Silent Love

Silent Love
My Partner in Bed 27



📍Shanghai Tower


...Happy Birthday to you...


...Happy Birthday to you...


...Happy Birthday, Happy Birthday...


...Happy Birthday Honey......


“Selamat ulang tahun My Sweetheart...” Ucap Lim.


Namun bukannya menjawab wajah Carmel tampak datar saja. Ia tidak tahu tapi hampir setiap tahun ia selalu melupakan hari ini, dan hanya Lim yang selalu mengingatkannya tentang hari ini.


“Hei sayang... ” Panggil Lim.


“Lim... ” Ucap Carmel.


“Tenanglah...” Menepuk pundak Carmel untuk menenangkannya.


“Kau tahu aku tidak suka ini Lim !.” Ujar Carmel sedih.


“Tidak suka? Bahkan jika aku yang memberikan ini padamu, kau juga tetap tidak menyukainya sayang?. ” Tanya Lim.


“Tidak, bukan begitu... Tapi kurasa tidak perlu melakukan hal seperti ini--.”


“Tentu saja kita perlu melakukan ini. Cintaku sedang merayakan hari jadinya sekarang. Aku tahu kau bukan tidak menyukai ini. Kau hanya hanya takut kan... Mel jangan pernah menyesali atau bertanya mengapa kau dilahirkan di dunia ini, bahkan jika kau tidak mengetahui jawabannya... Jangan pernah menyesalinya.”


“Lalu apa aku harus bersyukur? Untuk apa... Untuk kehadiranku yang tidak diharapkan, seseorang bahkan mengatakan bahwa aku hanya pembawa sial.” Carmel Mulai berucap lirih.


“Sttttssss.... Aku punya jawaban untuk semua itu. Kenapa kau hadir saat ini. Kau dihadirkan untuk ku. Apa aku harus bersyukur untuk itu? Tentu saja aku sangat bersyukur memiliki mu. Kau tidak tahu bertapa berartinya kehadiran mu buat seseorang... Dan kau sangat berarti untukku.” Ucap Lim. Dia sangat tahu alasan Carmel selalu melupakan hari ini. Itu semua karena masa lalu Carmel dan keluarganya.


“Lim...” Carmel langsung memeluk pria tampan nya itu.


“Apa aku benar-benar Berarti dalam hidupmu?.” Tanya Carmel, terus memeluk Lim.


“Apa aku perlu mengulang kalimat itu lagi? Carmel ! Kau wanita yang paling berarti dalam hidupku. Setelah ibu ku, mungkin kau wanita yang benar-benar ku butuhkan menemaniku sepanjang hidup...Dan aku mau setiap tahun kita akan selalu meniup lilin ini bersama. Selamat ulang tahun sayang...”


Cup 💕


Lim mencium kening Carmel begitu dalam. Sampai ia benar-benar merasa puas.


“Sekarang tiup lilin mu...” Ucap Lim.


Huuuussshhh... (Meniup bersama)


Carmel langsung meniupnya. dan tak lupa menyelipkan beberapa harapan dalam doanya.


“Permintaan ku tidak pernah berubah, aku hanya ingin Lim terus mencintaiku sampai kapanpun. Karena hanya dia pria satu-satunya dan orang-orang satunya yang kumiliki di dunia ini” Harap Carmel dalam hati.


“Terima kasih Lim. Karena dirimu aku merasa hidup ini selalu berarti.”


“Harus sayang. Kau harus merasa seperti itu..Maaf aku belum menyiapkan apapun untukmu. Sekarang katakan padaku, kau ingin apa.. semuanya bisa aku berikan.”


Carmel tersenyum.


“Lim... ” Carmel menggeleng-geleng kan kepalanya.


“Aku sudah mendapatkan hadiah ku. Aku tidak ingin apapun lagi. Dengan kau mengingat hari ini, dan kue ini saja. Itu sudah lebih dari cukup, aku bahagia Lim. Bahkan hal sederhana pun, aku bahagia, asal semua itu berasal dari mu, aku sudah cukup...Mmmh... ”


Belum apa-apa Lim sudah mencium bibir Carmel, bahkan saat wanita nya itu, belum benar-benar siap untuk menyambutnya.


“Nobody loves you like I love you.” Bisik Lim.


“Yeah. I can see that... ” Balas Carmel.


...****...


...Flashback On...


