
Setelah menempuh waktu dua puluh
menitan, Shakilla akhirnya sampai di
kediaman keluarga Shakil.
Shakilla berjalan masuk, rumah mewah ini tampak sepi. Karena om Farhan sedang ke luar kota dan Bunda Mawar
sedang pergi ke butik baju miliknya.
Shakilla melangkahkan kakinya menuju kamar Shakil yang berada di lantai atas. Shakilla langsung masuk ke dalam kamar Shakil. Shakilla tersenyum senang saat mendapati Shakil yang sedang tertidur pulas sambil memeluk guling.
Shakilla mendekat, lalu duduk di samping kasur. Shakilla menatap wajah Shakil yang terlihat begitu damai. Dia baru
menyadari bahwa Shakil memiliki wajah yang sangat tampan.
"Lo ganteng, tapi nyebelin," ucap Shakilla sambil mengelus rambut Shakil.
"Shakil, Lo beneran tidur kan?" tanya Shakilla tidak ada jawaban dari Shakil.
"Maafin gue ya, gue gak bisa nurutin permintaan lo. Gue akan tetap ikut
balapan nanti malam," bisik Shakilla pada Shakil.
"Kalo nanti lo marah sama gue, gak papa kok. Marah aja. Tapi jangan
lama-lama," ucap Shakilla sambil terkekeh. Shakil masih memejamkan matanya.
Shakil tidak mengubah posisinya, dia masih terus memandang Shakil.
"Bisa-bisanya lo kalo tidur nggak ileran?!" tanya Shakilla menatap sekeliling bibir Shakil.
Saat menatap bibir Shakil, Shakilla mendengar suara cacing kelaparan yang berasal dari perut Shakil.
Shakilla terkekeh. "Kasihan banget, pasti lo lapar ya." ucap Shakilla sambil mengelus perut rata Shakilla
Shakil turun dari kasur lalu berjalan ke arah lemari. Shakilla mengambil baju
putih pendek sama rok di atas lutut lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah lima belas menit Shakilla keluar dari kamar mandi, Shakilla sudah memakai baju yang ia ambil tadi. Shakilla melirik ke arah kasur, Shakil masih tetap tertidur.
Shakilla keluar kamar untuk pergi ke.dapur. Shakilla berniat ingin memasak sup ayam kesukaan Shakil. Shakilla sibuk berkutat dengan alat-alat masak.
Sekitar dua puluh menitan akhirnya sup ayam jadi. Shakilla membawa sup ayam yang sudah ia taro di mangkuk beserta nasinya menuju ke kamar Shakil.
"Shakil. bangun," ujar Shakilla pelan sambil menepuk-nepuk pelan pipi Shakilla.
"Shakil. Hey. Bangun," ucap Shakilla menggoyangkan lengan Shakil. Shakil melenguh kecil lalu mengerjapkan matanya berkali-kali.
Hal yang pertama Shakil liat adalah wajah cantik Shakilla.
Shakilla tersenyum manis.
"Cepet bangun."
Shakil bangun lalu mendudukkan dirinya. "Apa?" tanya Shakil.
"Makan, nih gue udah masakin Sup ayam kesukaan lo," ucap Shakilla sambil menyodorkan Sup Ayam buatannya
"Gue gak laper," tolak Shakil.
"Mulut lo ngomong gak, tapi perut lo ngomong iya."
"Gue gak laper Shakilla." Shakil berniat keluar tapi Shakilla lebih dulu mengunci pintu kamar Shakil. Supaya Shakil tidak bisa keluar.
"Mau kemana? Makan dulu!" ucap Shakilla sambil menaruh kunci di saku bajunya.
Shakil tidak akan berani mengambil kunci yang berada di saku bajunya. Shakil menghembuskan nafasnya kasar.
"Gue, gak laper Shakilla."
Shakilla menenteng kan kedua tangannya.
"Harus makan!"
"Siniin kuncinya."
"Gak mau!" ucap Shakil sambil menggelengkan kepalanya.
"Buka pintunya Shakilla. Ini kamar," ucap Shakil.
"Iya gue tau ini kamar, siapa yang bilang kalo ini kuburan!!"
Shakil menatap Shakilla dari atas sampai bawah.
"Rok bayi ngapain lo pake?! Gak malu?" tanya Shakil.
"Nggak malu lah, disini kan cuma ada lo."
Shakil menatap Shakilla malas.
"Ganti sana."
