SHAKIL&SHAKILLA

SHAKIL&SHAKILLA
Part.16



"ECHA PUNYA TIPE X GAK?" teriak Wawan duduk di bangku ujung kelas.


Echa menoleh. "Punya," ucap Echa.


"PINJEM DONG!" teriak Wawan.


"Gak usah teriak bisa gak sih?! Lo pikir gak brisik?!" ucap Serra menatap Wawan sinis.


"Nyambung aja Mak lampir!" ujar Wawan nyolot.


"Dasar orang gila!!" maki Serra.


"Ini tipe x nya," ujar Echa lembut.


"Lempar aja cha," dibalas anggukan oleh Echa.


Echa mulai melempar tipe x nya dengan kekuatan penuh sehingga mendarat mulus di jidat Wawan.


"Aww," pekik Wawan sambil memegangi jidatnya yang terasa ada benjolan lumayan besar. Seisi kelas dibuat tertawa karena melihat muka ngenes Wawan.


"Mampus lo!!" Ejek Serra sambil meletakkan lidahnya.


Wawan hanya melototi Serra.


"Yang ikhlas dong Cha, jidat gue sakit nih!"


"Maaf maaf Wan." ucap Echa sambil menyatukan kedua tangannya.


"Iya deh gak papa Cha." ujar Wawan.


"Makanya kalo mau minjem itu ambil sendiri." ujar Banyu sambil terus tertawa renyah.


"Gue juga gak tau kalo ending nya bakal benjol gini!!"


"Ngenes banget jadi gue. Kemarin jatuh dari pohon sekarang benjol di jidat."


"Lo kayanya kebanyakan dosa Wan. Cepet tobat deh sana. Minta ampun sama Allah," ujar Faizan menceramahi wawan.


"Betul tuh yang di katakan Izan," ujar Azka. Dia biasa memanggil Faisal dengan sebutan Izan.


"Gue gak ngerasa punya dosa," ujar Wawan.


"Yang tau dosa lo itu Allah." ujar Faizan.


"Cepet tobat deh keburu mati," kata Andre.


"Sialan! Lo doain gue mati?!" kesal Wawan.


"Iya begitulah!" ucap Andre sambil tertawa diikuti ketiga teman lainnya.


"Teman luknat!!".Umpat Wawan.


*****


"Lo tau gak killa, tadi pagi kan gue mau berniat bikin sarapan buat Mami," crocos Rissa.


"Terus?" tanya Shakilla ingin mendengar kelanjutan cerita gadis dihadapannya.


"Gue buat dong telor ceplok, kan belum mateng nih, gue tinggal mau bab dulu,"


"Terus?"


"Pas udah bab nih, gue gak sabar pasti


telor nya udah Mateng. Pas gue lihat ke wajan ternyata-"


"Ternyata apa?"


"Telor ceplok nya gosong. Udah gak berbentuk, pokoknya gosong parah huwa." ujar Rissa dengan tampang sedih.


Shakilla yang mendengar cerita konyol dari Husna tidak bisa menahan tawanya.


"Lo bego atau oon sih?" ujar Shakilla sambil terus tertawa renyah.


"Harusnya lo kecilin tuh api!"


"Gak ngerti gue, itu pertama kali gue nyoba masak."


"Terus gimana ekspresi Mami Desi?"


"Marah dong, Mami terus ngomel-ngomel gak jelas!" ujar Rissa sambil memanyunkan bibirnya.


"Katanya gue gak bisa ngapa-ngapain, tapi emang iya sih. Gue cuma bisa rebahan," ujar Rissa sambil terkekeh.


"Kalo gue punya anak modelan kaya lo..Udah gue buang Risa," ujar Shakilla tertawa mengejek.


"Kampret! Ajarin dong killa."


"Ajarin apa?"


"Masak. Masakan lo itu paling enak setelah masakan mami gue," puji Rissa.


"Iya dong, siapa dulu Shakilla." ujar Shakilla sombong.


"Mulai deh, sombongnya kumat."


"Iya nanti gue ajarin."


"Kapan? Pulang sekolah?"


"Nanti bulan depan."


"Kelamaan Shakilla," kesal Rissa,


Shakilla terkekeh. "Minggu depan aja deh. Gimana?"


"Okee, nanti gue kasih es krim satu cup."


"Masa cuma satu."


"Terus lo mau berapa?" tanya Rissa.


"Sepuluh."


"Hah, kebanyakan dodol!"


"Yaudah gak mau ngajarin lo masak," ancam Shakilla sambil bersedekap dada.


"Iya gue beliin sepuluh," ucap Rissa.


*****


"Upil gue kok udah gak ada?" ujar Rissa sambil mencari keberadaan upilnya ditembok toilet sekolah.


"Udah garing tau!" ucap Shakilla sambil menonyor kepala Risaa.


"Masa iya? Padahal mau gue tambahin satu lagi."


"Jorok iyuuh!"


"Gak jorok! Ini namanya eksperimen,"


"Eksperimen matamu!"


"Lo gak mau nyumbangin upil lo? Biar upil gue gak sendirian lagi."


"Gak!"


"Ayolah Killa. Pelit amat."


"Biarin!"


"Jorok amat hidup lo!"


"Gue kan udah bilang, ini itu eksperimen Aliya."


"Stres emang lo itu!"


"Gue gak stres! Sumbangin upil lo dong!"


