
Hari demi hari berlalu. Tak terasa besok sudah tiba hari yang sangat di tunggu-tunggu oleh Shakilla. Shakilla tak sabar, dirinya sudah sangat merindukan balapan.
"Duhh, gak sabar banget gue," gumam Shakilla yang sedang tiduran di sofa sambil menonton serial tv.
"Gue pasti menang." ucap Shakilla yakin.
Shakilla tertidur di sofa ruang keluarga. Sayup-sayup Shakilla mendengar suara mama nya yang sedang telponan dengan seseorang. Shakilla membuka matanya, lalu duduk bersandar di sofa. Dia menatap mama nya yang terlihat khawatir.
"Kenapa ma?" tanya Shakilla sambil mengucek matanya.
"Oma sakit Killa. Mama mau banget ngerawat Oma kamu, tapi kalo mama ke sana, kamu di rumah sendiri," ujar Diana saat sudah duduk di samping Shakilla
"Gak papa ma, Shakilla sendiri di rumah juga berani ko," ujar Shakilla
"Mama tetep gak tenang."
"Kesehatan Oma lebih penting. Kasian Oma lagi sakit Ma. Shakilla kan udah gede. Bisa jaga diri," jelas Shakilla.
Diana mulai memikirkan sesuatu. Satu menit kemudian melati tersenyum senang.
"Kenapa mama senyum gitu?" tanya Shakilla curiga.
"Besok mama ke rumah O.a. Kamu Mama titipin sama Bunda Mawar aja ya."
"Loh, gak deh Ma," Shakilla menolak. Karena besok balapan di mulai, kalau dirinya tinggal di rumah Shakil, bisa gagal rencananya ikut balapan.
"Mau ya sayang," ujar Diana.
"Nggak mau ih, Shakilla berani kok di rumah sendiri," rengek Shakilla.
"Gak. Pokonya besok kamu tinggal di rumah Bunda Mawar, sekalian mama kunci rumah ini."
"Loh, kok gitu, aku kan bisa main ke rumah Bunda tanpa mama titipin segala."
"Nurut Killa. Kamu mau dosa?"
Shakillamenggeleng. "Kalo Shakilla mau nya uang." Diana menatap anaknya malas.
"Mata duitan!!"
*****
Shakilla menatap kedua orangtuanya yang sedang mengemasi baju.
"Pa, Ma. Shakilla tinggal di rumah aja yah," rengek Shakilla.
"Kenapa? Biasanya juga hampir setiap hari kamu numpang tidur di kamar
Shakil."
"Itukan cuma numpang tidur, gak seharian full di rumah Bunda," ujar Shakilla.
"Udah, Shakilla nurut yah. Nanti Papa beliin boneka kelinci sama
anak-anaknya," ujar Raka sambil mengelus rambut Shakilla.
Mata Shakilla langsung berbinar
mendengar kata boneka kelinci"Janji ya."
"Emang Papa pernah bohong?"
Shakilla lantas menggeleng.
"Nggak."
Setelah selesai mengemasi
barang-barang yang akan dibawa. Mereka pergi menuju rumah Farhan dan Mawar.
"Assalamualaikum," ucap Diana dan Raka bersamaan. Shakilla di belakang hanya mengerucutkan bibirnya.
"Waalaikumsalam," ujar Mawar sambil membuka pintu rumahnya.
"Eh Diana, Raka. Ada apa tumben pagi-pagi kesini," ujar Mawar sambil terkekeh.
"Ayo masuk," imbuhnya.
"Kita cuma sebentar kok, kita mau nitip Shakilla di rumah kamu. Boleh tidak?" tanya Diana.
"Kaya sama siapa aja kamu Na, Aku seneng banget Shakilla tinggal disini. ucap Mawar sambil tersenyum hangat.
"Terimakasih banyak Mawar. Kalo Shakilla nakal jewer aja telinganya."
"Ihh, mama kok gitu," ucap Shakilla sambil
memanyunkan bibirnya. Setelah selesai berbincang-bincang dengan Mawar, Mereka pun pamit untuk pergi ke rumah Oma nya Shakilla
"Sayang, inget gak boleh bandel, harus nurut sama Bunda Mawar," ucap Diana menatap putri kesayangannya.
"Siap Ma, Kalian pulang nya kapan?"
"Kalo Oma udah sembuh kita pulang," jawab Diana.
"Kalo Oma gak sembuh-sembuh berarti kalian gak pulang-pulang?"
tanya Shakilla lagi.
"Ya kamu jangan doain Oma gak sembuh dong," ucap Diana sambil
menyentil pelan dahi Shakila
Shakilla terkekeh.
"Misalnya Ma."
