THE PERFECT HUSBAND: I want you!

THE PERFECT HUSBAND: I want you!
mulai dari awal (the End)



John berharap harap, pikirannya kalut saat melihat istrinya bersimbah darah, dia sedang menguatkan hatinya dan juga meyakinkan dirinya bahwa lia akan baik baik saja. John bersama dengan beberapa dokter dan juga suster ikut membantu mendorong bangkar lia menuju ruang UGD, john hanya berusaha tegar dan kuat melihat kondisi istrinya kini.


Setelah sampai di ruang UGD john tidak di izinkan untuk memasuki ruangan, dan hanya boleh menunggu sampai penanganan terhadap lia selesai.


John cemas, sesekali dia meremas kedua tangannya berharap agar tuhan masih memberinya kesempatan untuk menjaga istrinya, janji nya pada tuhan untuk membahagiakan lia sudah dia ingkari, tapi kini john memohon untuk tuhan membiarkan dia menjaga lia untuk kedua kalinya.


John menundukan kepalanya menyesali segala hal yang telah membuat lia seperti ini, menyesali kecerobohan nya dengan membela manusia tak beradab seperti rimelda.


John salah dia tahu tapi jangan biarkan dia untuk kehilangan orang yang benar benar di cintainya olehnya, apalah jadinya hidup john tanpa kehadiran lia kelak? Di tinggalkan pergi tanpa sebuah kejelasan saja sudah membuat john hampir bunuh diri, apalagi jika di tinggalkan selamanya nya oleh lia?


Andi orang yang masih menatap bos nya sendu itu terdiam di sudut ruangan, dia iba terhadap keadaan bos nya yang sekarang sudah tidak bisa ia mengerti, semenjak kehadiran lia di hidupnya john lebih hangat dan baik hati, itu jelas di rasakan oleh andi selaku tangan kanan john sendiri.


Tapi apa rencana tuhan kali ini? Membuat john kembali seperti dulu? Menjadi john yang dingin dan tak segan membunuh siapa pun yang menghalangi jalannya? Pikiran itu terus berputar di otak andi, dia tak sanggup jika harus melihat john yang dulu, john yang sangat mengerikan.


Sebenarnya andi ingin berterimakasih pada lia, karena berkatnya lah john berubah, sesuatu hal yang sangat sulit untuk semua wanita taklukan, selama ini john menganggap wanita adalah sebuah pakaian yang akan di pakai jika masih bagus dan akan di buang jika sudah rusak.


Tapi berbeda dengan john yang memperlakukan lia, john bahkan rela membagi waktunya hanya untuk mencari lia, john bahkan rela mengeluarkan uang banyak untuk mencari keberadaan lia. Hingga saat ini john sampai menangis hanya untuk mengetahui keadaan lia? sungguh aneh bagi andi.


Tak lama pintu ruangan UGD terbuka, seorang dokter keluar dari ruangan menghampiri john yang masih diam menatap lantai dengan tatapan kosong.


"Bagaimana keadaan adik saya?" Itu bukan suara john, melainkan andi yang sudah berdiri tegap di hadapan sang dokter, menatap dokter wanita itu dengan harapan yang begitu besar.


John melirik sebentar ke arah mereka berdua, john dengan cepat membangunkan tubunya dan ikut menatap dokter paruh baya itu dengan intens, menanti sebuah jawaban.


"Bagaimana keadaan istri saya dok?" Tanya john parau.


"Kami belum bisa memastikan apa yang sedang di alami oleh istri anda, hanya saja yang kami ketahui keadaan nya sedang tidak baik baik saja..


Dokter itu menarik nafas sebentar siap menerima cacian atau apapun yang akan di katakan oleh keluarga pasien jika tidak berhasil menyelamatkan nyawa korban.


