SEYLA DIANDRA

SEYLA DIANDRA
BAB 9



Pagi ini, Seyla berencana berangkat menaiki bus. Kenapa? Entahlah ia ingin suasana baru, karena ia bosen menaiki angkot yang sumpek tiap hari. Saking bersemangat nya gadis itu kini sudah berada di halte bus dengan beberapa orang juga tengah menunggu bus datang.


Tak lama kemudian bus pun datang. Seyla pun masuk ke dalam dan mengambil duduk di bangku sedikit ketengah di sebelah jendela. Bus pun melaju membelah jalan dengan kecepatan sedang, Seyla menikmati perjalanan kali ini sambil menyumpal ke dua telingannya dengan earphon. Mendengarkan lagu ke sukaan nya sambil memandang ke luar jendela adalah kegiatan menyenangkan menurut Seyla.


Namun kegiatan itu harus terusik karena terdengar suara ledakan dan di susul oleng nya bus, untung saja supir dengan sigap mengendalikan laju bus dan berhenti di pinggir jalan. Para penumpang pun bergegas turun dari bus tersebut yang ternyata ban bus tersebut kempes. Para penumpang berdesah kesal, mau tak mau mereka harus mencari kendaraan lain untuk menuju ke tujuan mereka.


' ya tuhan, ini masih pagi tapi ada aja ke jadian yang membuat ku kesal ' batin Seyla melangsa.


" huh, ya udahlah mau gimana lagi nama nya juga musibah. Jalan aja lah udah deket juga " ucap Seyla kemudian berjalan untuk ke Sekolah nya.


Berjalan pelan dan bersenandung kecil, gedung sekolah nya pun sudah mulai terlihat walau hanya puncak nya. Seyla pun mulai menyebrang jalan, tapi ia di kagetkan oleh suara klakson motor. Tiba tiba saja sebuah motor sport hitam yang mengagetkan nya berhenti di depan nya.


" ayok naik " kata seorang pria di balik helm full face nya.


Seyla yang tidak tahu siapa pria di balik helm full face tersebut langsung bersikap siaga, ia telah bersiap memasang kuda kuda 'ck motor nya gw tau punya siapa, tapi kan motor kaya gitu banyak yang punya ' ucap Seyla dalam hati.


Pria dibalik helm full face tersebut sedikit terkekeh melihat tingkah waspada Seyla yang menurut nya sangat lucu dan imut tersebut, dan tentu saja Seyla tidak bisa melihat nya.


Kemudian pria itu membuka kaca helm full face nya, melihat siapa yang ada di balik hel full face tersebut Seyla pun melonggarkan kuda kuda nya.


" ayok naik, nanti kita bisa telat " suara dingin pria itu menyadarkan Seyla.


Seyla pun melihat hp nya yang sudah menunjukan puku 07.00 sudah hampir telat.


Akhirnya tampa berfikir panjang lagi Seyla pun naik ke atas boncengan motor sport hitam itu.


Saat sampai gerbang sekolah, motor sport hitam tersebut menambahkan kecepatannya agar bisa melewati gerbang yang akan tertutup. Membuat security gerbang hanya bisa geleng geleng kepala saja.


" dasar anak jaman sekarang " gumam security itu kesal.


Seyla pun langsung turun dari motor sport yang di naikinya, saat diri nya akan pergi tiba tiba saja tangannya di cekal oleh Alaster yang baru saja melepaskam helm full face nya.


Yaps kalian benar pria yang di balik helm full face nya itu ialah Alaster Putra Baskara.


Seyla pun kaget dan baru saja teringat sesuatu " oiya lupa, makasih yah ka udah nganterin gw " ucap Seyla setelah ingat ia belum mengucapkan terima kasih. Seyla pun akan pergi ke kelasnya, tapi lagi lagi Alaster masih mencekalnya.


" Ada apa lag.. " kata kata Seyla terpotong karena perlakuan Alaster. Alaster menarik tubuh Seyla agar menghadap ke arahnya, kemudian ia merapikan rambut Seyla yang berantakan habis di terpa angin saat tadi ia bonceng. Karena tadi Seyla tidak memakai helm.


Deg....deg....deg


Jantung Seyla berdetak kencang akibat perlakuan Alaster, refleks ia memegang dadanya 'jantung gw aman? Gila gw masih muda cuy ngapa nih jantung berdetak nya kenceng bener kaya bumerang perang' ucap Seyla tentu saja dalam hati.


