depan para tamu undangan juga di hadapan ayah lia, sontak seluruh tamu undangan di sana terkejut termasuk ayah lia yang mengetahui bahwa selama ini anak kandungnya di jebak oleh anak tirinya.


"Itu... Itu... itu tidak Mungkinnnnn kamu jangan mengatakan hal yang tidak pernah terjadi." Aedeline berusaha meluruskan namun sayang saat itu juga sebuah video berputar di layar yang tersedia menampilkan seluruh kejadian yang sesungguhnya.


Di mana di dalam video itu, aedeline memasukan obat kedalam minuman yang di minum oleh lia.


"Nikmatilah..." Ucap john sambil membawa lia pergi dari pesta itu dalam pelukannya, di ikuti andi dan juga kenzo.


Lia tidak tahu dia harus bagaimana apakah marah? senang? Ataukah benci Dan perasaan itu tengah di rasakan oleh lia.


Semua tamu undangan yang menyaksikan video itu semakin yakin dan kini mulai mencaci aedeline.


"Ohh jadi ternyata adiknya sendiri yang telah menjebak kakaknya"


"Aku tidak menyangka aedeline sangat pandai berakting bahkan dia sempat memeluk kakaknya...Ahhh ternyata wajahnya saja yang terlihat polos padahal hatinya sangat busuk."


"Jadi selama ini kita salah menuduh yahh"


"Sungguh memalukan ternyata anak tirinya sendiri yang telah membuat malu nama keluarga."


"Aku malah salut dengan lia nasibnya sangat baik dia di miliki oleh seorang suami yang sangat peduli padanya."


Begitulah sekiranya ucapan ucapan yang di katakan oleh tamu undangan setelah melihat video itu terputar.


Yang paling tidak menyangka adalah ayah lia, dia merasa bersalah karena telah mengusir anak kandungnya hanya karena kebohongan aedeline.


"Tidak... Bukan seperti itu aku hanya...Aku hanya... " Aedeline berlari dari tempatnya menuju ke dalam rumah, dia tidak menyangka rencananya selama ini akan hancur begitu saja.


Yang melihat keadaan anaknya ibu kandung aedeline langsung mengejarnya dari belakang.


'Jadi? Jadi aku mengusir anakku sendiri hanya karena rencana bodoh yang telah di buat oleh caroline dan aedeline?'


Sesal ayah lia, dia sebelumnya tidak berfikir semua ini telah di rencanakan.


Semua tamu undangan bubar mereka pergi dari acara pernikahan, dengan meninggalkan banyak hinaan dan cacian untuk keluarga fanz terutama aedeline.


"Aku? Aku harus berbuat apa? Semua ini sudah terlambat aku sudah sah menjadi suami aedeline sedangkan lia sudah menjadi istri johnshon lei?"


Lalu lia dan john kini sedang berada di dalam mobil hendak pergi ke suatu tempat.


"Kenapa kamu tidak memberi tahu aku bahwa hari ini adikmu akan menikah? Apakah begitu hinanya aku hingga istri ku sendiri tidak ingin membawa ku menemui seluruh keluarganya?" John menatap lia marah dia merasa dirinya begitu memalukan sehingga tidak pernah di anggap ada oleh lia.


"Bukan begitu...Aku hanya takut kamu akan mendapatkan banyak masalah di sana? Kamu tadi melihat bukan seluruh kekacauan yang kamu perbuat...Aku yakin jika aku datang membawa mu masalah akan semakin panjang."


Jelas lia dia tahu apa yang harus dia ambil dalam segala keputusannya.


"Baiklah lain kali kamu tidak boleh melakukan itu lagi, kamu sudah membuat ku khawatir."


John memeluk lia lagi, rasa khawatirnya sangat dalam apalagi mengenai lia.


"Aku janji... Terimakasih padamu karena telah membela ku tadi, aku belum pernah merasakan di bela oleh orang lain kecuali ketika masih ada ibuku, tapi sekarang aku hanya bisa di salah kan dan di jadikan tempat untuk menampung segala hinaan aku lelah... "


Lia mencurahkan seluruh bebannya pada john, lia menangis sekencang kencangnya dalam pelukan john.


Lia selalu berusaha untuk menjadi wanita kuat namun dia juga hanya seorang manusia biasa, bisa merasakan lelah dan tidak kuat untuk menampung segala masalahnya.


Dan ini pertama kalinya lia mencurahkan apa yang dia rasakan pada seseorang karena sebelumnya dia hanya bisa memendam nya sendirian.


"Hikss hiksss aku tidak tahu.... Aku sudah tidak bisa menahan ini semua...Aku lelah john... Aku lelah... Hikss hiksss aku ingin pergi dari dunia ini jika bisa aku sudah tidak bisa menahannya lagi. Seluruh hinaan ini hanya membuatku terluka hikss hiksss, bunuh aku john aku ingin pergi"


Lia terus menumpahkan seluruh bebannya pada john, dan lia semakin erat memeluk john, baginya john adalah satu satunya orang yang sangat menyayangi dengan tulus.


"Jangan berkata seperti itu, masih ada aku di sini kamu tidak boleh pergi atau meninggalkan ku... " Jawab john dia terus berusaha menenangkan lia dengan mengusap usap punggungnya dan kadang mencoum keningnya.


" hiksss hikssa Bahkan keluarga ku satu satunya orang yang paling aku harapkan akan membela ku malah membenci ku... hiksss hiksss apakah begitu hinanya diriku john."


"Sudah yah kamu tenang, aku akan membawa mu jauh dari orang orang yang akan menambah beban mu, kamu bisa beristirahat dengan tenang." John melepasakan pelukannya, lalu mengusap air mata yang jatuh di pipi lia.


"Sudah jangan menangis, lihatlah kamu jadi jelek... Tersenyum lah.. " John mencubit kedua pipi lia dan menariknya, dia berharap hal itu dapat membuat lia tersenyum.


Lia meletakan kepalanya di bahu john dia merasa kan ketenangan yang membuat hatinya damai.


"John apakah kamu berjanji tidak akan meninggalkan ku?" Pertanyaan itu terlontar begitu saja dari mulut lia, membuat john terkejut.


"Kamu jangan khawatir, aku tidak akan meninggalkan mu mendapatkan mu saja sudah cukup menyulitkan ku dan aku tidak akan semudah itu melepaskanmu." John menatap lia mungkin hal yang di pikirkan lia saat ini adalah saat lia sudah mencintai john , john akan pergi meninggalkannya.


"Aku hanya takut....Kamu adalah johnshon lei, kamu bisa mendapatkan wanita yang lebih sempurna dari ku aku takut suatu saat nanti saat kamu sudah bosan dengan ku kamu akan meninggalkan ku."


Jelas lia dia tidak ingin hal yang sama terulang padanya, sudah cukup baginya kehilangan orang yang sangat berharga dalam hidupnya.


Jangan sampai hal itu terulang untuk kedua kalinya.


"Jangan berfikiran seperti itu, kamu harus tahu aku sangat menyayangimu."


Di dalam mobil itu, sebuah kehangatan di rasakan oleh mereka berdua saling mencintai dan menyayangi seharusnya dapat mengurangi beban mereka masing masing.