Silent Love

Silent Love
My Partner in Bed 33



ABRAHAM GROUP


“Apa kau tahu belakangan ini sedang ramai pembahasan tentang wanita simpanan dari bos-bos besar di Shanghai.”


“Bagaimana menurutmu dengan itu !.” Seru Karin, meminta pendapat Carmel yang juga berada disana.


“Iya bagaimana pendapat mu?.” Feng juga ikut menyerukan hal yang sama.


“Apa-apaan kalian ini, apa peduli kita dengan hal semacam itu !.” Daren memotong pembicaraan mereka.


“Hei ! Aku hanya ingin pendapat kalian saja ! Bukankah itu sangat jahat !.” Sambar Feng lagi.


Carmel hanya diam, entah kenapa ucapan Feng dan Karin begitu ketus padanya belakangan ini. Mungkin mereka telah mengetahui sesuatu, tapi ia tidak ingin berburuk sangka. Apa lagi Carmel sangat yakin Daren tidak mungkin mengatakan semuanya pada kedua sahabat mereka itu.


“Yang jahat adalah orang-orang seperti kalian ini..” Balas Daren lagi.


“Kenapa jadi Feng yang salah ! Tentu saja yang jahat adalah pengganggu itu, seharusnya dia tidak boleh begitu, apapun alasannya. Iyakan Mel !!!.” Karin mencoba membela Feng, dan melempar pertanyaan pada Carmel lagi.


“Ya...Apapun alasannya kalian benar. Menjadi wanita simpanan adalah hal yang salah.” Ujar Carmel.


(Hening beberapa saat)


“Tapi siapa yang peduli... Mungkin jika bisa memilih tidak akan ada wanita, yang ingin menjadi simpanan dari siapapun. Hanya ada 2 kemungkinan mereka dapat melakukan itu, pertama karena uang, dan yang kedua karena cinta. Dan hal sangat miris jika mereka milih cinta ! Bisa kalian bayangkan bagaimana menjadi simpanan yang mencintai ! Kurasa itu juga tidak cukup baik...”Pungkas Carmel lagi.


“Kenapa kau menjawab pertanyaan konyol itu !.” Seru Daren, ia khawatir Feng dan Karin, menyimpulkan kalimat itu dengan salah.


“Apa menjadi wanita simpanan itu baik. Apa kalian mendukungnya?.” Tanya karin.


“Orang-orang punya alasan melakukan itu semua. Bukan tempat kita menyalahkan siapapun. Jika pria itu memang mencintai pasangannya, dia tidak akan melakukan itu. Itu sama halnya dengan, bahwa pria itu memang tidak mencintai pasangannya.” Daren mencoba menangkis semua perkataan Karin.


“Mmmhh...Ya kau benar juga. Tapi aku tetap tidak akan mendukung seorang penggoda. Apapun alasannya !.” Teguh Karin.


“Sikap mu sudah benar Rin...Feng... Kau juga benar.” Jawab Carmel. Entah kenapa Carmel pun merasa, bahwa memang tidak akan ada yang memihak pada seorang penggoda. Tapi apakah dia seorang penggoda? Dirinya pun tidak bisa menjawab, seorang seperti apa dirinya ini.


Feng dan Karin saling menatap, entah kenapa Carmel hanya diam dan menerima perkataan mereka begitu saja.


“Tentu saja itu benar ! Carmel ! Kita juga seorang wanita kan, kita tidak mungkin menyakiti perasaan wanita lain demi kebahagiaan kita sendiri, itu terlalu kejam...” Singgung Feng lagi.


“Ya kau benar !.” Jawab Carmel, tersenyum simpul.


“Tapi kau tidak tahu hal yang lebih kejam dari itu... Kau bisa mengatakannya, karena kau tidak pernah merasa berada di posisi seperti ini. Dikorbankan atau mengorbankan, semua akan tersakiti.” Batin Carmel berkata.


Karin tersenyum renyah.


“Baiklah berhenti membahas hal bodoh seperti itu, lagi pula siapa yang peduli... Yang jelas kita bukan orang-orang seperti itukan.” Ucap Karin, merangkul bahu Feng dan Carmel.


Drett...Drett...Drett...


Ponsel Carmel berdering, ia tidak tahu siapa itu, tapi ia memilih tetap menjawabnya.


“Halo....” Ucap Carmel.


“Halo....Siapa ini !.” Seru Carmel lagi, menunggu jawaban dari seberang sana.


Tit. Panggilan di putuskan begitu saja.


“Aneh sekali...” Keluh Carmel.


“Ada apa?.” Tanya Feng.


“Tidak ada apa-apa, mungkin hanya salah sambung.” Seru Carmel kemudian mengabaikan panggilan misterius itu.


Beberapa menit kemudian seseorang datang menghampiri keempat sahabat itu. Dan mengatakan bahwa Lim memanggil Carmel untuk ke ruangannya sekarang.


