
"Bos katanya kemarin mau teraktir makan-makan?" tanya Wawan saat Shakil sudah duduk di bangkunya.
"Emang gue bilang gitu?" tanya Shakil balik.
"Jangan bilang kalo lo amnesia bos!!" ucap Wawan sambil menggebrak mejanya.
"Gak lah! Tolol!" ucap Shakil sambil menyentil dahi Wawan lumayan keras.
"Aww, salah apa diriku padamu bos?!" tanya Wawan dengan ekspresi seperti teraniaya.
"Salah lo banyak sama gue!" ujar Shakil
menatap tajam ke arah Wawan.
"Nah lo Wan!!" ujar Andre sambil terkekeh melihat temannya ternistakan.
"Yaudah bos, maapin gue," ujar Wawan sambil menyatukan kedua tangannya.
"Gue canda Wan! Matanya gak usah berkaca-kaca kali!!" ujar Shakil sambil menepuk pelan bahu Wawan.
"Alhamdulillah, gue dapet bagian traktir an kan?" tanya Wawan dengan mata berbinar.
"Besok gue traktir kalian sehabis pulang sekolah," ujar Shakil pada dedemitnya.
"AHOY, TRAKTIRAN MANTAPP," teriak Banyu sambil berjoget joget senang.
"Lebay lo, biasanya juga gue yang bayarin!" ujar Shakil menatap dedemitnya malas.
"Beda bos, kalo traktiran sekarang kita bebas ngambil apa aja," ucap Banyu.
"Iyaa bos, senangnya bisa berteman sama bos Shakil." ujar Andre.
"Gak kalian. Gak Shakilla. Hobinya ngabisin duit gue Mulu!" ucap Shakil.
"Kita kan bermaksud baik. Duit bos kan kebanyakan, kasian kalo dianggurin. Takut bulukan jadi kita minta in deh." ucap Banyu sambil terkekeh.
"Bacot!!" umpat Shakil.
"Tugas nya udah bos?" tanya Faizan.
"Udah. Thanks ya udah kasih tau," ucap Shakil pada Faizan yang duduk di sampingnya. Faizan haya mengangguk sebagai jawaban.
"Lo udah bos?" tanya Andre di jawab deheman oleh Shakil.
"Nyontek dong." ujar Andre sambil tersenyum manis.
"Lo kan kemarin berangkat bego!!" kesal Shakil sambil melempar buku nya ke arah Andre.
"Gue gak bisa ngerjain," ujar Andre sambil terkekeh. Andre lalu membuka buku yang Shakil lempar.
"Terima kasih banyak Bos. Lo emang yang terbaik." puji Andre.
"Udah ganteng, pinter, baik. Siapa lagi dong kalo bukan Bos Shakil." ujar Wawan dengan muka bangga memiliki teman seperti Shakil.
"Iyalah. Kalo buluk, bodoh, nyusahin, bikin malu. Cuma Lo deh!" ujar Banyu dengan tawa yang mengejek.
"Kalo gue jelek, Lo lebih jelek," kesal Wawan.
"Gue ini cowok dengan mantan terbanyak di sekolah ini!" ujar Banyu sambil membenarkan kerah seragamnya.
"Mantan kebanyakan mirip cabe-cabean pasar aja bangga!!" Sindir Wawan menatap sinis Banyu.
"Berisik! Gue yang paling ganteng aja diem. Kalian itu sama-sama pas-pasan. Jadi gak usah belagu." ucapan Shakil bagai lem yang mampu membuat dua monyet yang sedang beradu bacot seketika diam.
"Iyain dah yang lebih ganteng. Takut gak dikasih traktir." ujar Wawan sambil cengengesan.
"Bos emang lebih ganteng dari kalian berdua!!" ujar Andre.
"Tau monyet!!" ucap Wawan dan Banyu bersamaan.
"Astagfirullah." Andre sambil mengelus dadanya.
Kegiatan mereka terhenti saat ada jelmaan setan muncul di ambang pintu kelas mereka.
"Bebep Shakil kangen," teriak Tasya sambil berlari centil ke arah Shakil.
"Kamu kangen gak sama aku?" tanya Tasya yang sudah berada di hadapan Shakil.
"Najis!" ucap Shakil tanpa melihat ke arah Tasya.
"Heh! Tasya gambreng. Ngapain lo kesini! Pergi sana!" ucap Andre menatap Tasya tajam.
"Suka-suka gue dong!" ujar Tasya nyolot.
"Dih. Sok cantik lo!!" maki Wawan.
"Emang cantik. Banyu aja sampe suka
sama gue! Ya gak Banyu?" tanya Tasya sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Gue juga orangnya pilih-pilih kali." ucap Banyu membuat semua orang tertawa.
"Sok ganteng lo!" ucap Tasya sambil menunjuk muka Banyu.
"Gue emang ganteng! Lo udah muka jelek! Pakaian ketat, make up tebal, dikira cakep kali. Setan aja mungkin takut liat muka lo!!" ucap Banyu sambil menunjuk muka Tasya.
"Beb. Banyu ngatain aku. Kamu gak marah?" ujar Tasya dengan muka yang di imut-imutkan.
