SHAKIL&SHAKILLA

SHAKIL&SHAKILLA
Part.8



Shakilla yang melihat raut wajah Rissa mendadak berbeda langsung mengubah ucapannya.


"Gue cuma becanda Wan,"ucap Shakilla sambil terkekeh.


Bahu Wawan langsung merosot.Dia fikir Risaa beneran menyukainya.


"Sabar Wan.Lo emang gak laku!"ujar Banyu menepuk bahu Wawan sambil menahan tawanya.


"Kampret Lo! Kaya sendirinya punya doi!"


"Gua mah kalo mau pacaran tinggal pilih.Tapi lagi males aja!"


"Heleh. Alasan!"ucap Wawan sambil menjitak kepala Banyu. Banyu yang tak terima membalas menjitak kepala Wawan. Dan terjadi lah jitak menjitak diantara keduanya.


"Ikut gue!"Sambil menggenggam tangan mungil Shakilla.


"Kemana?"Shakil tidak menjawab pertanyaan Shakilla.


"BOS. SHAKILLA MAU DI BAWA KEMANA!!"teriak Faizan tanpa di hiraukan Shakil.


"Lo mah kebiasaan. Main tarik tarik aja,"


"Suka suka gue dong,"ucap Shakil tanpa rasa bersalah.


"Ngapain lo bawa gue ke kantin! Gue kan gak lapar!"Pasalnya Shakilla tidak lapar maupun haus.


"Gue yang lapar!"


"Lo kan bisa kesini sendiri. atau sama teman teman lo itue."ucap Shakil mencak mencak.


"Lo kan babu gue!


Shakilla lupa bahwa dirinya masih menjadi babu Shakil.


"Sialan! Kenapa sekarang tiga minggu itu lama banget rasanya sih,"Gerutu Shakilla.


"Bagus deh. Itu tanda nya lo emang di takdirin buat jadi babu gue."


"Awas aja lo,nanti gue mau cari pacar. Terus nanti gue suruh dia buat pukulin muka lo yang ngeselin."cerocos Shakilla.


"Emang ada yang mau sama lo?"


"Wah,Kurang ajar lo. Lo lupa hampir seluruh kaum Adam tergila gila karena kecantikan gue".sambil menaik turunkan alisnya.


"Mungkin."


Shakilla ingin sekali rasanya mencakar cakar muka tampan Shakil.


Tapi ia urungkan,bisa bisa sandal kelinci kesayangan nya dibuang oleh Shakil.


"Pesani gue makanan sana,"


"Kok gu-"


"Gak boleh bantah.Ini perintah bos."ucap Shakil penuh penekanan.


Ingin sekali Shakilla membuang Shakil ke kandang harimau. Cowok itu selalu saja merecoki kehidupan Shakilla.


"Buk Tati,pesan bakso dua sama es teh manis nya dua ya."ucap Shakilla lemes. Awalnya dia tidak lapar tapi melihat siswa siswi makan dirinya pun jadi lapar.


Setelah memesan makanan Shakilla kembali duduk di hadapan Shakil. Setelah beberapa menit menunggu akhirnya pesanannya pun sudah tiba.


"Makasih buk,"dibalas acungan jempol oleh buk Tati.


Shakilla mulai memakan bakso nya dengan lahap.Tanpa menghiraukan kehadiran Shakil di hadapan nyae.


"Katanya gak lapere!"cibir Shakil


"Tadi gak laper. Sekarang laper."


Mereka mulai memakan bakso sambil sesekali berdebat.


Shakilla telah menghabiskan bakso nya sampe kuah nya tak tersisa sedikit pun.


"Kenyang."Shakilla bersendawa cukup keras.Membuat dia jadi pusat perhatian.


Shakilla menyadari semua orang menatap nya,ia berusaha bersikap acuh.padahal mah malu.


"Shakil..."


"Apa?"


"Lo yang bayarin makanan gue kan?"


"Bayar sendiri lah,"


"Jadi cowok pelit amat!"sambil memalingkan wajahnya. Padahal Shakil tau ATM Shakilla di sita papa nya.Uang saku nya cuma Lima puluh ribu rupiah sehari.


"Iyaa,gue bayarin."


"gak usah,kalo gak ikhlas."


"Gue ikhlas,tadi cuma becanda."


"Alhamdulillah.Uang gue aman,"ujar Shakilla tersenyum.


*****


"Mengerti Bu,"Jawab seluruh anak 11 IPA ⁵ dengan kompak.


"Sampai disini pembelajaran hari ini."


"Ibu akhiri. Assalamualaikum wr.wb."ucap Bu Dewi sambil berjalan keluar dari kelas IPA⁵.


