SHAKIL&SHAKILLA

SHAKIL&SHAKILLA
Part.27



"Mau sekalian gue unboxing lo sekarang. Hm?"


"Halalin gue dulu Mas," ucap Shakilla sambil terkekeh.


"Ngode nih. Pake acara Mas-mas an segala!"


"Siapa yang ngode!! Lo kan cowok, masa iya gue panggil neng!" kesal Shakilla sambil memanyunkan bibirnya.


"Biasa aja tuh bibir gak usah di monyongin. Minta di cium?"


"Shakil mesum!!"


Shakil terkekeh geli sambil mengusap lembut rambut Shakilla. Shakil lupa kalau dirinya sedang marah sama Shakilla. Shakilla pun sama lupanya kalau nanti malam dia akan mengikuti balapan.


Shakilla menyenderkan kepalanya pada bahu Shakil sambil memeluk lengan cowok itu dengan erat.


Sore menjelang petang. Kedua manusia bumi yang berbeda kelamin tertidur dengan sangat pulas dalam posisi duduk sambil saling berpelukan.


*****


Shakilla berhenti di depan rumah minimalis namun terkesan mewah. Dia mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah yang sudah seperti rumahnya.


Rumah siapa hayo? Siapa lagi kalau bukan rumah nya Rissa.


"Assalamualaikum," teriak Shakilla sambil mengetuk pintu pelan.


"Waalaikumsalam," Pintu terbuka dan menampakkan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik sedang tersenyum ramah.


"Shakilla, ayok masuk sayang," ajak maminya Rissa pada Aliya.


Shakilla tersenyum ramah.


"Mami apa kabar?" tanya Shakilla sambil memeluk Mami nya Rissa


"Baik, kamu gimana?" tanya Mami Dewi sambil membalas pelukan Shakilla.


"Killa juga baik," ucap Shakilla melepaskan pelukannya. Lalu Shakilla berjalan masuk kedalam mengekor di


belakang mami Dewi.


Dewi menyuruh Shakilla duduk di sofa.


"Killa mau kemana? Pakaian nya item semua?" tanya Dewi.


Shakilla terkekeh.


"Gak kemana-mana


Mi, kan Shakilla kesini pake motor. Kalo Makai rok kan susah," ucap Shakilla.


Dewi mengangguk.


"Iya juga sih," jawab Dewi.


Dewi sudah seperti ibu ke tiga bagi Shakilla. Yang pertama Mama Diana, ke dua Bunda Mawar dan ketiga Mami Dewi.


"Rissa mana Mi?" tanya Shakilla sopan.


"Ada di kamar, Mami lupa panggilin," ujar Dewi.


"RISSA ADA SHAKILLA DI BAWAH!!" teriak Dewi kencang. Shakilla langsung menutup kedua telinganya.


"IYA MAMI. BENTAR LAGI RISSA TURUN." teriak Rissa tidak kalah kerasnya.


Dewi kembali menatap Shakilla.


"Kalian mau kemana?"


"Mami, Shakilla mau ajak Rissa nginep di rumah Killa. Boleh gak? Killa di rumah sendiri. Mama papa lagi pergi jenguk Nenek," jelas Shakilla dengan tatapan memohon.


"Boleh, tapi kalian jangan keluyuran


ya!" Peringat Dewi dibalas anggukan


cepat oleh Shakilla.


"Makasih Mami. Sayang Mami Dewi." ucap Shakilla sambil tersenyum senang.


Rissa turun menjejakkan kakinya melewati tangga sambil tersenyum manis. Dia memakai rok pendek diatas lutut, dipadukan dengan sweater yang bertuliskan "Jomblo cantik", tidak lupa memakai jepit rambut membuat Rissa terlihat imut.


"Ayok Killa." ajak Rissa


"Gak pamit dulu sama Mami!!" ujar Dewi menatap putrinya sinis.


"Rissa sama Shakilla pamit ya Mami cantik," ucap Rissa sambil mencium pipi Dewi. Diikuti Shakilla.


****


"Killa, Lo bilang mau jemput gue jam 11 malem. Sekarang kan jam 7 aja belum. Terus kita mau ngapain?" ujar Rissa sedikit berteriak takut Shakilla tak mendengar suaranya.


"Bawel lo! Gue itu kabur pas Shakilla lagi sholat di masjid. kalo nunggu malem, bisa-bisa gue di kurung!" jelas Shakilla.


"Terus sekarang kita mau kemana?" tanya Rissa.


"Keliling kota!" ujar Shakilla sambil mempercepat laju motornya membuat tubuh Rissa rasanya akan terbawa angin.


