Silent Love

Silent Love
My Partner in Bed 31



Saat ini Carmel sedang menyiapkan makan malam untuk dirinya dan juga Lim. Sementara Lim menanti di ruang tengah sambil membaca beberapa berkas yang belum sempat dibaca olehnya saat berada di kantor tadi.


Ting 1 pesan masuk ke ponsel Carmel yang tergeletak persis di samping Lim.


✉️Tuan Chen Xu


Apakah nona Abigail sudah melupakan janjinya?


“Sayang....Sayang...”


“Ada apa Lim...” Sahut Carmel dari dapur.


Tak.


Tak.


Tak.


Suara langkah Lim berjalan.


“Ada apa?.” Tanya Carmel yang masih serius mengoseng masakannya.


Lim, yang melihat sikap acuh Carmel, kemudian mematikan kompor itu segera.


“Lim ! Kau ini kenapa... Ini sama sekali belum matang.” Ucap Carmel berbalik.


“Aku ingin kau menjelaskan ini !.” Lim mengarahkan ponsel, ke wajah Carmel, memperlihatkan pesan dari Chen.


“Berikan itu padaku.” Carmel segera merebut ponselnya.


“Janji seperti apa yang kalian miliki. Kau masih berhubungan dengan orang itu ! .” Kesal Lim.


“Hei... Kenapa kau mengecek ponselku seperti ini.” Carmel malah balik memarahi Lim.


“Kenapa kau yang menjadi galak? Jelas-jelas pria lain menghubungi kekasihku...Bagaimana aku bisa diam saja !.” Tekan Lim.


“Tapi itu tidak sopan, melihat pesan seseorang tanpa ijin. Aku saja tidak pernah mengecek ponselmu.” Ucap Carmel membantah.


“Oke. Ini....” Lim memberikan ponsel nya pada Carmel.


“Kau bisa melihat semuanya...Aku tidak akan menutup-nutupi apapun darimu. Kau bisa lihat semuanya, pesan, panggilan dan Apapun !.” Tanpa ragu Lim memberikan ponselnya pada Carmel.


“Lim...”


“Jelaskan padaku...” Titah Lim lagi.


“Lim aku sama sekali tidak memiliki hubungan apapun dengannya !.”


Tring...Tring...Tring...


📞Tuan Chen Xu memanggil....


“Berikan ponsel itu padaku !.” Pinta Lim


Carmel menggeleng.


“CARMEL AKU BILANG BERIKAN!!!.” Bentak Lim.


Sehingga wanita itu tidak bisa menolak dan memberikannya dengan pasrah.


Tit. Lim menjawab panggilan Chen Xu.


“Malam nona Abigail...” Sapa Chen, yang tak menyadari bahwa yang menjawab panggilan itu adalah Lim.


...Masih dalam diam...


“Kenapa kau diam saja? Apa sekarang kau tidak ingin berbicara lagi padaku... Aku menyepakati janjimu. Apa sekarang kau ingin menghindari ku?.” Chen bertanya lagi.


Lim menatap tajam kearah Carmel, yang masih tidak ingin menejelaskan apapun padanya.


“Hei apa kau mendengarkan ku !?.” Ulang Chen, yang berkali-kali bertanya, namun tak mendapat respon apapun dari seberang sana.


“Ada apa Tuan Chen? Apa kau tidak punya malu ? Kekasihku tidak akan menepati janji apapun denganmu !.”


“Oh... Kekasih... LIM ABRAHAMA, apa akhirnya kau mau menunjukan dirimu yang sebenarnya, sekarang !.” Chen tampak cekikikan mendengar ucapam dari Lim.


“Tutup mulut mu. Apa kau tahu dengan siapa kau berhadapan sekarang!.”


“Tuan Lim ini... Sepertinya kau sama sekali tidak menyadari dimana letak kesalahanmu.”


“Bukankah aku yang harus bertanya seperti itu. Apa yang kau harapkan dari wanita itu... Kau pikir aku tidak tahu !.” Balas Chen.


“Mengkhianati tunangan mu, dan mejadikan wanita tak bersalah sebagai simpanan. Ku pikir kau lebih buruk dari ku !.” Tambah Chen lagi.


“Itu bukan urusanmu ! Urusanku adalah jika kau mengusik dan menganggu milik ku...”


“Lim sudah....” Pinta Carmel. Berusaha merebut kembali ponselnya.


“Kau tahu apa soal aku. Kau pikir kau hebat ! Kau tahu MENGHANCURKAN MU ITU SANGAT MUDAH !.”


“LIM....”


Plak, Carmel yang tidak tahan dengan sikap angkuh pria itu, dan akhirnya terpaksa melayangkan tamparan keras ke wajah Lim.


“Kau mau marah-marah lagi.... Kau lakukan saja. Kau selalu kekanak-kanakan LIM !.” Carmel menyerah, kemudian melepaskan celemek yang ia gunakan dan pergi.


Lim langsung menghempaskan ponsel Carmel begitu saja, melihat wanita itu pergi.


“Mel...Mel...” Panggil Lim.


“Apa lagi. Kau suka melakukan sesuatu tanpa mendengarkan siapapun kan !! Ya sudah lakukan saja Lim.”


