SHAKIL&SHAKILLA

SHAKIL&SHAKILLA
Part.9



Setelah lima belas menit akhirnya sampai di sekolah. Shakilla buru-buru turun dari motor Shakil, Dia melirik arloji di pergelangan tangan nya. Waktu nya kurang sepuluh menit lagi.


"Shakil, gue duluan ya. Mau ke ruang guru"Sekalian menyodorkan helm milik Shakil.


Shakil yang sedang memarkirkan motor hanya mengangguk pelan.


Shakil berlari menyusuri koridor sekolah. Pasalnya parkiran ke ruang guru cukup jauh, sekolahan nya itu sangat luas.


"Tinggal lima menit lagi," Shakilla terus berlari sampai beberapa siswamemandangi nya.


Setelah dua menit akhirnya Shakilla telah sampai di depan ruang guru. Shakilla buru-buru masuk dan menuju ke meja Bu Dewi.


"Assalamualaikum Bu... Saya mau ngumpulin tugas Bu." ucap Shakilla sopan sambil menyodorkan hasil tugas nya.


"Waalaikumsalam," ujar Bu Dewi menerima hasil tugas yang Shakilla berikan.


"Saya gak telat kan Bu?" tanya Shakilla was-was.


"Nggak. Kamu ngumpulin nya pas jam7. Jadi masih ibu terima."


Shakilla menghembuskan nafasnya lega.


Dia lalu tersenyum. "Terimakasih Bu, saya permisi." Dibalas anggukan oleh


Bu Dewi. Shakilla melangkahkan kakinya keluar ruang guru, menuju ke kelasnya.


Shakilla berjalan sambil bersenandung ria.


"Nama lo Shakilla kan?" ujar cowok berbadan tinggi sambil berjalan menyamai langkahnya dengan Shakilla.


Shakilla menghentikan langkahnya,


berbalik menatap cowok tadi.


"Iya." jawab Shakilla cuek.


"Kenalin gue Dion kelas 12 IPS 1," ucap Rama sambil tersenyum singkat.


"Gak nanya ya kak," Shakilla langsung berjalan menjauhi Dion


Dion terus mengikuti langkah Shakilla. Tidak habis fikir, baru pertama kali dirinya di cueki oleh seorang gadis.


"Jangan ikuti gue terus!" ucap Shakilla emosi.


"Gue suka sama lo Shakilla, Mau gak jadi pacar gue," ucap Dion padat singkat dan jelas.


"Gila! Gue gak kenal sama lo, main tembak aja!" kesal Shakilla, Cowok di hadapannya ini jauh menyebalkan dari Shakil.


"Tadi kan gue udah minta kenalan,"


Shakilla tak menggubris ucapan cowok gila itu.ia berjalan cepat meninggalkan cowok itu.


Dion tak menyerah dia terus mengejar Shakilla, mensejajarkan langkahnya.


"Shakilla, Lo mau kan?" tanya Dion sambil menoel-noel lengan Shakilla.


"Gak!" Shakilla mendorong bahu Dion supaya menjauh darinya.


"Gue suka sama lo!" ujar Dion.


"Tapi gue. Gak. Suka. Sama lo!" ujar Shakilla penuh penekanan.


"Makanya belajar buat suka sama gue,"


"Kakak kelas Gila!!" Shakilla ingin pergi tapi lengannya di cekal oleh Dion.


Shakilla sudah habis kesabaran menghadapi cowok itu. Dia menghempaskan lengan Dion dengan kasar. Lalu berlari menuju kelas Shakil.


Bukan Dion kalo tidak mau menyerah.Dia berlari mengejar Shakilla.


Saat tengah berlari Shakilla tidak memperhatikan kedepan, dia terus melihat kebelakang, memastikan Dion masih mengejarnya atau tidak, sampai Shakilla menabrak seseorang.


"Aww," Shakilla mendongakkan kepalanya. Dia tersenyum lalu segera bangkit. Shakil menatap Shakilla bingung, biasanya gadis itu akan langsung marah-marah. "Alhamdulillah. Untung ada lo," ucap Shakillla ngos-ngosan.


"Ada apa?" tanya Shakil bingung.


"SHAKILLA!" teriak Dion dari arah belakang.


Shakilla yan mendengarr suara Dion langsung bersembunyi dibelakang tubuh tegap Shakil.


"Shakil tolongin gue dari cowok gila itu,"bisik Shakilla di belakang Shakil.


Shakil masih belum mengerti, Kenapa Shakilla takut sama tuh cowok.


"Cowok itu maksa gue buat jadi pacar dia," jelas Shakilla.


"Tolongin gue..." rengek Shakilla menyembunyikan kepalanya.


"Minggir, ngapain lo sembunyi. Sini," panggil Dion.


Shakil masih diam saja memperhatikan Rama dari atas sampai bawah.


