
Siapa lagi kalau bukan Shakil, cowok yang tak akan pernah kalah ataupun mengalah. Anggota ****** berbondong-bondong
turun ke arena untuk menemui bos nya. Rissa pun berlari untuk menemui Shakilla.
Penonton lain yang berusaha ingin menemui Shakilla dilarang oleh anggota ******. Jadi mereka hanya bisa melihat Shakil dari kejauhan.
"BOS GUE, INI BOS GUE." teriak Wawan dengan bangga menyebut Shakil bos nya.
Shakilla masih setia memeluk leher Shakil.
"Shakil, malu banget sumpah turunnya." rengek Shakilla.
Shakil terkekeh.
"Wawan, anterin Rissa balik ke rumah gue, sekarang." ucap Shakil pada Wawan.
Wawan mengangguk. Kemudian menggandeng lengan Rissa untuk ia antar pulang ke rumah Shakil.
Berbeda dengan Rissa, jantung cewek itu rasanya ingin melompat dari tempatnya.
Setelah kepergian Wawan dan Rissa, Shakil berusaha melihat wajah Shakilla, tapi gadis itu terus menyembunyikan wajahnya pada ceruk leher Shakil.
"Gak mau turun?" tanya Shakil lembut.
"Gak mau!!" Shakkl hanya tersenyum, lalu membiarkan Shakilla merapatkan posisi tubuh nya pada Shakil.
"Zan, Hadiah nya lo yang ambil. Gue juga minta tolong, besok kasih hadiah nya untuk anak panti." ucap Shakil pada Faizan.
Shakil melirik ke kanan dan ke kiri mencari musuhnya yang bernama Ryanjing tapi tak ada. Mungkin udah gak punya muka untuk berhadapan langsung dengan seorang Shakil Aditya.
"Lo berdua temani Faizan, besok gue teraktir kalian." ujar Shakil pada Banyu dan Andre.
"Asek, makan-makan gratis," ucap Andre dengan girang.
"Gue balik duluan. Bayi gue mau tidur." ujar Shakil sambil bertos dengan teman-temannya.
"Dek, gak mau peluk Abang?" ujar Andre pada Shakilla.
Shakilla menggeleng dengan wajah yang masih ia sembunyikan. Sedangkan Shakil, cowok itu sudah menatap Andre dengan sinis.
Andre hanya nyengir. "Canda bos."
Shakil mulai menjalankan motornya meninggalkan area balapan.
"Shakkl leher lo wangi," ucap Shakilla sambil mencium aroma leher Shakil.
"Jelas dong, gantian nanti." ucap Shakil.
Shakilla bingung. "Gantian apa?"
"Kalo di rumah, gantian gue yang cium leher lo," ujar Shakil menggoda Shakilla.
"Gue tabok lo!" sinis Shakilla sambil menyegarkan kepalanya.
"Lo boleh, kenapa gue gak boleh?" tanya Shakil.
"Gue mah cuma hirup aroma leher lo doang, gak kemana-mana. Kalo lo nanti merembetnya kemana-mana." Crocos Shakilla.
"Kata siapa?" tanya Shakil.
"Udah jelas dari muka mesum lo itu."
Shakil tertawa renyah. "Gak papa dong, itu tandanya gue normal."
"Lo kok tau gue pergi balapan?" tanya Shakilla mengubah topik pembicaraan.
"Semua yang lo lakuin pasti gue tau." Shakilla melongo.
"Jangan bilang. Kalau gue mandi lo tau juga!!" ucap Shakilla.
Shakil memutar bola matanya malas.
"Gak lah! Kalo lo mau nunjukin juga gakpapa," ujar Shakil sambil mengegas motornya dengan cepat.
"Emang mesum lo itu!" ucap Shakilla
"Emang, gue mesum kalo sama lo doang." Pipi Shakilla langsung bersemu merah.
"Gue udah ngantuk nih, yang balap dong!" ucap Shakilla. Shakil menggelengkan kepalanya sambil terkekeh. Bukan Shakilla namanya kalau tidak bisa merubah topik pembicaraan.
"Gue ngebut, pegangan yang erat." Shakilla mengangguk. Shakil mulai mengebut kan laju motornya membelah jalanan yang sudah tampak sepi.
"Shakil, mau gak janji sama gue?" tanya Shakilla
Shakil mengangguk. "Mau. Janji apa?"
"Lo gak boleh perhatian ke cewek lain selain gue. Gak boleh ada cewek lain yang meluk lo begini, selain Killa. Pokoknya lo gak boleh Deket sama cewek lain."
Shakkl mengembangkan senyumnya.
"Shakil janji Killa."
"Awas aja. Kalo sampe ingkar janji." ancam Shakilla.
"Oh iya, satu lagi." ucap Shakilla.
"Apa?"
"Cuma Shakilla yang boleh habisin uang Shakil," ujar Shakilla sambil terkekeh kecil.