...kabar baik nya bayi yang ada di dalam perut istri anda baik baik saja, tapi Kami membutuhkan persetujuan anda untuk melakukan operasi untuk menyelamatkan bayi yang masih berada dalam perut istri anda, jika tidak segera di lakukan operasi bayi anda kemungkinan tidak akan selamat, jadi kami memutuskan persetujuan anda sekarang." Jelas dokter dengan nama Helyn itu.


"Saya setuju dok, lakukan apapun yang terbaik untuk istri saya dan juga anak saya." Balas john dengan cepat, dia berharap dengan cara ini istri dan anaknya dapat di selamatkan.


"Tapi kami tidak dapat menjamin bahwa istri anda selamat, mengingat dia mengalami pendarahan cukup parah. Tapi kami akan berusaha sekeras mungkin" ucapan dokter menjadi sebuah tamparan keras untuk john, tuhan memang sudah memberi sebuah peringatan untuknya, tapi dia mengabaikannya sekarang penyesalan hanya tinggal penyesalan, semuanya sudah terjadi dan john tidak akan bisa mengulang waktu untuk kembali menebus kesalahannya.


John menangguk pelan, dia harus kuat menghadapi ini, hanya dengan berdoa kepada tuhan yang dapat menjadi jalan satu satunya untuk kesembuhan lia.


Dokter itu masuk kedalam ruangan kembali meninggalkan john yang sudah terlanjur menangis, biarkanlah orang berkata dia lelaki lemah, ya dia sangat lemah jika sudah berurusan dengan istrinya.


Andi hanya diam ikut hanyut dalam pikiran masing masing, walau hatinya juga turut teriris mendengar kabar bahwa kemungkinan kecil lia akan selamat.


Yang bisa mereka berdua lakukan kini hanya berharap dan berdoa, semoga tuhan masih memberikan john kesempatan.


***


Lia tersadar dari tidurnya saat merasakan sebuah tangan terus menggenggam nya memberikan sebuah kehangatan yang membuat hati tenang.


Lia mengerjapkan mata nya berkali kali saat merasakan sakit yang luar biasa di bagian kepalanya, lia mendudukan tubuhnya, merintih kesakitan, seluruh badannya terasa kaku, sendinya terasa beku hingga lia tidak bisa merasakan tangan hingga kakinya sendiri.


Sedikit demi sedikit potongan potongan memori hinggap di pikiran lia, mengingatkannya sebuah kejadian yang selalu akan di sesali oleh lia.


"John... " Lirih lia pelan, wajahnya semakin pucat saat mendapati john tengah tidur di kursi samping tempat tidurnya.


Lelaki itu bangun, menatap lia sebentar lalu menggenggam tangannya erat.


"Aku tidak mati?" Tanya lia john, yang di jawab gelengan kepala oleh john.


Lia tersenyum getir tuhan belum mau membawa lia kesisinya, "Anakku? Dimana anakku?" Teriak lia histeris saat merasakan perutnya yang tak lagi besar seperti dulu.


Lia menatap john tajam menunggu apa yang akan di katakan oleh john, terbit sebuah senyuman kecil di wajah john, genggaman tangannya semakin erat pada tangan lia.


"John ayo katakan!" Bentak lia, "Anak kita sudah tidak ada... " Cicit john pelan yang membuat sebuah senyuman sinis terukir di wajah lia.


"Bohong!" Tangkis lia dengan segala ucapan john, dia merasa john hanya mempermainkan nya, atau rencana john untuk mengambil bayinya itu benar adanya?


"Aku tidak berbohong annalia fanz! Anak kita sudah lahir ke dunia, tapi dia tidak bisa bertahan lama dia mengalami benturan yang sangat kuat di bagian kepalanya..." Jelas john dengan intonasi marah dan kecewa, john marah karena sikap yang sampai seperti ini hingga membuat bayinya terluka, dia kecewa pada dirinya sendiri karena tidak bisa menjaga istri dan anak nya dengan baik.


Ucapan john tadi sontak membuat lia menutup mulutnya, air mata sudah jatuh membasahi pipi lia, lia menangis sesegukan sedangkan john lebih memilih pergi dari ruangan lia tanpa sepatah kata apapun.