“Kau juga tidak menjelaskan apapun padaku. Kau ini kenapa !?.” Tanya Lim.


“Aku tidak memiliki hubungan apapun dengannya. Apa itu saja tidak cukup membuatmu percaya padaku.”


“Tapi janji apa ? Apa aku pernah tidak mengatakan sesuatu sekecil apapun padamu. Carmel, kenapa kau tidak bisa membagikan semua hal padaku? Apa yang kau rasakan... Aku tahu kau sedang berhutang, pada Chen Xu ! Aku berharap kau mengatakannya padaku. Tapi kenapa kau tidak mau mengatakan apapun padaku?.”


Carmel berbalik.


“Dari mana kau tahu semua itu?.”


“Tidak penting dari mana aku tahu. Yang penting kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku?.” Tanya Lim.


“Daren ! Pasti dia yang mengatakannya padamu kan. Orang itu...” Kesal Carmel.


“Mel... Aku bisa membantumu. Apa begitu sulit mengatakan hal kecil seperti itu. Apa kau tidak sadar, pria itu hanya ingin memanfaatkan mu.”


“Ya aku tahu. Maksud ku... Awalnya aku tidak tahu, tapi sekarang aku tahu... Dia mengetahui semuanya sejak awal, bagaimana aku bisa melibatkan mu dengannya, sedangkan dia tahu letak kelemahan mu. Dia bisa menghancurkan mu. Kau seharusnya tidak mengatakan itu padanya...”


“Aku tidak sebodoh itu !.” Bantah Lim.


“Tapi sikapmu itu, bisa membuatnya semakin kesal. KAU TAHU !!!.”


“Kau takut apa Carmel ? Kau mengkhawatirkan ku atau kau mengkhawatirkan hubungan kita yang akan terbongkar? Kau takut jika orang mengatakan hal buruk tentang mu atau tentangku ? Kau takut itu kan !.” Lim sudah bisa membaca ketakutan seperti apa yang sebenarnya dirasakan oleh Carmel.


“Kau benar...Aku takut Lim.... Kau tahu betapa takutnya aku !? Jika kita benar, aku tidak akan setakut ini. Tapi kita salah Lim... Tidak akan ada yang membenarkan perselingkuhan. Kau mengkhianati tunangan mu. Dan aku.... Aku, malah menginginkan sesuatu yang bukan milik ku.... Siapa yang akan memihak kita? Yang aku tahu jika orang lain sampai mengetahui ini...AKULAH ORANG YANG PALING BERSALAH, MEREKA AKAN MENGATAKAN BAHWA AKULAH WANITA JAHAT ITU. AKU YANG JAHAT....” Carmel menumpahkan segalanya dia hadapan Lim.


Sekarang Lim mengerti mengapa Carmel tidak bisa terlalu berharap dan bergantung padanya. Wanita ini jelas takut... Ia takut jika Lim menampakan dirinya, ia takut dan ia tahu Lim bisa melakukan segala sesuatu untuk melindunginya. Tapi itu tidak akan baik untuk posisi wanita sepertinya.Lebih baik tidak melakukan apapun, dibanding harus melibatkan Lim. Begitulah caranya melindungi diri.


“Kau bukan simpanan ku ! kau juga bukan selingkuhan ku. Kau wanita baik. Jika kau sejahat apa yang ada dipikiran mereka, aku berjanji itu tidak akan lama. Carmel...kau tahu aku sangat mencintaimu... Bahkan kau bisa dengan mudah membuatku berpaling, jika kau memang berniat melakukannya. Tapi kau tidak pernah melakukan itu, bahkan berpikir untuk merebut atau memiliki ku sepenuhnya saja kau tidak pernah.”


“Aku tidak akan melakukannya !.” Ucap Carmel.


“Ya aku tahu... Karena kau takut. Kau bahkan tidak mengijinkan dirimu egois. Padahal kau sadar, kau punya kesempatan itu melakukan itu. Karena kau tahu, aku selalu mendengarkan mu.” Nada Lim mulai melemah.


“Aku membuat kesalahan beberapa bulan yang lalu. Aku mabuk dan mengotori pakaian pria itu. Dia bilang akan menuntut ku. Dan aku memohon padanya... Dia bilang akan memikirkannya, jika aku mau menerima penawaran darinya. Aku tahu ini terdengar bodoh, tapi aku percaya padanya. Sampai aku tahu dia mengetahui hubungan kita... Tapi saat itu aku bilang kita sudah berakhir. Dan dia bilang ingin memiliki ku. Tapi aku menolaknya... Dan aku masih berhutang banyak padanya.” Carmel mulai menceritakan, awal mula ia bertemu dengan Chen.


“Kalau begitu ayo kita pergi....” Ajak Lim


“Kemana....?.”



“Menyelesaikan masalah mu dengannya. Dia pikir dengan itu semua bisa merebut mu dari ku...”


“Tapi Lim...”


“Percaya padaku....” Lim manarik pergelangan tangan Carmel.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bersambung...


Jangan Lupa di like ya guys...


Agar Author segera melanjutkan kisah pelik ini 😂🙏🏻