
"Duh. Lo kenapa sih Ka?" tanya Shakilla.
"Gapapa. Besok sampai Minggu depan lo harus sering-sering gue peluk," ucap Shakil sambil membenamkan wajahnya pada ceruk leher Shakilla.
"Kenapa?" tanya Shakilla masih bingung.
"Minggu depan kan lo bakal balik. Nanti gue kangen gimana?" Rengek Shakil.
"Lebay lo! Rumah gue itu di samping rumah lo!" ujar Shakilla sambil membalas pelukan Shakil
"Rasanya beda aja."
"Beda gimana? Biasanya juga lo main nyelonong aja masuk rumah gue. Apalagi kamar gue!!"
"Lo juga gitu ke kamar gue." ucap Shakil.
"Iya sih. Berarti kita sama!!" ujar Shakilla sambil terkekeh.
"Nikah aja yuk?" rengek Shakil tanpa melepaskan pelukannya.
Shakilla memutar bola matanya malas mendengar Shakil terus merengek minta nikah.
"Kenapa lo ngebet banget pengen nikah sih!" ucap Shakilla gemas pada cowok yang sedang memeluknya erat.
"Gue mau milikin lo sepenuhnya. Gak mau pacaran kaya gini! Dosa kata pak ustadz, "ujar Shakil.
"Udah tau dosa! Kenapa lo maksa ngajak pacaran. Peluk-peluk anak orang sembarangan!" ujar Shakilla.
"Ya itu! Makanya gue ajak nikah. Biar dosa nya gak tambah banyak!" ucap Shakil seraya menghirup dalam-dalam aroma tubuh Shakila.
"Iya dah, serah lo." Shakilla pasrah.
"Bulan depan nikah?" tanya Shakil sambil meleraikan pelukannya.
"Astagfirullah!!" ucap Shakilla sambil melototkan matanya.
"Salah ya. kalo gue ajak lo nikah?" tanya Shakil menatap Shakilla serius.
"Gak salah. Cuma waktunya aja yang kurang tepat!" kesal Shakilla.
"Yaudah. Minggu depan aja gimana?" tanya Shakil lagi.
Shakilla menghembuskan nafasnya kasar.
"Sekali lagi lo ajak nikah. Gue tabok lo!" Ancam Shakilla
"Silahkan!" ujar Shakil santai.
"Wah serius?" tanya Shakilla bersiap-siap untuk menabok Shakil.
"Asal satu kali tabok. Gue bales dua kali cium. Gimana?" tanya Shakil seraya tersenyum kecil.
"Gak ada. Gak ada. Gue mau tidur!" ucap Shakilla sambil berbalik berniat melangkah menuju kasur.
Shakil kembali duduk ke sofa nya. Dia lagi mikir gimana caranya supaya bisa menikah muda.
*****
"Si Fisya tidur udah kaya kipas angin. Muter-muter terus!" gumam Shakilla berusaha memindahkan tubuh Fisya supaya dirinya bisa tidur di samping Fisya.
Baru aja Shakilla ingin merebahkan tubuhnya di kasur. Fisya malah tidur terlentang tidak menyisa kan bagian untuk Shakilla tidur.
"Gue tidur dimana dong?" ucap Shakilla merasa kesal sendiri..
Shakil yang sedari tadi memperhatikan Shakilla hanya terkekeh melihat gadisnya kesusahan.
"Tidur di sini. "ucap Shakil seraya menepuk sofa.
"Gak muat," ucap Shakilla seraya mengacak-acak rambutnya sendiri.
"Muat, sini." ujar Shakil.
"Gak mau!" tolak Shakilla.
"Yaudah. Gak usah tidur," ucap Shakil santai lalu merebahkan tubuhnya sambil menarik selimut.:
"Dih." Kesal Shakilla lalu berjalan mendekat ke arah Shakil
"Lo yang tidur dikasur. Gue yang tidur di sofa. Gimana?" tawar Shakilla.
