
Shakilla baru saja keluar dari ruang guru dengan muka cemberut. Dia paling malas pergi ke ruang guru, tapi kenapa guru selalu saja menyuruhnya untuk menaruh buku tugas atau buku lainnya, padahal banyak cowok tetap saja Shakilla yang di suruh. Shakilla berjalan dengan mulut yang terus menerus mengomel sepanjang jalan. Tidak perduli seluruh siswa menatapnya aneh.
"Gue mulu perasaan yang disuruh naro buku di ruang guru! Mana ruang guru jauh dari kelas gue," omel Shakilla sambil menghentakkan kakinya.
"Apes-apes," Shakilla berjalan seraya menendangi batu kerikil yang bertebaran di sekelilingnya. Shakilla berjalan sambil menundukkan pandangannya. Dia terus berjalan dengan mulut yang tidak ada hentinya.
"Pacar!" Panggil seseorang yang tiba-tiba muncul di depan Shakilla. Membuat Shakilla menabrak dada bidangnya.
Shakilla meringis memegangi dahi nya.
Lalu Shakilla mendongak, melihat siapa yang berani memanggilnya pacar.
"Lo!!" ucap Shakilla sambil melototkan matanya.
"Kenapa lo panggil gue dengan sebutan pacar!" Lanjut Shakilla mencak-mencak tak terima.
Shakil hanya diam, lalu dia menarik tangan Shakilla membawanya menuju taman belakang sekolah. Setelah sampai di taman, Shakil langsung mendudukan Shakilla di gazebo yang berada di sekitarnya.
"Ngapain lo bawa gue ke sini?" Ketus Aliya.
"Lo lupa? Sekarang lo itu pacar gue!" ucap Shakil.
"Maksa amat lo! Mentang-mentang jadi
Bos, main seenaknya!" Omel Shakilla.
Shakil hanya mengedikan bahunya. "Bos mah bebas!"
"Gue gak mau Kil, kita kan udah jadi mantan!"
"Setelah putus tiga menit kita balikan lagi!" ucap Shakil tanpa ekspresi.
"Firasat gue buruk, Lo pasti jadiin gue pacar, supaya gue gak Deket sama cowok lain?!" tanya Shakilla sambil memicingkan matanya.
Shakil menatap Shakillasantai,
"Kalo iya
kenapa?"
"Wah parah! Lo pasti takut di hajar sama calon jodoh gue! Iya kan? Ngaku aja deh!!" Crocos Shakilla.
"Salah!"
"Lo pasti pengen buat gue menderita? Iya kan?"
"Kalo iya, tanpa pacaran pun lo selalu buat gue menderita Kil!" Lanjut Shakilla dengan muka yang memelas.
"No! Salah!"
"Salah mulu. Terus apa tujuan lo?!" Kesal Shakilla.
"Yakin mau tau?" tanya Shakil.
"Yakin lah!" "Gue gak mau ada cowok lain yang bikin lo bahagia!"
Shakilla menganga tak percaya.
"Iya, Lo kan cuma pengen gue menderita terus!"
"Arrrgh kenapa yang harus jadi pacar pertama gue lo! Harus nya kan Manu Rios!!" teriak Shakilla.
Shakil menatap Shakilla malas. Satu menit kemudian Shakil mendekatkan
tubuhnya kearah Shakilla, Shakilla merasakan hembusan nafas Shakil menerpa kulit wajahnya.
Shakilla memejamkan matanya membuat
senyum kecil terbit di wajah tampan Shakil. Shakil mendekatkan bibirnya ke arah telinga Shakilla.
"Gue mau lo jadi pacar pertama dan
terakhir gue, Lo milik gue sekarang dan selamanya.ngerti?" ucap Shakil.
"Lo kira gue barang. Milik-milikan segala!" Songong Shakilla.
"Dasar bocil!" ucap Shakil menjitak kepala Shakilla. Membuat sang empunya memekik kecil.
"Dih, songong lu yee! Gue sunat si kawel biar mampus lo!"
"Silahkan kalo berani!" Sambil bersedekap dada.
"Berani apa?" ucap Shakilla berpura-pura tidak mengerti.
