
Disisi lain, Fano berlari menuju rumahnya sambil berteriak.
"ABANG!! ABANG!" teriak Fano sambil berlari mencari Shakil.
Shakil yang mendengar teriakan Fano langsung mendekat ke arah Fano.
"Ada apa?" tanya Shakil.
"I-itu Kaka Shakilla. Huhu," ujar Fano ngos-ngosan.
"Kak Shakilla kenapa?" tanya Shakil cemas.
"Orang gila! Kak Shakilla!" ujar Fano membuat Shakil bingung.
"Yang jelas dong Fan!"
"Orang gila ngejar kak Shakilla. Bukan ngejar, orang gila berdiri di bawah tangga yang kak Shakilla naikin." ujar Fano.
"Tangga mana?"
"Dibawah pohon jambu nya Mpok Tuti."
Shakil langsung berlari untuk menemui Shakilla. Setelah sampai Shakil melihat Shakilla sedang menangis sambil memaki-maki orang gila itu.
"SHAKILLA!!" teriak Shakil sambil berlari mendekat.
"SHAKIL TOLONGIN GUE, ORANG GILA ITU TERUS PANGGIL GUE ISTRINYA. HUWAA."
"Istri! Istri!" Orang gila itu terus memanggil Shakilla Istri sambil berjingkrak senang.
"Gue bukan istri lo! Hust pergi sana! Huwaa Shakil tolongin napa!" ujar Shakilla sambil terus melempari buah jambu.
Shakil yang melihat itu semua bingung dia mau sedih atau tidak. Melihat Shakilla menangis sambil terus memaki orang gila itu, rasanya Shakil ingin tertawa.
Shakil berlari mendekat lalu menepuk bahu orang gila itu.
"Lo gila yah?" tanya Shakil
Shakilla menatap Shakil geram.
"Dia emang gila! Ngapain lo tanyain sih!!"
"Kakak! Kakak!" Orang gila itu malah memanggil Shakil dengan sebutan kakak.
"Heh! Gue bukan kakak lo! Masa gue punya Adek tua!" ujar Shakil sambil menonyor kepala orang gila itu dengan keras. Orang gila itu malah berjingkrak senang.
"Emang gila! Gue tonyor malah kesenengan!"
"Lo usir Kil! Jangan di ajak ngobrol!!" kesal Shakilla
"Kakak!" ujar Orang gila itu sambil merentangkan tangannya.
"Ketek lo bau banget sumpah! Mandi kagak sih lo!" tanya Shakil sambil menjauhi orang gila itu.
"Namanya juga orang gila Kil! Pasti kagak mandi lah!" ujar Shakilla yang terus memperhatikan ke bawah.
"Istri!! Kakak!!" Orang gila itu malah ingin mendekati Shakilla. Dia berusaha manjat tangga yang Shakilla naiki.
"SHAKIL!! HUWA JAUHIN PAMAN GILA ITU!!!" teriak Shakilla sambil menangis kencang.
"Lo diem aja biar tuh orang manjat. Nanti lo lompat kebawah terus kita kabur!" ujar Shakil.
"Bisa encok punggung gue kil!"
"Tenang aja, ada gue!!" ucap Shakil menerangkan Shakilla. Orang gila itu manjat tangga sambil cengengesan membuat Shakilla merinding.
"Paman mending mingkem aja ya! Soalnya gigi nya item!!" ucap Shakilla.
"Istri!!" ucap Orang gila itu yang sudah naik pada dua pijakan tangga.
"Istri istri mulu lo! Di bilang gue bukan istri lo!"
Saat orang gila itu mau sampai pada Shakilla.Shakilla panik bukan main. Ia sangat takut saat orang gila itu berhasil memegang pergelangan kakinya.
Shakilla kembali menangis bahkan jauh lebih keras dari tadi.
"Jangan pegang-pegang hiks, Shakil tolongin huwaa." Shakilla terus
menendang tangan orang gila itu supaya terlepas dari kakinya. Shakilla bernafas lega saat tangan orang gila itu terlepas dari kakinya.
Shakil mendekat ke bawah tangga.
"Lompat!" Intruksi Shakil sambil merentangkan kedua tangannya.
"Takut Kil," rengek Shakilla.
"Ada gue, gue gak akan biarin lo jatuh," ujar Shakil menenangkan Shakilla.
"Istri!!" Orang gila itu terus berusaha meraih kaki Shakilla.
"Ayo lompat!" Shakilla bersiap ingin melompat. Shakilla mulai memejamkan matanya
sambil berdoa dalam hati. Lalu mulai
menjatuhkan tubuhnya ke bawah dengan mata yang terpejam. Dengan sigap Shakil menangkap tubuh kecil Shakilla dalam pelukannya. Di tatap
nya wajah Shakilla yang masih setia memejamkan matanya. Setelah dirasa aman Shakilla mulai mengerjapkan matanya.