"Lo makan dulu. Habis itu gue ganti Janji," ucap Shakilla sambil menggandeng lengan Shakil lalu menyuruh Shakil duduk di sofa. Shakilla mengambil sup yang ada di atas kasur lalu membawanya ke arah Shakil.
Shakilla mendudukkan bokongnya di samping Shakil, menaruh sup di atas pahanya.
"Makan ya Shakil," ucap Shakilla.
"Gak mau Shakilla," ujar Shakil sambil
menggelengkan kepalanya.
"Harus makan! Biar gue suapin." Shakilla mulai menyuapi Shakil, awalnya Shakil nolak tapi Shakilla memaksa
akhirnya Shakil membuka mulutnya.
"Nah, pinter," ucap Shakilla sambil membersihkan nasi yang tersisa di bibir Shakil.
"Aaa," Shakilla mengarahkan sendok ke
mulut Shakil. Shakil menerima suapan Shakilla karena perutnya terasa sangat lapar.
"Udah kenyang," ucap Shakil berbohong.
"Bohong! Baru empat suapan masa udah kenyang."
"Emang udah kenyang."
"Pokonya harus dimakan sampai habis. Lo gak kasihan sama gue. Walaupun gue capek, gue tetep buatin lo makan," crocos Shakilla.
"Gue gak nyuruh."
"Gak tau terimakasih lo!!" Ketus Shakilla sambil menyuapi Shakil lagi.
Suapan demi suapan Shakilla berikan
pada Shakil sampai sup nya habis tak tersisa. Shakilla lalu mengambil
air putih di atas meja samping sofa lalu memberikannya pada Shakil.
Shakil menerimanya dan langsung meminumnya sampai habis.
"Huh. Kenyang," ucap Shakil sambil mengelus perutnya.
"Berasa jadi istri gue," ujar Shakil sambil menyenderkan kepalanya pada bahu Shakil. Shakil lupa kalau dirinya sedang marah pada Shakilla.
"Kan lo calon istri gue," ujar Shakil.
"Heh, sok tau!!"
"Emang iya."
Shakilla tak menjawab ucapan Shakil, ia memilih untuk memejamkan mata sambil mencium aroma tubuh Shakil yang begitu memenangkan.
"Lo bilang mau ganti rok?" ucap Shakil membuat Shakilla mendongakkan kepalanya.
Shakilla terkekeh. "Males."
"Ganti sana!"
"Males Kil, lagian paha gue mulus kok. Jadi cocok pake yang pendek gini." ujar Shakillasambil menunjukan pahanya ke Shakil.
"Astagfirullah, tutup paha lo." ujar Shakil sambil menelan saliva nya dengan kasar.
"Iya iya, muka nya jangan kaya gitu dong," ucap Shakilla sambil menarik ujung rok nya.
"Kalo di depan cowok lain jangan pernah pamer paha begitu. Ngerti?" ucap Shakil menatap Shakilla tajam.
Shakilla mengangguk patuh.
"Kalo depan lo boleh?"
"Boleh, telanjang juga boleh. Kalo lo mau besok nya hamil anak gue!"
"Gak deh, hhe. Jangan apa-apain adek om! Soalnya adek masih polos," ucap Shakilla sambil terkekeh.
"Buka pintunya."
"Lo mau kemana?"
"Pergi."
"Jangan tinggalin gue sendiri dong. Di rumah gak ada siapa-siapa. Kalo gue di culik om-om ganjen gimana?" Crocos Shakilla membuat Shakil gemas sendiri melihatnya.
"Gak ada om-om di rumah gue!"
"Iya juga, tapi lo gak boleh pergi," ujar Shakilla.
"Siniin kunci nya Shakilla."
Shakilla menggeleng. "Gak mau!!"
"Nurut Shakilla."
"Gak mau Shakil!!"
"Shakilla." panggil Shakil dengan suara yang sedikit keras.
"Ambil sendiri, kalo berani," tantang Shakilla sambil menenteng kan kedua lengannya.
"Yakin?"
"Yakin. Pasti lo gak akan berani."
"Kalo ke remas gimana?"
"Remas apaan!!!" ucap Shakilla menatap sinis ke arah Shakil
"Remas rambut lo!"
"Dih! Masa rambut gue mau lo remas-remas sih!"
"Jangan mancing gue deh!"
"Mancing apaan dah!"
Shakil menghembuskan nafasnya kasar.
"Cepat siniin kuncinya!"
"Kan udah gue bilang. Ambil sendiri Shakil."
"Mau sekalian gue unboxing lo sekarang. Hm?"
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMEN TEMEN ☺️☺️.