
Lia menutup matanya, dia merasa bebannya hilang begitu saja ketika john memeluknya.
"Apa kau menangis?" Lia mengenggam tangan john, lalu john duduk di samping lia.
"Tidak aku tidak menangis! Aku hanya berfikir kau kabur dari rumah, dengan kondisi mu yang sekarang ini aku takut terjadi apa apa dengan mu."
John melihat wajah lia yang menunjukkan raut bahagia.
"Asal kau mau menepati janji mu padaku, aku tidak akan kabur atau meninggalkanmu."
Lia tidak ingin menjelaskan apapun lagi, dia lebih memilih untuk menjernihkan pikirannya.
"Kau sangat cantik saat seperti ini, dirimu serasa bersinar di antara terang matahari yang begitu bercahaya. Dirimu seperti air mengalir yang kadang tenang dan kadang berarus deras... Tapi tidak ada yang bisa memastikan kapan air itu akan kembali tenang dan kapan air itu akan berarus."
Rasa cinta john semakin dalam pada lia, orang seperti dia akan jarang di temukan melepaskan lia adalah hal terbodoh yang mungkin pernah di lakukan oleh john.
John memeluk lia pelukannya sangat erat bahkan untuk seseorang yang takut kehilangan, lia hanya diam, Dia tidak bisa menahan agar john tidak memeluknya.
Lia merasakan detak jantung john, mereka serasa terhubung satu sama lain.
Lia ingin menangis, dia sangat merasakan apa yang sekarang john rasakan, tapi rasa bencinya pada john tidak akan hilang begitu saja apa yang telah john perbuat padanya bukanlah sebuah masalah kecil.
Pasangan suami istri itu menikmati pelukan mesra mereka, hanya di temani angin, wangi bunga dan juga sinar matahari yang mulai berganti menjadi sinar rembulan.
Andai ini terus terjadi, masalah kecil apapun tidak akan mengganggu kita, lia aku sangat mencintaimu.
John mengecup kening lia, lia ingin menangis tapi dia berusaha agar setetes air matapun tidak jatuh dari matanya.
John melepasakan pelukannya, memegang bahu lia.
"Berjanji lah.. Kau akan tetap bersama denganku.. " John memandang lia dengan pandangan lirih.. Dia seakan berharap yang di ucapkan oleh lia adalah kata 'YA' dan bukan 'TIDAK' atau yang lainnya.
Lia hanya terdiam Dia belum bisa menjawab pertanyaan john dia perlu banyak waktu untuk memikirkannya.
Dia masih ragu akan sikap john, yang lia takutkan hanyalah setelah dia memberi kesempatan untuk john dan memaafkannya, john akan menelantarkannya.
"Aku paham.. Aku akan selalu menunggu jawaban mu, ku harap jawaban mu akan sesuai dengan apa yang ku harapkan, mari masuk angin sudah semakin kencang." John menarik tubuh lia dan menggendong nya.
"Aku bisa berjalan sendiri... " Lia meronta john memang selalu begitu kadang membuat bahagia dan kadang membuat sebal.
"Kau tidak mau, melihat pembantu pembantu rumahku melihat kemesraan kita.. " Senyum john licik, lia menajamkan matanya raut sebal di tunjukan lia.
"Aku mau turun!" Lia berusaha melepasakan diri dari john.
Tapi john tetap santai menggendong lia, walaupun pembantu di rumahnya memperhatikan tingkah majikannya yang begitu mesra dan perhatian pada istrinya.
Lia yang merasa di tatap dan bicarakan oleh seluruh pembantu rumah merasa tidak nyaman, dia hanya bisa menutup wajahnya.
"Dasar john! Selalu mencari kesempatan dalam kesempitan, dia tidak berfikir bahwa pembantunya ini sedang membicarakan aku!"
