SHAKIL&SHAKILLA

SHAKIL&SHAKILLA
Part.11



"Ini," Shakil memberikan boneka tersebut ke Shakilla. Shakilla langsung menerimanya.


"Makasih," ucap Shakilla tanpa semangat.


Shakil menatap gadis itu bingung.


"Kenapa muka lo? Asem gitu."


"Gue kesel kenapa kembaliannya gak lo terima sih."


"Gapapa sedekah."


"Sedekah itu sama anak yatim, bukan cewek ganjen itu,"


"Gak ganjen,"


"Ganjen, sok kecantikan."


"Emang cantik," ujar Shakil membuat Shakilla semakin kesal.


Shakil pergi duluan menuju motor Shakil. "Lo kenapa?" Sambil memakai helm nya.


"Gak papa!"


"Wah, jangan-jangan lo cemburu ya sama mba penjual toko tadi," tebak Shakil sambil tersenyum yang bagi Shakilla najis.


"Najis."


"Bilang aja kali, gini amat jadi cowok ganteng. Kemanapun banyak yang suka," ucap Shakil.


"Muka mirip tai aja bangga!"


Shakil heran sama gadis di hadapannya ini. Kalau di balas nangis gak di bales ngelunjak.


"Gue buang sandal kelinci jelek Lo itu."


"Enak aja ngatain sandal gue jelek lo!"


"Emang kenyataannya jelek!"


"Muka lo tuh yang jelek, minta di gaplok."


"Udah gue boncengin, beliin boneka, gue jajanin. Emang setan gak tau terimakasih,"


"Enak aja ngatain gue setan."


"Sifat lo kaya setan!"


"Taulah! Kesel gue,"


*****


"Bund, Shakil mau keluar," Izin Shakil


pada Mawar.


"Udah malem mau kemana kamu.


"Bunda gak izinin ya kalau kamu mulai


balapan lagi," crocos Mawar.


"Siapa juga yang mau balapan, Shakil itu


mau keluar ke rumah Shakilla,"


"Oh bilang dong kalau mau ketemu calon menantu Bunda," Shakil menatap Mawar kesal.


"Apaan dah!"


"Kalo mau nginep di rumahnya Shakilla juga boleh."


"Bisa di tendang Shakil sama om Raka."


Dibalas gelak tawa Mawar.


"Udahlah Shakil mau pergi," Sambil mencium tangan Mawar.


Shakil melenggang pergi menuju rumah Shakilla yang berada di samping rumahnya.


Shakil membuka pintu dan langsung melenggang masuk.


Shakil kemudian mendekati Raka dan Diana yang sedang mengobrol sambil menonton tv di ruang keluarga.


"Mah, Om," ucap Shakil pelan.


"Eh Shakil, sini mau jajan gak," sambil menunjuk cemilan di hadapannya.


"Shakilla mana mah?"


"Shakilla dikamar udah tidur kali, langsung cek aja ke kamarnya," ucap Diana.


Melati sudah menganggap Shakil seperti putranya sendiri. Begitupun Mawar.


"Shakil ke kamar Shakilla ya,"


Terlihat gadis sedang tertidur pulas sambil memeluk boneka kucing yang baru di beli tadi sore.


"killa, Lo beneran tidur?" ucap Shakil


sambil mendudukkan pantatnya di samping Shakilla yang sedang tertidur.


"Killa," panggil Shakil sambil menepuk pelan pipi Shakilla.


Shakilla hanya menggeliat kecil. Shakil tak menyerah dia terus memanggil Shakil supaya gadis itu bangun.


Bukannya bangun Shakilla malah memeluk lengan Azka dengan erat.


"Astagfirullah. Nih bocah tidur apa mati sih,"


Shakilla hanya bergumam, "Apa sih mah, paginya masih lama," ujarnya masih setia memejamkan mata.


"Ini gue, Shakil." Bisik Shakil tepat ditelinga Shakilla.


"Sana pergi dari mimpi gue, ganggu hidup gue Mulu, gak di kehidupan nyata, gak di mimpi nyumul Mulu," gumam Shakilla tanpa henti.


"Ini nyata bukan mimpi," ucap Shakil.


"Pergi lo, ganggu mulu. Heran!" gumam Shakilla sambil terus memeluk lengan Shakil erat.


"Bangun atau gue cium?" Bisik Shakil


membuat Shakilla merinding. Shakilla mulai mengerjapkan matanya beberapa kali, berusaha mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul.


"SHAKIL MESUM!!" teriak Shakilla melepaskan pelukannya dari lengan Shakil.


Shakilla melempari bantal ke arah Shakil.


Shakil hanya tertawa renyah.


"Berhenti Killa," ucap Shakil, Shakilla terus saja melempari bantal ke arah Shakil.


"Ngapain lo malem-malem di kamar gue!" kesal Shakilla, Dia terus memukuli Shakil tanpa henti.


Shakil menarik bantal dari genggaman Shakil. Membuat gadis itu oleng, Shakilla akan terjatuh dari kasurnya kalau Shakil tidak cepat-cepat menarik tubuh Shakil dalam pelukannya.


Shakilla kaget, dia hanya diam saja dalam pelukan Shakil.


"Keenakan lo dipeluk gue," ledek Shakil sambil mengelus rambut Shakilla.


"Dih amit-amit," Shakilla langsung mendorong tubuh Shakil membuatnya jatuh kebawah.


Shakil merintih sambil memegangi pantatnya yang terasa nyeri.


"Sakit dodol!"


"Mampus lo," ejek Shakillasambil meletakkan lidahnya.


"Gue buang sandal lo itu." Ancam Shakil sambil berusaha berdiri.


"Ngancem teross, gue santet lo!"


"Tulang pantat gue sepertinya berpindah tempat,"


"Lebay! Jatuh dari kasur doang masa tulangnya bisa sampe pindah," ujar Shakil dengan kesal.


"Ya bisalah, Lo dorongnya kuat banget."


"Berisik, itu azab karena ganggu orang tidur."


"Di kira Indosiar kali ah."


"Diem. Mau apa Lo ke kamar gue?" tanya Shakilla.


"Asli nya mau ajak lo keluar cari angin. Lo kan jomblo."


"Lo sendiri juga jomblo ******!!"


"Ngapain Lo bawa-bawa nama geng gue!" ucap Shakil tak terima.


"Nama geng kok ******, itu geng apa


celana dalem?" Ledek Shakilla.


"Wah ngece lo ya! Itu gue yang nama in. Sampe dua hari kagak tidur."


"Lebay! Sampe dua hari tapi hasilnya sangat membanggongkan," ucap Shakilla tertawa puas.


"****** (Sempurna dan Kompak) bagus banget kan," kata Shakil sambil bersedekap.


"Iyaa saking kompaknya, sampe satu geng sama-sama gesrek!"


"Gak papa gesrek yang penting ganteng,"


"Bosen gue denger lo dikit-dikit ngomong ganteng. Haus? Minum!"


"Dari pada lo, cengeng."


"Yaiyalah cengeng, Lo kalo ngeledek keterlaluan."


"Masa sih! Bahagia banget kalo liat lo nangis karena gue."


"Bahagia diatas penderitaan Shakilla!" Lanjut Azka.


"Emang gila!"


"Siapa?"


"Lo!"


"Yang nanya,"


"Sialan lo, pergi sana dari kamar gue!"


"Gak mau jalan-jalan?"


"Gak! Dasar jomblo," ejek Shakilla.


"Lo juga jomblo!"


"Iya sih," ucap Shakilla


"Gimana kalo kita pacaran"?ucap Shakil.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMEN TEMEN ☺️☺️.