THE PERFECT HUSBAND: I want you!

THE PERFECT HUSBAND: I want you!
mendapat cibiran



Tapi john tidak peduli dengan apa yang di katakan oleh lia, dia terus menggendong lia sampai ke depan mobilnya.



  Dan setelah sampai di mobil john yang terpakir di halaman, john melepaskan lia.



  Lia berdiri kukuh di hadapan john menunjukan ekspresi marah yang sangat imut, bukannya john takut melihat kemarahan lia dia malah menahan tawa.



  "Jangan menatapku seperti itu... Itu sangat lucu." John mencoba menahan tawanya agar lia tidak merasa aneh di depan john



  "Aku tidak peduli!" Jawab lia jutek, dia melipat kedua tangannya menaruhnya di dadanya.



  "Pfthh....jangan marah..Ayo kita berangkat." John masuk kedalam mobilnya di ikuti lia.



   Sepanjang perjalan menuju kantor lia hanya terdiam dia sepertinya masih sangat marah pada john.



  "Jangan marah istriku...Aku hanya bercanda." Lirik john sebentar ke arah lia, dia sedang mengemudi jadi dia harus selalu fokus ke jalanan jika tidak ingin hal hal buruk terjadi pada mereka.



   "Aku tidak marah!" Lia masih menunjukan ekspresi imut yang sebenarnya itu adalah ekspresi marahnya.



   "Serius? Lalu menagapa mukamu di tekuk seperti itu? " ucap john dia sangat senang istrinya sudah kembali lagi seperi dulu, yaitu jutek pemarah dan sensitif.



  "Cukup! Berhenti berkata apa pun!" Lia menegaskan kata katanya, mengisyaratkan agar john tidak banyak bicara.



  "Oke... Oke aku diam" John menuruti apa yang di katakan istrinya, lia sepertinya sangat marah.



  Sebenarnya john adalah orang yang penyabar apa lagi terhadap lia, dia sangat berusaha untuk memendam segala amarahnya dalam dalam dan selalu mencoba untuk mengalah pada lia.



  Karena john paham jika dia tidak bisa membuat lia bahagia, pantaskan dia berada di samping lia? Jika hanya membuat lia terluka?



  Dia mengorbankan segalanya agar bisa bersama lia, dan lia harus merelakan segala kepentingan hidupnya karena bersama john.



  Jika hanya ingin menbuat lia terluka tidak perlu susah payah john untuk mendapatkan perasaan lia.



  Sesampainya di kantor perusahaan HW evolution, lia sangat penasaran dengan gedung perusahaan HW evolution banyak orang bilang gedung ini sangat megah bahkan lebih mirip seperi apartemen.



  Dan apa yang di katakan orang orang itu benar adanya, baru sampai di halaman depannya saja sudah terlihat nuansa mewah yang di tampilkan, melalui air mancur berbentuk manusia, juga dengan tulisan besar bertuliskan HW di bagian paling atas dari gedung itu.



  John membawa mobilnya masuk kedalam parkiran bawah tanah, namun john tidak parkir di tempat para karyawan, tetapi john memarkirikan mobilnya di tempat khusus. Yang hanya bisa di tempati tamu.



  "Kita sudah sampai mari turun." John keluar dari mobilnya, dia membukakan pintu mobil untuk istrinya keluar.



  Lia keluar mobil dari luar sudah terlihat sepasang kaki jenjang yang menapak di lantai, dengan dress selututnya lia sangat cantik dan terlihat lebih santai.



  "Sepertinya dia sudah tidak marah lagi"



  Gumam john yang melihat istrinya sudah menunjukkan ke anggunannya.



  "Mari.. " John memegang tangan lia, dia mengandeng lia layaknya seorang ratu dari sebuah kerajaan.



  Lia hanya tersenyum simpul, dia tidak ingin terlalu menunjukkan dirinya pada semua orang.



  Takut takut ada yang mengetahui identitasnya sebagai seorang artis.



  Berjalan bersama john membuat lia sedikit canggung, dia lebih sering menundukan kepala dari pada mendongakkan kepalanya.



  John bersama lia menaiki sebuah lift, yang tersedia di tempat parkir itu.



  Lift itu khusus untuk para tamu undangan john dan staf staf khususnya.



  Lift itu langsung menuju ke lantai paling atas, ruangan tempat john bekerja dia lebih senang bekerja sambil memandangi pemandangan yang sangat indah dari atas gedung.