"Gak Rissa!"


"Ayok dong Killa!!"


"Lo ngomong lagi tentang upil. Awas aja gue gak mau ngajarin lo masak."


"Issh, iya iya gak lagi."


"Sabar ya upil. Nanti gue kembali lagi mau kasih temen buat lo. Biar gak kesepian. Cukup gue aja yang kesepian lo jangan." ujar Rissa pada upilnya yang sudah nemplok di dinding toilet.


"Punya dosa apa gue, sampe bisa ketemu sama gadis gesrek ini,"


*****


"SHAKIL MINJEM TANGGA!" teriak Shakilla di depan rumah Shakil.


"Buat apa?" tanya Shakil sambil mendekati Shakilla.


"Buat ambil jambu di halaman rumahMpok Tuti."


"Lo mau nyuri lagi?"


"Gue tuh gak nyuri tau."


"Lo ambil diem-diem itu artinya nyolong, nyolong itu dosa."


"Nyolong apa?" tanya Shakilla sambil menunjukan raut kebingungannya.


"Nyuri dodol!" Sambil menjitak kepala Shakilla cukup keras.


"Aw, sakit!" Shakilla gantian menjitak kepala Shakil tidak kalah kerasnya.


"Gue juga sakit!" Sambil memegangi kepalanya yang habis di jitak Shakilla.


"Mampus!" ejek Shakilla sambil memeletkan lidahnya.


"Setan!" maki Shakil dibalas gelak tawa oleh Shakilla.


"Mana ada setan cantik!"


"Dih emang lo cantik?"


"Cantik lah!" Sambil mengibaskan rambutnya.


"Burik gitu," ucap Shakil membuat Shakilla memanyunkan bibirnya.


"Ayok cepet mana tangga nya Shakil. Nanti keburu Mpok Tuti nya pulang Shakil!!"


"Ambil sendiri sana!" ujar Shakil.


"Ambilin dong! Gak kuat gue," rengek Shakil.


"Gak kuat Mulu perasaan. Makanya makan yang banyak biar cepet gede."


"Lo lupa? Gue makan empat kali sehari. Tapi emang dasarnya badan gue ini kecil."


"Percuma makan banyak kalo tetep tepos."


"Wah bilang apa lo?" tanya Shakilla memandang Shakil sengit.


"Tepos!"


"Gue itu gak tepos! Cuma kurang tinggi aja!"


"Masa?"


"Gak percaya lo?" tanya Shakilla


"Gak."


"Yaudah. Mau lo percaya kek. enggak kek. Gue mah bodoamat."


"Udahlah, kalo tepos bilang aja!" Ejek Shakil.


"Sialan."


"Buktikan dong." ujar Shakil sambil menaik turunkan Alis nya.


"Oke. Siapa takut!!".


"Mana buktinya?"


"Nih. Tutup dulu mata lo!"


"Oke," Shakil mulai memejamkan kedua matanya.


Shakilla tersenyum licik. "Bentar jangan di buka dulu."


"Iya."


"Gue hitung sampe tiga ya. Nanti Lo langsung buka mata."


"Iya Shakilla."


Shakilla mulai mencopot sandal jepit nya, lalu mengarahkan ke pantatnya Shakil.


"Gue hitung ya," dibalas anggukan oleh Shakil.


"Satu ... Dua... Tiga," Shakilla langsung menabok pantat Shakil dengan keras. Lalu berlari ngacir meninggalkan Shakil yang sedang meringis kesakitan.


"PANTAT GUE SAKIT SHAKILLA!!" teriak Shakil sambil mengelus pelan pantatnya yang terasa perih.


Shakilla berhenti berlari lalu berbalik ke belakang.


"MAMPUS! LO PIKIR GUE MAU BUKTIIN APA? DASAR MESUM!!" teriak Shakilla sambil memeletkan lidahnya meledek Shakil.


"AWAS YA! GUE KEJAR LO!!" Shakil mulai berlari mengejar Shakilla yang terus tertawa mengejek.


Mereka berdua terus berlari kejar kejaran seperti tikus dan kucing mengelilingi halaman rumah Shakil yang sangat luas. Shakilla mulai capek, tapi Shakil terus saja mengejarnya.


"Huhu, SHAKIL UDAH DONG JANGAN NGEJAR MULU!!" teriak Shakilla sambil terus berlari.


"GAK! GUE BAKAL KASIH LO HUKUMAN!" teriak Shakil dibelakang Shakilla. Shakil terlihat biasa saja padahal Shakilla rasanya sudah mau pingsan.


"AMPUNNN! GUE CAPEK," teriak Shakilla.


"BODO AMAT!!"


"UDAH DONG KIL! JANGAN NGEJAR TERUS!" teriak Shakilla dengan nafas yang memburu.


"Gak!"


"BUNDA MAWAR, TOLONGIN SHAKILLA! ADA ORANG GILA YANG TERUS NGEJAR-NGEJAR AKU," teriak Shakilla kencang supaya Mawar mendengar suaranya.


"Bunda lagi fokus liat Azab, jadi gak mungkin denger teriakan lo." ujar Shakil sambil terus berlari.


"SHAKIL MAAFIIN KILLA," teriak Shakilla sambil menoleh ke belakang memastikan kalo Shakil belum mendekat.


"Maaf di tolak."


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMEN TEMEN ☺️☺️.