
Muaz menatap tajam kearah kakak tirinya yang menghilang setelah lima tahun,dan sekarang muncul dengan santainya dihadapannya. tetapi,memang saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk berdebat dengan kakaknya,nyawa Hazel tengah terancam.
Hazel yang tengah dicengkaraman pria baya itu sempat berpikir melihat kearah kakak iparnya.
bagaimana bisa kakak tau kalau kami disini? lalu bagaimana kakak bisa lewat semudah itu padahal banyak penjaga yang menjaga diluar?? . tanya Hazel dalam hati.
Beyza melangkah satu langkah membuat empat pria yang menghadangnya bersiap siap.
"siapa kau?!" tanya ketua yang mencengkram Hazel saat ini.
"aku?" tunjuk Beyza pada dirinya
"tentu saja kau,emang siapa lagi selain kau!!" kesalnya
"ooo aku Beyza!!" serunya sambil mengayunkan tongkat bisbolnya
"bagaimana bisa kau melewati enam penjaga didepan?!" tanyanya menatap tak percaya seorang wanita bisa masuk dengan mudah.
"oh yang diluar yaa,sudah pada terkapar dilantai" jawabnya santai membuat semua yang didalam terkejut dengan ucapan Beyza.
"cek keluar!!" titahnya pada salah satu anak buahnya,anak buahnya pun langsung mengecek keluar.
"pak,benar semua pada terkapar diluar!" serunya tergesa gesa menemui ketuanya setelah mengecek keadaan diluar.
"benar kan? tulah nggak percaya" seloroh Beyza tersenyum tipis menatap semuanya.
astaga kak,hati-hati mereka berbahaya!!. gemas Hazel melihat kakak iparnya terlihat santai seperti tidak terjadi apa-apa padanya.
Muaz hanya bisa menghela napas lagi,memang sudah karakter Beyza yang santai dalam menghadapi situasi. Muaz melirik kearah Beyza sembari memberi kode kapan mereka akan bergerak. Beyza paham dengan kode Muaz,iapun merenggangkan otot-otot nya terlebih dahulu seraya menarik perhatian orang-orang yang ada disana.
Beyza tersenyum miring "okee" serunya sambil mengayunkan tongkat bisbol yang ia temukan tadi sebelum masuk kedalam ruangan ini.
"tangkap wanita itu!!" serunya membuat lima anak buahnya mengepung Beyza. Beyza langsung memukul kepala salah satu pria itu dengan tongkat bisbol dan menendang pria satunya lagi. begitu juga Muaz melintirkan tangan pria yang berada didekatnya dan mematahkan kaki pria lain yang mau menghajarnya. perkelahian itu terus berlanjut,Hazel menatap kagum dengan Muaz dan Beyza yang sangat hebat dalam bertarung. tidak mau kalah juga,Hazel menendang 'masa depan' pria yang menyekapnya lalu meninju pipi pria itu dengan keras.
Hazel berlari menuju Muaz,begitupun Beyza. mereka berkumpul bertiga ditengah kepungan orang-orang tadi.
"sial,mereka nggak nyerah" umpat Beyza menatap kearah pria yang siap menyerangnya. Beyza mematahkan tangan pria itu dan membuatnya tersungkur jatuh ke lantai.
"mereka lumayan kuat juga,walaupun udah sekarat kek gitu" seru Hazel. dalam hatinya ia begitu sangat senang menghadapi situasi yang menurutnya sangat menantang.
kapan lagi kan bisa kayak gini xixixi. seru Hazel lalu menghajar pria yang mulai mendekatinya. mereka bertiga seperti aktor dalam film hollywood,yang dengan mudah membuat lawannya K.O.
ketua dari kelompok itu langsung tiba tiba mengambil vas bunga yang sudah pecah,lalu mau dihunuskan kearah Hazel. Muaz yang melihat itu langsung menahan pecahan vas bunga itu dengan tangannya sambil memeluk Hazel.
"berani sekali kau!!" geramnya lalu dengan cepat tangannya yang tadi memeluk Hazel langsung memelintir tangan pria itu.
"aaakhhh!!!" pria tadi meronta kesakitan memegang tangannya,mereka bertiga langsung keluar dari rumah kosong itu dengan cepat. Beyza langsung mengambil alih mengemudi sedangkan Hazel dan Muaz mengambil tempat dibelakang.
"hei,bisa bisanya kalian berdua dibelakang,pindah kedepan salah satu!!" seru Beyza tak terima jika dirinya diibaratkan seperti supir mereka.
"nggak usah sewot,cepat jalankan mobilnya!!" gerutu Muaz membuat Beyza berdecak kesal sambil melajukan mobilnya keluar dari daerah pedalaman itu.
ketua yang tadi melihat mereka berhasil kabur langsung menghubungi bosnya.
"maaf bos,kami kehilangan mereka" ucapnya pelan. entah berapa banyak kata serapah yang keluar dari mulut bosnya lewat telpon.
sementara mereka yang berhasil kabur langsung menepikan mobilnya dipinggir jalan.
"kalian baik-baik saja kan?" tanya Beyza khawatir
Hazel mengangguk,namun matanya melirik kearah tangan Muaz yang sudah mengeluarkan darah itu.
"astagfirullah Az! tanganmu berdarah" pekiknya,ia pun langsung mengambil kotak P3K yang ada dimobil Beyza.
Dengan perlahan Hazel mengobati telapak tangan Muaz,itupun tak luput dari pandangan Muaz yang terus menatap lekat istrinya. Beyza menggeleng kepalanya melihat tingkah pasutri dibelakangnya.
