
Minggu pagi yang cerah ini Seyla berencana hari libur ini ia akan jogging, tentu saja itu hanya alasannya saja supaya mendapatkan ijin dari keluarganya. Sherina dan Laila sekarang sudah menunggu gadis itu didepan mansion milik keluarganya, sekarang ia sedang mencari kedua abangnya untuk meminta ijin.
kenapa minta ijinnya cuman kekedua abangnya? Yah karena mamah Rose saat sarapan tadi sudah berangkat untuk memeriksa butik miliknya.
" eits tunggu " ucap Seyla memberhentikan salah satu pelayan yang yang sedang lewat didepannya.
" ada yang bisa saya bantu nona? " tanya pelayan itu.
" apa kamu tau dimana bang Jevan dan bang Alaska? " tanya Seyla.
" untuk tuan Jevano sedang berada diruang gym, untuk tuan muda Alaska 15 menit yang lalu ia keluar nona katanya ingin menemui temannya " jawab pelayan tersebut.
" baiklah, terima kasih sudah memberitahuku " ucap Seyla dengan tersenyum kemudian ia bergegas menuju ruang gym.
saat Seyla memasuki ruangan itu ia tidak melihat dan merasakan hawa keberadaan dari sang abang pertamannya, gadis itu celingukan kekanan dan kekiri mencari cari dimana sang abang berada " BANG JEVAN!!! ABANG SEYLA YANG PALING GANTENG SEANTARIKSA, DIMANAKAH DIKAU BERADA BANG HAYATI KANGEN BANG!!! " teriak Seyla, hal itu membuat orang yang dicarinya tersentak kaget dan menatap adiknya yang ternyata berada disebelah kanan Seyla dengan tatapan datar.
" adek, ini mansion bukan hutan ya, kenapa kamu teriak teriak gitu kaya dihutan aja kamu " ucap Jevano dengan masih menatap Seyla datar, setelah itu ia melanjutkan aktivitasnya yang tadi sempat terganggu oleh teriakan Seyla.
Seyla yang mendengar suara abangnya yang sangat dekat sekali pun terkejut dan menoleh kesumber suara. Saat ia menoleh betapa terkejutnya Seyla yang dapat melihat pemandangan hot didepannya secara gratis, Seyla melihat abangnya hanya dengan memakai celana training panjang tanpa menggunakan baju hal itu malah menampilkan perut sixpacnya yang sangat menggoda iman.
Jevano yang merasa aneh dengan keterdiaman adiknya itu, dengan rambutnya yang masih basah dengan meneteskan bulir air itu pun menoleh kearah adiknya. Jevano merasa aneh melihat adiknya itu melamun sambil membuka sedikit mulutnya itu " dek kenapa kamu, kamu nyariin abang ada apa? " tanya Jevano.
Seyla tak mendengar ucapan Jevano, gadis itu masih saja terbengong ' pemandangan macam apa ini!!! Sadar La, jangan kelaman ngeliatinnya La nanti yang ada mata lu bintitan!! Huaaa dosa sih kalo diliatin mulu, tapi abang gw kenapa hot gini!!! ' batin Seyla yang memberontak untuk mengeluarkan jiwa jiwa cogannya.
setelah sadar dari keterkejutannya, gadis cantik itu segera saja memejamkan matanya dan mengambil Bathrobe yang kebetulan berada didekatnya, Seyla langsung saja melemparkan Bathrobe itu kearah abangnya dan tepat mengenai tubuh abangnya.
" abangggg aurat!!! Tutuplah auratmu wahai kaum adam " ucap Seyla yang sudah membuka matanya dan menatap garang abangnya itu.
Jevano menaikan sebelah alisnya dan menatap bingung adiknya itu, tak ayal pria tampan itu langsung memakainya dengan patuh hal itu mambuat Seyla tersenyum puas.
" jadi kamu ada apa nyariin abang? " tanya Jevano saat ia telah selesai memakai Bathrobenya.
" hehehehe, Seyla mau ijin jogging keluar ya bang " jawab Seyla meminta ijin dengan cengiran khasnya.
" kemana? Sama siapa? Pulang jam berapa? Na- " tanya Jevano beruntun dengan tatapan datarnya, namun pertanyaannya malah langsung dipotong oleh Seyla.
" stop abang!! Kenapa pertanyaannya jadi beranak pinak deh " ucap Seyla memotong pertanyaan abangnya yang kalo dilanjutkan akan beres sampai siang dan ia tak akan jadi jogging.