Alaster hanya tersenyum melihat tingkah mengemaskan Seyla, lelaki itu pun memegang tangan Seyla yang berada di dadanya. Perlakuan Alaster tersebut membuat Seyla kaget dan menghempaskan tangan Alaster yang ada di dada nya, setelah itu ia pun langsung melesat meninggalkan Alaster sendirian di parkiran sekolah.


" Kenapa bos senyum senyum sendiri? " tanya Hansen yang sudah berada di belakang Alaster di ikuti oleh Aditiya dan Cakkra.


Alaster yang tadi nya tersenyum langsung merubah ekspresi nya kembali ketika ketiga sahabat nya datang. Ia pun langsung pergi meninggalkan ke tiga teman nya itu di parkiran sekolah.


" etdah si bos, tungguin kita napa sih " ucap Cakkra mengejar Alaster.


Bel pulang sekolah berbunyi, Seyla, Laila, dan Sherina pun berjalan dangan santai dan mengobrol untuk menuju ke parkiran.


" Ela lu bareng gw yah ke Cafe nya, sekalian gw mau nganterin curut satu ini pulang " tawar Laila.


Sherina pun mendelik ke arah Laila " Sembarang lu kalo ngomong " bantah Sherina dengan malas.


Untuk Seyla? Ia pun hanya menganggukan kepala nya saja karena sudah bosen melihat mereka berdua berdebat.


Setelah sampai di parkiran, mereka di buat kaget karena ke empat inti Icarus sedang menunggu mereka di depan mobil Laila sambil bertengger di atas motor mereka masing masing.


" naik, gw anter " tunjuk Alaster ke arah Seyla untuk menaiki motornya. Alaster pun memberikan helm warna pink ke pada Seyla.


" dihhh ogah, gw udah janji sama Laila yah buat bareng " tolak Seyla.


Alaster pun hanya menatap datar Seyla dan langsung mengkode ke arah kedua sahabat nya. Setelah itu ia pun langsung memakai kan helm warna pink tersebu ke kepala Seyla dan menggendong nya untuk menaikin motor sport milik nya.


Hansen dan Cakkra yang melihat kode tersebut pun langsung menghampiri ke dua sahabatnya Seyla itu.


" woyy lu mau bawa kemana Seyla " ucap Laila yang ingin mengejar Alaster namun di hafang oleh Hansen.


" woyy!! Hansen minggir ngga lu " ucap Laila marah.


" oh tidak semudah itu ferguso " ucap Hansen sambil menghadang Laila.


" nama gw Laila yah bukan ferguso, minggir lu Hansen gemoy! " ucap Laila ingin menyingkirkan badan Hansen yang kecil itu dari hadapannya namun ia kalah kuat dari Hansen.


" ck lu kecil kecil kuat juga, Sherina kejar! Selamatin Seyla. Nyawa dia ada di tangan lu " teriak Laila.


" eh buset! Pake nyawa segale, kita juga ngga bakal ngapai ngapain di juga " jawab Cakkra


" baik komandan! " jawab Sherina tambah nyeleneh.


" eits tidak bisa semudah itu eneng manis, dari pada itu gimana kalo kita nonton aja yuk " rayu Cakkra dengan nada manis nya semanis madu yang udah basi.


'eh gila, mimpi ape gw diajak nonton sama salah satu inti Icarus yang ganteng ini' ucap Sherina dalam hati.


" hayuk aja bang eneng mah siap " jawab Sherina malah tergoda sama wajah tampan nya Cakkra.


" Seyla maaf yah gw ngga bisa nolong lu, gw mau nonton dulu sama cogan " ucap Sherina tanpa dosa.


" woyy!! Anak seta! Lu malah ke goda anj! " teriak Laila sudah mulai kesal dengan sahabat nya satu ini.


Untuk Aditiya? Ia hanya melihat saja kelakuan ke tiga sahabat nya itu, sambil memakan permen yang barusan ia beli di kantin sambil masih bertengger di atas motor miliknya.


Sementara itu kita beralih ke Seyla yang sudah di duduki di jok belakang motor sport milik Alaster.


" dasar sahabat laknat lu semua! huaaaa gw mau di culik sama cogan lu berdua bukan nya nolongin gw! " ucap Seyla melangsa yang akhir nya sudah di bawa oleh Alaster menggunakan motor nya.