Sebuah kecelakaan lalu lintas 19 tahun silam. Saat itu usianya baru menginjak 8 tahun, tidak banyak yang di mengerti olehnya, kecuali satu hal, saat semua orang mengatakan, dialah penyebab kedua orang tuanya meninggal.


Hari itu hujan turun begitu deras, ayah dan ibu Carmel sepertinya sedang berdebat besar, diperjalanan pulang hari itu. Entah apa yang mereka ributkan, Carmel juga tidak begitu mengingatnya. Seperti kalimat perpisahan...


“Aku tidak tahan lagi denganmu, lebih baik kita berpisah saja.”


“Aku juga sama muak nya denganmu ! Kau tidak perlu mengatakannya, aku akan melakukan hal itu... ”


“Aku mau bercerai... ”


“Oke, jika itu mau mu !!!.”


Ayah Carmel membawa mobil dengan kecepatan tinggi, mungkin karena ia sangat emosi dan tak bisa mengontrolnya dengan baik. Caci dan maki terus keluar dari mulut kedua orang itu, sementara Carmel hadir sebagai penonton.


“Hiks... Hiks... Hiks.... ” Carmel menangis melihat keributan itu.


“Ayah, ibu, jangan bertengkar lagi.” Pintanya.


“Carmel akan ikut denganku... ” Ujar Dessy, ibu Carmel.


“Kau boleh pergi. Tapi tidak akan ku ijinkan kau membawa anak ku... ”


“Dia anak ku. Aku yang melahirkan dia!.”


“Kau tidak akan mendapatkannya tanpa aku. Dia akan ikut denganku.” Ucap Arnold. Menentang istrinya.


“Carmel kau akan ikut ibu kan...?.” Tanya Dessy penuh kelembutan.


“Tentu saja dia akan ikut ayah. Kita bisa bermain sebisanya, dan membeli boneka kesukaan Carmel... Iyakan nak.” Bujuk Arnold lagi.


“Aku mau ayah dan ibu... ” Jawab Carmel, masih dengan air mata yang mengalir.


“Kau harus memilih sayang... Kau pilih Inikan?.”


“Dia akan memilihku... ”


“Aku... ”


“Aku...”


Hingga fokus kedua orang itu tidak berada ke jalan lagi, melainkan Carmel.


Duuuuaaarrdddd...


Terdengar benturan yang cukup keras, saat itu Carmel hanya melihat mobil berputar dan bergoncang beberapa kali, sebelum akhirnya ia melihat dengan jelas ayah dan ibunya terkulai lemas tak berdaya didepan matanya.


Dan semua menjadi gelap begitu saja...


Beberapa minggu setelah itu, Carmel di titipkan di panti asuhan oleh nenek dan bibi nya. Mereka bilang, mereka tidak ingin mengurusnya lagi. Carmel juga ingat saat itu, orang-orang mengatakan bahwa dia adalah anak pembawa sial. Bahkan ayah dan ibunya mati karena dirinya. Untuk anak berusia 8 tahun, tidak ada cara untuk membantah tanggapan miring dari orang-orang padanya.


Beruntung Carmel adalah anak yang cerdas, dia belajar dan sekolah dengan baik. Bahkan ia mendapat beasiswa gratis untuk melanjutkan sekolahnya di universitas terkemuka di Berlin, Jerman.


Dan Di sanalah ia benar-benar merasakan, bahwa takdir memang cukup buruk, TAPI itu bisa menjadi INDAH, jika kau bisa MENIKMATINYA.


Dan bertemu dengan Lim adalah salah satu takdir terburuk, yang membuatnya bahagia. Mencintai seseorang yang telah di miliki, mungkin terdengar sangat buruk... Tapi akan berbeda, jika keduanya saling mencintai seperti Lim dan Carmel.


Dari Lim lah Carmel bisa merasakan dicintai, dan dipedulikan lagi oleh seseorang...


Dari Lim lah Carmel akhirnya bisa merasakan bahwa dunia ini tidak sesepi yang ia pikirkan...


Tidak heran jika pria itu bisa meluluhkan dan membuatnya jatuh cinta. Karena dimata Carmel Lim bukan hanya orang yang di cintai nya. Tapi Lim juga adalah orang yang berhasil membuka matanya, melihat dunia, tidak hanya pada sisi buruknya, tetapi juga makna dibalik semua kejadian dimasa lalunya.


...Flashback Off...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Bersambung...