
Gwen mempercepat langkahnya setelah merasa di ikuti oleh sebuah mobil, sambil merasakan dinginnya udara melbourne membuat kedua tangannya sedikit membeku. Gwen dengan cepat mengusap usap kedua tangannya, hanya untuk sekedar memberikan kehangatan di telapak tangannya.
Pandangannya mengedar luas ke seluruh penjuru jalanan yang mulai sepi, dengan tergesa gesa gwen melaju langkahnya lagi dengan cepat.
Perasaan nya bercampur aduk saat merasakan mobil itu semakin dekat dan benar benar tengah mengincar dirinya, gwen berusaha menenangkan dirinya agar tidak takut berpikiran bahwa semua ini akan baik baik saja dan akan segera berakhir.
Gwen melambat kan langkah nya saat dirinya telah sampai di tempat tujuan, dengan segera gwen memasuki supermarket untuk menemui lia yang gwen sudah yakini bahwa sekarang lia sangat ketakutan.
***
"Dia memasuki supermarket..." Jelas seorang lelaki dengan pakaian tuxedo hitam putih di tambah dengan kacamata hitam yang membuatnya terlihat lebih fashionable dan elegan.
"Tunggu saja di sini, kita lihat apa yang akan dia lakukan." Jawab seorang lelaki yang tengah menopang dagunya di kursi bagian belakang.
Lelaki dengan hidung mancung itu, menatap jendela mobil yang menampilkan suasana supermarket yang cukup ramai di datangi oleh pengunjung yang hendak berbelanja.
Matanya terpusat pada kerumunan orang yang keluar masuk supermarket dengan leluasa, mencari sebuah titik fokus untuk dirinya perhatikan. Dia Johnson lei, lelaki yang sangat terkenal dengan ketampanannya itu tengah mencari keberadaan istri nya yang hilang hampir 8 bulan lamanya.
Menurut informasi yang di dapatkan oleh andi, banyak kemungkinan lia tinggal di melbourne. Andi juga menemukan beberapa bukti foto lia dan juga stela yang sangat mirip, mungkin hanya berbeda pada bagian tubuh stela yang sedikit gemuk sedangkan lia bertubuh indah bak gitar spanyol yang di ukir dengan ciri khas yang dapat membedakan dirinya dengan orang lain.
Mendengar kabar itu sebuah semangat kembali terkobar di dalam hidup john, setelah beberapa bulan menyerah untuk menemukan lia, ini bisa menjadi sebuah titik baru pencarian keberadaan lia.
John diam hanya terdengar suara ketukan jarinya di kaca mobil yang sedikit berembun akibat udara malam yang sangat dingin. Jantungnya berdegup kencang, pikiran nya kacau tak karuan dan segala hal yang membutuhkan kefokusan hanya bisa ia pusatkan pada halaman supermarket ini. Baginya gwen adalah satu satunya kunci agar bisa menemukan lia.
Tak lama gwen keluar dari supermarket sambil membawa beberapa tas plastik yang berisi bahan makanan. Gwen kini berjalan dengan lebih santai, tapi ada yang aneh dengan rute tujuan gwen yang sekarang malah berlawanan arah dengan rumahnya, atau bisa di jelaskan gwen tidak kembali kerumah nya, melainkan pergi ke rumah seseorang yang tidak john ketahui kemana tujuannya.
Sementara wanita dengan hodie hitam itu bergegas masuk kedalam mobil Mercedes dengan cepat, lia yang menjadi objek wanita itu dengan cepat melajukan mobilnya untuk pergi sejauh jauhnya dari melbourne dan pergi menuju rumah keluarga morris yang terletak cukup jauh dari kediaman lia yang sekarang.
Setidaknya itu lah yang di katakan oleh gwen agar pergi menuju rumah orang tuanya sementara gwen akan menjadi kan dirinya umpan agar membuat lelaki yang di takuti lia pergi.
Lia mengendarai mobil dengan keadaan yang tidak stabil, tangannya bergetar suhu tubuhnya bertambah dingin, kakinya terlalu kaku untuk di gerakan sehingga lia hanya bisa mengendarai mobil dengan batas kemampuan kedua kakinya yang sedang ikut dalam euphoria ketakutan dan kegelisahan.
Pandangannya fokus pada jalanan, udara malam yang berhembus melewati celah kaca jendela mobil membuat hawa dingin menyeruak di seluruh bagian mobil, menambah kesan mencekam yang bergejolak dalam hati lia.
Bukan dia tidak ingin bertemu dengan john, dia merindukan kannya, hanya saja ini bukan waktu yang tepat untuknya, hatinya masih ragu untuk menetapkan apa yang akan dia ambil kedepannya.
Sementara lelaki dengan tuxedo hitam yang di ketahui bernama andi itu, berdecak kesal saat mengetahui bahwa mereka sedang di tipu.
"Cih! John kita di tipu!" Andi memukul stir mobilnya dengan kasar baru kali ini mereka di permainan oleh seorang wanita yang tidak lebih pintar dari andi ataupun john.