Lia sadar apa yang telah dia perbuat tapi lia tidak tahu resiko yang akan dia dapat saat melakukan hal seperti itu, tapi kini lia sudah mengetahui apa akibat dari perbuatannya yang berimbas pada hilangnya satu nyawa yang tidak bersalah.


.


.


.


.


.


.


Lia menangis histeris menjerit jerit di depan pusara terkahir anaknya, air matanya sudah tumpah membasahi seluruh wajahnya, dia masih tidak menyangka anaknya harus menajdi korban dari kebodohan lia.


"Kenapa bukan aku saja tuhan!" Teriak lia dengan kencang, sementara satu persatu orang orang yang ikut mengantarkan anak lia menuju rumah terkahir nya telah pergi yang menyisakan john dengan lia di sana.


"Tidak ada gunannya kau berteriak teriak memohon pada tuhan anakmu sudah pergi lia!" John menarik tangan lia kasar membawa nya pergi dari tempat peristirahatan terakhir anaknya.


"Lepas john lepas!" Teriak lia sambil menarik tangannya dari cengkeram tangan john.


"Berhenti! Ada apa denganmu john!"


"Kau! Kau berubah!" Pekik lia wajahnya sudah merah padam saat mendapatkan perilaku kasar dari john.


John diam lalu menatap lia tajam, matanya seakan menusuk kedalam hati yang paling dalam.


"Berhenti berteriak seperti orang gila! Anak kita mati karena mu! Pernah kah kamu berfikir resiko apa yang akan kamu dapatkan dari tingkah mu yang konyol?! Semua ini salahmu! Jika kau tidak bodoh dengan berhenti menjauhiku, kau tidak akan kehilangan anakmu!" Bentak john dengan suara menggelegar yang membuat lia bungkam dan menangis dalam diam.


"Sekarang semuanya telah berakhir! Kau adalah pelaku utama di sini! Kau yang membunuh anakku dan anakmu! Kau harus menanggung itu sendirian...


John menarik nafas sebentar siap tak siap lia harus menerima ini.


...Kita bercerai! Aku tidak ingin mempunyai istri yang tak bisa memberikan anak padaku!" Kata kata john sarkas membuat lia semakin menangis.


Jadi benar? John hanya memanfaatkan nya, dan kini john meninggalkan nya hanya karena lia tidak bisa memberi nya anak? Tunggu lia tidak bisa memberinya seorang anak lagi?


"Maksudmu?" Tanya lia dengan suara yang hampir habis.


"Karena benturan keras di perutmu yang membuat rahimmu robek dan robekkan di rahim mu itu sangat parah sehingga dokter mengatakan rahim mu harus di angkat, yang berarti kau tidak akan bisa memberikku anak, maafkan aku lia, dari awal aku memang hanya memanfaatkan mu... " Setelah john mengatakan itu, john pergi dengan santainya tanpa memperdulikan lia yang sudah jatuh dengan lutut bertumpu pada tanah.


Bahu lia melemas saat mendengar penuturan john yang menceritakan sebuah kejelasan yang tidak bisa di terima oleh lia. Ini adalah titik terendah dalam hidup lia, yaitu ketika dia harus kehilangan anakknya dan kini di tinggal pergi oleh orang yang paling dia cinta? Salah apa lia sehingga dirinya mendapat cobaan yang cukup membuat lia jatuh dalam satu hentakan.


Lia merasakan setetes air hujan turun dari langit, di ikuti petir yang bergemuruh serta awan yang mulai menghitam menyatakan bahwa sekarang cuaca juga ikut bersedih dengan apa yang di alami oleh lia.


Air hujan membuat rasa perih pada luka lia yang masih di tutupi perban, membuat sebuah rintihan kecil keluar dari mulut lia, saat itu juga air mata lia dan air hujan menyatu menjadi satu mengalir deras membawa setiap luka hati yang sampai saat ini sulit untuk di terima.