"SHAKILLA! GUE BELUM MAU MATI!!" teriak Rissa sambil memukul pelan bahu Shakilla


"SERUUU TAUU!! AAA." teriak Shakilla menikmati menikmati dinginnya angin malam.


"INI GILAAA!!! TUBUH GUE RASANYA SEPERTI MAU DI CULIK ANGIN!!!"


teriak Rissa sambil mengeratkan pegangannya pada jaket Shakilla


Shakilla tertawa. "INI BELUM SEBERAPA RISS! KALO BALAPAN TIGA KALI LIPAT DARI INI!" teriak Shakilla membuat Rissa melototkan matanya.


"GILAA!! BONCENGAN SAMA LO BIKIN GUE KENA MENTAL AJA!!" teriak Rissa


Shakilla menambah kecepatannya. membuat Rissa berteriak keras karena takut. Di perjalanan Rissa terus saja menyumpah serapahi Shakilla. Tapi Shakilla suka melihat Rissa kesal.


Setelah setengah jam berkeliling tidak jelas. Akhirnya Shakilla menghentikan motornya tepat di depan sebuah warung makan kecil pinggir jalan.


Rissa turun dengan muka tertekuk kesal. Shakilla menatap Rissa sambil menahan tawanya. Rambut acak-acakan dan juga jepit rambut yang hilang entah kemana.


"Apa lo senyum-senyum!!" ketus Rissa menatap Shakilla sinis.


"Gak!"


"Jepit rambut kesayangan gue di culik angin Killa!" rengek Husna.


"Gue punya banyak di rumah. Sebagai ganti nya lo boleh ambil sesuka hati tuh jepit rambut!" ucap Shakilla sambil melepas helm dari kepalanya.


Mata Rissa langsung berbinar senang.


"Serius? Asik."


"Masuk kuy lah! Berasa gembel gue berdiri disini." ucap Shakilla sambil menarik lengan Rissa


"Ih, sabar dong." kesal Rissa sambil membenarkan rambutnya yang terasa amburadul karena ulah Shakilla.


"Mang! Bakso 2, Es teh manis nya 2." ujar Shakilla memesan makanan pada mamang pemilik warung.


"Siap Neng," ujar Mamang bakso dengan ramah.


Shakilla dan Rissa memilih duduk di bagian pojok kanan yang terlihat


sepi. Shakilla mengambil Handphone di saku jaketnya memeriksa apakah Shakil marah. Tapi tidak ada notif apapun dari Shakil, biasanya Shakil akan mengirimkannya pesan dan menelponnya berkali-kali. Tapi sekarang? Satu pesan pun tak ada.


"Kenapa lo! kok mukanya sedih gitu?! Harusnya gue yang sedih gara-gara jepit rambut gue diculik!" Crocos Rissa sambil terus berdandan.


Shakilla berdecak kesal. "Kaya nya besok


hubungan gue sama shakil kembali seperti semula!"


"Ha? Gimana gimana? Semula?" tanya Rissa bertubi-tubi.


"Seperti sedia kala, tom and Jerry akan kembali."


"Jangan dong!! Lo kan belum kasih gue pajak jadian! Masa udah mau musuhan lagi!"


Shakilla menatap Rissa malas.


"Gak tau! Kita liat aja besok."


"Emang kenapa sih? Jangan musuhan lagi dong. Gue bosen kalo tiap hari liat lo sama Shakil berantem Mulu!"


"Lo yang liat aja bosen kan?" Rissa mengangguk sebagai jawaban.


"Apalagi gue yang ngalamin." lanjut Shakilladengan muka ngenesnya.


"Kalau lo bosen ngapain berantem bego!" kesal Rissa sambil menonyor dahi Shakila.


Shakilla berdecak. "Kan Shakil yang mulai. Bukan gue!"


"Gak usah di ladenin."


"Lo gak tau Shakil. Dia gak akan berhenti kalo gue belum nang-" ucapan Shakilla terhenti. Hampir aja Shakilla keceplosan kalo dirinya sering nangis di rumah bisa-bisa Rissa akan meledekinya.


"Nang apa?" tanya Rissa sambil memicingkan sebelah matanya.


Shakilla mengalihkan topik.


"Itu bakso nya udah datang," tunjuk Shakilla pada mamang bakso yang sedang membawa pesanan mereka sambil berjalan mendekat ke arah mereka berdua.


"Ini neng pesanannya udah jadi." ujar Mamang bakso sambil meletakkan dua bakso dan dua minuman di meja.


"Makasih mang." Mamang itu mengangguk lalu melenggang pergi.


Shakilla dan Rissa makan bakso sesekali bercerita lucu. Hanya Rissa yang cerita, Shakilla mendengarkan sambil sesekali tertawa renyah.


JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMEN TEMEN ☺️☺️.