"Hm, apapun yang gue punya saat ini. Nantinya juga jadi milik lo." ujar Shakil membuat Shakilla mengembangkan senyumnya.
"Inget, prinsip kita apa?" tanya Shakil.
"Shakilla milik Shakil. Begitupun sebaliknya". ujar mereka bersamaan diatas motor, di tengah gelapnya malam.
*****
Pagi sekali Shakilla mengantarkan Rissa kembali ke rumahnya. Karena Rissa akan pergi ke sekolah, Shakilla menitip surat Izinnya dan Shakil pada Rissa.
Setelah mengantar pulang Rissa dengan selamat. Shakilla pulang lalu melanjutkan tidurnya lagi di kamar milik Shakil. Semalam Shakil tidur di kamar Noval, dia gak tidur di sofa karena ada Rissa yang menginap.
Shakil sudah rapi memakai seragam sekolahnya. Lalu Shakil melangkahkan kakinya ingin menemui Shakilla.
"WOI BANGUN!" teriak Shakil di samping Shakilla yang sedang tertidur pulas.
"Bangun woi. Sekolah!" ucap Shaki sambil menggoyangkan lengan Shakilla
Shakilla melenguh sambil mengucek matanya pelan.
"Apa sih! Ganggu aja, gue ngantuk."
"Sekolah Shakilla." ucap Shakil.
"Gue gak sekolah! Lagian juga udah telat, gerbangnya udah ditutup." ujar Shakilla sambil memejamkan matanya lagi.
"Heh. Bangun. Lebih baik telat dari pada tidak berangkat!" ucap Shakil sambil terus menarik-narik tangan Shakilla.
"Gue udah Izin gak berangkat!" ujar Shakilla.
"Sama lo juga," lanjutnya membuat Shakil melototkan matanya.
"Kenapa baru bilang bego! Gue udah pake seragam gini." maki Shakil pada Shakilla.
"Derita lo!" ujar Shakilla sambil memeletkan lidahnya. Shakilla kembali menutup mukanya dengan selimut tebal.
Shakkl menghentak-hentakan kakinya seperti anak kecil berjalan menuju lemari baju.
Shakil membuka selimut setengah untuk mengintip Shakil yang sedang marah,membuatnya gemas sekali rasanya ingin menceburkan nya ke got biar Shakil merasakan apa yang dirasakan Shakilla
"Gak usah di gituin mukanya!"ucap Shakilla membuat kegiatan menghentakan kaki Shakil terhenti.
"Apa lo!" ucap Shakil menatap sinis ke arah Shakilla.
Shakilla terkekeh lalu duduk.
"Sini-sini gue cium," ucap Shakilla sambil menepuk kasur kosong di sampingnya.
Shakil menatap Shakilla tak percaya.
"Astagfirullah!" ucap Shakil sambil memegang dadanya.
"Siapa yang ngajarin lo gitu?" tanya Shakil.
"Lo."
"Eh, gue?"
"Iya. Lo kan setiap hari mesumin gue. Jadi gue mau balas dendam mesumin lo balik!"
"Hah? Kalo yang mesumin lo cowok lain, Lo bakal bales dendam mesumin tuh cowok?" tanya Shakil dengan tatapan tajam.
Shakilla terkekeh.
"Nggak lah! Ogah banget!" ujar Shakilla.
"Bagus. Tiap hari aja lo balas dendam ke gue," ucap Shakil sambil senyum-senyum menggoda Shakilla.
Shakilla menatap Shakil malas.
"Gak jadi! Gak ada acara balas dendam! Bay! Gue Mau tidur!" ujar Shakilla kembali tidur.
Shakil kembali menghentakan kakiny menuju kamar mandi dengan tangan yang membawa baju untuk ganti.
"Shakilla," panggil Mawar di depan pintu kamar Shakilla.
Shakilla yang sedang tiduran pun akhirnya bangun lalu membuka pintu.
"Loh, Shakilla gak berangkat sekolah?" tanya Mawar.
Shakilla nyengir.
"Gak Bun, Shakilla gak enak badan ." ujar Shakilla tak berbohong emang kepalanya sedikit pusing.
"Udah Izin? Shakil mana?" tanya Mawar sambil melongok ke dalam kamar.
"Udah Bun. Nitip surat sama Rissa. Shakil lagi mandi." jawab Shakilla.
Mawar mengangguk. "Shakil berangkat kan?" tanya Mawar lagi.
Shakilla nyengir kembali sambil garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
"Emm, Shakil juga gak berangkat. Temenin Killa," ucap nya.
"Yaudah, nanti kalau sudah siap turun ya, sarapan pagi dulu," ujar Mawar sambil melenggang pergi meninggalkan kamar Shakil.
"Siap Bunda!!"
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMAN TEMAN ☺️☺️.