
di kelas dina tidak mengikuti jam belajar pertama untuk.mata pelajaran matematika di kelas, karena dina yang terlambat datang kesekolah mendapat hukuman mebersihkan toilet dan sampah di lapangan sekolah.
"anak anak persiapkan diri kalian untuk belajar krna sepuluh menit kedepan ibu akan memberika ulangan pada kalian" beritau ibu salma
"yaahhh kok mendadak sih bu" tanya salah satu siswa yang ada di dalam kelas
"sudah baik ibu kasih kalian untuk belajar sepuluh menit" ujar bu salma
amel yang sedari tadi menunggu dina di rundung gelisah, pasalnya hari ini akan ada ulangan tapi dina juga tak ada tanda akan masuk kelas
"baiklah anak anak, sudah belajarnya, tutup buku kalian karna ibu akan membagikan soal ulangan pada kalian" pinta bu salma
siswa siswi yang nampak masih belajar terpaksa menutup buku mereka dengan perasaan berbeda beda, ada yang antusias menyambut ulangan matematika, ada juga yang nampak loyo tidak bersemangat untuk ulangan.
1 jam berlalu menunjukan ulangan telah selesai dan jam mengajar bu salma juga sudah selesai. tak lama dina datang masuk ke dalam kelas dan mendudukkan dirinya di bangku sebelah amelia.
"aduh dina kamu kok baru masuk sih, tadi tuh bu salma ngasih kita ulangan matematika" beritahu amel
dina yang masih merasa capek sehabis membersihkan kaget mendengar ucapan amel yang baru saja habis ulangan, tiba tiba dirinya menjadi lesu, pasalnya siswa siswi yang tidak ikut ulangan akan menyusul ulangan di ruangan bu salma.
"apess banget" menampakkah wajah murungnya
"kamu sih kenapa bisa telat lagi sih?" tanya amel
"aku bangunnya telat mel." sambil melipat tangannya di atas meja dan memanyunkan bibirnya
"pasti begadang kan" selidik amel
dina hanya mengangguk menjawab pertanyaan amelia.
***
bel istirahat berbunyi, sebagian banyak siswa siswi berjalan ke kantin untuk sekedar mengisi perut, ada juga yang hanya tinggal di dalam kelas, dan ada juga yang ke lapangan untuk bertanding.
"mel kelas adit kan bakal tanding basket sama kelasnya riyan" ucap dina mengingatkan
"ohiya, hari ini kelas mereka tanding, kita ke kantin aja dulu buat beli minuman, trus ke lapangan buat nonton mereka, gimana?" tawar amelia
"okeyy, sekalian beli snack"
dina dan amel keluar dari kelas menuju kantin, mereka memesan minuman kesukaan mereka dan tak lupa juga membeli beberapa snack.
setelah belanja mereka menuju làpangan basket yang letaknya ada di belakang sekolah, tak jauh dari kantin yang berada di samping sekolah.
sesampainya di lapangan mereka mengambil tempat duduk paling depan supaya mereka bisa menonton pertandingan lebih dekat.
beberapa tempat duduk di isi oleh siswa siswi yang juga akan ikut menonton pertandingan kelas aditya dan kelas riyan, dan ada juga beberapa tempat yang masih kosong.
para pemain sedang pemanasan dan tak lama pertandandingan sudah di mulai, lapangan yang tadinya tenang terdengar riuh dari sorakan para pendukung masing masing kelas, sesekali kelas adit mencetak angka, pun sebaliknya kelas riyan mencetak angka.
dina dan amelia yang menonton jalannya pertandingan nampak antusias, karna masing masing mereka menjagokan kelas yang mereka dukung. dina yang mendukung kelas adit, dan amel yang mendukung kelas riyan.
mereka nampak kompak bersorak dan meneriakkan semangat kepada masing masing jagoan kelas mereka.
di dua puluh detik terakhir, skor mereka mencetak seri, kini kelas adit dan riyan berlomba mengejar angka.
riyan yang membawa bola, mendrible dan akan melompat mencetak angka, tiba tiba adit datang dari samping kemudian menghalang riyan untuk mencetak angka.
seketiķa bola di ambil alih oleh adit dan berlari ke arah ring lawan untuk mencetak angka, saat akan melompat lawan yang dari kelas riyan tiba tiba menyenggol adit yang sudah melompat, dan bola yang tadinya ia pegang terlempar ke arah bangku penonton.
dina yang sedang meminum minumannya nampak tegang melihat jalannya pertandingan dan tiba tiba..
bruuukkkk
bola yang terlempar tadi mengenai wajah dina, minuman yang sempat ia minum tadi tumpah mengenai baju dan rok seragamnya.
hantaman bola yang cuku keras juga membuat hidung dina mimisan dan seketika amel kaget dan panik melihat keadaan dina.
para pemain di lapangan yang melihatnya berlari mengerumungi dina untuk melihat keadaan dina, juga adit dan riyan yang ikut dalam pertandingan.
adit yang kaget melihatnya langsung menggendong dina ala bridal style ke ruang uks, yang di ikuti oleh riyan dan juga amelia.
