
"Hei, cantik. Kemana aja cantik." ucap Ryan. Musuhnya. Seorang cowok yang menyandang status sebagai ketua geng motor. Ryan cowok teraneh yang Shakilla
temui, walaupun sering kalah balapan sama Shakilla maupun Shakil, tapi Ryan selalu bersikap sok hebat.
Shakilla memandang Ryan sinis.
"Kenapa? Oh, jangan bilang lo kangen yah sama gue?"
"Kangen kalah balapan maksudnya," lanjut Shakilla sambil senyum mengejek.
"Kali ini gue pasti yang menang," ujar Ryan dengan percaya diri.
"Yakin? Mampu?" ujar Shakilla sambil memainkan ujung rambutnya.
"Songong banget lo! Pacar lo aja takut sama gue!" ucap Ryan.
"Shakil takut sama lo?" tanya Shakilla memandang Ryan dengan tatapan meremehkan.
"Iya. Buktinya dia gak pernah ikut balapan lagi! Apalagi namanya kalau bukan takut kalah balapan!" ucap Ryan dengan senyuman kecil, yang membuat Shakilla jijik menatapnya.
"Tanding sama gue aja kalah. Apalagi sama cowok gue," ujar Shakilla dengan muka santai nya.Rissa yang masih ada di boncengan Shakilla, hanya melongo menyaksikan dua orang sedang adu bacot.
Ryan mulai tersulut emosi. Tapi dia menahannya.
"Untung lo cewek, kalo cowok udah habis lo ditangan gue," ujar Ryan.
"Oh, kalo lo mau baku hantam. Lawan cowok gue dong," ucap Shakilla.
"Di bayar berapa lo sama Shakil? Sampe mau belain Shakil segitunya!" ujar Rian.
"Lo kira gue cewek murahan?" tanya Shakilla berusaha terlihat santai.
"Emang iya kan? Gue juga mau dong nyicip tubuh lo," ujar Ryan.
Bukannya marah Shakilla malah merasa tertantang.
"Nyicip? Sorry ya Shakil
bukan cowok bajingan kaya lo!"
"Semua cowok itu sama, jadi jangan mudah percaya," ucap Ryan disertai kekehan ala setannya.
"Emm emang sama, kecuali lo! Lo kan setan jadi berbeda," ujar Shakilla sambil meniup kuku tangannya.
Salah satu anggota Ryan memberitahu untuk segera ke arena balap. Karena sebentar lagi akan di mulai.
Ryan menatap Shakilla. "Siap-siap kalah."
Setelah mengatakan itu Ryan langsung menjalankan motornya menuju arena balap.
"Ngomong buat diri sendiri," ucap Shakilla sambil terkekeh. Rissa hanya diam saja, ia masih gugup. Karena ini pertama kalinya dia ikut.
"Lo mau ikut gue balapan Riss?" tanya Shakilla karena sejak tadi Rissa tidak turun dari motornya.
Rissa menggeleng. "Nggak mau!"
"Terus kenapa gak turun?" tanya Shakilla.
"Turun? Gue terus sama siapa?" tanya Rissa bingung.
"Yaampun Rissa. Lo bisa duduk di kursi penonton. Oh iya, jangan kemana-mana," ujar Shakilla saat Rissa sudah turun dari motor sport nya.
"Oke. Semangat Shakilla, jangan lupa berdoa, Semoga menang." ujar Rissa dengan girang.
"Jelas dong," ujar Shakilla sambil memakai helm di kepalanya. Shakilla mulai memasuki arena balap, Shakilla menghentikan motornya tepat di samping Ryan.
Rian menoleh kesamping sambil tersenyum lalu menatap ke depan kembali. Mereka sudah bersiap-siap. Seorang wanita berpakaian seksi membawa sapu tangan berdiri di tengah garis start untuk memberi aba-aba.
"Siap?" Dibalas oleh keempat pembalap
termasuk Shakilla dan Ryan.
"One"
"Two"
"Th-"
"BERHENTI!" teriak Shakil, membuat ucapan wanita itu terhenti saat mendengar teriakannya.
Semua orang menoleh ke arah Shakil. Shakilla syok melihat Shakilmendekat ke arahnya. Shakil memakai pakaian sama seperti nya serba hitam, serta tangan yang memegang helm, dan rambut yang terlihat acak-acakan membuat ketampanan Shakil meningkat berkali-kali lipat.
"Shakil," ucap Shakilla saat Shakil sudah berada di sisinya.
Shakil memakai helm yang tadi ia pegang ke kepalanya sendiri. Shakilla hanya diam saja melihat Shakil mulai mendekat ke arah nya.
"Naughty girl" bisik Shakil.
Shakilla menjerit saat Shakil tiba-tiba menggendong tubuh mungilnya dari arah depan. Lalu Shakil mulai naik ke atas motor Shakilla dengan Shakilla yang berada di depannya.
