SHAKIL&SHAKILLA

SHAKIL&SHAKILLA
Part.6



"Biasanya juga gue gak pernah sarapa Rissa, Tapi gak pernah sakit,"


"Ini nyatanya sakit!Sakit itu datang tiba-tiba,Sama halnya kaya cinta!"


Shakilla memutar bola matanya malas.


"Heran gue! Kenapa lo selalu bahas cinta sih!"


"Ya gak papa sih,lupain aja!Ayok ke UKS,"Sambil memegang tangan Shakilla.


"Takut ada guru,Lima menit lagi juga bel masuk,"


..."Nanti gue iz--"ucapan Rissa terpotong karena suara speaker yang ada di kelas nya berbunyi....


"Pengunguman untuk siswa siswi MERPATI INDAH,Karena skolah kita kedatangan tamu spesial jadi untuk jam pertama sampai jam ke enam kosong.harap jangan ribut dan sekian terimakasih.


Rissa menggelengkan kepalanya tidak percaya,Doa nya ternyata langsung dikabulkan.Shakilla hanya menganga,Dia juga tak percaya bahwa akan terkabul.


"Killa?Ternyata keajaiban memang ada!"


Shakilla mengangguk-anggukkan kepalanya."Iya Rissa...Gak nyangka gue!"


"Mumpung jamkos mending lo ke UKS ya,"Ucap Rissa memegang bahu Shakilla.


Baru saja Shakilla ingin berdiri.


Terdengar suara notifikasi berasal dari hp nya, Shakilla kembali duduk lalu membuka untuk mengecek siapa yang mengirim nya pesan.


SHAKIL


killa!?


Y.


Kekelas gue sekarang!Bawa juga bekal yang gue pesan kemarin.


Harus sekarang?


Iya sekarang.


Gue udah laper banget nih.


READ


Shakilla hanya membaca pesan terakhir dari Shakil.Sebenarnya dia males ke kelasnya Shakil kepalanya juga terasa pusing.Tapi kasihan juga karena Shakil pasti belum makan kalau sampai pingsan kan nggak lucu.


"Ada apa?"tanya Rissa, karena Shakilla sedari tadi melamun.


"Rissa...Gue gak jadi ke UKS,di suruh ke kelas si Shakil,"Ucap Shakilla.


"Loh,mau ngapain.Lo kan lagi sakit!"


"Mau ngasih bekal makanan,Shakil juga belum makan,kalo sampai pingsan kan gak lucu.


"Kalo lo yang pingsan gimana?"


"Gak akan Riss,pusing dikit kok,"


Shakilla mencoba m menjelaskan pada Rissa.


"Yaudah deh,gue anter ya,"Shakilla langsung menggeleng.


"Gak usah,gue cuma sebentar kok,"


Sambil mengambil dua kotak makan yang dia taro di laci meja nya, Shakilla mulai melenggang pergi meninggalkan Rissa yang menatap dirinya dengan heran.


Risaa melongo melihat Shakilla pergi untuk menemui Shakil.Biasanya kalau Ajak


Shakil menyuruhnya untuk melakukan apapun itu, Shakilla selalu menolaknya tapi sekarang Alia rela ke kelas Shakil untuk memberikan kotak nasi walaupun dirinya sedang tidak enak badan.


"Ada yang mencurigakan!Ujar Rissa sambil mengetukkan jemari nya dibibinya.


********


Sesampai nya didepan kelas Shakil yang ramai karena jamkos.Shakilla menggerakkan kakinya masuk.Sudah biasa dirinya keluar masuk kelas Shakil aduh bacot di kelasnya Shakil pun pernah.


"Eh ada Adek gemaz Shakilla!"ucap Andre dengan ekspresi bahagia.


Shakilla cuma membalasnya dengan senyuman.Dia males kali untuk berbicara


Andre pindah posisi supaya syakila bisa duduk di bangkunya. Shakilla langsung duduk di bangkunya Andre yang berada di samping tempat duduk Shakil.


"ini bekal nya,"sambil menyodorkan nya ke Shakil


"Lo masak apa?"tanya Shakil sambil melirik untuk melihat wajah Shakilla.


