SHAKIL&SHAKILLA

SHAKIL&SHAKILLA
Part.10



Serra mengambil bola kasti. "Yakin gak mau balikin?" ucap Serra sekali lagi.


"Gak."


Serra pun sudah geram, dia lalu melempari Wawan dengan bola kasti itu. Supaya Wawan turun.


"Aw. Aww!" jerit Wawan di atas sana.


"Rasain lo!" Sambil terus melempari Iwan.


"UDAH WOY!! SAKIT TAU!!" teriak Wawan sambil meringis. Pasalnya Serra melemparkan bola itu dengan kekuatan penuh.


Wawan yang tidak bisa mengatur keseimbangannya jadi terjatuh kebawah.


"Aduhh, punggung gue..." Wawan meringis sambil memegangi punggungnya.


Serra langsung mengambil kipas nya. "Untung kipas gue gak rusak," sambil tersenyum senang.


"Punggung gue nih encok!!" Geram Wawan.


"Mampus!!" Serra meninggalkan Wawan yang sedang kesakitan.


"Hahaha... Kasian banget lo Wan!" ujar Banyu sambil tertawa renyah.


"Kampret!! Temen lagi sengsara malah ketawa!" Dengan ekspresi marah.


"Lagian lo banyak tingkah sih!" Sambil terus tertawa seraya memegangi perutnya.


"Dasar temen semprul!" maki Wawan.


Faizan dan Andre hanya diam saja. Andre sedang galau karena Zahra belum menerima cintanya.


Kalo Faisal emang jarang bicara.


Banyu meninggalkan Wawan yang sedang meringis. Lalu mendekati Faizan dan


Andre.


"Andre, tumben lo diem-diem Bae!" ucap Banyu menepuk bahu Andre lalu duduk di sampingnya.


"Kenapa ya Zahra selalu nolak gue, selalu beranggapan kalo gombalan gue itu cuma main-main." Andre mencurahkan isi hatinya pada Banyu.


"Lo kurang ganteng kali," ucap Banyu sambil terkekeh.


Andre memandang Banyu malas. "Padahal gue bener-bener sayang sama Zahra sejak kelas 10,"


"Mungkin Zahra ingin lo bertindak lebih bukan hanya kata-kata gombal doang."


"Gimana caranya?"


"Bego! Misal lo ajak dia berangkat dan pulang bareng, bawa jalan-jalan, pokoknya lo harus buat Zahra yakin lo beneran tulus sayang sama dia. Lo mah modal gombalan receh aja dibilang berjuang," jelas Banyu pada Andre.


"Gue takut dia nolak,"


"Belum dicoba udah nyerah. Cemen lo!"


"Thanks bro. Tumben solusi lo bermanfaat," ujar Andre sambil terkekeh.


"Bos kemana? Kok belum sampe dari tadi," tanya Andre.


"Gak tau," Banyu mengedikan bahunya.


Andre memperhatikan sekelilingnya mencari keberadaan bos nya itu. Matanya menangkap seorang sedang


berjalan santai di sebrang sana.


"BOS!" teriak Andre.


Shakil mendekat kearah teman-teman nya.


"Lo kemana aja bos? Lama amat!" tanya Banyu.


"Di jalan tadi ketemu orang gila, dia ngebet pengen pacaran sama Shakilla."jelas Azka membuat mereka melongo.


"Serius, masa ada orang gila di sekolah


kita?" tanya Banyu bingung.


Shakilla berdecak, temannya ini lemot apa bego. "Cowok gila itu kelas 12. Dia suka sama Shakilla, terus ngejar Shakilla sampe tuh anak ketakutan."


"Demi apa? Shakilla ketakutan." ujar Banyu syok.


"Namanya siapa bos? Biar gue hajar, berani banget buat Adek gemez gue ketakutan." ujar Andre menggebu-gebu.


"Shakilla juga cewek dodol. Dia pasti takut kalo tuh cowok terus ngejer ngejer."ucap Shakil.


"Namanya Dion kelas 12 IPS 1, baru kasih tau nama gue. Tuh orang udah lari terbirit-birit."


"Ya jelas lah, Siapa sih yang berani sama lo bos," ujar Banyu sambil terkekeh.


"Dion yang terkenal play boy itu. Muka pas-pas an sok sok an mau jadiin adek gue pacarnya." ujar Andre.


"Emang semprul si Dion!!" Geram Banyu.


Shakil melirik dan melihat Wawan sedang duduk dengan muka mengenaskan.


"Kenapa tuh bocah?"


"Jatuh dari atas pohon bos, gara-gara ngambil kipasnya si Serra."


Di antara teman-teman nya cuma Wawan yang rada gesrek. Entah kapan Wawan akan berubah.


Mereka semua di suruh kumpul di lapangan karena Pak Didi udah datang.


