
Terimakasih tuhan engkau telah mempercayai ku untuk menjaga ciptaanmu yang paling sempurna, yaitu istriku.
-Johnson lei
Malam itu pasangan suami istri ini menikmati suasana yang jarang mereka rasakan sebelumnyanya.
Sebuah ketenangan yang hanya dia dapatkan disini membuat seluruh beban yang mereka tanggung berdua mulai berkurang.
Setelah selesai acara dinner romantis lia membantu john untuk membereskan sisa makan malam mereka, kini lia sedang mencuci piring sedangkan john sedang membereskan sayur sayuran yang tercecer di lantai.
"Sayang..?" Suara berar khas john membuyarkan suasana sunyi antara lia dan john.
Lia yang sedang berdiri menghadap wastafel berbalik menatap john pelan yang di lihat lia john sedang duduk di kursi meja makan.
"A-ada apa?" Lia sedikit gugup saat john mengucapkan kata SAYANG yang sebelumnya belum pernah di dengar oleh lia.
"Jika kamu memang lelah, istirahat saja aku akan meneruskan pekerjaanan mu, lihatlah pakaian mu...basah.. " John menjalan mendekat ke arah lia menggulung kerah lengan baju lia yang cukup panjang.
"Tidak perlu aku masih bisa meneruskan ini sebentar lagi juga selesai." Lia membalikan tubuhnya lagi menghadap wastafel meneruskan mencuci piringnya.
John menarik pinggang lia hingga tubuhnya menempel di dada john, terdengar deru nafas john yang tidak teratur membuat darah lia mendesir, lia diam dia tidak lagi meneruskan membilas piring untuk merasakan detak jantung john yang bisa ia rasakan.
John menaruh kepalanya di bahu lia mencium aroma yang sangat familiar dari tubuh lia yaitu aroma green tea yang begitu harum.
Lia membeku dia ingin sekali menolak john tapi tangannya serasa tidak sanggup untuk menepis tangan john dari pinggangnya.
John semakin menggila dia menciumi bagian leher lia dengan sangat ganas tubuh lia bergetar kakinya sudah cukup lemah untuk menahan berat tubuhnya sendiri untungnya john memegangi pinggang lia dengan sangat kuat.
"Kamu takut?" Tanya john menatap wajah lia dari belakang memindahkan kedua lengannya menuju leher lia dan menarik dagu lia agar menatap wajahnya.
Setetes keringat jatuh dari pelipis lia wajahnya begitu pucat dia takut jika mengingat hal terjadi pada malam itu malam yang sangat mengerikan untuk lia.
"Ahhh kamu sakit? Wajahmu pucat?" John melepasakan kedua lengannya dari leher lia membalikan tubuh lia menghadap tubuhnya.
"A-a-aku aku baik baik saja... " Jawab lia gugup jantungnya berdetak kencang seperti sedang melakukan tarian mengikuti irama lagu tempo cepat.
John meletakan punggung tangannya di dahi lia merasakan sebentar suhu tubuh lia memastikan apa lia baik baik saja.
"Suhu tubuhmu sangat dingin, apa kamu benar baik baik saja?" John khawatir saat kulit punggung tangannya merasakan suhu tubuh lia yang begitu dingin.
Lia menghembuskan nafas pelan menatap john sayu dengan mata yang mulai meredup.
"Istirahat saja, aku akan melanjutkan pekerjaan mu." tambah john lagi sambil memegang kedua pundak lia.
"Ta-tap-"
"Ssstttt" John meletakan telunjuknya di bibir lia.
"Jangan menolak aku tidak ingin penolakan lakukan apapun yang aku suruh, sekarang kamu istirahat yah aku akan menyusul." Tambah john lagi, lia hanya mengangguk pasrah dia tahu apapun yang di inginkan oleh john harus terus di turuti.
Lia berajalan menuju kamarnya dengan sedikit memberatkan langkahnya tidak ingin meninggalkan john.
Saat sampai kedalam kamar lia mengganti bajunya dengan piyama dan merebahkan tubuhnya di atas kasur, lia menatap kedua kakinya yang ia biarkan berselancar lia di atas kasur.
Lia membuang nafas kasar ahhhh dia merasa dia menjadi istri yang sangat bodoh, kenapa dia tidak membiarkan john melakukan hal yang seharusnya dia lakukan pada istrinya.