"apa kalian lelah? sepertinya kalian melewati hari yang panjang" seru Beyza menatap kedua adiknya terlihat mengantuk.
"wow gila,berita tentang model itu trending hari ini" serunya lagi sambil menscroll ponselnya. Hazel penasaran pun melirik kearah ponsel Beyza.
"kasihan yaa karirnya jadi jatuh karna dia dipenjara" ucap Hazel pelan.
"seharusnya kamu tidak mengasihani dia dek,lagian dia sendiri juga yang mencelakai kamu..huft wanita itu sudah patut diberi pelajaran!!" seru Beyza
"tunggu,bagaimana kakak tau kalau aku diserang sama Marsya?" tanya Hazel heran membuat Beyza tergelak.
"hehehe aku ikut pesta juga" cengirnya menatap adik iparnya.
astaga adik kakak sama saja ternyata sifatnya sama. geleng pelan Hazel menatap kedua kakak beradik itu. Muaz hanya diam saja sambil memejamkan matanya.
"kak"
"apa?" tanya Beyza sambil melajukan mobilnya lagi
"bagaimana kakak bisa masuk rumah itu dan gimana kakak bisa tau kami disana??" tanya Hazel penasaran.
sudah kuduga dia tidak bodoh. gumamnya
"sorry,kemarin aku masukkan GPS-nya kedalam ponselmu" jelas Beyza
"lalu aku bisa masuk karena..."
#flashback on
Beyza melajukan mobilnya menuju rumah dipedalaman itu. Beyza memakirkan mobilnya sedikit jauh dari rumah itu. ia melihat ada beberapa penjaga didepannya. Beyza mengendap-endap berjalan menunduk bersembunyi dibalik semak.
"satu dua tiga empat,shiit mereka ada empat pula" gumamnya pelan lalu diliriknya botol kaca disampingnya. Beyza pun langsung membanting botol itu.
praang. suara botol pecah itu membuat para penjaga saling melirik dan memberi kode untuk mengecek tempat itu disana. salah satu dari mereka langsung berjalan mendekati tempat Beyza sembunyi,sampai penjaga itu menunduk Beyza langsung membungkamnya dan memukul tengkuk pria itu hingga pingsan,lalu Beyza pun menyeret pria itu tergeletak dibalik semak agar tidak terlihat dengan penjaga lainnya.
fyuuh satu sudah pingsan. gumamnya ia pun melirik lagi kearah tiga penjaga yang masih berjaga dipintu masuk itu.
"dimana dia?! kau susul dia sekarang!!" seru salah satu penjaga itu pada penjaga lainnya. nah penjaga yang kedua mulai berjalan menuju tempat terakhir ia mendengar botol yang pecah tadi. Dengan cara yang sama Beyza lakukan pada penjaga kedua itu.
Beyza lalu berjalan pelan sedikit mendekati pintu penjaga itu,Beyza mengambil kayu didekatnya lalu memukul kearah tengkuk penjaga ketiga sampai pingsan,begitu penjaga keempat melihat Beyza dengan cepat Beyza memukul tengkuknya hingga pingsan.
yess sudah pada K.O. gumamnya senang lalu berjalan pelan memasuki rumah itu. saat ia masuk, lagi-lagi ada dua penjaga lain yang sedang duduk bercengkrama didepan tv. Beyza pun mencari cara agar bisa melewati keduanya itu,ia pun melihat sekeliling ruangan. ia pun melirik kearah deterjen disudut ruangan,senyum jahilnya terbit diwajahnya.
"nice" serunya lalu berjalan perlahan-lahan menuju tempat deterjen itu,ia langsung menaburkan deterjen dan menumpahkan air ke lantai. setelah itu selesai Beyza melirik pintu yang kemungkinan terbesar Muaz dan Hazel ada didalam sana.
"woi!!" teriaknya membuat kedua penjaga tadi terkejut langsung menoleh kebelakang. merek langsung berdiri
"siapa kau?! bagaimana kau bisa masuk kesini?!" tanya salah satunya
"tentu saja bisa bodoh,coba saja tangkap aku brengsek" ejeknya lalu berlari kecil keluar,para penjaga itu langsung mengejar tanpa melihat jika jalanan mereka tergenang air deterjen yang licin,alhasil mereka langsung terpeleset dan saling bertabrakan.
Beyza yang melihat itu tertawa kecil,lalu dengan cepat melirik kearah tongkat bisbol diatas meja. saat kedua pria tadi berdiri dan mulai mendekati Beyza,Beyza langsung memukulnya dengan tongkat bisbol hingga membuat pria itu tergeletak pingsan,dan pria yang satunya lagi dengan cepat Beyza menendang 'masa depan' membuat pria tadi meronta kesakitan. tidak ingin berlama-lama,Beyza langsung membuat pria itu pingsan.
haiis meresahkan saja. gerutunya berjalan pelan menuju pintu itu. ia pun sedikit mendekatkan telinganya kearah pintu,tetapi ia tidak mendengar suara apapun dari dalam.
"lah,apa kamar ini kedap suara??" tanyanya menatap pintu itu,perlahan Beyza membuka pintu dan menampakkan Hazel tengah ditodong pisau sedangkan Muaz terkepung diantara orang-orang itu.
Beyza mengeluarkan bungkus permennya lalu diemut ya perlahan dalam mulutnya.
#flashback off
Beyza yang tengah asyik bercerita tidak menyadari jika kedua adiknya dibelakang sudah tertidur pulas sambil saling menyandar satu sama lain. Beyza yang mendengar suara dengkuran menoleh kebelakang.
"dasar!! aku cerita malah tidur pula mereka!!" gerutunya namun ia tetap melajukan mobilnya menuju apartemennya.