SHAKIL&SHAKILLA

SHAKIL&SHAKILLA
Part.20



Shakil dan kawan-kawan sedang duduk santai di bawah pohon yang menghadap langsung pada lapangan olahraga. Mereka sesekali tertawa karena tingkah konyol Wawan kecuali Andre, cowok itu terus menatap Serra yang sedang lari keliling lapangan.


"Ndre! Lo diem-diem Bae!" ujar Wawan sambil memukul bahu Andre keras.


Andre melirik Wawan sinis.


"Apa?"


"Lo kenapa? Galau?" tanya Wawan.


"Gak!"


"Kalo suka buruan tembak. Diambil orang nanti nanges!" ujar Shakil ikut menimbrung.


"Iya tuh betull!!" ucap Banyu.


"Kalian mah enak tinggal ngomong. Gue udah usaha. Tapi kaya nya Serra emang gak suka kalo gue deketin." jelas Andre.


"Cewek emang gitu pertamanya. Tapi


kalo lo terus usaha pasti lama-lama bakal luluh." jelas Banyu pakar cewek.


"Lo mah emang buaya kakap Banyu!"ucap Wawan.


"Dari pada lo jomblo ngenes!" ejek Banyu.


"Sialan."


"Udah. Lo berdua ribut Mulu." ucap Faizan menenangkan monyet yang sedang ribut.


"Gak ribut. Gak asik." ujar Banyu dibalas anggukan oleh Wawan.


"Gue suka dengan keributan." ucap Wawan dengan bangga.


"Emang setan lo berdua." maki Shakil.


"Kalo kita setan berarti lo bapak setan!


"Iya gak Banyu!" ucap Wawan.


"Yoi." ujar Banyu sambil bertos ria.


"Kampret! Mau disini apa di lapangan?" ucap Shakil tanpa ekspresi.


"Hajar aja bos!!" seru Andre memanas-manasi.


"Gak bos! Ampun," ujar Wawan sambil menunjukan deretan giginya.


"Tadi lo bilang suka keributan. Kalo di ajak ribut gak mau!!" sindir Andre.


"Kalo ributnya sama Banyu gass lah! Kalo sama bos gak deh. Masih sayang nyawa." jelas Wawan sambil cengengesan.


Banyu menatap Wawan garang.


"Yuk ribut!!" ujar Banyu menantang Wawan.


"Masih pagi. Nanti aja!" tolak Wawan.


"Takut? Bilang nyet!" "Teman biadab!!" ujar Wawan sambil menjitak kepala Banyu.


Andre memandang kedua temannya malas. Lalu dia mengambil gitar milik Shakil.


"Minjem ya bos!" Dibalas anggukan oleh Shakil.


Andre mulai memetik senar gitar lalu menatap ke arah Serra yang sedang tersenyum kecil.


'Senyuman di bibirmu


Selalu tersimpan di hati


Seakan akan menyentuh mesra jiwaku


Apakah ini suatu isyarat Sebuah pesan dari hatimu Ungkapan rasa cinta engkau pendam'


Andre menyanyikan nya dengan sangat merdu. Membuatnya menjadi sorotan siswa termasuk Serra.


Andre menghentikan nyanyiannya saat Serra memandangnya dengan


tatapan yang sulit diartikan. Serra langsung memutuskan tatapannya dan melanjutkan lagi kegiatan larinya.


"Kejar Ndre! Anggota gue gak boleh mudah menyerah!!" ujar Shakil sambil menepuk bahu Andre pelan.


"Siap bos!".


*****


"Capek banget Una!" ujar Shakilla sambil ngos-ngosan.


"Iya gue juga! Pak Didi enak banget nyuruh kita lari dia malah duduk santai sambil nyruput teh." Kesal Rissa.


"Sabar Riss! Mending kita lanjut lari lagi."


Rissa menatap sekelilingnya dan mendapati Wawan yang sedang duduk tidak jauh dari situ.


"Ya ampun Wawan ganteng banget!" ujar Rissa tak berkedip sambil memandang Wawan.


Shakilla yang melihat itu hanya memutar bola matanya malas.


"Selera lo itu emang yang rada gesrek ya?"


"Enak aja! Wawan itu gak gesrek. Dia itu imut."


"Iya imut kaya pantat ayam!"


"Heh. Kok Wawan lo samain kaya pantat ayam? Gak terima gue."


"Iya calon istrinya Wawan. Gue gak nyamain cuma bilang mirip."


"Sama aja dodol. Wawan itu ganteng plus imut."


"Iya iya. Semua orang akan menjadi sempurna hanya di depan orang yang suka dia."


"Betul!"


"Cocok deh lo sama Wawan!"


"Hah serius? Cocok karena apa?" tanya Rissa antusias.


"Karena sama-sama gesrek!!" ucap Shakillasambil tertawa puas.


Senyum Rissa seketika luntur.


"Kampret emang!!!"


Mereka berdua kembali melanjutkan kegiatannya sampai bel istirahat berbunyi.


*****


"MPOK ES TEH MANIS DUA GELAS YA!!" teriak Rissa pada Mpok Leha.


"Siap Neng! Makanannya gak neng?" teriak Mpok Leha sambil mengacungkan kedua jempol nya.


"Gak Mpok. Visi ngirit Misi ngirit. Visi misi ngirit-ngirit buat nanti nikah." ujar Rissa sambil sedikit teriak.


"Apasih Rissa! Garing banget!" ujar Shakilla sambil terkekeh.


"Gak papa garing! Yang penting perasaan gue ke dia asli no tipu-tipu!" Shakilla mengerutkan keningnya bingung.


