
Pagi hari di mansion Adhitama, para anggotanya sudah duduk rapih dikursi meja makan dengan memakan sarapan mereka dengan tenang dan khidmat.
beberapa menit kemudian mereka sudah menyelesaikan sarapan dan akan bersiap untuk berangkat ketempat tujuan masing masing.
" mah, bang, aku mau ijin pulang sekolah ini aku mau pergi dengan Sherina dan Laila, bolehkan? " tanya Seyla pada mamah serta abangnya, Jevano menatap adik bungsunya itu dengan sebelah alis yang terangkat.
" ada apa? " tanya Jevano balik dengan santai sambil mengambil tas kantor miliknya yang berada disebelah kursinya, melihat Jevano yang balik bertanya membuat Seyla menatap kesal pada lelaki yang bersetatus sebagai abang kandungnya.
" kerja kelompok bang " jawab Seyla, Jevano menganggukan kepalanya.
" ya, abang ijinkan, tetapi abang tidak tau dengan mamah apakah mengijinkan " ucap Jevano membuat Seyla menengok kearah mamah Rose yang berada disampingnya.
" gimana mah? Bolehkan? " tanya Seyla ke mamah Rose.
" iya sayang mamah ijinin " jawab mamah Rose membuat Seyla berseru senang dengan wajah berbinarnya sedangkan Alaska menatap penuh protes kepada mamah dan abangnya itu.
" asal Seyla sebelum magrib harus pulang ya? Paling tidak kalo pulangnya lebih dari mahrib setidaknya kamu kabarin mamah atau ngga kedua abangmu biar mereka bisa jemput kamu, oke sayang? " ucap mamah Rose dan dianggukin setuju oleh Seyla.
" ingat dek, kabarin abang! " ucap Alaska dengan ngegas dan tak lupa pula dengan tatapan meperingatkannya yang membuat Seyla menatap abang keduanya ini dengan malas.
" iya bang Aska aku ingat, lagipula kerja kelompoknya ini dirumah Laila kok " kata Seyla.
" sudah sudah, sayang nanti kamu berangkatnya dijemput sama Alaster atau bareng Aska? " tanya mamah Rose kepada Seyla.
" nanti berangkatnya dijemput sama ka Aster kok mah, paling sebentar lagi nyampe " jawab Seyla.
" ya sudah, lebih baik kalian bertiga berangkat sekarang aja atau kalian akan telat nanti " ucap mamah Rose.
Seyla dan Alaska pun langsung pamit kepada mamah Rose dan juga Jevano setelah mereka menghilang dari balik tembok, disusulah oleh Jevano yang berpamitan dengan mamah Rose.
...****************...
Di parkiran SMA Bina Bangsa dibuat heboh dengan kedatangan Alaster yang sedang memboncengi Seyla, pasalnya ini sudah beberapa kali mereka berangkat bersama. Mereka dibuat bingung apakah mereka sudah pacaran? Kalo beneran mereka pacaran para siswi Bina Bangsa ini akan merasakan patah hati secara masal. Tentu saja mereka bingung, yah karena mereka semua pada tidak tahu bahwa Seyla dan juga Alaster sudah pacaran, karena yang mengetahui mereka pacaran hanyalah anggota inti Icarus, Sherina, Seyla, Melly, dan juga Alaska.
" yo whats up bro " sapa Cakkra dengan senyum menawannya yang mampu membuat para kaum hawa terpesona ( kecuali Seyla dkk ya guys ).
" hmmmm " balas Alaster dengan dehemannya.
" pagi cil " sapa Aditiya dengan wajah menjengkelkannya membuat Seyla mendelik tidak terima dan menatap malas kakak kelasnya itu.
" hmmmm " deheman Seyla dengan raut wajah tak bersahabat.
" kenapa lu dek? Mau cosplay jadi pacar lu tuh? " tanya Cakkra dengan kerlingan jahilnya.
" jangan mulai deh " ucap Aditiya dengan wajah malasnya.
" apaan sih dit, gw ngga ngapa ngapain loh " ucap Cakkra dengan bibir mengerucut membuat Hansen yang berada disebelahnya mendengus jijik dan Aditiya mengerutkan dahi kesal.
" jijik ka ngeliatnya " ucap Seyla dengan raut wajah jijiknya.
" apa? Mengapa kamu tega sekali mengatakan itu kepada ku dek. Apa salahku? Mengapa kamu tega sekali menyakiti hati seorang pria sepertiku yang sangat rapuh ini? " tanya Cakkra mendramatis yang membuat Aditiya, Seyla, dan juga Hansen yang melihat itu menjadi mual.