“Aku rasa kita tidak ada pekerjaan untuk di bahas, kenapa tuan Lim memanggil mu !.” Celetuk Karin, tentu saja mereka tahu bahwa itu hanya alibi agar Carmel dan Lim bisa bermesraan disana.


....


“Ada apa dengannya !.” Seru Karin yang merasa kesal melihat sikap Carmel yang jelas-jelas sudah tertangkap basah oleh mereka.


“Sebenarnya kalian ini kenapa !.” Tanya Daren.


“Tidak ada apa-apa...” Ketus Karin.


“Aku tahu kalian sedang menyimpan sesuatu. Apa itu tentang Carmel !.” Tanya Daren lagi.


“Bagaimana kau tahu ! Apa kau juga mengetahuinya..?.”


“Tentang apa?.” Daren tidak ingin mengatakan apapun sebelum ia tahu bahwa Karin dan Feng mungkin juga telah mengetahui semuanya.


“Beberapa hari yang lalu. Aku melihat wanita itu bermain bersama bos besar di perusahaan ini. Kau tahu itu adalah sikap yang sangat salah !.”


“Apa maksud mu Tuan Lim dan Carmel!.” Ucap Daren.


“Ya siapa lagi ! Carmel sangat keterlaluan. Dia tahu nona Caroline adalah tunangan Tuan Lim. Lalu kenapa dia melakukan semuanya. Dasar jalang...” Umpat Feng.


“Hei...Dia adalah sahabat kita !.” Tegur Daren, agar Karin dan Feng menjaga ucapan mereka.


“Ya aku tahu. Tapi sebagai seorang wanita. Aku marah ! Itu terlalu jahat Ren !.”


“Carmel tidak sepenuhnya salah !.” Ujar Daren.


“APA MAKSUDMU !.” Ucap Karin dan Feng serempak.


“Ya aku juga sudah mengetahui semuanya, jauh sebelum ini terjadi. Tapi aku berkata jujur, ini bukan sepenuhnya salah Carmel. Apa kalian tahu, bahwa Tuan Lim dan Carmel sudah berkenalan jauh sebelum ia menginjakan kaki di Shanghai... Dan hubungan itu, bukan hanya hubungan biasa. Tuan Lim dan Carmel benar-benar saling jatuh cinta. Setidaknya begitulah yang aku lihat selama ini.” Daren akhirnya membuka semua yang ia ketahui tentang Carmel dan Lim.


“Jatuh cinta kau bilang?! Bagaimana bisa !.”


“Bagaimanapun aku tidak bisa mengatakan semuanya, aku sudah berjanji untuk merahasiakan ini. Tapi karena kalian sudah tahu. Aku hanya ingin katakan satu hal, Carmel tidak salah.”


“Kau hanya membelanya. Tentu saja dia bersalah. Bagaimanapun, dia sudah berani masuk ke tengah-tengah hubungan Tuan Lim dan Nona Caroline.” Bantah Karin.


“Percayalah ini juga pasti sangat sulit baginya. Rin, Feng ! .”


“Aku tidak masalah jika itu orang lain. Tapi Carmel adalah sahabat kita. Kau tahu itu bisa membuatnya berada di masalah yang sangat besar. Tuan Lim bukan orang sembarang dan Nona Caroline, dia juga bukan orang yang mudah untuk disandingkan dengan Carmel. Tuan Lim tidak mungkin cukup serius dengan hubungan ini. Apa lagi ini bukan hubungan yang cukup menguntungkan baginya !.” Ucap Feng lesu.


“Itu pilihannya, apapun yang terjadi, Carmel dan Tuan Lim lebih tahu apa yang akan mereka lakukan. Berakhir ataupun tidak, kau, aku dan Karin. Kita tidak akan dirugikan sama sekali.” Tutur Daren.


Sementara itu di ruang kerja Lim. Carmel mulai memikirkan pembicaraan Karin dan Feng padanya.


“Ada apa sayang?.”


“Lim, kurasa Feng dan Karin mengetahui sesuatu tentang kita !.” Jawab Carmel.


“Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?.”


“Aku tidak tahu, tapi aku merasa ada sesuatu yang mereka ketahui...” Ungkap Carmel, dengan wajah gelisah nya.


“Mereka sahabat-sahabatmu kan ! Katakan saja semuanya.”


“Kau tidak mengerti Lim. Ini tidak semudah yang kau ucapakan.”


“Maaf sayang. Aku membuatmu di posisi yang tidak baik... Aku tahu, orang yang benar-benar dirugikan saat ini adalah dirimu. Tapi aku janji, kita akan menghadapi ini bersama-sama. Aku juga salah Mel, aku yang paling bersalah di hubungan ini.” Ungkap Lim.


“Sudahlah Lim, kita sama-sama bersalah... Aku sudah bilang sejak awal, hal seperti ini pasti akan terjadi, jadi kau tidak perlu khawatir...!.”


...----------------...