Silent Love

Silent Love
My Partner in Bed 29



....


Mana yang akan kau pilih : di cintai atau mencintai?


Aku tahu, akan banyak jawaban dari pertanyaan semacam itu, dan mungkin disertai dengan berbagai macam alasan.


Dan bagiku...


Kedua pilihan ini tidak akan ada yang merugikan sekalipun, aku memilih salah satu atau keduanya. Ketika aku dicintai atau atau aku mencintai. Dasarnya tetap cinta, bukan !


Aku dan Carmel


atau


Aku dan Caroline


Terkadang jika boleh egois aku ingin keduanya. Bagaimana bisa menyakiti dua wanita baik itu. Dua wanita yang sama-sama ingin sebuah kepastian. Namun saat aku memantapkan diri untuk memilih salah satunya, aku malah melukai pihak lainnya, dan dia adalah Caroline, wanita yang dengan setia menungguku, hampir bertahun-tahun lamanya.


Jika orang bilang, ini adalah caraku mempermainkannya. Mungkin itu benar...


Atau mungkin juga tidak, entahlah.


Aku hanya tidak ingin membela diri untuk sebuah kesalahan yang ku lakukan dengan sadar.


Aku takut melukainya, wanita itu sangat baik. Dan aku... Aku hanya seorang bajingan, yang sedang jatuh cinta.


Tapi aku bukan hanya jatuh cinta...


Bisa kubilang separuh dan setengah dari hidupku, telah ku serahkan padanya. Wanita bernama Carmel Abigail. Mungkin waktuku bersamanya tidak akan sebanding dengan waktu yang di berikan Caroline untuk menungguku.


Ya itu benar...


Aku menyesal.


Sangat menyesal.


Karena ketakutan ku, aku semakin mengulur banyak waktu, sementara aku tahu seseorang sedang berusaha mengikhlaskan ku untuk bahagia. Seorang yang kupikir, jika ia ingin menghancurkan ku sejak dulu, mungkin itu hal mudah baginya, tapi dia tidak pernah melakukannya.


Tapi semakin dia ingin mengikhlaskan ku pergi...


Aku malah menjadi takut...


Takut Kehilangan sosoknya,


Takut Kehilangan dirinya.


Takut Kehilangan semua tentangnya.


Dia yang selalu rela mengalah, dia selalu rela berkorban hati dan perasaan. Aku sangat tahu itu tidak akan mudah baginya.


Senyumnya, tawanya, aku tahu ada luka besar yang tak ingin ia tunjukan disana.


Apa aku jahat ?


Mungkin iya. Aku jahat ! Aku brengsek.


Apapun kata mereka. Mereke benar !


Aku pecundang, yang lebih memilih mencintai dibanding di cintai. Setidaknya aku tahu saat itu perasaanku akan baik-baik saja bersamanya.


....


Cup. Carmel mencium pipi Lim.


“Hai ...?.” Sapa Carmel.


Lim tersenyum.


“Ada apa , sepertinya kau sedang banyak memikirkan sesuatu... Apa kau baik-baik saja sayang !.” Carmel mengerutkan dahinya menatap Lim.


“Tidak ada apa-apa...” Lim mengusap rambut Carmel dan membuatnya sedikit berantakan.


“Lim !!!.” Seru Carmel merapikan rambutnya kembali.


“Sayang...”


“Ada apa !.” Seru Carmel lagi.


“Duduklah disini.” Lim menepuk kedua pahanya. Agar wanita itu duduk di pangkuannya.


“Sekarang katakan padaku ada apa !.” Ucap Carmel menyandarkan kepalanya pada bahu kokoh itu.


“Apa kau bahagia?.”


“Hmm. Ya ! Tidak ada yang mengurangi kebahagiaanku sekarang !.”


“Aku adalah Lim Abraham. Dan hampir semua orang tahu siapa aku !!!.”


“Lalu ? Apa kau sedang menyombongkan dirimu, pada ku? Ya aku tahu kau adalah Lim Abraham. Putra tunggal sekaligus penerus AB Group... Kau memang luar biasa Lim.” Ucap Carmel.


“Kau sangat mengenalku kan...” Balas Lim, membelai mesra tubuh ramping kekasihnya itu.


“Aaahhh... Aku sangat suka dengan wangi mu.” Carmel menghirup panjang, merasakan aroma tubuh Lim yang begitu sangat disukainya. Tidak terlalu tajam, tetapi sangat lembut jika terhirup.


“Mel. Jika aku bukan siapa-siapa. Atau jika seluruh Shanghai tidak memandangku sebagai Lim Abraham, apa kau akan tetap bersama ku !.” Tanya Lim, tak menghiraukan ucapan Carmel barusan.


“Bagiku, kau tetap akan menjadi Lim Abraham, sekalipun seluruh Shanghai tidak mengenalmu... Apa kau ingin menguji ku Lim? Apa menurutmu aku akan meninggalkanmu jika kau telah kehilangan segalanya? Apa itu maksud mu?.” Tanya Carmel. tentu wanita itu sangat tahu, Ke mana arah pembahasan mereka sekarang.


“Aku tidak sedang menguji mu, tapi jika seperti itu, apa jawabanmu ?.”


“ Apakah kau benar-benar ingin tahu jawabanku? kau akan terkejut, jika mendengarkan ini dariku. jika bisa harus memilih... 6 tahun yang lalu, aku ingin bertemu dengan orang biasa bernama Lim Abraham.... Tapi ternyata Lim Abraham yang ku kenal adalah seorang luar biasa. Seseorang di luar dugaan ku... seseorang yang ternyata Memiliki segalanya.... Apa kau tahu, apa yang ada di pikiranku saat itu? Aku berpikir, Apakah aku pantas untukmu? Apakah aku layak? karena aku tidak sepadan denganmu... Aku merasakan itu Lim. Kau tidak akan memiliki kebanggan apapun jika memilihku, tapi jika kau bersama nona Caroline... Seluruh dunia mungkin mengenal kalian.”


“Aku sedang tidak membandingkan mu Carmel.. Dan aku juga tidak sedang ingin membahas apapun selain kita, termasuk dia ! Apa ada hal paling membanggakan, selain memiliki dan mendapatkan, apa yang ingin kita miliki!? Apakah semua butuh pengakuan dunia? Jika kau bertanya pada 2 atau 3 orang dijalan, Apakah mereka akan menjawab mu dengan jawaban yang sama. Tidak juga kan ! Sayang... Aku tidak butuh siapapun untuk membuatmu menjadi milik ku. Aku juga tidak butuh apapun... Ini tidak ada hubungannya dengan apa yang ku miliki dan tidak kau miliki. Dengarkan ini baik-baik, jika ada yang bertanya padamu, apa sesuatu yang paling berharga di hidup Lim Abraham, katakanlah bahwa itu adalah dirimu.” Tandas Lim.


“Aku !.” Carmel tersipu.



“Tentu. Carmel Abigail adalah yang paling berharga bagiku. Aku tidak akan bisa hidup tanpamu. Tidak maksud ku, aku masih akan hidup, aku juga masih akan bernafas... Tapi jika kau tidak ada, aku tidak yakin...Memandang hidup seperti hidup lagi.”


“Lim jangan mengatakan itu, kau membuatku takut...” Resah Carmel.


“Aku tidak menakuti mu sayang. Aku serius, jangan berpikir untuk pergi. Sekalipun kau punya beribu alasan untuk pergi. Tetaplah disini bersamaku.”


“Aku tidak akan melakukan itu...” Carmel memeluk Lim begitu erat, sangat erat, seakan menjawab bahwa ia juga tidak ingin kehilangan pria itu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...