THE PERFECT HUSBAND: I want you!

THE PERFECT HUSBAND: I want you!
perubahan sikap john



"Tidak ada yang hendak meledek atau mengina kau istriku.. Kau sudah sangat sempurna." John memulai triknya lagi yaitu menggoda lia.



  "Bicara dengan mu tidak akan pernah sampai ke ujung! Lebih baik aku tidur." Lia mengambil selimut dan menutupi tubuhnya.



  "Selamat tidur istri ku... Mimpi indah." John memberikan kecupan di kening lia, Lalu pergi sambil membawa piring dan gelas yang sudah kosong untuk di antarkan pada pembantu.



   "John itu! Dia sangat suka menggoda...Aku seharusnya tidak terlalu memasukan godaannya tadi ke dalam hati."



  Batin lia, dia sudah sangat lelah tak lama kemudian lia tertidur.



  Saat lia tertidur john datang ke kamar lia, dia menatap istri cantiknya yang sedang tertidur begitu pulasnya.



  "Kamu harus sehat.. Agar kau bisa memberiku semangat lagi."



  John menidurkan tubunya di samping lia, dia sudah tidak tidur selama beberapa hari karena terus begadang menunggu lia sadar.



  Dan malam ini pasangan suami istri sedang sangat sibuk dengan dunia mimpinya masing masing, bahkan dia antara mereka tidak ada yang mengganggu.



...



  Keesokan paginya, lia terbangun dia mengusap usap matanya, tidurnya semalam sangat nyenyak bahkan lia tidak merasa sinar matahari menyorot kulitnya.



  Lia melihat di sampingnya john sedang memakai kemejanya, bersiap siap untuk berangkat bekerja.



  John menyadari ternyata istrinya sudah terbangun dari tidurnya.



  "Selamat pagi istriku! Apakah semalam mimpi indah?" John mendekati wajah lia dan mencium keningnya.



  "Tidak ada yang perlu aku jawab!" Lia menjawab acuh, dia sudah biasa dengan kecupan yang di berikan john padanya.



  John hanya terdiam, dia sedang sangat kesulitan menggunakan dasinya.



  Melihat john yang begitu bodoh dalam hal menggunakan dasi, akhirnya lia membantunya.



  Lia turun dari tempat tidurnya dan membantu john menggunakan dasi.



  "Apakah kau benar benar sangat bodoh! Hanya menggunakan dasi saja kau tidak bisa!" Omel lia dia sangat telaten dalam hal memakaikan dasi.



  Hal itu biasa lia lakukan pada ayahnya, karena walau ayahnya sudah mempunyai istri lagi, ibu tiri lia tidak pernah memakaikan dasi untuk suaminya, yaitu ayah lia.



  "Sudah.. " Lia merapihkan kerah baju john agar terlihat bersih dan rapih.



  "Kau sangat telaten istri ku... Aku semakin sayang padamu." John menarik lia dalam pelukanya, john menempelkan hidungnya ke hidung lia.



  "Kesempatan! Dasar!" Lia memukul john pagi pagi seperti ini sudah membuat kesal saja.



  Lia mengambil jas yang sudah john siapkan, jas berwarna abu abu yang sangat santai untuk di pakai john kekantor.



  Lia membantu john menggunakan jasnya, merapihkan bagian tangan kerah sampai bagian depan.



  "Kau benar benar istri yang sempurna, sebagai hadiahnya setalah aku pulang bekerja aku akan membuatmu bergairah."



John menarik dagu lia mendekati wajahnya, sosok penggoda masih aja melekat di diri john.



  "Penggoda! Sudah cukup! Sekarang kau turun kebawah dan sarapan lah, aku akan mandi sebentar." Lia mendorong tubuh john keluar dari kamarnya, menutup pintu dan menguncinya.



  "Aku akan menunggu mu di bawah jangan lama lama." Teriak john dari luar, lia tidak memperdulikan dia pergi ke kamar mandi untuk membersikan diri.



  Setelah selesai mandi, lia memilih milih baju yang banyak tersedia di dalam lemarinya.



  Dia lebih memilih gaun selutut berwarna hijau mint dengan kerah berwarna putih, dan lia memadukan gaun itu dengan sepatu  hell's berwarna putih.