"Jangan lupa boneka kelinci sama anak-anaknya Pa," ucap Shakilla beralih menatap Raka
"Iya sayang," jawab Raka sambil membawa Shakilla kedalam pelukannya. Setelah kepergian Raka dan Diana. Shakilla diajak masuk ke dalam rumahmewah Mawar sambil membawa
pakaian Shakilla.
"Dikamar Shakil Bund, Shakil nya di suruh pindah," ujar Shakilla sambil terkekeh.
Shakil yang mendengar bahwa dirinya ternistakan lantas langsung menimbrung pembicaraan dua orang
yang berjenis kelamin.perempuan.
"Apa-apaan ini. Gak mau!" tolak Shakik sambil mendekati Shakilla.
"Shakil, gak papa sayang. Kamar Shakil berarti kamar kamu," ucap Mawar. Shakil menatap Mawar malas. "Selalu saja begitu."
Shakilla memeletkan lidahnya meledek Shakil. "Seperti biasa."
"Shakil tidur dimana Bund?" tanya Shakil.
"Kamar yang kosong banyak Shakil. Mau tidur di sofa kamarmu juga gak papa,.kamu kan sudah terbiasa tidur di sofa." ucap Mawar.
Hampir setiap hari Shakilla numpang
tidur dikamar Shakil. Selalu saja Shakil
yang mengalah dan akhirnya tidur di sofa.
"Kaya nya gue itu anak pungut deh!" kesel Shakil.
*****
"Lo udah tau kan tentang berita balapan?" tanya Shakil menatap Shakillatajam.
"Gak tau! Emang ada balapan?" ucap Shakilla dengan tampang terkejutnya.
"Udah deh Killa. Gak usah pura-pura gak tau!" ujar Shakil tanpa ekspresi.
"Kenapa emangnya?"
"Lo gak boleh ikut balapan!" tegas Shakil.
"Kenapa? Itu hobi gue. Lo juga sering.balapan!"
"Gak usah lo samain sama gue. Itu jelas beda. Gue cowok, lo cewek Killa," ujar
Shakil berusaha menahan emosinya.
"Emang kenapa kalau cewek? Gue cewek tapi gue gak pernah kalah."
"Itu cuma keberuntungan."
"Lo kenapa sih Kil?" kesal Shakil.
"Pokoknya lo gak boleh ikut balapan besok!"
"Udah ya gue gak mau debat sama lo. Udah malem Kil, gue ngantuk."
"Gue belum selesai bicara."
"HAK LO APA NGATUR HIDUP GUE!" sentak Shakilla hilang kendali.
Shakil memandang Shakilla dengan tatapan datar. Baru kali ini Shakilla berani
menyentak dirinya.
"Lo pacar gue. Lo tanggung jawab gue Killa," ucap Shakil dengan nada rendah.
Shakil lalu berjalan menuju sofa untuk
meredam emosinya.
Shakil menatap Shakil dengan tatapan bersalah. Dirinya gak sengaja, bagaimana pun juga yang Shakil lakukan selama ini demi kebaikannya.Tapi emang dasarnya mereka berdua
keras kepala.
"Shakil..." rengek Shakilla duduk bersimpuh di lantai sambil menggoyangkan lengan Shakil yang sedang merebahkan tubuhnya di sofa.
"Terserah lo mau ngelakuin apa! Gue gak peduli!" ujar Shakil tanpa menoleh ke arah Shakilla
"Maaf," cicit Shakilla sambil menundukkan kepalanya. Sudah cukup
lama Shakilla pada posisinya tapi tidak
ada sepatah katapun yang keluar dari bibir Shakil. Shakil tidak menjawab permintaan maaf dari Shakilla. Shakil hanya memejamkan matanya.
Shakilla melirik muka Shakil dan mendapati Shakil sepertinya sudah
tertidur. "Shakil, Shakilla minta maaf," gumam Shakilla
Kemudian Shakilla mencari posisi
nyaman, Shakilla menyenderkan
kepalanya di sofa yang Shakil tiduri dengan kaki bersimpuh di lantai.
Setelah beberapa menit Shakil tidak merasakan pergerakan dari Shakilla.
Shakil menoleh lalu mendapati wajah damai Shakilla yang sedang tertidur pulas.
Kemudian Shakil mengulurkan tangan
untuk membenarkan tatanan rambut
Shakillayang menutupi wajah cantiknya.
"Gue ngelarang lo karena gue sayang sama lo Killa.Gue gak mau lo kenapa-napa. Lo itu sangat berarti buat
gue Shakilla."
"Tugas Shakil menjaga Shakilla. Kalo
sampai sesuatu terjadi sama lo, gue gak akan pernah bisa maafin diri gue sendiri. Shakil milik Shakilla, Shakilla milik Shakil."
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMEN TEMEN ☺️☺️.