
...LIM POV...
Pagi kembali datang, dan masih tidak ada yang berubah. Bahkan sekalipun aku berharap ini adalah sebuah mimpi buruk yang akan segera berakhir.
Lagi-lagi aku harus kecewa, karena inilah kenyataanya !
Waktu terus berjalan, namun sayangnya waktuku telah terhenti begitu lama sejak kau pergi. Aku tidak tahu apakah aku harus merelakan mu, atau aku harus terus bersama dengan rasa yang tidak pernah berhenti untukmu.
Sekalipun begitu, kau tahu... Aku tidak pernah ingin mencari tahu apapun tentangmu lagi. Meskipun sangat mudah bagiku untuk melakukannya. Apa aku terlalu sombong? Atau harga diriku terlalu tinggi untuk melakukan itu.
Sejujurnya aku hanya takut....
Takut, mengetahui bahwa kebahagiaan mu ternyata bukanlah aku lagi sekarang.
✉️ Lim
Terima kasih untuk bantuan mu semalam.
^^^✉️ Caroline^^^
Kau ! Jika kau seperti itu lagi, aku tidak akan berbicara lagi padamu.
✉️ Lim
Tolong jangan terlalu galak nona Carol. Bagaimana jika makan siang bersama?
^^^✉️ Caroline^^^
Untuk menghindari pekerjaan lagi? Tidak aku tidak ingin kau memanfaatkan, kau harus berkerja Tuan CEO !!!
✉️ Lim
Baiklah. Terima kasih sarannya.
^^^✉️ Caroline^^^
Hari ini dia akan ke rumah. Aku tidak bisa...
✉️ Lim
Siapa, kekasih mu itu?
^^^✉️ Caroline^^^
Ya...Bagaimana pendapatmu?
✉️ Lim
Bagus. Jika sahabat ku bahagia, tentu saja itu baik untuk ku. Semoga harimu menyenangkan.
.
.
.
Hari ini Lim memiliki banyak pertemuan. Setelah beberapa kali membatalkan banyak meeting, kali ini ia tidak memiliki alasan untuk menghindar lagi. Pekerjaan tetaplah pekerjaan, dan ia sadar seberapa penting pertemuan ini untuk perusahan miliknya.
“Siang ini pukul 1 kita ada janji dengan Nona Lee, dia akan menjadi bintang iklan beberapa produk yang akan di rilis bulan depan.”
“Apa lagi?.” Tanya Lim.
“Ada 5 pertemuan lagi setelah itu. Dan mungkin kita akan selesai pukul 8 malam nanti.”
“Oke. Kita selesaikan semuanya. Aku tidak ingin membuang banyak waktu. Jadi pastikan semua berjalan tepat waktu. Apa kau mengerti !.”
“Ya baik Tuan...”
“Ya. Kau bisa kembali sekarang. Dan siapkan semuanya, untuk pertemuan ku dengan Nona....” Ucap Lim lupa.
“Nona Lee, Tuan.”
“Ya... siapkan itu.” Titahnya kembali.
....
“Kau tidak siap-siap sayang?.” Tanya Naomi, yang baru saja selesai berdandan untuk menyambut Bram yang akan bertamu di kediamannya.
“Aku seperti ini saja, lagipula Bram hanya datang berkunjung ibu..”
“Setidaknya kau bisa berdandan sedikit, rapikan rambutmu itu, dan ganti bajumu.” Suru Naomi lagi.
“Aku begini saja. Bram tidak akan keberatan melihatku seperti ini.”
“ Baiklah... Baiklah... Aku akan bersiap...Ibu puas sekarang.” Rajuk Carol.
“Ibu heran padamu. Kenapa kau masih mau menerima pria itu. Seandainya ibu adalah dirimu, sangat mustahil untuk bisa berteman lagi, Carol.”
“Aku bersiap sekarang !.” Ujar Carol, tidak ingin membahas apapun tentang perkataan Naomi padanya.
🚩Abraham Group
“Permisi....”
“Matanya, tatapan tajam, yang mendadak melembut. Rasanya aku pernah melihat mata seperti itu sebelumnya, tatapan ini nyaris persis seperti sesuatu yang pernah kumiliki. namun hilang entah kemana.” Suara hati Lim.
“Tuan Lim...”
“Hai ! Apa kau baik-baik saja. Apa ada yang salah dengan penampilan ku Tuan?.” Seru Wanita yang masih membuat Lim terpaku melihatnya.
“Hah... Iya Nona....” Ucap Lim sambil berpikir. Lagi-lagi, ia melupakan nama wanita itu.
“Aku Lee.”