"Ogah! Bisa pegel nih badan nanti di tendang sama Fisya! Liat aja tuh bocah tidur nya udah kaya kincir angin!!" crocos Shakil.
"Tumben banget lo ngomong panjang kali lebar!" ucap Shakilla.
"Lepasin Ka!" ucap Shakilla berusaha bangun.
"Tidur Shakilla!" ucap Shakil dengan suara serak membuat Shakilla merinding.
"Gak mau. Gue takut," ucap Shakilla lirih.
"Udah berapa kali gue bilang sama lo. Gue gak akan pernah macem-macemin lo." ucap Shakil.
Shakilla hanya diam mendengarkan penuturan Shakil dengan jantung yang berdetak tak karuan.
"Tugas Shakil menjaga Shakilla. Bukan merusak Shakilla," ujar Shakil sambil mengelus lembut rambut Shakilla.
"Tapi lo mesum!!" ucap Shakilla.
Shakil terkekeh.
"Gue cuma bercanda. Ngejahilin Shakilla sudah menjadi tugas utama seorang Shakil ."
Tidur ya," ucap Shakil lembut.
Shakilla mengangguk berusaha menutup kedua matanya. Tapi tidak bisa.
"Shakil," panggil Shakilla.
"Hm?" jawab Shakil dengan tangan yang bertengger manis di punggung Shakilla seraya menepuk-nepuk nya pelan.
"Sifat lo aneh!" ucap Shakilla..
"Aneh gimana?" tanya Shakil bingung.
"Kalo di sekolah galak, dingin pokonya nyeremin. Kalo di rumah manja kaya anak kecil," ucap Shakilla.
"Emang salah kalo gue manja sama calon istri? Hm?" tanya Shakil.
Shakilla menggeleng. "Gak salah sih."
"Emang boleh kalo di sekolah gue manja sama Tasya?" tanya Shakilla.
"Awas aja kalo lo berani deket-deket sama tuh nenek lampir!! Gue cekek lo!" kesal Shakilla.
Shakil terkekeh gemas. "Bercanda.
Shakilla hanya diam, dia sibuk mencari posisi nyaman pada dada bidang Shakil.
"Sha?" panggil Shakil.
"Apa?"
"Gue pengen nikah. Pengen buat anak yang banyak!" rengek Shakil.
"Astagfirullah, Nikah mulu!! Kesel gue," kesal Shakilla.
"Bahas nikah nanti aja ya. Gue masih polos om," ujar Shakilla.
"Tapi harus janji dulu. Lo harus nikah sama gue. Kalo misal gue pergi jauh, Lo gak boleh nikah duluan. Lo harus tunggu gue kembali," ucap Shakil dengan serius.
"Emang lo mau pergi kemana? Rumah aja samping gue," ucap Shakilla.
"Yakan, misal Shakilla."
"Iyaa Janji."
"Gue sayang sama lo Sha," ucap Shakil.
"Tau. Gue juga sayang sama lo."
"Lo jangan pernah berubah ya Ka. Meskipun sikap lo nyebelin, tapi gue suka. Oh iya, manja aja terus sama gue. Asal jangan sama cewek lain."
"Gue gak akan pernah berubah. Asal jangan lo sendiri yang membuat gue berubah."
"Kita itu ditakdirkan bersama Sha. Shakil milik Shakilla." ucap Shakil.
"Shakilla milik Shakil." ucap Shakilla seraya memeluk erat Shakil.
Dua sejoli yang sedang jatuh cinta saling berpelukan di tengah gelapnya malam seolah-olah dunia milik berdua. Membuat setan-setan di sekitarnya merasa iri.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMAN TEMAN ☺️☺️.
Maaf ya teman² aku baru update, Soalnya aku sedikit sibuk jadi baru bisa update sekarang🙏🙏. Dan aku mau berterimakasih buat yang selalu nunggu cerita aku update😘😘😘