  Lia juga hanya memberikan make up simple pada wajahnya, agar wajahnya tidak terlalu pucat.



  Setelah selesai membereskan diri, lia pergi  ke ruang makan, untuk sarapan.



   "Kau belum berangkat bekerja?" Tanya lia mendekat ke arah john.



   "Aku menunggu mu.. " John melihat lia, dia sangat terpukau melihat betapa cantiknya lia walau hanya menggunakan make up sederhana dan baju yang simple.



  "Kenapa harus menunggu ku? Apa kau tidak akan terlambat pergi ke kantor?" Tanya lia, dia duduk sangat jauh dari tempat john.



  "Apakah aku salah menunggu istri ku sendiri?" Jawab john dia memgambil sarapan yang sudah tersedia di meja.



  "Oke.. " Jawab lia, dia mengambil selembar roti dan mengolesnya dengan selai cokelat.



  "Kenapa kau hanya memakan selembar roti? Itu tidak baik untuk kesehatanmu."



John mengambil roti yang berada di piring lia dan memberikannya pada pembantu.



  "Aku ingin makan roti!" Tegas lia, dia menunjukkan wajah memelas pada john.



  "Kata dokter kau harus memakan nasi dan juga makanan yang bergizi...Agar kau cepat sembuh.. "



John berdiri dia duduk di samping lia, john memberikan lia makanan yang di siapkan olehnya yaitu sup daging dengan nasi.



   "Makan ini " Tambah john lagi, dia memberikan semangkuk sup dan sepiring nasi.



  "Apa kau bersungguh sungguh ingin aku memakan ini? Tapi aku tidak mau!" lia menolak makanan yang di berikan john padanya.



  "Jika kau tidak mau aku akan memaksamu.... " John mengambil sendok dan menyuapkan nasi berserta sup daging ke mulut lia.



  Lia berusaha menolak dia tidak mau memakan sup itu jika dia tidak bisa menjaga pola makannya berat badan lia dapat naik.



  "Aku tidak mau!" Lia memalingkan pandangannya.



  "Apa kau mau aku menyuapi mu dari mulutku?" Goda john, usahanya untuk membuat lia mau memakan sup tidak berhenti sampai di situ.



   "Dasar! kau memang penggoda!" Teriak lia, dia akhirnya memutuskan untuk memakan makanan yang di berikan john padanya.



  "Aku bisa makan sendiri!" Lia mengambil sendok yang di pegang oleh john, lia meledek john dengan menjulurkan lidahnya.



  "Kau berani meledek ku!" John merubah raut wajahnya menjadi garang sambil menatap lia.



  "Tidak ada gunannya kau marah marah pak tua! Makan lah yang banyak!" Tanpa basa basi lia menyuapi john dengan nasi dan sayur.



  John kaget di mulutnya sudah penuh makanan yang di suapkan lia padanya.


Tapi lia tidak peduli, dia mengunyah makanannya sambil cemberut.



  "Istri yang sangat nakal.. Aku tidak tahu saat kamu kesal kau berani berbuat itu padaku."



  Senyum john dia sangat senang dengan sikap lia yang kini sudah mulai tersenyum dan bisa berdebat dengannya.



  Setelah selesai sarapan john akan berangkat ke kantornya, john berinisatif  mengajak lia ke kantornya untuk menemaninya.



  "Kau mau ikut tidak ke kantorku?" Tanya john pada lia yang sedang duduk di sofa.



  "Untuk apa?" Tanya lia lagi dia tetap asyik membaca majalah yang di pegangnya.



  "Siapa tahu? Kau suntuk di rumah dan di sana kau bisa membantu ku" Ucap john lagi, dia duduk di samping lia dan merangkul tubuh kecil lia.



   "Oke... Aku akan ikut.. " Jawab lia dia berusaha melepaskan pelukan john, tapi john tidak melepasakannya dia malah menggendong lia dan membawanya ke dalam mobil.



   "Aku punya kaki! Kenapa kau selalu menggendong ku! Aku ingin berjalan!" Teriak lia kencang kencang di kuping john.



  John ingin marah tapi ia tahan, mengingat kondisi lia yang sekarang belum sembuh total dia tak boleh membuat lia strees.