"Emang bener. Mending lo pergi, gue gak suka sama lo!" tegas Shakil.
"Gue cuma suka sama Shakilla. Puas lo? Pergi." ucap Shakil dengan nada yang sedikit tinggi.
"Mending lo pergi sya," ujar Faizan.
Tasya pun pergi meninggalkan kelas
Shakil sambil berlari.
"Harusnya kalian gak usah gitu sama dia, dia juga cewek. Hargain dikit lah," ujar Faizan sambil menatap temannya satu persatu.
"Cewek kaya dia di diemin malah ngelunjak Zan," ucap Shakil.
"Iya tuh bener. Dua tahun dia terus ganggu mulu. Udah tau bos gak suka sama dia" ucap Andre.
"Di kasarin aja gitu. Apalagi di baikin. Makin menjadi jiwa setan yang bersemayam di tubuhnya!" ujar Banyu.
"Serah deh. Tapi emang bener sih." ucap Faizan.
*****
"Kantin kuy!!" ajak Rissa sambil tersenyum sumringah.
"Kuy lah!" ucap Shakilla sambil berdiri.
Rissa langsung menggandeng tangan Shakilla. Mereka berdua berjalan menuju kantin sambil tertawa saat Shakilla menceritakan tentang aksi kejar-kejaran dengan orang gila.
"Sumpah gitu? Hahaha," tawa Rissa tak henti-hentinya.
"Iyaa, semenjak itu gue gak mau nyolong jambu lagi!!" ujar Shakilla ikut tertawa renyah.
"Lo sih! Tinggal beli. Jadi orang pelit amat," ujar Rissa di selingan tawanya, sampai tak terasa matanya berair karena terlalu tertawa puas.
"Bukan pelit. Tapi hemat. Kalo ada yang gratis ngapain beli, ya gak?" ujar Shakilla sambil terkekeh.
"Iya sih!" ucap Rissa. Mereka berdua terus tertawa sampai tak terasa sudah sampai depan kantin yang terlihat sangat ramai. Shakilla masuk sambil menggandeng tangan Rissa,
Shakilla celingukan mencari tempat duduk yang kosong tapi nihil.
"Shakilla!" panggil Andre. Shakilla menoleh dan mendapati Andre yang sudah duduk di bagian paling ujung bersama Shakil dan lainnya.
"Duduk sini!" teriak Andre sambil menunjuk bangku kosong di sebelah Shakilla dan Wawan.
Shakilla mengacungkan jempolnya ke atas lalu menarik lengan Rissa supaya mengikutinya.
Shakilla duduk disamping Shakil dan Rissa duduk di samping Wawan.
"Udah pada pesen belum?" tanya Shakilla.
"Udah. Lo mau Abang pesenin dek?" ucap Andre.
Shakilla sudah biasa mendengar Andre memanggilnya dengan sebutan Adek. Andre juga selalu ingin dipanggil Abang oleh Shakilla. Tapi Shakilla kadang panggil nama, kadang panggil Abang.
"Boleh. Kalo gak ngerepotin sih." ujar Shakilla sesekali melirik ke arah Shakil yang fokus dengan ponselnya.
"Gak ngerepotin. Lo juga mau gue pesenin Riss?" tanya Andre pada Rissa. Rissa hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Seperti biasa ya!" ujar Shakilla dibalas acungan jempol oleh Andre.
"Lo main apa sih Kil!" ucap Shakilla yang sudah geram melihat Shakil sok sibuk.
"Gue lagi nge-game nih!" ucap Shakil.
"Sejak kapan lo suka nge-game?" tanya Shakilla
"Sejak tadi." ujar Shakil membuat Shakilla melebarkan mulutnya.
"Main apa emang? ML? FF?" tanya Shakilla.
"Ck, bukan!"
"Terus lo main apa?" tanya Shakilla menatap Shakil dari samping sambil menopang dagunya.
"Dunia Bayi Panda," jawab Shakil sambil melirik Shakilla sekilas. Shakilla langsun membulatkan matanya.
"Siapa yang rekomendasi kan permainan itu sama lo?!" ujar Shakilla sambil menatap teman-teman Shakil.
"Iwan," Ucap Shakil menunjuk Wawan yang sedang nyengir tanpa dosa.
"Isinya cuma masak-masak gitu kok Killa!" ucap Wawan.
"Hapus Ka! Gak cocok. Udah tua juga, masa permainan nya Bayi panda sih!!" geram Shakilla
"Gak mau ah" ujar Shakil sambil menggeleng.
"Udah biarin aja Kill." ujar Banyu menenangkan perdebatan temannya.
"Tap--" ucapan Shakilla terpotong saat melihat Andre kerepotan membawa pesanan mereka.
"Sorry ya ngerepotin," ujar Shakilla sambil memapah pesanannya.
"Kaya sama siapa aja lo dek," ujar Andre.
"Thanks Ndre." ujar Rissa dibalas anggukan oleh Andre.
Mereka makan sambil sesekali ada perdebatan diantara Shakil dan Shakilla. Ataupun Banyu dan Wawan.
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMAN TEMAN ☺️☺️.