Silent Love

Silent Love
kecewa



Hari ini dina sudah membuat janji untuk bertemu dengan riyan temannya semasa di sekolah dulu, dan mereka berteman baik hingga saat ini. mereka janjian bertemu di cafe corner yang juga menyiapkan gazebo bagi para pengunjung cafe.


setelah sampai di cafe dina menuju salah satu gazebo sembari menunggu riyan datang. saat tengah menunggu dina sesekali melihat ke arah pintu masuk memastikan setiap pengunjung yang datang. namun yang di lihatnya bukanlah riyan yang ia tunggu melainkan amelia dan juga aditya yang masuk ke dalam cafe, dina yang kaget melihatnya tidak memalingkan pandangannya barang sedetikpun dari mereka, sampai mereka menuju meja untuk mereka tempati. dina masih memperhatikan mereka yang memesan makanan, dan juga melihat mereka yang nampak tertawa dalam percakapannya yang dina tidak tau entah apa yang mereka bicarakan. perasaan dina pilu melihat kebagaiaan aditya dan amel, walaupun dina belum tau kepastian hubungan mereka namun aditya adalah laki laki yang sampai saat ini dina cintai, walaupun adit tidak mengetahuinya, dan amelia adalah sahabat yang tau betul bagaimana dina mencintai aditya.


***


tak lama riyan pun datang dan langsung mengambil posisi duduk yang berhadapan langsung dengan dina, dina yang menyadari kedatangan riyan langsung mengalihkan pandangan nya pada riyan.


"sepertinya aku membuatmu menunggu sangat lama" sesal riyan yang baru saja datang


"tidak apa apa riyan". ucap dina memaklumi


pelayan datang memberikan menu makanan dan minuman. kemudian riyan dan dina memesan beberapa makanan dan minum untuk mereka. di cafe corner selain menyediakan snaçks juga menyediakan menu heavy meal. saat pelayan berlalu dina kembali menujukan pandangan nya pada aditya dan amel yang turut di perhatikan oleh riyan. riyan yang mengerti arah pandangan dina menghela nafas dalam.


"dina?" seru riyan


"din...." sambil melambaikan tangan di depan wajah dina


dina yang tersadar langsung mengalihkan pandangan nya pada riyan yang ada di depannya yang sudah menatapnya dengan penuh tanda tanya.


"oh maafkan aku riyan, hoiya apa rencanamu selama kembali ke indonesia". tanya dina yang merasa kikuk krna sedari tadi mengabaikan riyan


"aku akan mengembangkan usaha cafeku yang ada di indonesia" jawab riyan


"usaha cafe?" seru dina terkejut "sejak kapan kamu memulai usaha cafemu?,, bukankah kau di jerman menuntut ilmu disana?" Tanya dina heran


pembicaraan keduanya terhenti karna pesanan makanan mereka juga datang. kemudian mereka menikmati pesanan mereka sambil melanjutkan obrolan yang sempat terhenti tadi.


"iyya din,, sebelum ke jerman aku lebih dulu membuka usaha cafe bersama spupuku, jadi cafe ini aku cooperatio bersama spupuku dan selama aku di jerman spupukulah yang memanage cafe kami". jawan riyan menjelaskan


"cafe ini?" seru dina kaget


"iyya,, cafe ini adalah salah satu cabang ku di kota ini, dan aku sudah mempunyai 3 cabang untuk cafeku".


"kamu hebat riyyan, masih muda sudah punya usaha dan sukses" dina mengangguk salut


***


riyan dan dina yang telah selesai makan menuju cashier untuk membayar pesanan mereka. saat hendak memberikan kertas tagihan pada pelayan cashier riyan lebih dulu memberikan kode pada pelayan cashier tersebut dan di anggukan tanda mengerti.


"maaf nona tagihan makanan anda sudah di bayar oleh tuan riyan", ucap pelayan cashier memberitahu


dina yang merasa heran karna sejak tadi ia dan riyan hanya duduk makan di gazebo, mengalihkan pandangan nya pada riyan


"dasar riyan, padahalkan tadi kita makan, kapan kamu membayar tagihan makanan nya"gumam dina dalam hati walaupun ia tau kalau cafe yang mereka tempati adalah cafe riyan namun dina tidak pernah melihat riyan beranjak dari tempatnya duduk tadi.


***


saat hendak akan meninggalkan kasir amelia datang bersama aditya untuk membayar pesanan makanan mereka, amel yang berada di belakang dina terkejut saat dina berbalik melihat yang di belakangnya.


amel yang kikuk atas pertemuan tidak terduganya tidak tau harus bagaimana, menyapa dinapun sangat sulit baginya. krna amel sadar atas apa yang terjadi sekarang ini.


"eh amel, adit" dina yang juga tak tau harus berkata apa hanya menyapa seperlunya. "kita duluan yah" menggandeng tangan riyan kemudian berjalan untuk meninggalkan cafe.


riyan yang sangat mengerti keadaan dina hanya menuruti sikap dina, saat hendak menuju ke mobil riyan menahan tangan dina "are you okay?" melihat wajah dina yang nampak tidak bersemangat.


dina yang tertundum mengangkat pandangannya menatap riyan.


"aku tidak tau hubungan apa yang terjalin di antara mereka yan" tanpa melepaskan pandangannya tiba tiba sebulir air bening menetes dari pelupuk mata dina. riyan yang melihat itu merangkul dina dan menyandarkannya pada dada bidangnya. "aku tau kamu tidak baik baik saja" guman riyan pelan namun dapat di dengar oleh dina yang berada di pelukannya.


"aku ingin meminta tolong padamu" sambil melepaskan rangkulannya dan memegang kedua lengan dina.