"Nasi goreng,"ucap Shakilla singkat,kepalanya terasa pusing apalagi suasana kelasnya Shakil yang sangat berisik.


Shakil menatap Shakilla heran.Tumben sekali garis di samping ini tidak banyak bicara .Shakil kembali menatap Shakilla ,keringat yang menetes di dahi,Bibir pucat, Shakilla sakit?.


"Lo kenapa?"tanya Shakil,Dia khawatir melihat Shakilla yang seperti ini.


"Gak papa,disini berisik gue keluar ya,"ingin beranjak berdiri,sebelum berdiri Shakilla kembali menatap Shakil.


"Dimakan sampai habis,gue butuh perjuangan buat nya,"ucap Shakilla.


Shakil mengerutkan dahinya bingung, saat melihat Shakilla yang ingin pergi, Shakil berdiri sekalian membawa bekal nya dan bekal Shakilla.dia mencekal lengan Shakilla. lalu menarik tangan Shakilla supaya mengikutinya.


Shakilla hanya mengikuti Shakil Dia tidak punya tenaga untuk berdebat dengan pria itu.


Shakil membawa Shakilla ke rooftop sekolah.sesampainya disana Shakil mendudukkan Shakilla.


"Badan lo panas,lo sakit?"sambil mengecek suhu tubuh Shakilla.


"Kepala gue pusing,Ucap Shakilla sambil menyender di bahu tegap Shakil.


"Udah makan?"Di bales gelengan oleh Shakilla.


"Kebiasaan,"Shakil mulai membuka kotak makan untuknya dan Shakilla.


Shakil menyerahkan kotak makan kepada Shakilla,"Cepat makan,di habisin,"


"Gak mau kil,"rengek Shakilla seperti anak kecil.


"Makam killa,"tegas Shakil.


Shakilla meraih kotak makan dari tangan Shakil lalu memakannya.Sebenarnya dia malas makan rasanya pahit, Tapi dirinya juga lebih mahal lagi kalau harus berdebat dengan Shakil.


"Pintar,"Sambil menepuk-nepuk kepala Shakilla dengan pelan.Lalu Shakil merongoh saku celananya dan mengambil ikat rambut Shakilla.


Shakil mulai mengikat rambut Shakilla supaya gadis itu tidak merasa gerah.Shakil mengikatnya dengan asal membuat beberapa helai rambut yang tidak terbawa.Shakil tersenyum saat menatap syakila yang sedang makan dengan malas.


"Udah ya kil,rasanya pait,"sambil meletakkan sisa nasi di sampingnya.


Shakil melepaskan jakei nya lalu menaruh di lantai untuk bantalan Shakilla.


"Tidur aja disini,"sambil menepuk lantai yang sudah ada jaket miliknya.


Shakila mulai merebahkan tubuhnya.Angin yang berhembus kencang membuat Shakilla merasa tenang. Shakilla mulai memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa pusing nya


Shakil yang melihat Shakilla memejamkan matanya mulai memakan nasi goreng buatan syakila dengan lahap.Dirinya juga belum makan dari pagi. Sesekali melirik syakila yang masih terpejam.


Nasi goreng buatan Shakilla sudah habis tak tersisa.Shakil mulai membuka HP lalu bermain game, Shakil merebahkan tubuhnya di samping Shakilla.


Sudah 1 jam lebih Shakil bermain game, membuatnya bosan lalu melirik ke samping dan mendapati syakila tertidur dengan pulasnya. Shakilla mengeliat kekanan kekiri membuat rok sekolahnya sedikit menyingkap ke atas.


Shakil yang melihat paham mulu Shakilla hanya bisa beristighfar.Shakil bingung mau membenarkan rok Shakilla supaya seperti semula tapi takut khilaf.


"Astaufirullah,tahan tahan.Disini banyak godaan setan terkutuk,"Shakil mulai melepaskan kaos seragam nya lalu menyampirkannya ke paha Shakilla supaya tertutupi .


"Huh! Akhirnya,"sambil bernapas lega.


Shakil membuka kembali hp nya saat mendengar notifikasi masuk.