"GAK MAUU!!" teriak Shakilla di belakang Shakil Dia mulai mengeratkan pegangannya pada kaos olahraga Shakil.


"Ayo sini," ucap Dion mendekat. Dia berusaha meraih tangan Shakilla.


Shakil sudah geram melihat tindakan cowok gak tau diri itu.


"Bukan urusan lo!" ujar Dion. berusaha menarik lengan Shakilla. Shakilla mengeratkan pegangannya.


"Singkirkan tangan lo itu!" tegas Shakil.


"Siapanya dia lo!" Shakilla bingung mau


jawab apa.


"PACAR GUE! PUAS LO! SANA PERGI!"


teriak Shakilla, lalu memeluk tubuh Shakil dari belakang.


Shakil terkejut, enak aja Shakilla bilang dia pacarnya.


"Jangan bercanda deh Shakilla, Dia sama gue juga gantengan gue," ujar Dion sambil menunjuk muka Shakil.


"Ngaca! Enak aja lo bandingin Muka ganteng gue, sama muka lo yang mirip tai!" ucap Shakil nyolot.


"Pergi atau mau kaki lo berpindah tempat?" ujar Shakil santai.


"Mana bisa kaki berpindah tempat! Emang lo siapa?"


"Mau di coba? Lo belum tau gue. kudet banget jadi cowok," ujar Shakil dengan muka santainya.


"Gue Shakil Aditya, Lo pasti sering kan denger nama gue?" Sambil tersenyum meremehkan.


Dion meneguk ludahnya kasar.Dirinya telah masuk ke kandang macan.


"Lo Shakil,Ketua geng motor ******?"tanya Rama. Keringat sudah membasahi dahinya.


"Iya. Kalo gue lihat lo masih gangguin cewek gue. Awas aja!" ancam Shakil dengan muka sangar.


Shakilla mulai keluar dari persembunyiannya.


"Nah, berani gak lo!?" tanya Shakilla sambil bersedekap dada.


"Gak deh, lagian cewek lo cantik banget. Kalo udah putus kabarin ya," sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Shakilla


"Pergi." Suara bariton milik Shakil membuat Dion kaget. Dion langsung berlari terbirit-birit meninggalkan mereka.


"Cowok setres! Gila!" Maki Shakilla pada Rama yang sudah menghilang dari pandangannya.


"Ck, gara-gara cowok gila itu, gue jadi telat masuk kelas!" maki Shakilla. Dirinya masih sangat kesal.


"Diem lo. Gue juga mau ke lapangan jadi telat,"


"Issh. Bukan salah gue, ini itu salah Dion!"


"Iya. Salah Dion!" Shakil sedang malasberdebat dengan Shakilla.


"Duh gimana nih, masuk kelas gak ya? Kalo masuk nanti dihukum, kalo gak masuk nanti di Alfa." Shakilla berbicara pada dirinya sendiri.


"Kelas lo lagi kosong, Pak Budi gak berangkat. Anaknya sakit!" ucap Shakilla.


"Alhamdulillah." Sambil tersenyum lega.


"Lo seneng kalo anak Pak Budi sakit?" ujar Azka tak percaya. Aliya ternyata bahagia di atas penderitaan anak Pak Budi.


Shakilla memutar bola matanya malas.


"Bukan itu, gue seneng gak jadi dihukum!"


"Oh kirain,"


"Taulah! Makasih udah nolongin gue, dari kakak kelas alay tadi,"


"Hm," Shakilla bberdecak mendengar jawaban Shakil.


*****


"WAWAN! TURUN GAK LO!" teriak serra dari bawah.


"GAK," ucap wawan nangkring di pohon dekat lapangan.


"BALIKIN KIPAS GUE BABI!" kesal Serra. Dirinya sedang kipas an di bawah pohon sambil nunggu Pak Didi datang. Malah si biang kerok datang lalu mengambil paksa kipasnya.


"Minjem Ra, pelit amat," ujar Wawan dengan santai.


"Iya gue pelit, sini balikin," Serra sangat kesal dengan siluman monyet itu.


"Nanti, gue gerah," ucap Wawan sambil mengipasi wajahnya.


"Gue juga gerah monyet!!" Wawan mengabaikan kata-kata gadis yang berada di bawah sana.


"Ribut Mulu lo berdua," ujar Banyu sambil membawa banyak bola kasti.


"Bilangin temen lo yang mirip setan itu, suruh balikin kipas gue," ujar Serra pada Banyu.


"Bukan temen gue!" ujar Banyu membuat Wawan melototkan matanya tidak terima.


Bayu meletakkan bola kasti itu di bawah pohon yang di naiki Wawan. Lalu dia pergi dan duduk tidak jauh dari sana.


Serra yang melihat bola kasti itu lantas.menyunggingkan senyumnya.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMEN TEMEN ☺️☺️.