
Disebuah ruangan terdapat seorang gadis yang sedang terbaring masih dengan menggunakan seragam sekolah, tak lama kemudian kedua mata gadis itu pun terbuka.
" eunghhh.... " lenguhan pelan keluar dari mulut gadis itu kemudian ia mengerjapkan kedua matanya pelan menyesuaikan cahaya yang menusuk retinanya.
saat kesadarannya pulih, gadis itu langsung saja membulatkan matanya saat ia melihat pemandangan asing disekitarnya.
" dimana gw? Gw dibawa kemana sama tuh om om sih? " gumam gadis itu yang ternyata adalah Sherina yang telah berhasil diculik oleh om om.
Sherina memegang kepalanya yang terasa pusing, tak lama kemudian terdengar suara pintu dari ruangan itu yang terbuka, masuklah seorang wanita dengan menggunakan pakaian glamor mendekati Sherina, Sherina yang merasa didekatin pun melepaskan tangannya dari kepalannya itu, Sherina mengerutkan dahinya bingung ia merasa seperti mengenal wanita tersebut.
" ternyata kamu sudah bangun " ucap wanita itu sambil tersenyum.
" anda siapa? Saya dimana? Kenapa anda menculik saya? Apa keuntungan anda menculik saya? " tanya Sherina beruntun yang membuat wanita itu tertawa.
" sabar anak manis, sebelum saya menjawab semua pertanyaan kamu, sebaiknya kamu bersiap siap dahulu karena sebentar lagi kamu akan kedatangan seorang klien, saya akan keluar dan saat saya keluar akan ada seseorang yang akan membawakan baju untukmu, jadi anak manis dandan lah yang cantik dan jangan merugikan saya, mengerti kamu? " ucap wanita itu membuat Sherina membulatkan kedua matanya lebar.
wanita itu pun keluar dari ruangan tersebut dan tak lama kemudian datanglah seorang gadis dengan berpakaian glamor juga sedang menenteng satu set baju yang sangat glamor.
" nih dipakai " ucap gadis tersebut setelah itu gadis itu keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Sherina dengan berbagai banyak pertanyaan dan kekesalan.
" gw pakai kaya ginian? Cih ngga sudi " ucap Sherina sambil melempar baju tersebut kesembarang arah.
Sherina langsung saja melepaskan rok sekolah miliknya yang lumayan panjang dan terlihatlah sebuah celana tranning yang sudah ia pakai sebagai dalaman rok, tak lama kemudian gadis tersebut merogoh kantung celananya dan terlihatlah dalam genggamannya sebuah flashdick dan alat pelacak yang berukuran cukup kecil.
Sherina langsung saja memakaikan alat pelacak tersebut kedalam leher baju seragamnya, setelah itu ia memasukan kembali flashdick tersebut kedalam kantung celananya dan ia memakai roknya kembali.
" mending gw kabur dari sini dah dari pada harus berurusan sama om om " ucapnya dan langsung berlaru pergi dari ruangan tersebut dengan cara mengendap ngendap.
saat Sherina berhasil keluar dan menjauh dari jangkauan cctv, gadis tersebut mengangkat sedikit baju seragamnya untuk mengambil sebuah senjata api Glock 17 yang sangat mematikan yang berasal dari Austria, senjata tersebut sudah gadis itu atur supaya tidak ketahuan dan terjatuh dari balik baju seragamnya.
" ck, kenapa juga gw harus dikasih ini sama si Laila, jadi sayangkan makainya kalo cuman buat matiin cctv doang mah " ucap Sherina kesal yang langsung mengancungkan pistol tersebut kearah cctv dan menebaki cctv tersebut.
" bares, tinggal ketempat wanita tadi, tapi dimana? Udahlah cap cip cup aja " tanya Sherina dan dijawab sendiri olehnya.
...****************...
Seyla, Laila, dan keempat inti Icarus saat ini sudah berada didalam bar tersembunyi itu, ketika mereka memasuki tempat itu pemandangan yang pertama kali terlihat ialah lampu lampu disko yang berkelap kelip.
di bangku yang berada didepan meja bartander terdapat seorang gadis yang sedang kesal, gadis tersebut ialah Laila dengan bibirnya yang berkedut kesal.
dalam rencana mereka, Laila memang dipasangkan oleh Hansen, tapi mereka berpisah saat memasuki bar tersebut, Laila yang berjalan kearah bartender dan memesan minuman tanpa alcohol, sedangkan untuk Hansen ia berjalan kearah lain tapi tidak jauh dari Laila.