Gumam lia di dalam hatinya, setelah itu john membawa lia ke dalam kamar.
pikiran lia mulai tidak jernih, dia berfikir hal hal aneh yang akan di lakukan oleh john padanya, apalagi pagi tadi john berkata akan melakukan sesuatu setelah lia pulang dari rumah sakit.
Lia semakin takut dia terus berusaha melepaskan diri.
John melepasakan lia, dia menidurkan lia di atas kasur.
"Apa kau berfikir aku akan melakukan sesuatu padamu? Jika kau mau aku akan melakukannya sekarang, itu sangat mudah untuk ku."
John berbisik pelan di kuping lia, nafas john terasa di kuping lia.
Lia ketakutan dia membayangkan hal yang tidak tidak.
"Aku tidak mau! Kau masih punya banyak janji denganku." Tolak lia, john seharusnya tidak akan lupa tentang janinya pada lia.
"Hahahahaah Aku suka saat dirimu merasa takut... Dan saat wajahmu memerah, itu membuat ku bergairah" Goda john, dia membelai halus rambut lia yang panjang.
"Apa dia belum puasa! Dia sudah sering menggoda ku!"
Teriak lia di dalam hatinya, dia tak ingin menatap john lia hanya bisa memjamkan matanya.
Berharap agar john tidak melakukan hal hal aneh padanya.
"Sudahlah.. aku hanya bercanda.. Aku akan mengambilkan makanan untukmu. Tunggu di sini sebentar" John pergi untuk mengambil makanan untuk lia.
John ingat pesan dokter untuk selalu menjaga perasaan lia agar tidak merasa stres dan kelelahan.
John kembali ke kamar lia setelah mengambil makanan, makanan yang di bawa john adalah sayur ikan dan juga buah buahan, dan lucunya john membawa segelas susu.
John duduk di samping tempat tidur lia, dia melihat lia menutupi tubuhnya dengan selimut.
"Istriku.. Ayo bangun aku sudah membawakan makanan untukmu.. " John menarik selimut yang menutupi tubuh lia, john melihat lia sedang pura pura memejamkan matanya.
"Dia memanggilku dengan sebutan istri? Apa.. Aku bermimpi. Istri?"
Lia membuka matanya lebar, membalikan wajah menatap john. Tatapan lia penuh tanda tanya.
"Kenapa menatapku seperti itu, istriku? Apa aku salah?" John menunjukan tampak ketidaktahuan kenapa lia menatapnya dengan pandangan seperti itu.
"Tidak ada!" Lia memalingkan wajahnya, marahnya berusaha ia pendam di dalam hati.
Lia memang teringat bahwa dia memang sudah menikah dengan john, sewajarnya john memanggilnya dengan sebutan istriku.
"Ya..Sudah.. Mari makan." John mengambil sesendok nasi dan juga ikan, menyuapkannya ke mulut lia, lia menikmati masakan yang di bawa oleh john karena rasanya sungguh enak.
Setelah menghabiskan seluruh makanan john memberikan segelas susu pada lia.
"Nihh minumlah susu." John menyuruh lia untuk meminum susu, melihat john memberikan susu padanya lia beranggapan apa dia kurang tinggi?
"Apa aku kurang tinggi! Sehingga kau memberi ku susu!? Aku seorang model! Tinggi ku bahkan melebihi perempuan biasanya!" Lia tersinggung apa john begitu merasa bahwa lia itu pendek, dan butuh susu pertumbuhan?
"Bukan... Maksudku..Susu ini dapat membantu mu untuk memulihkan tubuhmu, susu juga sangat bagus untuk kesehatan apa aku salah?" Bela john, dia tidak bermaksud untuk menghina lia.
Hanya saja cara john memberikan perhatian untuk lia itu salah. Lagi pula lia sudah besar mana mungkin dia akan meminum susu untuk pertumbuhan.
"Aku sudah besar! Tidak mungkin minum susu...Aku yakin kau ingin menghinaku bukan?" Tebak lia lagi, john memang suka meledek dan menggoda lia