"Nih minuman nya!" ucap Shakilla menyodorkan sebotol air mineral kemasan.


Shakil mengambil air itu lalu meminumnya sampai setengah.


"Yang ikhlas dong," sindir Shakil.


"Dih, kalo ngomong sama bos harus di sertai senyuman," ledek Shakil.


"Pepsodent mahal!" jawab Shakilla ngelantur.


"Cuma lima ribu lo bilang mahal, nanti gue beliin sama pabriknya sekalian."


Shakilla melotot kearah Shakil. Cowok di hadapannya itu emang stres.


"Kebanyakan dodol!" kesal Shakilla.


Shakil hanya terkekeh lalu menarik lengan Aliya supaya gadis itu duduk di sampingnya.


Shakil menatap Shakilla "Gak papa biar lo selalu tersenyum setiap waktu," ujar Shakil sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Senyum gue itu mahal!" ucapnya


sambil memalingkan wajahnya kearahlain.


"Semahal apa? Biar gue bayar!" Shakilla menatap Shakil malas.


"Sok kaya lo!" ucap Shakilla menggeplak paha Shakil lumayan keras.


"Emang ya tenaga lo itu, tenaga kuli.Paha gue sampe merah gini," ujar Shakil.


sambil mengelus pahanya yang terasa perih.


"Mau gue tambah?" tanya Shakilla. Dia


langsung meyerobot minuman Shakilla yang tinggal setengah dan langsung meminumnya sampai habis.


"Untung lo cewek, kalo cowok udah gue ajak baku hantam,"


"Lo mau gelut? Ayok gue ladenin," sambil berkacak pinggang.


"Yakin?" Shakil mendekatkan wajahnya ke arah Shakilla. Menatap Shakilla dengan intens.


"Gak jadi, kata mamah gak boleh gelud. Dosa!" Alibi Shakilla.


Shakilla menjauhkan wajahnya sambil terkekeh. "Bilang aja kalau Lo takut!"ledek Shakil.


Shakilla berdecak sebal."Iya! Puas lo,muka lo serem kaya serigala!"


"Muka ganteng gini, Lo bilang mirip serigala? Buta lo?"


"Iya ganteng kalo di lihat dari bolongan panci!!"


****


"SHAKIL BERHENTI!!" teriak Aliya membuat Azka menghentikan motornya secara mendadak.


"Apa? Untung gak nabrak!" ujar Shakil


dengan suara sedikit meninggi.


"Galak banget lo!" ucap Shakilla memukuli punggung Shakil.


Shakil meringis. "Disini itu lo yang galak bukan gue!!" kesal Shakil.


Shakilla menghentikan pukulannya kemudian tertawa puas. "Lo sih nyebelin!!"


"Lo mau apa?" tanya Shakil.


Shakilla menghentikan tawanya. "Itu Kil, bagus banget ya boneka kelinci nya," tunjuk Shakilla ke arah boneka kelinci yang bergelantung di toko boneka.


"Terus?"Shakil sudah mencium bau-bau penghabisan uang.


"Pengen itu. Beliin yak," ucap Shakilla sambil menaruh dagunya di bahu Shakil.


Sudah Shakil duga. "Gak!"


"Cuma satu. Katanya lo orang kaya, beliin yak? Yak? Iya dong Kil masa nggak!" Shakilla terus memaksa Shakil.


Shakil berdecak sebal. "Nyusahin lo!


Cepet turun!" "Mau kemana?"


"Bego! Mau renang,"


Shakilla menganga. "Ini kan udah sore Kil, gue kan pengen boneka bukan renang!"


"Iya Shakilla Qiandara. Turun atau gak jadi gue beliin boneka!" Ancam Shakil.


Shakilla langsung bergegas turun dengan muka gembira.


"Yes mau beli boneka!" ujar Shakilla kegirangan.


"Diem lo. Gak usah ketawa," Shakil melangkahkan kakinya menuju penjual boneka.


Shakilla yang melihat Shakil nyelonong pergi meninggalkannya, segera berlari mengikuti cowok itu.


"Mau beli apa mas?"


"Boneka kelinci itu satu." ucap Shakil pada wanita yang mungkin usia nya sama dengannya.


Shakil melihat cewek anak penjual boneka itu dengan geram, pasalnya dari tadi tuh cewek terus memandangi Shakil.


"Cepetan dong mba!" kesal Shakilla.


"Ini mas, harganya dua ratus lima puluh ribu." Sambil menyodorkan nya ke arah Shakil.


Shakil menerima nya dan memberikan 3 lembar uang seratus ribuan.


"Kembaliannya diambil aja," Shakilla hanya diam menyaksikan drama cewek itu.


"Udah ganteng baik lagi. Makasih mas," Shakil hanya mengangguk. Lalu menarik lengan Shakilla untuk keluar dari toko itu.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMEN TEMEN ☺️☺️.