***
di ruangan uks adit langsung membaringkan dina yang masih sadar ke atas tempat tidur. kemudian beralih ke lemari obat obatan untuk mengambil kapas dan dan alkohol untuk membersihkan darah di hidung dina.
amel yang sempat ke kantin dulu untuk memebeli minuman air mineral masuk ke dalam uks di susul riyan di belakangnya.
adit yang sudah mengambil kapas dan alkohol membantu dina untuk duduk, kemudian ia juga ikut duduk di samping dina di atas ranjang, dan mulai membersihkan sisa darah yang ada di hidung dina.
dina yang tengan di obati tak lepas pandangannya pada adit yang membersihkan sisa darah di hidubgnya.
setelah selesai, amel memberikan air mineral yang sempat ia beli tadi dan juga riyan memberikan dua bungkus roti untuk dina makan.
"din maafin gue gak sengaja arahin bola ke elo" minta maaf adit dengan tulus
"iyya dit gak apa apa, namanya musibah juga gak ada yang tau"
tiba tiba terdengar bel bunyi tanda jam istirahat sudah habis
"emang kenapa dit?" tanya dina
"gue bakal ngantar lo pulang ke rumah Lo, juga sebagai tanda tanggung jawab gue krna udah ngecelakaain lo" jawab adit
"gak uss...."
" gua balik ke kelas dulu yah" pamit adit sambil berlalu keluar dari uks di susul riyan yang sedari tadi juga ada di ruang uks
"dina aku mau kembali ke kelas juga, dan aku bakal ijinin kamu ke guru" ucap amel
"gak usah mel aku ke kelas aja, lagia udah gak papa kok"jawab dina hendak turu dari ranjang
" gak din, kamu disini aja istirahat, aku gak mau kamu kenapa napa nanti di kelas. aku bakalan ijinin kamu gak masuk kelas bu ros dan pak dahlan". sambil menahan dina yg hendak turun
"tapikan mel".
" gak din, pokoknya kamu harus istirahat disini". pinta amel. " kamu baring aja lagi, aku mau ke kelas dulu" sambil membaringkan dina kembali, kemudian menarik tirai di sebelah ranjang dina dan berjalan keluar dari uks.
***
di kelas aditnya sedang belajat geografi, tiba tiba bel panjangs pulang sekolah berbunyi
triiiiiinnnnggggggģgggg.....
menandakan proses belajar mengajar usai hari ini.
adit yang mendengarnya langsung menutup buku pelajarannya, dan memasukan buku dan peralatan tulisnya ke dalam tasnya, keluar dari kelas dan berlari menuju uks.
sampai di uks adit menarik tirai samping ranjang dina, dina yang tidur menghadap tirai langsung membuka matanya. kemudian hendak bangun untuk duduk, namun tiba tiba adit membantunya untuk duduk dan membuat dina sesikit kaget dengan perlakuan aditya.
"lo bisa jalan?" tanya aditya.
"bisa kok, kan kaki aku gak kenapa napa". jawab dina
"yaudah gue bantu lo jalan" hendak membantu dina
"gak usah dit, aku bisa kok jalan sendiri" tolak dina melepas tangan adit dari lengannya.
"yaudah kita jalan bareng ke parkiran"
dina hanya menganggukan kepala mengiakan perkataan adit.
***
sampai di parkiran adit naik ke atas motornya dan meminta dina untuk naik.
"dina!". panggil riyan yang berjalan ke arah dina. dan dina berbalik melihat riyan yg juga ada di parkiran.
"lo udah gak papa?" tanya riyan
"udah gak apa apa yan, hidung aku juga udah gak bedarah lagi nih" tunjuk dina ke hidungnya
"yan gue mau antar dina pulang dulu" teriak adit yang sudah di atas motornya
riyan melihat adit dan mengangguk cepat ke arah adit, kemudian mengalihkan pamdangannya ke dina.
"yaudah din, sampe rumah lo istirahat" pinta riyan.
"iyya yan, aku balik duluan yah" pamit dina dan berjalan ke arah adit. saat akan naik ke atas motor dina bingung bagaimana cara naiknya. krna selama bersekolah ia hanya terbiasa naik angkutan umum pergi dan pulanh sekolah.
adit yang sudah sedari tadi menunggu dina naik, menoleh wajahnya ke dina melihat dina dengan wajah heran.
"cepet naik". seru adit
"aku gak tau gimana caranya dit" jawab dina sedikit malu
adit yang mendengar itu tiba tiba tertawa dan membuat dina heran dibuatnya.
" sekarang lo pegang pundak gue" pinta adit
"hah? buat apa dit?" tanya dina heran
" lo mau naik kan? sekarang pegang pundak gue, kaki lo taruh di pijakan kaki trus lo naik" suruh adit
saat dina akan menyebrangkan kakinya ke sisi sebelah motor tiba tiba kakinya terhenti dan mengakibatkan motor berat sebelah. adit yang sulit memyeimbangkan motornya menoleh melihat dina yang berdiri di satu sisi motor.
"kenapa berdiri aja di pijakan din? oleng nih ntar motor gue, kan gak lucu belum jalan udah jatoh" seru adit
"rok ku sempit dit". jawab dina malu
"lo naik aja dulu, ntar gue bantu masalah rok lo" suruh adit yang kakinya sudah keram menahan berat sebelah
saat dina sudah duduk di atas motor, tiba tiba adit menaruh tas punggungnya di depannya, kemudian membuka jaketnya dan memberikannya pada dina.
"nih lo pake buat nutupin rok lo yang sempit" sambil menyodorkan jaketnya ke arah dina yang sudah duduk di belakangnya. dina mengambil jaket adit dan mengikat jaket itu di pinggangnya.
kemudian adit mengambil tas dan memakainya kembali ke punggungnya. dan melajukan motornya meninggalkan parkiran sekolah.