"Maksud mu?" Tanya john kebingungan dengan ucapan andi. "Anak buah ku yang telah tersebar di melbourne mengatakan bahwa mobil milik gwen di kendarai oleh seorang wanita dan sudah melenggang jauh dari melbourne, kemungkinan orang yang mengendarai mobil itu adalah stela." Jelas andi yang kini sedang membanting stir, untuk memutar arah laju mobil mereka.
"Maksudmu wanita itu mempermainkan kita? Baiklah sepertinya wanita ini ingin kita ikut bermain dalam permainannya." Jawab john dengan seringai yang menyeramkan.
"Lakukan apa yang aku suka andi." Suara john dingin, memerintah andi bagai sedang mengancam seseorang.
Andi mengangguk paham dengan apa yang di ucapkan oleh john, dia juga sangat suka bagian dari ini, hal ini adalah sebuah hiburan baginya setelah sekian lama fakum dalam hal bermain main.
Dengan santainya andi memacu mobil audi Q5 2.0 TFSI quattro dengan kecepatan penuh, mobil pabrikan jerman itu meliuk liuk di luasnya jalanan kota melbourne. John hanya tersenyum santai, ini yang john suka dari andi, dia sangat pandai dan cekatan dalam hal memata matai, serta sangat ahli soal drifting yang dapat membantu john sewaktu dalam keadaan terdesak seperti ini.
"Itu dia mobil nya, seseorang yang mengendarai mobil itu sungguh bodoh! Dia sedang melarikan diri tetapi membawa mobil dengan kecepatan rendah seperti itu." Sinis andi dengan tatapan yang tajam saat melihat mobil sasarannya berada di depan mereka.
"Kejar! Dan hadang mobil itu dengan segera!" Perintah john, dia sudah sangat tidak sabar dengan apa yang akan dia temukan di sini.
Andi mengangguk lalu menambah lagi kecepatan mobil nya.
Lia yang merasa di ikuti dengan segera menambah kecepatan mobilnya lagi, bukan kenapa, lia sudah sangat ketakutan. Lia bukan lah seorang yang sangat pandai mengendalikan mobil tetapi demi menghindari john lia memaksakan dirinya agar bisa menjauh dari john.
Sialnya walaupun lia berusaha sekeras apa pun, mobil yang di kendarai lia akan tetap kalah dengan mobil milik john yang sekarang sedang di kemudikan oleh seorang ahli setara andi, sedangkan lia hanya seorang amatiran yang bermodal nekat demi pergi dari kejaran john.
kini mobil audi itu sudah hampir menyamai laju mobil lia, dan saat ini mobil john sudah berhasil menyusul mobil lia, lia begitu ketakutan jantungnya berdegup lebih kencang, siap tak siap lia harus menerima nya, bahwa dia akan di pertemukan lagi dengan seseorang yang selama ini dia hindari.
"John! Itu lia!" Teriak andi saat melihat sekilas wajah lia yang masih bergelut dengan laju mobilnya.
Lia gelagapan saat ia benar benar melihat lelaki itu adalah andi, andi anak buah john, berakhir lah rencana lia untuk pergi sejauh jauhnya dari hidup john.
Lia masih terus menatap andi di balik kaca jendela mobilnya, tanpa lia sadari sebuah truk melintas di persimpangan jalan yang lia lewati, lia sudah tidak bisa menghindari mobil itu karena kejadiannya terjadi dengan begitu cepat.
Brakkkkk
Lia membanting stir mobilnya kesebelah kiri yang membuat mobilnya menabrak pembatas jalan, mobil bagian depan lia rusak parah karena terhantam beton pembatas jalan dengan keras.
untung lah mobil lia memiliki keamanan yang sangat canggih, yaitu ketikan mobil merasakan hantaman yang sangat kuat mobil akan dengan otomatis mengembangkan sebuah busa yang dapat mengurangi benturan pada perut lia.
Tapi satu hal yang tidak dapat di hindarkan adalah kepala lia yang sudah mengalirkan darah segar, meluncur melewati seluruh wajah lia. Sedangkan lia sendiri sudah tidak sadarkan diri.
John yang melihat kejadian itu di depan matanya, langsung keluar dari dalam mobil tangan nya bergetar hebat, firasatnya sudah sangat buruk. Ia belum dapat memastikan seseorang yang berada dalam mobil ini adalah lia, tapi insting nya mengatakan bahwa dia adalah istrinya.
Dengan cepat john menarik tubuh lia dari dalam mobil yang sudah tak lagi berbentuk itu, mendekap lia dalam pelukannya membawa lia jauh dari tempat kejadian.
John menghapus darah yang sudah mengalir di seluruh wajah lia dengan tangannya, alangkah terkejutnya john saat mengetahui bahwa wanita itu benar benar adalah istrinya, annalia fanz, yang selama ini hilang entah kemana.
Air mata john tidak dapat di bendung, dia sudah menangis di depan istrinya yang terkulai lemas bersimbah darah.
"Lia... " Suara john bergetar lemah dan tak berdaya, john berteriak histeris sambil membawa lia dalam pelukannya.
"Bawa dia kerumah sakit, jalan kan mobilnya andi!" Teriak john dengan keras.
THE END
Bohong😂