
📞Memanggil Lim...
“Ada apa...”
“Hai sayang, kenapa lama sekali menjawab teleponku?.” Tanya seseorang dari seberang sana.
“Aku sibuk.. ”
“Sesibuk apa sampai kau mengabaikan ku Lim?.” Tanya Carol.
“Caroline. Apa kau menikmati liburan mu itu?.”
“Tentu saja. Apa kau tahu Lim. Meskipun di sini sangat menyenangkan, rasa rinduku padamu lebih dari itu.” Ungkap Carol, sambil terkekeh.
Lim tahu wanita itu pasti sedang tersenyum manis memikirkannya sekarang.
“Setelah ini jangan merindukanku lagi !.” Seru Lim.
“Apa? Kenapa kau mengatakan itu sayang !.” Carol merasa terkejut dengan ungkapan Lim barusan.
“Aku bilang....” Ucapan Lim terhenti
“Nak...Sini lah coba lihat ini...” Panggil Naomi dikala Carol masih berbicara pada tunangannya itu.
“Sayang, tunggulah sebentar jangan tutup telponnya dulu ya.” Pinta Carol, kemudian menghampiri ibunya.
"Oh apa itu Lim?.” Tanya Naomi.
“Iya ini Lim ibu..” Jawab Carol.
“Sini berikan itu pada ibu ! Ibu juga mau bicara.” Seru Naomi, meminta pada putrinya.
Tanpa berpikir panjang, Caroline dengan senang hati memberikan ponsel itu pada ibunya.
“Halo sayang, Bagaimana kabarmu di sana apa kau baik-baik saja?.” Tanya Naomi.
“Hai. Ya tentu saja, aku baik-baik saja disini. Bagaimana dengan kalian di sana?.” Lim balik bertanya.
“Kami baik Nak...”
“Ngomong-ngomong, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu....” Ucapan Lim terhenti beberapa saat.
Senyum dibibir Naomi perlahan menghilang, ia tahu akan ada hal buruk yang akan di dengarnya setelah ini.
“Apa kau masih di sana?.”
“Katakanlah...” Ucap Naomi.
“Kumohon bicarakan ini pada Caroline dengan perlahan. Aku tidak tahu, apakah ini cara yang benar untuk mengatakannya. Tapi ibu... sepertinya aku tidak bisa menikahi putrimu..” Tandas Lim.
Naomi hanya terdiam, ia bahkan tidak bisa mengatakan apapun untuk menjawab ucapkan Lim padanya.
“Lim apa kau sadar apa yang kau katakan?.” Tanya Naomi, sementara Caroline masih berdiri disampingnya.
“Ya. Aku ingin mengakhirinya.” Tegas Lim.
Melihat pembicaraan yang semakin tak terbaca, Caroline kembali bertanya pada ibunya.
“Ibu kalian membicarakan apa?.” Tanya Carol penasaran.
“Tolong. Kumohon maafkan aku...” Ucap Lim. Meskipun dia dengan jelas bisa mendengar suara Caroline, yang sedang bertanya-tanya tentang apa yang ia katakan saat ini.
“Ibu....” Ucap Carol, agar Naomi menjawabnya.
“Nak... Lim mengatakan DIA....MAU....” Naomi masih memikirkan kata yang tepat untuk mengatakan itu pada putrinya.
“Dia mau apa?.”
Hening beberapa saat, sementara Lim sudah menunggu agar Naomi mengatakan semuanya pada Carol.
“Ibu...” Paksa Carol.
“LIM AKAN MENIKAHI MU. DIA MENGATAKAN MENIKAHI MU.” Ujar Naomi. Membuat Lim yang berada di sambungan telpon dengannya, tidak menyangka apa yang di katakan oleh Naomi barusan.
“Benarkah ibu...” Ucap Carol girang.
“Mana biarkan aku bicara padanya...” Carol ingin mengambil ponselnya kembali.
Tit.
