Silent Love

Silent Love
My Partner in Bed 26



“Apa kau tidak menghubungi Lim, sayang.” Naomi bertanya pada putrinya.


“Dia tidak menjawab satupun pesan dan panggilan dariku. Apa mungkin Lim sedang sibuk sekarang.” Pikir Carol.


“Kau harus memperhatikannya, ibu rasa sikap Lim begitu dingin pada kita! Bahkan dia selalu tidak ingin membahas masalah pernikahan... Ibu takut Lim memiliki wanita lain.”


Caroline hanya terdiam, ia tidak tahu harus mengatakan apa pada ibunya, karena apa yang dikatakan Naomi juga dirasakan oleh Carol.


“Jika itu terjadi.... ”


“Tidak itu tidak akan terjadi... ” Sambar Carol memotong ucapan Naomi.


“Ibu hanya memikirkan kemungkinan itu, bukan berarti... ”


“Tidak. Lim tidak akan melakukan itu.” Lagi-lagi Carol memotong kalimat Naomi, tapi kali ini dengan tatap kosong


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...Author POV...


Beberapa hari kemudian...


Rasanya semua sudah kembali seperti semula, Carmel yang akhirnya kembali hidup bersama Lim. Ya...setidaknya untuk sekarang mereka tidak lagi terpisah, meskipun cukup sulit membujuk Carmel untuk kembali ketempat itu, tapi akhirnya wanita itu luluh juga.


Lim mengembalikan semua seperti semula, tidak ada satupun, dari tempat itu yang berubah, semua masih sama seperti saat Carmel terkahir kali meninggalkannya. Dan ia juga cukup lega karena Lim tidak pernah berniat menghapus apapun tentang mereka di sana, meskipun dengan kehadiran Caroline.


“Kau sepertinya sangat senang sayang... ” Tanya Lim menatap Carmel yang tersenyum seperti sedang membayangkan sesuatu.


“Aku tidak tahu. Aku pikir kembali ke sini hanya sebuah mimpi buruk. Ternyata kenangan kita lebih kuat dari pada itu semua.”


“Kau tahu tidak akan ada yang berubah disini. Kau, aku dan apapun tidak ada yang boleh menyentuh semua itu. Apa lagi mencoba menyingkirkannya.” Tegas Lim.


“Kemarilah... ” Panggil Lim.


Carmel hanya menatap nya tapi enggan untuk menghampiri pria itu.


“Ayolah sayang... ” Pinta Lim lagi.


“Kenapa aku harus kesana ?.”


“Karena aku.... Ingin memeluk mu seperti ini.” Jawab Lim berdiri dan dengan cepat menangkap Carmel.


“Hahahaha. Lim... ” Tawa Carmel.


“Kau terlalu lama membuat ku menunggu Mel!.”


“Aku baru saja ingin datang ke pelukanmu.” Jawab Carmel.


“Benarkah? Seharusnya aku lebih sabar menunggu mu... ”


“Tapi kau sudah memeluk ku seperti ini. Mau bagaimana lagi?.” Ucap Carmel.


“Karena aku yang melakukannya lebih dulu. Kali ini kau yang harus melakukannya untuk ku..” Bisik Lim pelan.


“Aahhhh... ” Jerit Carmel, saat Lim tiba-tiba mengangkat tubuhnya.


“Lim... Kau mau membawaku kemana!?.”


Plak. Lim menepuk bokong Carmel.


“Ketempat kau harus melakukan tugasmu sayang.” Jawab Lim.


“Kau selalu membuatku takut setiap kali seperti ini.” Ucap Carmel saat Lim membawanya menuju kamar.


Nyit...


Suara ranjang berbunyi saat dua tubuh itu jatuh di atasnya


“Lim... Apa kau yakin, kita baru saja berhenti melakukan ini beberapa jam yang lalu!. ” Tanya Carmel ragu, karena sejam yang lalu mereka baru saja mencuri waktu untuk melakukannya di kantor.


“Apa kau meragukan ku... ”


“Tidak bukan seperti itu... ”


“Kalau begitu akan ku buktikan seberapa mampu aku mengulangi ini terus denganmu.” Ucap Lim berbisik.


Tentu saja jiwa lelaki Lim akan tertantang jika Carmel mengatakan hal itu.



“Ahhh.... ” Pekik Carmel, saat tubuh Lim berada diatasnya.


Lim tersenyum melihat wajah Carmel yang begitu menggodanya. Atau mungkin ia yang terus tergoda saat melihat wajah cantik itu.


Ciuman lembut mendarat mulus di atas bibir Carmel.


“Kenapa kau manis sekali sayang.” Tanya Lim. Kemudian kembali ******* bibir ranum wanita itu.


Streezz...


Lim membuka kaitan ikat pinggangnya dan menurunkan resleting celananya.


“Aku mau berada disini lagi.” Ucap Lim, dan Carmel membiarkan pria yang di cintainya itu menurunkan ****** ********, dan mulai menyatukan milik mereka.


“Aahhh--.” Tahan Carmel. Saat sesuatu mulai bergerak dalam dirinya.


“Lim... ”


“Ada apa sayang, kau mau meragukan ku lagi?.” Tanya Lim sambil terus bergerak.


Carmel menggeleng, seharusnya ia tidak perlu mengatakan itu pada Lim, sekarang pria itu sedang merasa tertantang, dan entah berapa lama, Lim akan melepaskan Carmel kali ini. Yang pasti permainan akan terus berlanjut....


💕


💕


💕


...


Keesokan paginya Carmel bangun tanpa Lim disisinya. Tubuh nya masih terasa sakit karena Lim terus menginginkannya semalam.


Ting satu pesan masuk tepat saat Carmel baru saja ingin meraih benda pipih itu.


💌Lim


Bagaimana apa kau puas dengan pelayanan semalam sayang?


^^^💌Carmel^^^


^^^Sepertinya aku tidak perlu meragukan mu sama sekali.^^^


💌Lim


Mau mengulanginya lagi, Sepulang kerja?


^^^💌Carmel^^^


^^^Tidak tuan Lim. Terima kasih tawarannya. ^^^


💌Lim


Baiklah. Biar aku yang memutuskannya nanti... Hari ini aku memberimu tugas untuk tetap di rumah, jangan kekantor.


^^^💌Carmel^^^


^^^Tapi pekerjaanku? ^^^


💌Lim


Itu tugas dari ku sebagai atasan mu hari ini nona Carmel. Dan satu lagi... Aku punya tugas lain karena kau juga adalah kekasihku, bersiaplah, sore nanti aku akan menjemputmu.


^^^💌Carmel^^^


^^^Ada apa? ^^^


💌Lim


Jangan banyak tanya!!! Bersiaplah... Karena kau sudah sangat cantik. Berdandan lah lebih cantik lagi.


^^^💌Carmel^^^


^^^Aku ragu jika itu pujian! Baiklah aku akan menunggu dan bersiap sangat cantik. Sampai ketemu nanti sayang ku. ^^^


💌Lim


Ya. Sabarlah jangan terlalu merindukanku sayang.


Setelah membaca pesan Lim, Carmel jadi memikirkan, kejutan apa yang akan Lim berikan padanya nanti. Pria itu selalu saja membuat nya begitu penasaran, tapi dia tidak punya pilihan lain, selain menunggu malam tiba, saat Lim menunjukan kejutan itu padanya.


“Merindukanmu. Kau juga pasti diam-diam merindukanku kan Disana...” Pikir Carmel saat membaca pesan terakhir Lim padanya.


Bersambung, besok dilanjut...