Shakilla menatap Shakilbingung.
"Kita akan balapan baby, pegangan yang erat!" ujar Shakil menarik lengan Shakilla supaya memeluk lehernya.
Kegiatan Shakil yang tiba-tiba membuat para penoton berteriak histeris.
"Shakil, turunin gue," rengek Shakilla
"Gak! Kenapa? Lo takut? Bukannya lo suka kegiatan yang menantang, hmm?"
Shakilla menggeleng. "Gue gak takut," ujar Shakilla.
"Terus?"
"Maluu Shakill," rengek Shakilla menatap wajah Shakil yang tertutup helm sama seperti dirinya.
"Peluk," ucap Shakil.
"Susah, Helm lo gede. Helm gue juga. Masa kita adu helm saat balapan!" kesal Shakilla.
Shakil terkekeh gemas melihat tingkah Shakilla. "Mau di lepas helm nya?" tanya Shakil
Shakilla mengangguk lalu detik kemudian menggeleng. "Kalo di buka, nanti rambut gue terbang-terbang gimana?"
"Terbang kemana sih?" tanya Shakil bingung.
Shakilla berdecak. "Maksud gue itu, kalo rambut gue nutupin pala lo gimana?" tanya Shakilla. Shakil mengerti, lalu ia merogoh saku jaketnya mengambil Iket rambut yang sengaja ia bawa dari rumah.
Shakil mulai melepaskan helm yang Shakilla pakai, lalu menyerahkan helm itu ke salah satu anggota nya. Shakil mulai mengikat rambut panjang Shakilla
dengan posisi Shakilla memeluk lehernya. membuat Shakil mudah mengikatkan rambut Shakilla.
"Udah," ujarsShakil saat rambut Shakilla sudah terikat rapih.
"Nah, kaya gini kan enak." ucap Shakilla sambil memeluk leher Shakil
"Enak banget dipeluk sama pacar!" ucap Shakil.
"Jangan mesum lo! Awas aja kalo si kawel bangun!!" ujar Shakilla membuat Shakkl tertawa renyah di balik helm full face nya.
Keduanya terdiam saat mendengar aba-aba di depannya.
"Apakah kalian siap?" tanya lagi wanita seksi yang membawa bendera. Dibalas anggukan oleh para pembalap yang sudah siap.
"One"
"Two"
"Three"
"GO!" teriak wanita itu sambil melepaskan sapu tangan yang ia pegang ke bawah. Saat sapu tangan. itu menyentuh tanah,
Shakil langsung mengegas motornya dengan kecepatan tinggi. Shakil memimpin posisi pertama, Ryan tertinggal cukup jauh di belakang Shakil. Dan yang dua orang lainnya masih sangat jauh di belakang Ryan.
"AYO SHAKIL!! HUU," teriak Shakilla dengan girang sambil mengeratkan pelukan di leher Shakil.
Shakil mempercepat laju Shakilla terus memeletkan lidahnya ke arah Ryan. Membuat cowok itu geram.
"LAWAN NIH COWOK GUE!!" teriak Shakilla pada Ryan yang tertinggal jauh. Shakil mengulum senyumnya saat mendengar Shakilla berteriak lantang kalo Shakil ini cowok nya.
Shakil sudah melewati satu putaran. Artinya dua putaran lagi untuk meraih kemenangan.
Ryan berusaha mengejar posisi Shakil tapi selalu gagal. Shakil jauh lebih unggul dari Ryan. Shakilla yang anak kemarin aja Ryan tak sanggup mengalahkannya apalagi Shakil yang sudah pro.
"GAK SANGGUP KAN LO!! HUUU." teriak Shakilla terus saja meledek Ryan.
Shakil hanya menggeleng melihat dengan sikap Shakilla yang berubah seperti anak kecil Kalo berada di dekatnya.
Shakil tetap memimpin posisi pertama membuat para penonton berteriak kagum.
"GILA, KEREN BANGET SHAKIL"
"SHAKIL, AKU PADAMU. I LOVE U"
"GANTENG BANGET SIH LO. SHAKIL"
"SHAKILLA! TUKERAN POSISI YUK?!" Kira-kira begitulah teriakan cewek-cewek kegatelan yang membuat telinga Shakilla menjadi panas.
Sudah dua putaran yang Shakil lewati. Tinggal satu putaran lagi untuk penentuan kemenangan. Ryan masih terus berusaha.
"RYAN! SAMPE LO JENGGOTAN PUN. LO GAK AKAN BISA NGALAHIN COWOK GUE!!" teriak Shakilla dengan penuh kebanggaan.
"SHAKILLA, SIALAN LO!" teriak Ryan yang terlihat emosi.
Detik-detik kemenangan, semua penonton menatap ke arena dengan sangat tegang. Shakil menancapkan gasnya lebih cepat untuk meraih garis finis.
Hayyo Siapakah pemenangnya?
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMEN TEMEN ☺️☺️.