Naomi malah menolaknya dan memutuskan panggilan itu begitu saja. Sebelum Lim sempat mengatakan ingin mengakhiri semuanya juga.
“Lim sibuk sekarang... Dia bilang, dia akan menghubungi mu lagi setelah ini. Kau tunggu saja ya...Jangan mengganggunya dulu.” Ucap Naomi.
Entah apa yang ada dipikirannya saat ini, ia hanya tidak tahu cara mengatakan hal buruk itu, pada putrinya, yang jelas sangat berharap pada hubungannya dan Lim.
“Aku sangat ingin mendengarkan itu langsung darinya. Kenapa buru-buru sekali mengakhiri nya.” Ucap Carol.
“Nak... Kau tenang saja. Mungkin Lim sedikit malu mengatakannya padamu. Kau dengar ibu ya... Jangan menghubungi Lim untuk beberapa waktu itu sebelum kita kembali ke Shanghai. Okey...Pria sangat tidak suka terlalu di usik.”
“Tapi bu....”
“Tidak ada tapi-tapian. Jika kau ingin bersama Lim, lakukan yang ibu katakan.” Tekan Naomi.
...****...
Jika disana Caroline sedang bahagia oleh kabar palsu yang diberikan Naomi. Maka di tempat lain Lim malah dibuat sangat frustasi oleh ibu Caroline. seandainya Naomi mengatakan yang sejujurnya, mungkin Carol tidak akan semakin kecewa. Sekarang wanita itu sedang bahagia untuk sesuatu yang sama sekali tidak benar.
Dari kejauhan Lim memandang Carmel yang sedang duduk di meja kerjanya, ia tidak tahu mengapa wanitanya, selalu saja semanis itu, bahkan tanpa make up tebal seperti yang lainnya, dia tetap terlihat lebih menawan.
“Maafkan aku sayang... Aku belum benar-benar menepati janjiku. Sekarang semua semakin berantakan...” Pikir Lim, terus memandangi Carmel.
✉️ Ny.Naomi
Lim kau keterlaluan sekali pada ku dan Putriku. Caroline sudah menghabiskan banyak waktu menanti mu. Apa begini cara mu membuatnya terluka. Aku tidak bisa melihat putriku terluka. Ibu tidak mau mendengar itu lagi darimu. Tolong pahami perasaan putriku itu.
Diam-diam Naomi mengirimkan pesan bentuk kekecewaannya pada Lim.
✉️ Lim
Itu akan membuat Caroline tambah terluka. Yang kau katakan barusan, itu sama saja, kau membuat luka baru untuk putrimu sendiri bu.
✉️ Ny. Naomi
Aku tidak perduli. Kebahagiaan putriku hanya pada mu Lim. Kau tahu bagaimana dia menjaga hatinya untuk mu selama ini.
✉️ Lim
Ibu, dengan tidak mengurangi rasa hormatku pada mu. Aku benar-benar tidak bisa melanjutkan ini semua. Antara aku dan Carol, tidak ada cinta disana.
✉️ Lim
Aku akan segera mengatakan ini padanya. Jadi sebelum itu terjadi. Aku benar-benar minta maaf padamu dan putrimu.
Setelah itu Naomi memilih mengabaikan pesan Lim untuk sementara. Ia sedang memikirkan bagaimana cara agar Lim bisa membatalkan niatnya.
Tetapi Naomi juga tidak sebodoh itu, ia tahu, jika Lim mengatakan ini semua, pasti ada sesuatu di balik itu semua, atau mungkin tunangan putrinya itu telah berkhianat sekarang. Cepat atau lambat, Naomi berjanji, ia sendiri lah yang akan menyelesaikan semua demi putrinya.
“Jika itu karena wanita lain. Aku sendiri yang akan menyingkirkannya...” Batin Naomi.
Bersambung dulu ya..
Mohon maaf author belum bisa update banyak dan tiap hari. 🙏🏻❤🙏🏻❤🙏🏻❤