Rasa sakit yang luar biasa seketika menusuk jantung lia, lia ingin menjerit tapi tenaganya sudah habis dan tak tersisa sedikit pun, hanya air mata yang bisa mengungkapkan betapa perih sakit hatinya dan juga luka di sekujur tubuhnya, hidupnya sudah hancur karena sebuah kesalahan kecil dimana kepercayaan harus dia berikan pada orang yang salah.


Lia pasrah jika saat ini hidupnya berakhir sampai disini, jika hidup pun dia tidak akan bisa hidup seperti dulu hidupnya akan selalu di bayangi penyesalan yang begitu mendalam.


Lia menarik nafas dengan tempo cepat, air matanya mengalir deras, pikirannya kalut masih terasa berat untuk di pikirkan. Sesekali lia terisak pelan saat merasakan hal yang sama yaitu sakit di sekujur tubuhnya.


Lia menatap sekeliling saat pandangan matanya masih kabur dan tak bisa melihat dengan begitu jelas, namun yang lia ketahui kini dia berada di rumah sakit, wangi obat yang khas suara alat alat medis yang tidak lia ketahui fungsinya itu melekat sempurna di tubuh lia.


Dan saat itu pula lia tersadar bahwa tadi itu hanya sebuah mimpi buruk, tangisan lia kembali pecah ketika melihat john tengah memandangnya nanar, ekspresi tak percaya terpatri jelas di wajah john.


Tak lama kemudian john berlari merengkuh tubuh lia erat, terdengar suara isakan kecil dari john yang lia yakini tengah menangis, lia tersenyum ia berharap jika ini benar benar mimpi lia tidak akan pernah ingin mengakhiri ini, pelukan john yang hangat, deru nafas nya yang membuat tenang dan aroma tubuh john yang begitu memabukkan membuatnya hanyut begitu saja dalam indahnya cinta.


Lia tersenyum senang, tapi seketika dia teringat satu nyawa yang belum dia tanyakan keberadaannya. Lia dengan cepat melepaskan pelukan john, menatap lelaki itu sambil meraba perutnya yang rata.


"Kemana anakku? Katakan! Dia tidak mati kan? Huh? Katakan!" Lia menggoyang goyangkan bahu john dengan sisa tenaga yang dia miliki, lia yakin yang di alaminya tadi hanya sebuah mimpi, tapi kemungkinan mimpi itu adalah sebuah pertanda bahwa hal ini akan benar benar terjadi dalam kehidupan nyata.


John terseyum tipis, lia merasa dejà vu dengan senyuman itu, senyum yang sama yang di tunjukan padanya di dalam mimpi.


Saat itu juga pintu ruang inap lia terbuka, menampilkan suster yang tengah menggendong seorang bayi, john berdiri lalu mengambil bayi itu membawanya mendekat ke arah lia yang masih duduk di atas bangkar nya.


"Ini anak kita, dia tampan bukan?" Ucap john menggoda sambil memberikan bayi itu pada lia, membiarkan lia merasakan indahnya menjadi seorang ibu dan bahagia nya saat melihat anak kandungnya lahir kedunia.


Lia menangis tapi kali ini bukan tangisan kesedihan melainkan tangisan kebahagiaan, ternyata mimpi itu hanyalah sebuah kekhawatiran lia tentang apa yang akan terjadi di kehidupan nya, jika dia melakukan hal itu. Yang nyatanya itu tidak benar benar terjadi, lia menghembuskan nafas panjang, kemudian tersenyum menatap bayi lelaki nya yang sangat tampan.


Yah! Anak lia adalah seorang lelaki, wajahnya sangat tampan yang jelas menurun dari sang ayah, lia mengusap pelan pipi anaknya sambil tertawa gemas, anaknya sangat lucu saat tidur seperti ini.


