
Shakilla berjalan melewati koridor sekolah menuju ke kelas Shakil sendiri karena Rissa di suruh pulang cepat-cepat jadi tidak bisa mengantar Shakilla.
Saat sedang berjalan santai, langkahnya terhenti karena ada seseorang yang menghalangi jalannya.
"Lo Shakilla kan?" tanya Tasya sambil bersedekap dada dengan senyuman sinis menatap ke arah Shakilla.
Shakilla menatap putri malas, udah tau pake nanya.
"Udah deh, gak usah basa-basi. To the point aja!" tanya Shakilla dengan muka jutek nya.
"Jauhin Shakil! Dia milik gue!" ujar Tasya sambil menunjuk muka Shakilla dengan jari telunjuknya.
"Dih. Siapa lo? Berani banget ngatur gue!" ucap Shakilla santai.
"Gue calon pacar nya Shakilla!" ujar Tasya dengan songong.
"Calon? Ngarep banget! Emang Shakil mau sama lo?" ujar Shakilla memandang remeh ke arah Tasya.
"Sialan! Sok cantik lo!!" ujar Tasya sambil mendorong bahu Shakilla lumayan keras sehingga Shakilla sampai terhuyung ke belakang beberapa senti.
"Gue emang cantik! Mau apa lo?!" ujar Shakilla sambil mengibaskan bahunya karena telah disentuh oleh Tasya.
"Masih cantikan gue lah!" ucap Tasya sambil mengibaskan rambutnya.
"Cewek cantik itu diakui. Bukan mengakui! Paham?!" ucap Shakilla penuh penekanan.
"Minggir! Gak level banget gue ngomong sama lo!" ucap Shakilla sambil menatap Tasya dari atas sampai bawah dengan senyum mengejek.
"Sok kaya banget lo!!" ucap Tasya dengan meninggikan suaranya. Shakilla tersenyum.
"Lo lupa atau amnesia? Hm? Gue bahkan bisa bikin keluarga lo miskin sekarang juga!" ucap Shakilla.
Tasya langsung diam membisu. Dirinya lupa kalau Shakilla putri pengusaha kaya raya. Kekayaan keluarga Shakilla dan Shakil hampir sama. Alasan Tasya mendekati Shakil karena Shakil memiliki ketampanan diatas rata-rata dan juga keluarga Shakil kaya raya.
"Diem kan lo! Oh iya. kalo lo mau Shakil, silahkan ambil," ucap Shakilla lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Tasya.
"Tapi kalau lo sanggup!" ujar Shakilla langsung mendorong tubuh Tasya dengan kuat seperti yang Tasya lakukan padanya. Sampai Tasya terduduk di lantai.
Shakilla berjongkok menyamakan posisinya dengan putri.
"Inget! Pembalasan gue lebih menyakitkan dari yang lo lakuin ke gue!!" Setelah mengatakan itu Shakilla berdiri lalu mengambil kacamata hitam di saku bajunya dan langsung memasangkannya sambil mengibaskan tangannya yang kotor ke udara karena telah menyentuh Tasya.
Shakilla pergi meninggalkan Tasya yang terduduk ngenes di lantai sekolah.
"Shakilla sialan!!"
*****
"SHAKILLLLL!!" teriak Shakilla dari luar kelas Shakil yang tampak sudah sepi,
Shakilla masuk dengan muka kesal sambil meninju asal ke udara.
"Kenapa lo?" tanya Shakil sambil menenteng tas sekolahnya.
"Gue lagi emosiiiiii," ujar Shakilla memanjangkan kalimatnya.
"Pokoknya besok-besok lo yang ke kelas gue!" ujar Shakilla.
"Biasanya juga gitu. Kan lo sendiri yang menawarkan diri ke kelas gue," ucap Shakil.
"Iya sih. Tapi mulai besok gak lagi deh gue nyusul ke sini!" ucap Shakilla.
"Emang ada apa sih?" tanya Shakil sambil mengelus rambut Shakilla.
"Tasya jelek itu! Dia bilang ke gue buat jauhin lo!" ucap Shakilla sambil mendongak menatap Shakil yang lebih tinggi darinya.
"Terus?" tanya Shakil.
Shakilla menatap Shakil kesal.
"Jauhin Tasya! Awas aja kalo lo selingkuhin gue!"
"Oh jadi lo takut kehilangan gue, Hmm?" ucap Shakilla sambil tersenyum kecil.
"Jangan kepedean deh! Gue cuma gak mau di permainkan sama lo!" elak Shakilla sambil menatap tajam ke arah Shakil.
Melihat Shakila kesal membuat Shakil gemas sendiri melihatnya. Tanpa aba-aba Shakil langsung membawa tubuh mungil Shakilla ke dalam dekapannya. Sambil mengelus punggung Shakilla.
"Gue gak deketin dia Shakilla. Dia yang selalu deketin gue," ucap Shakil.
"Ya itu makanya gue bilang jauhinTasya iblis itu!!" ucap Shakilla yang masih berada di pelukan Shakil.
"Siap ratunya Shakil," ujar Shakil sambil meleraikan pelukannya.
"Dengerin baik-baik," ujar Shakil menatap Shakilla dalam sedangkan Shakilla hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Gue gak akan pernah tinggalin lo. Lo takut gue selingkuh? Ck, ngelirik cewek lain aja gue males apa lagi selingkuh," ujar Shakil sambil membenarkan tatanan rambut Shakilla.
"Secantik apapun cewek di luaran sana, gue gak tertarik. Cuma lo yang paling menarik," ucap Shakil seraya tersenyum kecil.
