SHAKIL&SHAKILLA

SHAKIL&SHAKILLA
Part.23



"Killa, Lo sama Shakil pacaran ya?" tanya Rissa sambil memakan kripik kaca kesukaannya.


"Kata siapa?" Shakilla menanyai Rissa balik.


"Tebakan gue aja sih hhe. Tebakan gue bener kan?"


"Iya," ucap Shakilla santai.


Mendengar jawaban Shakilla membuat Rissa keselek kripik kaca.


"Uhuk uhuk."


"Pelan-pelan dong Riss. Untung lo masih hidup."


"Eh! Yakali keselek kripik langsung mati." Kesal Rissa.


"Sejak kapan lo jadian? Kenapa gak bilang sama gue! Akhirnya Shakilla gue gak jomblo lagi." Crocos Rissa penuh semangat.


"Kurang lebih satu Minggu yang lalu. Gue lupa gak kasih tau lo." Shakilla tidak bilang kalau dirinya pacaran dengan Shakil karena terpaksa.


Rissa melongo mendengar jawaban Shakilla.


"Gila lo! Udah lama dong, tega lo kill gak bilang sama gue."


"Kan lupa!"


"Dahlah. Sebagai gantinya Lo harus traktir gue!"


Shakilla memandang Rissa malas.


"Traktir Mulu lo!"


"Biarin!"


"Kalo gue menang balapan. Gue traktir lo!"


"Lama!"


"Cuma tinggal beberapa hari lagi!"


"Iya iya. Awas aja kalo lupa!"


"Gak akan."


*****


Disinilah mereka berada, dimana lagi kalau bukan markas ******. Geng ****** memliki lima anggota inti dan tujuh puluh sembilan anggota lainnya.


"Bos udah 3 bulan lebih kita gak tawuran, balapan. Lo gak kangen bos?" tanya Wawan.


"Kangen lah pastinya ya gak bos?" ucap Andre menyambung.


"Nyambung Mulu lo!" ucap Wawan sambil


menempeleng kepala Andre.


"Si Chaplin dan kawan-kawan kaya nya udah kapok nyerang kita. Biasanya setiap Minggu ngajak in baku hantam. Sekarang sampe 3 bulan gak nongol-nongol!" ujar Banyu panjang lebar.


Chaplin itu nama geng motor yang di ketuai oleh Faisal. Chaplin musuh bebuyutan ******.


"Nyerah sebelum menang. Emang pecundang!" ucap Shakil sambil bersandar pada senderan sofa.


"Tawuran capek gaes. Mending tiktok an. Bos kita pindah profesi aja


gimana?" tanya Andre.


"Pindah apa?" tanya Shakik


"Dari anak geng motor beralih profesi menjadi selebgram. Lumayan kalo dapet endorse."


"Gak minat." jawab Shakil


"Andre Andre. Bos mah gak perlu endorse endorse an. Uang nya udah banyak." ucap Banyu menepuk bahu Andre.


"Apalah dayaku anak yang malang."


ujar Andre mendramatisir.


"Gak bersyukur loh Ndre!! Gue aduin sama Om Randi mampus lo!" ucap Banyu.


"Bercanda aelah!!"


Shakil beranjak berdiri dari sofa.


"Gue pulang."


"Cepet amat bos." ucap Faizan.


"Biasa." ujar Andre lalu bertos satu satu dengan teman-temannya.


"Hati-hati bos." ucap mereka kompak dibalas acungan jempol oleh Shakil.


*****


Setelah dari markas ******, Shakil pulang cuma menaruh motor dan tas sekolahnya. Lalu berjalan ke arah


rumah Shakilla.


Shakil berjalan mengendap-endap


kesamping rumah Shakilla. Dia berniat ingin mengejutkan Shakilla.


Saat sampai di depan jendela kamar


Shakilla. Shakil mulai mencongkelnya


menggunakan pisau yang dia bawa.


Hanya dengan satu congkelan jendela


itu terbuka.


Shakil mulai masuk dengan pelan.


Saat sudah masuk ternyata di kamar


tidak ada Shakilla. Suara pintu kamar


mandi terbuka. Shakil berbalik betapa


terkejutnya ternyata Shakilla habis mandi.


"Astagfirullah!" ujar Shakil saat melihat Shakilla hanya berbalutkan handuk kimono.


Shakilla tidak menyadari ada Shakil di


samping meja belajarnya. Shakilla terus bernyanyi ria. Shakilla berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaiannya.


Shakilla lalu berbalik ingin memakai baju.


"AAAAAA SETANNN!!" teriak Shakilla keras untung dia pakai kimono bukan lilitan handuk.


"Gue Shakil. Bukan setan." ucap Shakil


tidak terima dirinya di sebut setan.


"Lo ngapain sih sore-sore ada di kamar gue," ujar Shakilla kesal.


"Niatnya gue mau ngejutin lo! Eh malah


gue yang dikejutkan!" ujar Shakil.