"Motong si kawel," ujar Shakil menahan tawanya, Dia tau Shakilla pasti sedang ketakutan.
"Eh, kawel siapa ya?" tanya Shakilla lagi.
Shakil menatap Shakilla malas. Padahal dirinya yang memberikan nama kawel pada milik Shakil.
"Oh iya, gue lupa mau bilang kalo besok gue mau berangkat pake motor sendiri, karena hukuman gue udah berakhir," jelas Shakilla sekalian mengalihkan topik.
Shakil menatap kesal kearah Shakilla, gadis di hadapannya ini pintar sekali mengalihkan topik pembicaraan.
"Jadi lo gak usah nunggu gue, gue juga terpaksa pacaran sama lo, gue itu benci sama lo. Terpaksa gue!" Crocos Shakilla.
"Terserah," ucap Shakil tanpa ekspresi, lalu Shakil melenggang pergi meninggalkan Shakilla sendiri di taman.
Shakilla terbengong menatap Shakil yang mulai menjauh dari pandangannya. Shakilla berfikir keras, emang dirinya salah apa.
"Tuh bocah kenapa dah!" gumam Shakilla
"Jangan-jangan dia marah karena gue gak mau potong si kawel!!"
"Masa iya karena masalah kawel!
Harusnya dia seneng kalo si kawel
gak dipotong!" ujar Shakilla berusaha menembak Shakil marah karena apa.
"Ahh iya, dia mungkin kesel karena gue besok mau berangkat pakai motor sendiri!" tebak Shakilla sambil mengayunkan kakinya.
"Apa Shakil suka sama gue ya? Kayanya gak mungkin deh. Sikapnya masih sama, bikin kesel nya banyak bikin baper nya juga banyak."
Shakilla terus berdialog sendiri sambil menyenderkan tubuhnya.
"Jangan sampe gue baper, No! Gue gak boleh BAPER sama si Shakil tengil, Dasar Shakil sialan! Cowok pemaksa, galak eh kadang baik," Shakilla berujar sambil melayangkan tinju ke udara. Kalau ada seseorang yang melihat Shakilla pasti orang itu mikir kalo Shakilla sudah tidak waras.
"Inget kamus Shakilla. Gak boleh cinta cowok duluan, Gak boleh mudah baper, semua cowok bisanya nyakitin. Pokonya semua cowok sama!!"
*****
Shakilla bergegas menuju kelasnya karena lima menit lagi bel masuk. Dirinya belum sempat makan di kantin, karena jelmaan macan yang tiba-tiba ngambek gak jelas itu.
"Huh, untung gak telat masuk!" Sambil duduk di bangkunya.
"Killa, Lo dari mana aja sih! Gue tungguin gak sampe-sampe, gue kan
aper! Pengen makan!" ucap Rissa mencak-mencak. Seketika Shakilla menutup kedua telinganya, suara Rissa itu sangat cempreng.
"Harusnya kalo gue lama, Lo duluan aja ke kantin," sewot Shakilla.
Rissa langsung menunjukan deretan gigi putihnya.
"Gak usah dibilang, udah gue lakuin," ucap Rissa sambil terkekeh. Shakilla menatap Rissa dengan muka garang.
"Terus kenapa lo marah-marah bego!" Sambil menyentil kening Rissa.
"Yakan, gue kesel udah nunggu lo lama dikelas," ucap Rissa.
"Gue nyuruh lo nunggu gak?" tanya Shakilla
"Gak," Rissa menggelengkan kepalanya.
"Berarti salah siapa?" tanya Shakilla lagi.
"Gue," ujar Rissa sambil menunjuk ke arah dirinya.
"Tuh tau!!!" Rissa mencebikan bibirnya.
"Tumben banget Bu windi belum masuk," ucap Shakilla seraya mengambil ponsel yang ada di ransel nya.
"Gak tau! Lagi BAB mungkin!" Shakilla menoleh ke arah Rissa. Rissa yang ditatap hanya cengar-cengir.
"Ngapain lo cengar-cengir?"
"Nggak! Pengen aja!" ujar Rissa sambil terus tersenyum.
"Gak waras lo!" Sinis Shakilla.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMEN TEMEN ☺️☺️.