"Dia tampan seperti ku bukan?" Goda john yang di balas senyuman merekah dari lia. John mengecup kening lia berkali kali, sambil ikut mengusap usap pipi anak mereka yang sangat menggemaskan.


"Siapa namanya?" Tanya lia, yang seakan amnesia dengan mimpi buruk yang baru saja membuatnya bermain jantung dan air mata dengan cepat.


"Namanya axelarino lei, nama yang indah bukan?" jawab john masih sibuk mencubiti pipi anaknya, yang tetap terlelap dalam tidurnya walau sedang di ganggu.


"Nama yang sangat indah! Aku menyukai nya!" Pekiki lia girang, bayinya sangat tenang meski kedua orang tuanya sedang menjahili anaknya sendiri.


Lia mencuim pipi anaknya gemas kebahagiaan nya bertambah setelah mendapatkan karuania yang begitu berharga dalam hidupnya.


"Maaf.. " Satu kata yang membuat atensi lia pada anaknya terhenti, lia melirik john yang sedang memandang nya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


"Aku sudah gagal menjadi seorang suami, aku telah membuatmu membenci diriku karena tindakan ku yang sangat bodoh, aku tidak akan menyalahkan dirimu jika kau memang membenci ku." Jelas john sambil tersenyum getir, lia menatap john lalu menunjukan sebuah senyuman manis yang menenangkan.


"Kau tak salah...Kita berdua salah disini, dengan cobaan ini kita harus belajar untuk saling mempercayai satu sama lain, kita mulai semuanya dari nol bersama dengan axel, terapkan dalam hati mu bahwa kau percaya padaku, dan aku akan menerapkan di hatiku bahwa aku juga percaya denganmu." Lia menjelaskan sambil menatap john senyuman tak berhenti lia pancarkan.


John ikut tersenyum merasa istrinya jauh lebih dewasa dari pada dirinya.


"Kita mulai bersama dengan axel, aku mencintai kalian berdua." Ucap john sambil mengecup kening lia dan axel secara bergantian.



THE END














Catatan pengarang



Hai!? Hahhhhh akhirnya novel ini tamat, gimana endingnya? Maaf yah kalau endingnya jelek atau buat kalian kecewa, karena aku masih belajar menulis yang baik dan benar.


Sebelumnya makasih banget yang udah baca THE PERFECT HUSBAND dari awal sampai akhir, makasih juga yang udah vote sm komen yang jujur itu membuat ku semangat untuk nerusin cerita ini.


Maafin aku juga kalau ada kata kata yang kurang berkenan di hati kalian semua, aku minta maaf yang sedalem dalemnya. maaf juga kalo ada typo atau salah dalam penulisan EYD yang mungkin secara gak sadar aku tulis.


Maaf juga kalau ada bahasa yang kurang kalian pahami di novel ini, karena jujur aku tuh masih muda banget, masih banyak yang harus aku pelajari, mungkin ada yang ngerasa ada bahasa aneh yang gak di pahami? Maaf yah itu bahasa anak gaul😬 yang gak sengaja kutulis di sini.


Untuk yang suka komen dan vote sekali lagi terimakasih sekali, terutama untuk komen yang membangun, karena sejujurnya aku pernah di bully jadi agak trauma kalo udah ada yang suka ngehina diri aku.


Maaf juga yang kemarin sempat emosi karena aku isengin, ya itung itung kisah perpisahan dari authornya😂😝 maaf yah wkwkwkwk.


Oke di sini selain ada salam perpisahan aku juga mau buat Q&A atau pertanyaan untuk para cast di bawah ini.


-john


-lia


-mia


-Aedeline


-georgeo


-ayah lia (lupa namanya)


-andi


-kenzo


-rimleda


atau authornya? juga boleh asal jangan nanya authornya udah punya pacar atau belum karena udah yakin jawaban nya jones😝😂



Ayo yang punya unek unek pengen di tanyain boleh aja, nanti akan ku jawab pertanyaan kalian di up selanjutnya bye😋







Aura with luv❤