"Sumpah gak nyambung!!"


"Di sambungin aja biar jadi satu."


Shakilla langsung memegang kening Husna.


"Adem kok. Gak panas!"


"Dih, kepedean lo! Gue ngecek suhu badan lo. Gue takut lo udah gila beneran!"


Rissa langsung melepaskan pelukannya dan menatap Shakilla sambil mengerucutkan bibirnya.


"Tega lo! Masa cewek secantik gue gila!"


"Bisa jadi kan?"


"Taulah!! Kesel gue," ujar Rissa sambil bersedekap dada.


"Ulu ulu. Kalo marah muka lo makin mirip sama kambing nya Pak Darma!" ejek Shakilla.


"Sialan lo! Masa muka gue lo samain sama kambing!!"


"Ya mau gimana lagi. Gue kan orangnya


emang jujur."


"Jujur pala lo."


*****


"Shakil! Yuhuu!" teriak Shakilla di depan kelas Shakil.


"Tuh bos, bayi besar lo udah teriak-teriak!" ujar Wawan.


"Sana bos keluar, adek gue kasian." ucap Andre.


Shakil menatap kedua temannya malas. Tanpa di suruh dirinya pun akan pergi menemui Shakilla.


Shakil berdiri sambil menyampirkan tas sekolah pada lengan kiri nya.


"Gue pulang duluan." ucap Shakil. Dibalas anggukan oleh mereka.


Shakil melangkahkan kaki jenjangnya untuk menemui Shakilla.


"Ayok Kil. Pulang!" ujar Shakilla sambil menarik seragam Shakil.


"Iya. Sabar dong."


"Udah jam empat, buruan." Shakilla menarik lengan Shakil ke arah parkiran.


"Gak sabaran banget lo. Mau apa sih?" Kesal Shakil


"Gue mau nyolong jambu nya Mpok Tuti. Mumpung dia lagi pulang kampung."


Shakil menatap Shakilla tak percaya.


"Jambu mulu yang lo pikirin!"


"Kalo mikirin lo. Emang boleh?" tanya Shakilla ngasal.


"Gak boleh."


"Yaudah!"


"Tapi kalo Deket boleh."


"Kenapa?"


"Kalo deketan kaya gini kan. Gak perlu repot-repot mikirin."


"Buah pepaya buah kedondong. Gue


jadi baper dong."


"Lo itu gak cocok jadi tukang pantun."


"Terus gue cocoknya jadi apa?" tanya Shakilla dengan raut wajah bingung.


"Jadi pendamping hidup gue."


*****


"Fano maling jambu nya Mpok Tuti yuk!" ajak Shakilla pada Noval.


"Dosa kak, kata Abang Fano gak boleh maling."


"Kalo maling jambu dosa nya sedikit kok. Jadi kamu tenang aja."


"Gitu ya. Yaudah yuk kak."


"Pinter banget sih." ucap Shakilla.


"Iya dong!" ucap Fano dengan bangga.


"Ambil tangga dulu."


Shakilla dan Fano bergotongan membawa tangga menuju ke arah pohon jambu nya Mpok Tuti.


"Kakak naik kamu pegangin ya."


"Siap kak." Shakillamulai menaiki tangga itu. Fano dibawah mengawasi keadaan sekitar takut ada tetangga yang lihat. Keadaan sekitar tampak sepi. Jadi Fano lihat ke atas dimana Shakilla sedang berusaha mengambil jambu.


"Yang itu Kak." tunjuk Fano pada jambu yang lumayan besar.


"Yang ini?"


"Iya," Fano tampak asik melihat kearah Shakilla sampai tidak menyadari ada seseorang yang menghampirinya. Orang itu menepuk bahu Fano sambil cengengesan. Fano yang merasa terganggu pun jadi kesal.


"Apa sih!" Kesal Fano sambil berbalik badan untuk melihat siapa yang terus menepuk bahunya.


Fano terkejut siapa yang ada di depannya. Rambut acak-acakan, baju kotor plus sobek-sobek, gigi item, dan dia terus saja cengengesan.


"Anak!! Anak!!" Seru orang itu.


"K-ka Shakilla," panggil Fano pada Shakilla. Fano sudah berkeringat dingin karena takut.


"Anak! Ayah, ini Ayah!!" Seru orang itu dengan bahagia. Berniat ingin memeluk Fano.


"HUWAA, ADA ORANG GILA!!" teriak Fano sambil berlari terbirit-birit.menuju rumahnya.


Shakilla yang mendengar teriakan Fano lantas menengok ke bawah. Shakilla


terkejut bahwa ada orang yang lebih


gila dari Rissa.


"PERGI LO!!" usir Shakilla sambil berteriak.


"Istri!! Istri!!" orang gila itu terus saja memanggil Shakilla Istri.


"Istri pala lu peyang!! Gue bukan istri lo!" kesal Shakilla


"Istri!! Istri!!" Orang gila itu berniat


manjat ke tangga yang dinaiki Shakilla. Shakilla yang melihat itu langsung panik.


"HUWAA! SIAPAPUN TOLONGIN GUE!!" teriak Shakilla dengan lantang


berharap ada seseorang yang datang menolongnya.


"MAMA! PAPA! SHAKIl! TOLONGIN GUE!" teriak Shakilla sambil menangis. Shakilla kalau takut pasti akan menangis.


"ISTRI!!"


"Pergi lo! Dasar gila! Pergi hiks." Shakilla menangis sambil melempari buah jambu ke arah orang gila itu.


Orang gila itu hanya berjingkrak senang.


"ORANG GILA EDAN!!"


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMEN TEMEN ☺️☺️.