Hansen tak sedikit pun mengalihkan pandangannya dari Laila yang sedang duduk didepan meja bertender.
sebelum masuk kedalam mereka sudah membagi tugas menjadi beberapa kelompok, kelompok pertama beranggotakan Laila dan Hansen, mereka bertugas mencari informasi dimana mereka bisa menemukan informasi tentang gadis gadis perawan yang bar ini sembunyikan.
untuk kelompok kedua beranggotakan Seyla dan Alaster kedua sejoli itu bertugas untuk mengawasi dan meretas cctv didalam dan luar bar, seharusnya sih Seyla dan Hansen tapi kalian tau kan ya.
dan kelompok yang terakhir beranggotakan Cakkra sendiri yang bertugas untuk berjaga diluar bar sambil mengamati pergerakan musuh saat mereka akan kabur dari tempat tersebut.
saat ini mereka semua sudah bersiap siap diposisi masing masing.
Hansen yang sedang melihat pergerakan Laila langsung melebarkan kedua matanya dan mengumpat dalam hati, Hansen melihat Laila dihampiri oleh dua pemuda yang ngga dikenal, apalagi sekarang Laila sangat cantik dengan dress selutut yang baru dikenakannya.
entah kenapa Hansen sangat menyesal karena membiarkan Laila memakai baju itu.
Flascback On
satu setengah jam sebelum mereka memasuki bar tersembunyi itu.
" kelompoknya sudah fiks ya, kita jalankan sesuai rencana " ucap Seyla dan mendapatkan anggukan dari yang lain.
" sepertinya kita harus ganti baju dulu deh, ngga mungkin kan kita pakai seragam sekolah untuk masuk kesana " ucap Laila yang ikut nimbrung, gadis itu melihat semua inti Icarus masih memakai seragam sekolah, begitu juga dengan dirinya dan Seyla yang sama masih memakai baju seragamnya.
" lu ada benarnya juga, ayo kita nyari salon terdekat biar ngga buang waktu " timpal Aditiya.
tak menunggu waktu lama untuk mereka menemukan salon terdekat, sekarang para lelaki telah berganti baju dengan baju khas dugem.
cklek
suara pintu ruang ganti terbuka, dan keluarlah dua orang gadis siapa lagi kalo bukan Seyla dan juga Laila, mereka keluar dari ruang ganti dengan memakai dress mini dengan warna terang dari dalam sana, mereka berdua terlihat sangat cantik dan sexy.
sejenak pandangan para lelaki tertuju pada mereka berdua " cantik " batin mereka berempat bersamaan.
" khmmm " Hansen berdehem kesal, entah mengapa saat teman temannya melihat kecantikan Laila membuat ia kesal sendiri, apalagi sekarang Laila menggunakan pakaian yang sangat sexy.
" tutup mata kalian, atau gw congkel kedua mata kalian semua " marah Alaster.
Alaster mengambil jaket miliknya, kemudian lelaki itu berjalan menghampiri Seyla dan memasangkan jaketnya ketubuh Seyla.
glup...
kedua anggota inti Icarus yang melihat Seyla pun menelan ludah saat tau Alaster memergoki mereka saat mengagumi Seyla.
" eh mak lampir, ganti baju lu sana, lu tuh ngga pantes pake baju kaya gituan, emak lampir kaya lu tuh pantesnya pakai daster tau ngga " ucap Hansen membuat Laila mengumpat dalam hati.
" ogah! Kalo misalkan kita berdua ganti baju sekarang, bisa dipastikan kita akan terlambat " ucap Laila kesal.
" lagian ya, gw sih ogah pake baju kaya gini, bikin sesek tau ngga " lanjut Laila.
Hansen pun diam tak berkomentar apa apa lagi, melihat itu Laila langsung saja menarik tangan Seyla untuk melangkah pergi meninggalkan kelima inti Icarus tersebut, merasa ditinggali Alaster dan yang lainnya pun menyusul mereka berdua.
Flasback Of