"apa?" tanya dina


dina yang mendengar itu hanya menganggukan kepala tanda ia mau menemani riyan. riyan merasa senang tersenyum kemudian menggenggam tangan dina dan menuntunnya kembali ke mobil.


saat tiba dimana mobilnya terparkir riyan membukakan pintu untuk dina dan berlari memutar dan membuka pintu mobilnya, setelah duduk di belakang kemudi riyan melajukan mobilnya meninggalkan cafe.


***


diperjalanan dina hanya menatap jalan di depannya tanpa bersuara, riyan yang yang sesekali melirik dina juga enggan mengeluarkan suara, kemudian kembali fokus mengemudi.


hampir setengah jam perjalanan mereka tiba di sebuah museum yang bangunannya nampak kokoh berdiri meski usianya terlihat sudah sangat tua. dina melihatnya nampak takjub dan antusias, seketika, alasan yang membuatnya tidak baik baik saja sedari tadi lenyap entah kemana.


riyan yang sudah memarkirkan mobilnya membuka pintu mobilnya disusul dina keluar dari mobil. dina yang masih merasa takjub tersentak saat tangan riyan menggenggam tangannya mengajaknya untuk masuk ke dalam museum.


saat di dalam museum dina dan riyan nampak sangat antusias berkeliling melihat dan mempelajari berbagai peninggalan sejarah di indonesia, bukan hanya peninggalan sejarah namun juga story masa lampau pemuda bangsa negaranya dalam masa perjuangan.


dina merasa mendapat ilmu baru tentang sejarah, yang mana dina selama hidupnya hanya belajar tentang teori sejarah, namun kali ini ia dapat melihat beberapa fisik peninggalan sejarah yang di tinggalkan dan di abadikan di museum ini.


tidak sadar mereka menghabiskan waktu selama dua jam untuk berkeliling.


"aku bener bener seneng banget ketempat ini yan, kenapa kamu bisa kepikiran ngajak aku kesini ?" sambil melanjutkan langkah mereka melihat lihat lukisan para pejuang


"ini kedua kalinya aku kesini, sebelum ke jerman aku juga pernah ke tempat ini, dan aku pengen ngajak kamu kesini, aku merasa kamu akan suka tempat ini. ujar riyan


"iyya yan aku suka tempat ini, ini juga untuk pertama kalinya aku ke museum, dan tempat ini benar benàr menambah pengetahuan aku tentang story para pejuang negara" dina sangat merasa senang.


merasa cukup berkeliling mereka memutuskan untuk keluar dari museum dan melanjutkan ke tujuan selanjutnya yaitu ke toko buku.


riyan dan dina adalah sepasang teman yang telah saling mengenal semenjak mereka di bangku sekolah. tidak bergelar sahabat krna ikatan mereka hanya sebatas berteman walaupun keduanya kerap kali jalan bersama krna mempunyai tujuan yang sama. sama sama berburu buku dan gemar membaca buku di toko buku.


sesampainya di toko buku mereka berjalan keruang baca yang mana di dalam ruangan tersebut banyak tersusun buku dan menyediakan meja baca untuk para pembaca. ada beberapa buku yang sudah pernah mereka baca dan beberapa yang belum pernah mereka baca, dina dan rian berjalan memilih buku yang akan mereka baca, dina mengambil satu buku dan riya juga mengambil satu buku yang seketika mencetak lengkungan di setiap ujung bibirnya.


mereka berjalan menuju meja kosong yang ada di sudut ruangan. saat dina akan membuka halaman bukunya riyan langsung menyodorkan buku berwarna sampul biru.


JIKA KAMU MENGINGATKU MAKA AKU TIDAK PEDULI JIKA ORANG LAIN LUPA


~haruki murakami


dina yang melihat itu mengerutkan keningnya, menatap riyan sedetik kemudian melanjutkan membuka halaman bukunya dan membaca isi dari bukunya.


di tengah asiknya mereka berdua membaca buku tak terasa waktu sudah soree, tapi dina dan rian belum menyelesaika bacaan mereka.


"yan lanjut bacanya nanti aja yah udah sore juga nih" sambil dina melipat menandai bagian bacaannya.


rianpun ikut menandai bacaannya. dan menutup bukunya. lalu mereka berdiri dan kembali meletakkan buku mereka di rak buku, kemudian keluar dari ruang baca. dan merekapun meninggalkan toko buku.


***


dijalan dina dan riang nampak membicarakan banyak hal mengenai dina di masa kuliah hingga bisa bekerja di perusahaan aditya dan rian semasa ia di jerman menuntut pendidikan hingga s3, sampai akhirnya mobil riyanpun sampai di depan rumah dina.


"yan mau mampir dulu ?" tawar dina


"gak usah din lain kali aja, titip salam buat tante sofiaa aja" tolak rian


"iyya ntar aku sampaikan salam kamu ke ibu" sambil membuka seatbeltnya " kalau gitu makasih yah yan udah nganter sampe rumah" sambil membuka pintu hendak turun


"sama sama dinaa"


setelah turun dari mobil dina melambaikan tangan pada riyan dan seketika itu juga riyan berlalu meninggalkan rumah dina.


dina masuk ke rumah dan menuju kamarnya untuk menyimpan tasnya kemudian ke dapur menemui sofia. krna dina merasa lelah seharian jalan jalan, dina memilih untuk makan malam lebih dulu dengan sofia, setelah makan ia kembali ke kamarnya kemudian ke kamar mandi untuk membersihka dirinya. sehabis mandi dina memakai pakaian tidur dan menuju ranjang membaringkan tubuhnya, menarik selimut kemudian memejamkan matanya, dan akhirnya iapun terbang ke alam mimpinya.