" diam lo bang! Jijik gw ngedengernya! " ucap Hansen bergidik ngeri.
" yaudah aku anter kekelas kamu " ucap Alaster.
" ngga usah kak, kalo kakak nganterin aku kekelas ntar cape lagi bulak baliknya " tolak Seyla.
" tapi aku mau nganterin kamu, nanti kalo kamu kenapa kenapa gimana? " ucap Alaster.
" aku ngga kenapa kenapa kak, lagian aku cuman mau kekelas doang bukan mau nyebrang jadi aku ngga bakalan kenapa kenapa kok. Lagian ntar jam istirahat kita ketemu lagi kok kak " ucap Seyla meyakinkan.
Alaster pun menganggukan kepalanya dengan pasrah " yaudah kamu kekelasnya hati hati yah " ucap Alaster akhirnya dan dibalas anggukan mantap oleh Seyla.
" ya udah, kakak semua aku duluan ya. Ka Cakkra jangan lupa minum obatnya yah biar ngga kumat " ucap Seyla kemudian berlalu pergi manjauh dari anggota ini Icarus.
" apa maksudnya gw disuruh minum obat dan kumat? " bingung Cakkra.
" lu kan sakit " ucap Alaster kemudian berjalan memasuki area gedung kelasnya diikuti Aditiya. Untuk Hansen? Ia sudah dari tadi menyusul Seyla untuk kekelasnya.
Cakkra yang mendengar itu sontak ia langsung mengumpat saat tau maksud mereka, Aditiya hanya tertawa dengan keras sambil berjalan mengikuti Alaster.
Seyla dan juga Hansen saat ini sudah berada didalam kelasnya dan duduk dengan rapih, walaupun sudah duduk dengan rapih tapi tidak dengan kepala Hansen yang celingukan kekanan dan kekiri.
" La, si mak lampir sama kaleng rombeng kemana? Ngga masuk tah mereka atau gimana? " tanya Hansen yang bingung karena Sherina dan Laila belum masuk, biasanya mereka berdua sudah duduk anteng dibangkunya.
" kenapa, lu kangen? " bukannya menjawab Seyla malah balik bertanya yang membuat Hansen mendengus kesal.
" jawab aja sih " ucap Hansen dengan kesal yang membuat Seyla terkekeh sendiri.
" bilang aja sih lu nyariin Laila karena kangen " ucap Seyla yang masih terkekeh.
" sembarang lu, gw kangen sama emak lampir? Iya ngga lah mana level si emak lampir sama gw, yaudah sih lu tinggal jawab aja apa susahnya deh " ucap Hansen.
" iya, iya, ngga sabaran amat sih lu jadi cowok " ucap Seyla " si Laila ijin katanya lagi ada urusan, tapi kalo si Sherina gw ngga tau yah, kesiangan kali dia " lanjutnya.
" ngga lu telfone tuh kaleng rombeng, sekalian lu bangunin biar masuk " ucap Hansen memberikan usul.
" hp gw lowbat, tuh lagi gw cass " ucap Seyla sambil menunjukan hp miliknya yang sedang dicass disudut kelas yang terdapat stop kontak.
" owh " ucap Hansen.
tak lama kemudian guru yang mengajar pun datang membuat para murid menghela napasnya dan bersiap untuk belajar.
bell pulang sekolah pun sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, saat ini para inti Icarus sedang berada diparkiran sekolah.
para inti Icarus melihat Hansen berjalan sendirian menghampiri mereka itu pun membuat Alaster merasa bingung.
" kemana Seyla? " tanya Alaster langsung untuk menghilangkan kebingungannya.
" loh dia belum kesini bang? Dia bilang katanya gw disuruh nungguin dia dikelas dulu karena mau kekamar mandi, udah lama gw nungguin dia, gw kira dia ngerjain gw makannya gw langsung kesini bang " jawab Hansen bingung.
mendengar itu Alaster langsung saja berlari meninggalkan parkiran untuk mencari Seyla, saat ia hendak masuk kedalam ia seperti melihat siluet Seyla di gerbang masuk sekolah. Pria itu mengikutinya dan benar saja ia melihat Seyla sedang telfonan dengan seseorang.
saat Alaster ingin samperin Seyla, tiba tiba saja terlihat seseorang dengan menggunakan jaket serta topi dan menggunakan masker yang serba warna hitam berhenti didepan Seyla dengan motor sport warna hitam yang ia kendarai.