“Ya Nona Lee. Duduklah...”
Setelah di persilahkan Lee segera duduk.
“Terima kasih, sudah mempercayaiku. Aku sangat senang sekali bisa membatu perusahan sebesar Abraham Group. Ini adalah salah satu kehormatan bagiku.” Ucap Lee, terlalu memuji.
“Aku sudah mendapat banyak penjelasan tentang dirimu. Kurasa kau memang sangat layak berada di sini. Mengenai popularitas mu. Kurasa ini akan sangat menguntungkan.” Ungkap Lim.
“Aku sangat tersanjung sekali.” Ucap Lee, terkesima.
“Nona Lee, mungkin sebelum kerja sama ini kita mulai. Apa ada sesuatu yang kau inginkan lagi?.” Tanya Lim memastikan.
“Tidak ada. Tapi kuharap bisa terus berkerja sama denganmu. Aku tidak akan mengecewakan perusahaan ini, terutama anda Tuan. Sejujurnya aku sangat mengidolakan mu....”
“Hahaha...Benarkah, aku sudah terlalu banyak mendengarkan itu, aku bukan seorang idola. Kaulah idola masyarakat Nona Lee .”
“Aku serius Tuan. Ini pertama kalinya aku bertemu langsung dengan pemilik Abraham Group. Ternyata kau bukan hanya pintar dan cerdas, seperti yang kulihat di TV dan surat kabar. Ternyata kau juga sangat tampan.. Bahkan ternyata aslinya kau jauh lebih sangat tampan..” Dengan spontan Lee, mengatakan itu pada Lim tanpa basa-basi.
“Hahahaha....” Lim tertawa mendengar kalimat spontan itu.
Tok...Tok...Tok...
“Permisi Tuan ...” Ucap Karin masuk.
“Ya masuklah...” Ucap Lim, dengan wajah yang masih menyimpan senyum.
“Ini ada berkas yang belum di tanda tangan...” Karin langsung memberikannya pada Lim. Dan tidak seperti biasanya Lim langsung menandatanganinya.
“Ini....” Lim langsung mengembalikannya pada Karin.
“Terima kasih Tuan...Permisi Nona..." Ucap Karin segera menyingkir dari tempat itu.
“Orang itu...Dia sedikit memiliki wajah Carmel di dalamnya..Jarang sekali Tuan Lim tertawa seperti itu. Apa karena dia sekilas sama, tapi itu jelas-jelas berbeda. Dasar pria bajingan, brengsek” Batin Karin, memaki Lim dalam hati.
Setelah itu, kantor kembali heboh, dengan cerita Karin yang mengatakan bahwa bos mereka terlihat berbeda hari ini. Bahkan berkas yang terlewatkan untuk di tanda tangan olehnya, tidak menjadi masalah besar hari ini.
“Apa itu benar karena model sekaligus artis Korea itu ? Setelah gagal dengan Nona Caroline, apa akhirnya dia bisa membuka hati kembali.”
“Tapi dengar-dengar mereka juga masih sangat dekat sampai sekarang !.”
“Ku dengar itu hanya persahabatan... Tapi tidak tahu. Bukankah aneh sekali, jika mereka berpisah dan memilih bersahabat saja.” Seru Karyawan lainnya.
“Kau benar juga. Lalu sekarang dia terlihat berbeda. Mungkin saja dia diam-diam memiliki hubungan dengan Nona Lee...”
Setelah mendengar percakapan yang mulai kemana-mana, akhirnya Karin memilih mundur dan membiarkan semuanya berasumsi sesuka hati mereka. Yang jelas, Karin, Feng dan Daren sangat tahu, kisah apa yang pernah terjadi setahun lalu, di tempat ini.
Selang beberapa jam kemudian Lee keluar dari ruangan pertemuannya bersama CEO perusahaan tersebut. Dan ia langsung di sambut oleh Karin, Feng dan Daren.
“Nona Lee...Apa kami boleh meminta foto sebentar saja, aku adalah salah satu penggemarmu.” Pinta Daren.
“Aku tidak ada waktu...”Seru Lee, kemudian mengenakan kacamata hitamnya, dan berlalu begitu saja meninggalkan ketiganya.
“Cih... Sombong sekali.” Kesal Feng.
“Aku serius tadi, dia sangat ramah di ruangan bersama Tuan Lim.” Ucap Karin lagi.
“Sepertinya dia wanita bermuka 2. Wanita seperti itu tenyata lebih menakutkan.” Sambung Daren.
Ketiganya menatap dengan tatapan sinis, melihat Lee yang berjalan menuju lift di depan sana.