  Dengan masih menggandeng tangan lia, john dengan percaya diri berjalan di antara karyawannya, dia seakan tidak mengetahui kehadiran para karyawannya yang sedari tadi terus memandang john dan juga lia.



  Lia hanya diam dia hanya bisa menundukan kepalanya.



"Wahhh bos kita pagi ini membawa seorang wanita..."



  "Tapi aku yakin wanita ini hanya ingin memanfaatkan kekayaan bos kita"



"Aku yakin tidak! Pasti bos kita yang telah melakukan sesuatu padanya sehingga dia mau bersama bos. Kau tahu bos bukan orang yang mudah untuk di tipu"



"Yang jelas wanita ini adalah pel*cur"



Gosip para karyawan perempuan tentang lia yang berada bersama john, lia menarik tangannya dari genggaman tangan john dia ingin semua orang tidak membicarakannya lagi.



   John menyadari apa yang di rasakan lia, segera john melepaskan genggamannya dan pergi mendekat ke arah karyawan perempuan yang sedang bergosip.



  *Duakkk* Terdengar suara meja yang di pukul dengan begitu kerasnya, john menatap dingin ke arah pegawainya menunjukan sisi lain dari dirinya.



  "Jika kalian bekerja disini hanya ingin bergosip! Aku bisa mengirimkan kalian ke acara talkshow di mana di situ kalian bisa mengomentari kehidupan orang lain tanpa tahu apa yang telah terjadi sesungguhnya."


 


John tak peduli dengan orang di


sekitarnya, dia tetap menampilkan sisi lainnya sebagai seorang bos dan CEO perusahaan HW evolution.



  "Kaaa.. Kaaa kami minta maaf." Ucap karyawan perempuan tadi, wajah mereka memucat dan keringat dingin bercucuran di tubuh mereka.



  Mereka serasa di beri mantra sehingga dengan mudahnya menurut apa yang di katakan oleh john.



   "Jika sekali lagi aku dengar kalian bergosip! Tentang apa pun itu aku tidak akan segan mengeluarkan kalian!" Mata john menatap tajam pada karyawan-karyawannya yang berada di lantai paling atas.



  Semua karyawannya terdiam mereka tidak berani menolak apa yang di katakan oleh john.



  Lalu john mendekati lia yang diam tidak ada reaksi apa pun dari lia mungkin cukup hanya diam membuatnya tidak terlalu di kenali banyak orang.



  John kembali menggandeng tangan istrinnya dia berjalan menuju ruangannya.


Sesampainya di ruangan john, di sana ada 2 orang lelaki yang berdiri di pinggir meja john.



  2 orang lelaki itu adalah andi dengan kenzo.



  Andi adalah asisten john, andi selalu menjadi orang yang di butuhkan john saat memerlukan sesuatu.



Dan kenzo adalah manejer john, yang selalu menggantikan pekerjaan john saat john tengah sibuk.



  Dan di antara yang lainnya kenzo dan andi adalah orang yang paling di percaya oleh john.



  Saat john masuk kedalam ruangannya di ikuti lia, mata andi dengan kenzo lebih terfokus pada lia mereka heran setelah beberapa hari bosnya tidak masuk kerja.



  Dan hari pertama bekerja bosnya langsung membawa seorang wanita di dekatnya.



  "Kau duduk di sana yah." John mengusap rambut lia, menyuruhnya duduk di sofa yang tersedia.



  "Selamat pagi bos." Sapa kedua anak buahnya serentak.



  "Bagaimana kenzo? Setelah beberapa hari aku tidak masuk bekerja apakah ada hal  penting yang harus aku kerjakan?" Tanya john dia duduk di kursi kerjanya.



  "Tidak ada... Untuk beberapa berkas dan rapat kerjasama antar perusahaan sudah saya selesaikan." Jawab kenzo sambil melihat beberapa dokumen yang di bawanya dan memberikannya pada john.



  "Bagus.. " John membaca seluruh dokumen yang di berikan oleh kenzo.



  "Boss boleh kah saya bertanya?" Ucap andi menatap john.



  "Ada apa?" Tanya john santai.



  "Siapa perempuan itu?" Andi menunjuk lia dengan telunjuknya.



  "Dia istriku" Jawab john singkat.



  "Apaa!?" Ucap kenzo dan andi serempak mereka sangat kaget.