"Lo jangan macem-macem sama gue Kil. Gue masih perawan Ting Ting!" ujar Shakilla membuat Shakil menahan tawanya.


"Gak nanya! Wlee," ucap Shakilla sambil memeletkan lidahnya.


"Wah nantangin!" ucap Shakil


"Hayuk gelut!"


"Gelut di kasur maksud lo? Gas lah! Besok gue langsung minta nikah sama Bunda."


"Tidakk!! Otak mesum Shakil telah kembali!!" teriak Shakilla sambil


melayangkan bantal ke arah Shakil.


"Gue gak mesum!"


"Lo mesum. Pake banget."


"Gak Shakilla."


"Iya Shakil." Shakil mulai mendekat ke arah Shakilla.


"Minggir gue mau ke kamar mandi!"


"Mau apa?" tanya Shakil sambil bersedekap dada.


"Pake baju lah! Masa mau makan!" kesal Shakilla.


"Disini bisa kan?"


"Yaallah ampuni dosa Shakil. Aamiin."


"Heh. Aamiin."


"Dih, minggir Shakil."


"Gak mau. Tinggal pake baju di sini. Lagian gak ada siapa siapa selain gue."


"Gak mau!"


"Gue juga udah liat semuanya kali!"


"Liat apa?" tanya Shakilla sambil melototkan matanya.


"Tubuh lo!"


"SHAKILLL!!" teriak Shakilla sambil memukul keras bahu Shakil.


"Tapi pas lo masih kecil." jelas Shakil sambil menghentikan pukulan maut Shakilla.


"Sialan. Pas kecil sama sekarang beda Shakil!"


"Yang beda apanya?" tanya Shakil menggoda Shakilla.


"Sok polos loh? Dasar mesum!!"


"Gue pakai baju ya. Gak telanjang."


"Emang mesum tingkat dewa! Bukan polos itu dodol!!"


"Oh."


"Dih. Minggir Kil. Gue dingin mau pakai baju," rengek Shakilla supaya Shakil menyingkir dari hadapannya.


"Gue kan udah bilang, ganti baju di sini aja!"


"Shaki, Lo mau si kawel gue potong?"


"Ganti dong namanya jangan kawel! Gak bagus Shakilla"


"Bagus Shakil."


"Kawel itu apa sih! Masa anu gue di namain Kawel!!" ujar Shakil tak terima.


"Lo mau tau? Oke gue akan beri tahu. Tapi lo harus janji dulu."


"Janji apa hm?"


"Habis gue kasih tau. Lo harus keluar dari kamar gue. Gue mau pake baju, dandan, nyanyi, joget, dan masih banyak lagi."


"Oke."


"Kawel itu artinya Kuat, Aman, WEnak dan Lucu. Bagus kan?"


Shakil dibuat melongo oleh arti dari Kawel. Shakil menatap Shakilla tidak percaya sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Lo tau kalau Kawel WEnak, lucu dari mana? Lo kan belum pernah liat benda pusaka gue!"


Shakilla gelagepan dirinya kan membuat kata Kawel beserta artinya itu ngarang.


"Hhe, gue ngarang." ujar Shakilla sambil cengengesan.


"Lo mau liat sekalian nyobain gak?"


"Gini nih. Kalo otak setan!!" Kesal Shakilla sambil menempeleng kepala Shakil dengan keras.


"Sakit dodol. Lo kira pala gue terbuat dari batu?! Main tempeleng aja!" kesal Shakil


"Emang batu!"


"Sini gue tempeleng balik!" ucap Shakil.


"Jangan dong hehe."


"Lo aja gak mau gue tempeleng. Tapi seenaknya lo nempeleng pala gue."


"Lo kan cowok."


"Mau cowok atau cewek. Kalo di tempeleng pasti sakit bodoh!"


"Tau lah. Minggir dari hadapan gue!"


"Lo gak mau pakai baju depan gue?" ucap Shakil lagi sambil tersenyum ala setan.


"Gak!! Otak lo itu minta di cuci terus di peres biar murni!!"


"Emang bisa?"


"Ya gak lah! Masa iya otak bisa di cuci!!"


"Terus kenapa lo bilang mau cuci otak gue!"


"Taulah ngomong sama jelmaan setan gak ada abisnya!"


"Gue laporin Bunda nih."


"Kok bawa-bawa Bunda!"


"Tadi lo ngatain kalo Bunda Mawar itu setan!"


"Gue bukan ngatain Bunda! Tapi ngatain lo!!"


"Lo bilangnya gue jelmaan setan. Kan yang ngelahirin gue Bunda Mawar. Berarti secara gak langsung lo ngatain Bunda setan."


"Punya dosa apa gue. Kenapa orang-orang di sekitar gue gak ada yang waras!!" ujar Shakilla geram.


"Lah! Berarti Mama Diana sama Om Raka gak waras dong?!" ujar Shakil. Dia sengaja membuat Shakilla kesal.


"LO YANG GAK WARAS!!!"


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMEN TEMEN ☺️☺️.