
Setelah selesai menonton tv bersama Mawar dan Fano. Shakilla langsung pergi menuju kamar dengan berlari kecil sambil bersenandung ria.
Shakilla masuk kamar tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Shakilla melihat Shakil yang sedang berkutat dengan buku-bukunya, hanya melirik sekilas lalu melanjutkan nyanyiannya.
"Berisik!" ujar Shakil tanpa melirik ke arah Shakilla.
"Galak amat. Nanti cepet tua loo," ucap Shakilla sambil menggembungkan pipinya.
"Belajar sini," ucap Shakil sambil menepuk bangku kosong di sampingnya.
Shakilla menggeleng. "Gak mau!"
"Biar pinter," ucap Shakil sambil memutar tubuhnya berbalik menatap Shakilla yang sedang berdiri di belakangnya.
"Pusing. Mending liat tiktok, banyak cogan." ujar Shakilla dengan mataberbinar.
"Gue banting hp lo mau?" tanya Shakil tanpa ekspresi.
Shakilla langsung nyengir.
"Jangan dong, tapi emang banyak cogan tauuu," ucap Shakilla.
"Siniin hp lo," ujar Shakil sambil mengulurkan tangan kanannya.
"Bercanda kok, serius amat mas nya."
"Siniin Killa!" ujar Shakil .
"Maaf deh. Tapi jangan di banting dong, baru beli bulan lalu," rengek Shakilla. Shakil tak menghiraukan ucapan Shakilla.
Shakil lalu beranjak dari kursi, mulai berjalan mendekat ke arah Shakilla.
"Mana hp lo?" ucap Shakil saat sudah berada di hadapan Shakilla.
Shakil lalu mengambil paksa hp yang
berada pada genggaman tangan Shakilla. Sedangkan Shakilla langsung menutup matanya, dia tidak sanggup melihat hp kesayangannya itu harus terpecah belah.
Shakil yang melihat itu hanya bisa menahan tawanya, Shakil mulai mengotak-atik hp Shakilla. Setelah selesai dia memberikannya lagi pada Shakilla.
"Nih. Hp lo!" ucap Shakil
Shakilla membuka satu matanya lalu dia tersenyum senang saat hp nya masih dalam keadaan utuh.
"Gak jadi lo banting?" tanya Shakilla sambil mengambil hp nya dari tangan Shaki.
"Gak jadi. Gue berubah pikiran."
"Aaaa. Makasih," ucap Shakilla sambil berjingkrak senang.
Shakil kembali pada meja belajarnya. Sedangkan Shakilla dia berniat ingin scroll tiktok namun aplikasi tiktok nya tidak ada.
"Loh, tiktok nya kok ilang!" ujar Shakilla.
"Gue hapus!" ucap Shakil dengan santainya.
"Gampang gue down-"
"Kalo lo download lagi, siap-siap tuh hp jadi berkeping-keping!" ucap Shakil memotong ucapan Shakilla.
Shakilla menganga.
"Iya nggak kok," ujar Shakilla.
"Bagus! Tidur sana, udah malem," ujar Shakil sambil terus menulis.
"Nanti. Lo gak tidur?" tanya Shakilla.
"Gak. Gara-gara lo nih tugas gue numpuk!" ucap Shakil.
Shakilla menganga,
"Loh, kok gue?!" ucap Shakilla sambil berjalan mendekat ke arah Shakil.
"Kan lo yang ngirim surat Izin tanpa sepengetahuan gue!!"
"Ya maaf," Shakilla terkekeh berdiri di belakang Shakil sambil memainkan rambut Shakil.
"Hm, sana tidur!" ujar mendongakkan kepalanya keatas untuk melihat Shakila.
"Nanti. Lo kapan tidurnya?" tanya
Shakilla.
"Tugas gue masih banyak Shakilla."
Shakilla menganggukkan kepalanya.
"Tinggal nyontek aja sama Faizan," ucap Shakilla sambil mendudukkan pantatnya
di kursi yang berada di samping Shakil.
"Kalo bisa ngerjain sendiri. Ngapain nyontek," ucap .
"Ya tapi kan, dahlah ngomong sama orang pinter mah susah," ucap Shakilla sambil beranjak dari duduknya.
"Lo sendiri yang bikin susah," ujar Shakil.
"Gue salah mulu perasaan!!" ucap Shakillatak terima.
"Kan emang lo yang salah Juleha!"