"Waalaikumsalam wr wb.."jawab seisi kelas.


Siswa e berhamburan pergi meninggalkan kelas.Kecuali dua cewek yang sedang bercerita keluh kesah menjadi siswi.


"Bu Dewi kalo ngasih tugas gak nanggung nanggung."ucap Rissa dengan muka masam.


"35 soal harus dikumpulkan besok pagi as sebelum jam 7 pula."ucap Shakilla memegang keningnya.


"Defresi gue lama lama jadi murid."


ujar Rissa mengacak acak rambut nya.


"Kita manusia bukan robot,


Setidaknya kasih waktu 2hari atau 3hari."cerocos Rissa


"Sabar Riss,"


"Gak bisa Killa,gue capek kalo setiap hari terus gini.Pulang sore,sampe rumah harus nya istirahat tapi malah belajar lagi."


"Mau gimana lagi,Emang lo berani protese?"tanya Shakilla.


"Gak sih,"


"Sabar aja lah.Mau kita ngumpat, kayang,jungkir balik atau pun salto.Tugas nya juga gak akan berkurang,teriam ajalah."jelas Shakilla.


"Iya sih benar,dahlah yuk pulang. Yg tugas udah meronta-ronta minta di kerjain."sambil menenteng tas sekolahnya.


"Kuy lahe. Biasa ya bagi tugas biar cepat selesai,"lanjut nyae.


"Ashiap!!!"jawab Shakilla.


*****


Gadis cantik sedang berkutat dengan alat tulis nya. Padahal hari sudah malam tapi Shakilla masih fokus mengerjakan tugas matematika yang harus dikumpulkan besok pagi.


"Terpaksa gue. Di kerjain puyeng gak dikerjain nanti kena marah."


Shakilla melirik jam yang terpajang di dinding kamarnya. Waktu menunjukkan pukul 23.42 tapi Shakilla merasa belum mengantuk. Mungkin karena sudah terbiasa begadang.


"Semangat baru 30 soal yang udah,masih ada 5 soal lagi."ucap Shakilla menyemangati dirinya sendiri.


Setelah 20 menit tugas matematika Shakilla pun selesai. Lalu berjalan menuju tempat tidurnya.


"Mau tidur. Takut besok kesiangan kan barabee, perjuangan gue bakal sia sia,"ucap Shakilla sambil merebahkan tubuhnya. Shakilla memandangi langit langit kamarnya. Lama kelamaan membuatnya mengantuk. Dia pun tertidur dengan pulas.


Pagi hari Shakilla Shakilla bangun terlambat dan mama nya pun tak membangunkan nya.


"Mamah... Kenapa gak bangunin Killa sih,kan telat."ujar Shakilla berlari dari arah tangga ssmbil membawa sepatunya.


"Mama gak tau kalo kamu belum bangun. Biasanya juga kamu udah bangun."


Shakilla terus saja mendumel sambil memasang sepatutnya. Setelah terpasang Shakilla langsung berlari ke arah papa dan mama nya untuk meminta izin kesekolah.


"Kamu kan belum sarapan sayang,"ucap Diana.


"Shakilla sarapan di kantin aja mah, takut telat," Diana melihat tingkah anak nya hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar.


Shakilla berlari terbirit-birit keluar rumah menemui Shakil. Ternyata Shakil Sudah stand by di depan gerbang rumahnya.


"Lo lama banget! Dua puluh menit lagi masuk."


"Ngomel ngomel nya nanti aja.


Sekarang cebat berangkat,kalo perlu ngebut Kil,"ucap Shakilla sambil naik ke motor Shakilla mengambil helm yang Shakil sodorkan lalu memakai nya dengan cepat.


"Ada apa. Biasa nya kalau telat lo malahan seneng."


"Ini beda Shakil! Cepat gue harus ngumpulin tugas matematika sebelum jam 7."ujarnya sambil menepuk punggung Shakil.


Shakil mengerti lalu menjalankan motor nya dengan kecepatan penuh.


Shakilla yang belum siap hampir saja terjengkang ke belakang kalau tidak langsung memeluk pinggang Shakil.


"Kalo mau tancap gas tu bilang bilang dulu,gue hampir jatoh!"


"Lo yang minta ngebut, Lo juga yang marah marah."


"Marah lah. Gue kan kaget."


Shakil tidak menghiraukan ucapan Shakilla. Dia melajukan motornya dengan kecepatan penuh.


"AYO CEPAT KURANG KENCENG,"teriak Shakilla.


"Bawel lo."


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMEN TEMEN ☺️☺️