Silent Love

Silent Love
My Partner in Bed 11



ABRAHAM GROUP


Giorgino Samat Abraham dan Holy Valence, tamu utama sekaligus orang yang akan membuka acara ini. Giorgino membuka acara dengan sangat rapi dan terkonsep, semua orang sangat terpukau dengan pembawaan orang ini, tidak heran karen Giorgi adalah seorang pemain lama, tentu ia sangat mengerti bagaimana cara membuat tamu merasa, bahwa ini bukan hanya sekedar acara yang akan menguntungkan mereka saja, tetapi juga tamu undangan akan merasa puas.


“Lim naik lah ke sini...” Giorgino meminta Lim untuk berdiri ditengah-tengah mereka.


“Inilah orang dibalik acara luar biasa ini...” Ucap Giorgi, saat putranya datang keatas panggung.


Semua orang bertepuk tangan.


“Tapi keberhasilan pria tentu, sangat berpengaruh dengan siapa wanita di sisinya... Caroline, kau juga naik ke sini.” Giorgi meminta Carol datang. Tentu saja itu adalah kehormatan baginya, Carol datang dengan rasa percaya diri yang tinggi.


“Ini adalah wanita di balik kesuksesan Lim Abraham.. Caroline... Calon istri dari putra kami.” Ucap Giorgino lagi.


Semua orang semakin ramai bertepuk tangan, mereka sangat terpukau melihat Lim dan Caroline.


“Wah cantik ya....” Para wanita-wanita sedang membahas kecantikan Caroline.


Sementara Carmel ia hanya bisa mendengarkannya dari belakang panggung. Wanita itu juga sangat cantik, ia mengenakan semua pemberian Chen Xu padannya. Ya setelah dipikir-pikir lagi, Carmel juga tidak akan rugi memakai ini semua, tapi ia sudah berencana mengembalikan semua ini setelah acara selesai.


Lim mengambil alih acara...


“Terima kasih semua... Terima kasih untuk kita semua yang hadir disini. Dan Terima Kasih sayang...” Ucap Lim, pada Caroline yang ada disisinya. Merengkuh kemudian mencium pipi Carol sekilas.


Perlu diketahui begitulah cara mendapatkan simpati. Lim sudah belajar banyak dari itu semua.Pertama-tama kau harus mempertontonkan sesuatu yang mereka suka, lalu mengambil hati mereka satu persatu. Karena bisnis tetaplah bisnis.


Sekarang orang malah semakin terkesima dengan perbuatan manis Lim pada Caroline.


“Romantis sekali ya...”


“Mereka sengat serasi. Aku sampai iri melihatnya.” Ucap orang-orang yang dibuat ikut terhanyut dengan permainan kata-kata dari Lim.


Lim kembali melanjutkan...


“Tapi acara ini tidak akan berjalan dengan baik, tanpa orang-orang di belakangnya... Orang-orang ini juga sangat berpengaruh dalam suksesnya acara malam ini...” Ucap Lim.


“Nona Carmel Abigail...” Ucap Lim dari atas podium.


Carmel yang ada dibelakang sangat terkejut, saat Lim menyebut namanya.


“Nona Carmel...” Ulang Lim lagi.


Tak...Tak...Tak...Tak...


Suara langkah kaki..


Semua mata memandang ke arah sudut lorong dengan cahaya minim, yang perlahan-lahan mulai menampakan seorang wanita cantik yang keluar dengan anggun dari arah sana.


Bahkan Lim yang ada disana, tidak dapat berkata-kata melihat Carmel, ia memang belum melihat wanita itu sejak tadi, ternyata wanita itu sedang bersembunyi dengan keindahannya.


Prok...Prok...Prok...


Dari arah meja tamu, seseorang untuk pertama kali menepuk tangan untuk Carmel. Chen Xu dia adalah orang pertama yang memberi standing Applause untuk Carmel.


Carmel hanya membungkuk memberi hormat pada semuanya.


Setelah itu semua juga memberi tepuk tangan untuknya.


“Untuk sekelas wanita sepertinya... Dia juga sangat cantik ya. Bahkan Tuan Chen Xu bisa memberi respon secepat itu untuknya.” Bisik orang-orang lagi.


“Terima kasih Carmel dan Tim... Feng, Karin dan Daren.” Sebut Lim lengkap.