"Gue belum mati kan?"
"Belum lah!"
Shakilla bernafas lega dalam gendongan.Azka.
"Istri!! Kakak!!!" teriak orang gila itu diatas tangga.
Shakilla dan Shakil saling menoleh ke arah orang gila itu.
"Kayaknya tuh orang, gila gara-gara di tinggal istri, anak sama kakaknya deh!" ujar Shakilla menebak-nebak.
"Udah lah! Gak usah mikirin tuh orang gila " Kesal Shakil
"Cepat turun lo berat!" ujar Shakil langsung mendapat tatapan tajam dari Shakilla.
"Berat kok meluknya erat banget!" sindir Aliya sambil turun dari
gendongan Shakil.
"Istrii!! Kakak!!" teriak lagi orang gila
"Manggil-manggil mulu lo! Nama gue Shakilla dia Shakil. Gue bukan istri lo! Dia juga bukan kakak lo!" jelas Shakilla panjang lebar. Orang gila itu hanya tertawa gak jelas.
"Hihihi, Istri!! Kakak!!" ujar Orang gila itu sambil berjingkrak bahagia.
"Taik lo! Susah emang kalo ngomong sama orang gila!!" kesal Shakilla.
"Lagian orang gila lo ajak ngobrol!!" ujar Shakil sambil menyentil pelan dahi Shakilla.
"Issh, siapa tau nanti dia sadar!!" kesal Shakilla
"Gak akan!!"
Shakil dan Shakillaterus berdebat sampai
tidak menyadari kalo orang gila itu sudah berhasil turun dari tangga.
"Istrii!!! Kakak!!!" teriak orang gila itu sambil merentangkan kedua tangannya.
Shakillayang melihat orang gila itu ingin
memeluknya. Dia berjalan mundur
lalu menyembunyikan tubuhnya di belakang tubuh Shakil.
"Takut Kil, dia mau peluk gue!" rengek Shakilla.
Shakilla memegang pergelangan tangan Shakil dengan erat.
Shakil menyadari Shakilla sangat takut.
Sebab tangan Shakilla terasa sangat dingin.
"Pegangan yang erat Killa." Dibalas anggukan cepat oleh Shakilla. Shakil mengganti posisi sekarang dirinya
yang memegang lengan Shakilla dengan erat.
"Sh-Shakil. Dia mulai mendekat."
"Tenang. Kalo gue bilang lari, langsung.lari ya." Shakilla mengangguk.
Shakil perlahan mundur lalu berbalik diikuti oleh Shakilla.
"LARI!!" teriak Shakil sambil menggandeng lengan kecil Shakilla. Shakil dan Shakilla ngacir berlari dengan semangat empat lima.
"ISTRI!! KAKAK! HIKS." teriak orang
gila itu ikut berlari mengejar Shakilla dan Shakil sambil menangis.
"AYOK KILLA MASUK!!" perintah Shakil
sambil memasuki gerbang rumahnya
diikuti Shakilla. Saat orang gila itu ingin masuk Shakil dengan cepat menutup pintu gerbang lalu menguncinya.
"Huh." ujar Shakil sambil menyender pada gerbang rumahnya. "Shakil..."
"Apa?"
"Jambu gue gimana?" tanya Shakilla dengan mata sembabnya.
"Jambu mulu yang lo pikirin."
"Gue kan pengen banget makan jambu!!"
"Ngidam lo?!"ucap Shakil menatap Shakilla tajam
"Anak siapa Killa!?" tanya Shakil lagi.
"Anak anak!! Lo kira gue cewek apaan!!" Kesal Shakilla
Shakil terkekeh.
"Terus kenapa lo ngebet
banget pengen makan jambu?"
"Emang salah kalo gue mau makan.jambu!!" ujar Shakilla dengan nada kesal.
"Gak sih, cuma aneh aja."
"Gue pengen jambu Shakil..." rengek Shakilla.
"Terus?"
"Beliin hhe... Gue gak mau nyolong lagi..Udah kapok!" ujar Shakilla.
Shakil tertawa puas. "Karma lo! Gara-gara lo gue juga ikut repot."
"Lo gak ikhlas nolongin gue?"
"Ikhlas!"
"Bohong."
"Ikhlas Shakilla."
"Kalo lo beneran ikhlas nolongin gue. Buktiin dong!"
"Buktiin apa?"
"Beliin gue jambu yang banyak!!"
"Ogah."
"Beliin Kil. Yah? Shakil..." ujar Shakilla dengan tatapan memohon.
"Hmm."
"Hmm apa nih? Iya atau gak?"
"Iya Shakilla." Shakil tercekat saat Shakilla tiba-tiba memeluknya.
"Makasih Shakil!" ujar Shakilla sambil tersenyum gembira di dalam pelukan Shakil.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMEN TEMEN ☺️☺️.