"Jadi jangan pernah berfikir kalo gue bakal pergi dari lo. Rumah kita aja sampingan," lanjut Shakil sambil terkekeh.
Shakilla tersenyum malu-malu. Pipinya terasa memanas mendengar penuturan yang keluar dari bibir Shakil.
"Gue pegang ucapan lo!" ucap Shakilla.
"Pegang aja. Mau di iket juga boleh," ujar Shakil sambil terkekeh.
"Gak bisa lah!" ucap Shakilla ikut terkekeh.
Shakil menggandeng lengan Shakilla dengan lembut untuk keluar kelas.
"Emang kenapa kalo ngobrol dalam kelas?" tanya Shakilla.
"Banyak setannya," ujar Shakil yang membuat Shakilla bergidik ngeri.
*****
"Fano!" panggil Shakilla pada Fano yang tengah fokus menggambar gajah mati.
"Iya kak?" jawab Fano tanpa menoleh.
"Lagi ngapain?" tanya Shakilla sambil duduk lesehan di samping Fano.
"Gambar Gajah yang perkasa," jawab Fano sambil menunjukan gambaran nya yang belum jadi.
"Gajah mati itu!" jawab Shakilla.
"Bukan Gajah Mati kak! Tapi Gajah yang perkasa!" ucap Fano.
"Iya deh terserah kamu," jawab Shakilla pasrah, dirinya sedang tidak mood untuk berdebat masalah sepele.
"Gimana?" tanya Shakilla. Fano menoleh sambil mengerutkan keningnya.
"Gimana apanya kak?"
"Itu, misi kamu?" ujar Shakilla.
"Misi?" Fano tampak berpikir, misi apa yang Shakilla katakan. Semenit kemudian dia langsung ingat.
"Mantan Fano udah 15 kak. Keren kan?" tanya Fano sambil tersenyum bangga.
"Wah, keren banget," ujar Shakilla girang.
"Iya dong. Fano gitu loh. The most handsome man in the world! " ucap Fano sambil menggerakkan sebelah alisnya.
"Ceritanya udah bisa ngomong Inggris nih," ujar Shakilla sambil mengacak-aca rambut Fano.
"Kan Fano les Inggris kak!" ucap Fano.
"Kamu ganteng. Tapi masih gantengan Abangmu!" ujar Shakilla membuat senyum Fano memudar.
"Yah, gak usah diingetin juga kali.
Fank kan masih kecil, kalo Fano udah besar kaya Abang. Pasti Fano lebih ganteng dari Abang ," crocos Fano membuat Shakilla gemas.
"Iya deh. Tapi kamu janji dulu sama Kakak," ucap Shakilla.
"Janji apa kak?" tanya Fano.
"Kalo udah besar kaya Abang Shakil, Fano gak boleh kasar sama cewek, hormati cewek, ngerti?"
"Ngerti kak. Tapi kalo misi jadi buaya gimana kak?" tanya Fank polos.
"Lakuin terus sampai kamu besar. Tapi kalau Fano udah dapet cewek yang tepat baru deh berhenti dari misi Buaya darat," jelas Shakilla.
"Oh gituu, nanti kalo Fano udah dapet cewek yang tepat. Orang pertama yang Fano kasih tau adalah kak Shakilla." ucap Fano sambil tersenyum senang.
"Kak Shakilla jadi terharu," ucap Shakilla sambil berpura-pura mengusap matanya.
"Fano sayang gak sama Kakak?" tanya Shakilla.
"Sayang banget! Nanti kalo Fano udah gede, Fano bakal jagain Kak Shakilla dari Buaya darat," ucap Fano.
"Udah telat. Kak Shakilla keburu nikah sama Abang mu!" ucap Shakilla sambil terkekeh.
"Harusnya Fano dulu yang lahir sebelum Abang," ucap Fano.
"Kenapa?"
"Biar Fank yang jagain Kaka," ucap Fano sambil memeluk leher Shakilla.
"Ekhem" deheman Shakilla membuat Fano melepaskan pelukannya pada leher Shakilla dan langsung menoleh ke arah Shakil.
"Udah pelukannya," ucap Shakil sambil berjalan mendekat ke arah mereka.
Shakil langsung memeluk tubuh Shakilla dengan erat membuat Shakilla berjingkrak kaget.
"Kak Shakilla itu punya abang . Jadi kamu gak boleh peluk-peluk!!" ucap Shakil menatap adiknya tajam.
"Pelit. Kak Shakilla juga Kakaknya Fano! Jadi boleh dong peluk!" ucap Fano yang ingin memeluk Shakilla dari belakang, tapi di hentikan oleh tangan Shakil.
"Gak boleh!! Anak kecil pergi aja sana ke kamar! Hus hus," ujar Shakil mengusir Fano seperti mengusir Ayam.
"Gak papa kecil, yang penting ganteng," ujar Fano sambil memunguti alat gambar nya lalu pergi ke kamarnya.
"Apaan sih Kil!" ucap Shakilla sambil mendorong tubuh Shakil.
"Kenapa lo gak nolak waktu di peluk sama Fano?!" ucap Shakil.
"Lo cemburu? Astagfirullah. Fano itu masih bocil, jadi gak papa lah." ucap Shakilla.
"Tetep gak boleh!" ucap Shakilla kekeh.
"Iya iya. Cuma lo yang boleh meluk gue." ucap Shakilla pasrah.
"Pinter."
JANGAN LUPA LIKE KOMEN AND VOTE YA TEMAN TEMAN ☺️☺️.