Sementara di atas panggung Lim fokus menatap Carmel. Namun wanita itu malah menatap Chen Xu, ia tidak menyangka ternyata orang itu ada disini. Chen Xu memberi senyum sekilas padanya, dan di balas dengan tundukan hormat dari Carmel.


Feng, Daren dan Karin yang juga baru melihat Carmel muncul, juga sama terkesimanya saat melihat Carmel yang nampak berbeda dan anggun. Secara keseluruhan dia memang cantik dan semakin cantik lagi dengan gaun malam berwarna putih yang melekuk di tubuh indahnya.


“Ya ampun Carmel...” Ucap Feng. Sambil muter-muter tubuh Carmel.


“Kau berhasil mencuri semua fokus orang hari ini. Cantik sekali... Bahkan Tuan Chen sepertinya sangat menyukai penampilanmu.”


“Kau lihat dia adalah orang pertama yang memberimu standing Applause. Beruntung sekali kita hari ini...Bisa melihat dua pria tampan pertama CEO kita dan juga Tuan Chen Xu...Argghhh....” Jerit Karin kegirangan.


Carmel hanya dapat diam, entah bagaimana dia harus menjelaskan bahwa pria itulah yang membuatnya menjadi seperti ini.


“Kau cantik sekali sayang...” Puji Holy, saat melihat Carol.


“Terima kasih ibu... Ini semua Lim yang pilihkan untuk ku.” Jawab Carol dengan manis.


“Ya aku tahu, dia selalu menyiapkan yang terbaik untuk mu.” Seru Holy lagi.


Lim hanya diam dan menikmati makan malamnya.


“Lim... Kami aku sudah tidak ingin menunggu lagi. Menikahlah secepatnya dengan Caroline.” Holy meminta pada putranya itu.


Teng.


Dentingan piring dan garpu yang diletakan oleh Lim.


“Aku ke toilet sebentar...” Pamit Lim.


Giorgi, Holy, Caroline, dan Naomi ibu dari Caroline hanya bisa saling menatap melihat sikap dingin Lim.


.....


Seseorang menarik mundur Carmel dari arah belakang.



Cup. Lim mencium tengkuk Carmel.


“Kenapa seperti ini...” Tanya Lim lembut.


“Apa maksudmu...” Tanya Carmel.


“Kau tidak lihat berapa banyak mata yang mengincar mu disini. Aku tidak suka sayang... Aku tidak suka mata mereka yang memandangi milik ku seperti itu.” Ucap Lim posesif.


Carmel melepas tahanan Lim padanya dan mundur perlahan.


“Jangan seperti anak kecil. Kita sudah pernah ketahuan, jangan mengulang kesalahan ini untuk kedua kalinya...” Ucap Carmel.


“Tapi Mel...”


“Lim.... Sayang.... Jangan disini, ini acara mu... Jangan membuat ini berantakan. Sekarang kembali dan selesaikan acara ini dengan baik.” Ucap Carmel perlahan, agar Lim mengerti situasi mereka sekarang.


“Tunggu aku...”


“Ya aku menunggumu.” Balas Carmel, mengelus pipi Lim. Dan mendorong Lim untuk segera pergi dari tempat itu.


.....


Beberapa menit kemudian Carmel menyusul keluar, memasang wajah biasa...


“Nona Abigail...” Sapaan suara dari belakang.


“Tuan Chen. Apa anda mau pulang...” Tanya Carmel saat melihat pria itu sudah meninggalkan mejanya.


Daren, Feng, Karin yang melihat Carmel sedang mengobrol dengan pimpinan Evergrande Group itu, dengan cepat ikut menghampiri.


“Baju ini memang cocok sekali dengan mu.”


“Terima kasih sudah meminjamkannya . Aku akan mengembalikannya setelah ini.” Ucap Carmel hormat.


Feng, Daren dan Karin yang baru ingin menyapa, sangat terkejut mendengar apa yang sama-sama mereka dengarkan.


“Jadi semua ini dari Tuan Chen Xu...” Sambar Karin.


Chen yang merasa asing dengan ketiga orang itu hanya menatap aneh kearah mereka.


“Siapa kalian.” Tanya Chen dingin.


“Mereka teman-temanku.” Jelas Carmel.


“Baiklah selamat malam nona Carmel Abigail.” Pamit Chen, menyebut nama Carmel dengan sangat lengkap.


Bersambung...