'Aku harus bagaimana? Salahkah diriku menolak keinginan suamiku sendiri? Tapi aku belum siap... Ini membuatku trauma...Tapi aku benar benar merasa bersalah pada john, sampai kapan aku akan terus menolak keinginannya?' Pikir lia dia semakin tidak tenang saat memikirkan kewajiban yang harus ia penuhi pada john.
Kreeekk
Lia melirik ke arah pintu yang sedikit terbuka dari balik pintu terlihat john berjalan mendekati lia.
"Kamu benar baik baik saja? Apa aku harus memanggil dokter?" Tanya john lagi sambil mengambil kedua tangan lia dan mengusapnya pelan.
"Aku baik! Lihatlah sekarang suhu tubuhku sudah sangat normal." Lia menarik tangan john meletakan punggung tangannya di dahi lia.
John terdiam sesaat saat merasakan suhu tubuh lia mulai kembali normal.
John bernafas lega dia seperti baru saja merasakan dadanya yang sesak kembali normal.
"Jangan buat aku khawatir jika memang sakit katakanlah jangan diam... " John mengacak acak rambut lia yang ia biarkan terurai.
Chup
Sebuah ciuman mendarat di kening lia lalu memejamkan matanya merasakan hangatnya ciuman john yang ia pertahankan beberapa detik.
"Tidurlah aku akan menemani mu." John menidurkan tubuh lia dia atas kasur, john juga ikut merebahkan tubuhnya di kasur tepat di samping.
John menarik pinggang lia membiarkan tubuh lia berada dalam dekapannya, lia merasakan detak jantung john dan hembusan nafas john yang teratur, lia menyembunyikan wajahnya di balik dada bidang john berusaha menutup matanya.
Tak lama terdengar suara dengkuran yang sangat halus menerpa wajah lia nafas tenang membuat nya gagal memejamkan mata, lia memperhatikan pahatan wajah john yang sangat sempurna dia sangat tampan saat memejamkan matanya.
Bulu matanya yang sedikit panjang hampir menyetuh bagian bawah mata john, lia mengangkat salah satu tangannya dan menyetuh wajah john, ahhhhh lagi lagi dia teringat kebodohan nya sebagai seorang istri yang tidak bisa memenuhi kewajibannya.
Lia menengadahkan kepalanya mendekati pipi john, lia menutup matanya merasakan hangatnya pipi john tangannya bergetar tidak lagi paham apa yang isi hatinya katakan matanya tidak bisa ia ajak kompromi dan pada akhirnya setes air mata jatuh dari pipi lia.
Lia menarik tangannya dari pipi john dan mengusap air matanya kasar.
Chuuuup
Lia mencium pipi john sekilas dan kembali menyembunyikan wajahnya di balik dada bidang john, tapi kali ini lia lebih mengeratkan pelukkannya pada john.
"Aku mencintai mu." Ucap lia sebelum matanya tertutup dan dia terbang kedalam alam bawah sadarnya.
...
Lia menyipitkan matanya berusaha membuka matanya saat dia merasa goncangan kecil dari kasur yang ia tiduri.
Dia melihat john sedang duduk di atas kasur sambil memangku laptopnya.
"John?" Tanya lia bingung dia menatap jam yang terpajang di dinding samping tempat tidur jam menunjukan pukul 03.17 lia semakin bingung dengan apa yang di lakukan john dengan laptop tengah malam seperti ini.
John menoleh melirik lia dan tersenyum kecil.
"Apa aku menganggu?" Tanya john menaruh laptop yang tadi ada di pangkuannya di atas nakas samping tempat tidur.
John kini kembali merebahkan tubuhnya di samping lia, mengelus elus rambut lia pelan.
"Apa yang kamu lakukan?" Tanya lia lagi.
"Mmmm aku hanya memeriksa berkas berkas yang sudah di selesaikan oleh kenzo." Jawab john sambil terus mempertahankan posisinya.
"Apakah liburan ini menganggu pekerjaan mu? Jika memang menganggu pekerjaan mu kita pulang saja aku juga sudah cukup bosan disini... " Lia menaruh kedua tangannya di dada john sekarang hobi barunya adalah merasakan detak jantung john.
"Ahhhh tidak aku hanya memeriksanya memastikan pekerjaan kenzo benar, aku juga tidak ingin pulang dulu kekota.... Aku masih ingin di sini." Tambah john, john sekarang sangat suka menciumi kening lia, lia juga tidak terkejut dengan perlakuan john padanya.