"Dasar Junaedi!!" ucap Shakilla sambil berjalan ke arah kasur.
"Heh gak sopan banget lo," ujar Shakil sambil membereskan buku-bukunya.
"Tadi lo hilang Junaedi?" tanya Shakil berjalan mendekati Shakila.
"Iya!!! Emang kenapa? Lo aja bilang ke gue Juleha!" ucap Shakilla sambil menenteng kan kedua tangannya.
"Junaedi kan bapaknya Kak Galang!" Galang itu tetangga nya mereka.
"Iya! Juleha juga istrinya Junaedi!!"
"Iya juga ya," ujar Shakil sambil mengetukkan jari tangannya di depan
bibir.
"Berarti lo yang gak sopan! Nama orangtua kak Galang lo ledek-ledek!!"
"Kan lo juga ikut-ikutan!" ucap Shakil tak mau kalah.
"Iya sih. Kita berdua salah berarti," ucap Shakilla sambil nyengir.
"Hmm," jawab Shakil berlalu menuju sofa untuk tidur.
"Dih. Gue kan belum selesai ngomong. Malah ditinggal," ucap Shakilla sedikit berteriak.
"Ngomong tinggal ngomong. Cuma ditinggal ke sofa yang jarak nya satu meter aja mencak-mencak, Gimana kalo di tinggal nikah?!" ucap Shakil
panjang lebar.
"Dih. Emang lo sanggup hidup tanpa gue?" tanya Shakilla sambil menaik
turunkan alisnya.
Shakil tak menghiraukan ucapan Shakilla, dia mulai menikam selimut untuk
menutupi badannya.
"Gitu ya? Gue lagi ngomong malah dikacangin!!" ucap Shakilla.
"Gue mau tidur. Brisik!"
"Awas aja lo! Kalo lo nanti datang buat ngelamar gue, gue bakal tolak! Dan nikah sama cowok yang lebih tampan dari lo!" Crocos Shakilla.
Shakil menoleh ke arah Shakilla.
"Udah? Tidur!"
Shakilla membulatkan matanya mendengarkan jawaban singkat .
"Gak mau!!"
"Mau gue kelonin? Hm?"
*****
"SHAKILLAAA!!!" teriak Rissa saat melihat Shakilla berada di ambang pintu kelas.
"Apa sih?" ucap Shakilla sambil menutup kedua telinganya. Lalu berjalan mendekat ke arah Rissa
"Kangen banget sumpah!" ucap Rissa.
"Gue gak!"
Mendengar jawaban Shakilla membuat Rissa mengerucutkan bibirnya.
"Jahat banget."
"Biarin!" ucap Shakilla sambil mendudukkan pantatnya di bangku sekolah samping Rissa.
"Lo bohong sama gue!!" ujar Rissa sambil bersedekap dada.
"Bohong apa?" tanya Shakilla sambil menolehkan kepalanya menghadap Shakilla
"Katanya mau ajarin gue masak, ini udah satu Minggu lebih otw dua minggu!!" ujar Rissa menggebu-gebu.
"Gue lupa." ucap Shakilla sambil cengengesan.
"Hah? Lupa! Astagfirullah, mengsedih." ujar Rissa dengan menepuk jidatnya pelan.
"Hari minggu aja gimana?" ujar Shakilla
"Minggu ini kan?" tanya Rissa memastikan.
"Iya, dua hari lagi."
"Oke deh! Awas nih kalo lo lupa!! Harus janji dulu," ujar Rissa.
"Iya gue janji Rissa," ucap Aliya sambil tersenyum.
Rissa lalu beralih mengambil tiga buku dari dalam tas sekolahnya.
"Nih buku tugas-tugas kemarin. Udah ada jawabannya tinggal tulis." ucap Rissa sambil menyodorkan buku itu pada Shakilla.
"Makasih Rissa, Lo emang sahabat terbaik gue," ujar Shakilla sambil memeluk Rissa singkat.
"Sama-sama. Jangan kelamaan, Lo mah nanti nulisnya pas deadline!!" ucap Rissa.
Shakilla terkekeh.
"Kali ini gak kok! Besok gue kembaliin."
"Nanti malem gue ingetin, biar gak lupa."
Shakilla mengangguk saja mengiyakan. Langsung memasukan buku Rissa ke dalan tas sekolahnya.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMAN TEMAN ☺️☺️.