SHAKIL&SHAKILLA

SHAKIL&SHAKILLA
Part.28



Shakil beserta cecunguk nya sekarang sedang berkumpul di markas ******.Setelah melihat Shakilla pergi Shakil pun langsung pergi menuju markas nya.


"Jadi gimana bos?" tanya Banyu pada Azka.


Shakil mulai membisikan rencana yang akan dia buat terhadap gadis nakal nya. para cecunguk itu pun menganggukkan kepalanya.


"Emang lo bisa lakuin itu bos?" tanya Andre.


"Lo ngremehin gue?" tanya Shakil sambil melemparkan tatapan tajamnya.


Andi nyengir lalu menggeleng.


"Gue cuma takut Dede gemez jatuh."


"Ya jangan lo doain bego!" ujar Wawan menggeplak paha Andre kuat.


"Gue gak doain bangsat!" kesal Andre pada Wawan.


"Gue gak akan biarin dia terluka sedikitpun." ujar Shakil sambil menenggak minuman soda nya.


"Gue pegang kata-kata lo bos!" ujar Andre pada Shakil.


Sedangkan Banyu mulai mengeluarkan sebungkus rokok dari saku celananya. Lalu mengambil satu batang rokok, Banyu menahan ujung rokok yang berfilter dengan bibirnya sambil menyalakan korek api, kemudian dekatkan apinya dekat dengan ujung rokok. Banyu merokok dengan sangat santai.


"Mau?" tanya Banyu sambil meletakan rokok di atas meja.


"Gue gak mau mati!" ucap Wawan.


"Gue nawarin rokok bukan nyuruh lo mati!" ucap Banyu sambil mengeluarkan asap rokok dari bibirnya.


"Buta lo? Jelas-jelas tertera di bungkus rokoknya. Kalo rokok membunuhmu," ucap Iwan sambil menunjuk bungkus rokok milik Bayu.


Banyu menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Iya sih, tapi buktinya gue gak papa!"


"Itu sekarang, efeknya nanti kalo lo udah tua!" ucap Shakil sambil meneguk minumannya sampai habis tak tersisa.


Banyu hanya nyengir. "Kalo satu bungkus satu hari gak papa bos," ucap Bayu.


Shakil mendengus. "Terserah lo! Hidup-hidup lo. kalo sakit, lo yang nanggung bukan gue!" ucap Shakil tanpa ekspresii.


"Skakmat!!" ucap Wawan sambil tertawa puas mengejek Banyu.


"Sialan lo gue gibeng tau rasa!" kesal Banyu pada Wawan yang masih tertawa.


"Udah udah jangan ribut. Mending makan permen sapi nih," ucap Andre sambil meletakan satu pak permen sapi yang dia beli di toko.


Wawan menghentikan tawanya lalu menatap ke arah permen sapi.


"Wah! Permen kesukaan gue waktu masih bocil." ucap Wawan memungut permen itu sambil tersenyum senang.


Wawan langsung membuka bungkus permen itu lalu memasukan permen itu ke dalam mulutnya.


Shakil hanya menggeleng melihat tingkah konyol teman-temannya.


"Doyan amat lo Wan!" ucap Banyu.


"Enak bege! Cobain deh. Yakan ndre?" ujar Wawan sambil terus mengulum permen itu.


"Iyaa. gue kalo gabut suka ngemut permen." jawab Andre sambil mengemut permen seperti Wawan.


"Gak! Pas kecil gue suka banget ngemut permen. Tapi lama-lama gigi gue sakit," ujar Shakil mengingat masa kecilnya.


"Jangan banyak-banyak lah bos," ucap Wawan.


"Lo aja yang makan sama Andre." ucap Shakil.


"Jelas dong, nanti gue habisin." ucap Wawan sambil terkekeh.


"Yang beli siapa! Yang mau habisin siapa!!" sindir Andre.


"Kan lo yang nawarin bego!" kesal Wawan. Andre hanya diam menikmati permen sapinya.


"Mainnya sindir-sindiran, kalo di sindir balik kena mental!!"


*****


"Yah ... Motor gue kenapa?" ucap Banyu saat motornya tiba-tiba terhenti di tengah jalan, membuat Shakil dan yang lainnya juga menghentikan laju motornya.


"Kenapa lo berhenti?" teriak Shakil menolehkan kepalanya ke belakang.


"Mogok Bos!!" ucap Banyu sambil mengecek motornya.


"Lagian, motor butut lo pake!!" sindir Wawan yang berada di belakang motor Banyu.


Posisi mereka Shakil di depan dan ke empat temannya di belakang.


"Anjing! Motor gue sama motor lo juga mahalan motor gue!" ucap Banyu tak terima motor kesayangannya di bilang butut.


"Percuma mahal, kalo mogokan!" ucap Wawan menyindir Banyu.


"Stop! Kenapa kalian malah sindir-sindiran sih!" ucap Faizanyang sudah geram melihat kedua temannya adu bacot.


"Keburu balapannya dimulai!" teriak Andre di barisan paling belakang.


"Tinggalin aja motor lo Banyu!" ucap Shakil.


Banyu menganga lebar mendengar ucapan Shakil.


"Bos! Lo tau kan gue sayang banget sama si Asep! Kalo Asep di culik gimana?" ujar Banyu sambil mengelus motor sportnya yang dia beri nama Asep.


Shakil mengeluarkan ponsel dari sakit jaket hitamnya yang di belakang bertuliskan 'THE SEMPAC GANG'. Shakil mulai menelpon salah satu anak buah nya. Setelah selesai menelpon Shakil menaruh kembali handphone ke saku jaket nya.


"Motor lo aman. banyu lo bisa bonceng sama Faizan." ucap Shakil sambil menyalakan mesin motornya.


Banyu mengangguk, dia terpaksa meninggalkan Asep sendiri.


"YA ALLAH SEMOGA SI ASEP DI CULIK. AAMIIN." teriak Wawan di gelap nya malam. Banyu yang sudah duduk di motor


Faizan langsung menoleh ke belakang. Dia menatap Wawan dengan tatapan peperangan.


"ANJING LO WAN!" teriak Banyu sambil melayangkan Bogeman tangannya ke udara.


"BERISIK!" teriak Shakil lalu melajukan motornya dengan kecepatan penuh tak mempedulikan teman temannya dibelakangnya. Waktunya tinggal sedikit, waktunya terbuang sia-sia karena bacotan dua manusia jadi-jadian.


Banyu dan Wawan langsung terdiam saat mendengar instruksi dari Shakil. Lalu mereka mulai mengejar Shakil yang jaraknya sudah cukup jauh.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMEN TEMEN ☺️☺️.