" oke, sekarang jawab ketiga pertanyaan abang tadi " ucap Jevano sambil melipat kedua tangannya didada dengan masih menatap Seyla datar.
" yaampun, Seyla berasa diintrograsi deh bang " ucap Seyla membuat Jevano menatap malas adiknya itu.
Jevano berjalan kearah Seyla, setelah itu ia langsung saja mencubit pipi adiknya dengan gemas " jawab aja pertanyaan abang, atau kamu mau ngga abang ijinin keluar hmm? " ucap Jevano melepaskan cubitannya.
" pertama, aku mau ketaman kota joggingnya bang, kedua, aku berangkatnya sama Sherina dan Laila doang bang, dan yang terakhir, kalo pulang jam berapanya aku ngga tau bang, paling sampai siang atau ngga sore bang soalnya aku mau langsung main kerumah Laila dulu " jawab Seyla sedikit meledek Jevano.
" benar sama mereka berdua? Kamu ngga bareng Alaster? " tanya Jevano yang tidak menyadari ledekan dari adiknya itu, hal itu membuat Seyla kesal.
" nah kalo itu aku ngga tau ya bang, siapa tau ngga sengaja aku ketemu sama mereka dijalan atau ngga ditaman kan " jawab Seyla dengan polosnya membuat Jevano gemas dan mencubit kedua pipi adiknya itu lagi.
" baiklah, abang bakalan ngasih kamu ijin, paling lambat jam 3 sore kamu harus sampai dirumah. Kalo tidak, abang bakalan jemput kamu dan seret kamu pulang, ngerti adik abang yang cantik " ucap Jevano masih senantiasa mencubit kedua pipi Seyla, ia memajukan mukannya dan tersenyum tepat didepan wajah Seyla membuat gadis itu mengangguk patuh seperti anak ayam yang sedang makan.
" yaudah bang, aku berangkat ya " ucap Seyla yang pipinya sudah terlepas dari tangan Jevano.
Cup
" bye abangku yang ganteng " ucap Seyla yang langsung saja berlari setelah mencium pipi abangnya.
Jevano yang mendapatkan perlakuan spontan dari adiknya itu langsung tersenyum lebar, Jevano langsung saja membuka Bathrobe yang ia pakai dan melanjutkan aktifitas ngeGYM nya lagi.
" woy lintah darat! Lama bener deh lu, udah jamuran ini kita gara gara nungguin lu " crocos Laila saat Seyla sudah berada didepan mansionnya.
" tau lu kutil badak, ngapain aja sih lu didalem? Lagi bantuin pelayan nyuci piring lu " tanya Sherina dengan kesal.
" sembarangan aja lu berdua ngatain gw, apalagi lu ngatain gw bantuin pelayan nyuci piring? Hello duo sahabat lucnut, gw putri bungsu keluarga Adhitama sang pengusaha tersukses nomor tiga ini ngelakuin hal kaya begitu? Yak ngga level lah sama gw " ucap Seyla dengan lebay dan pedenya selangit ketujuh.
" hmmmm iya dah, biarkan ayam betina ini berkokok " ucap Laila malas.
" ngga level katanya? Hehehehe wahai kau hawa yang bernama Seyla Diandra baru dua bulan yang lalu lu nyuci piring yang bejibun di Cafe, malah ngga level katanya " ledek Sherina yang berhasil membuat Seyla kesal.
" udahlah, lu mah emang ngga pernah gitu dukung gw sombong barang sekali aja " ucap Seyla.
" kenapa gw lama? Ya tadi gw habis muter muter nih mansion yang gede cuman buat nyari bang Jevan doang " lanjut Seyla yang menjawab pertanyaan kedua sahabatnya.
" hahahaha kayanya abang lu ngecosplay jadi bodyguard La " canda Sherina saat mereka sudah memasuki mobil Laila.
" berubah jadi lebih siaga hehehehe, tuh liat geh " ucap Laila terkekeh sambil menunjuk salah satu mobil hitam yang berada dibelakangnya.
" ya gitulah " ucap Seyla asal sambil memainkan ponselnya.
" ini jalannya udah gw kirim, tinggal lu aja La ngebuktiin skill lu supaya kita bebas dari mereka " ucap Seyla yang matanya sudah berpindah kelayar aipad yang ia bawa didalam tasnya.
" wowww, banyak banget Ela penjaga lu, jadi gimana Laila Agustini apakah anda menerima tantangan ini? Ataukah anda mau bergantian dengan saya? " tanya Sherina dengan tersenyum remeh.
" sombong sekali anda, kalo cuman dua mobil mah gampang. Siap siap yah, awas lu berdua pada mabok dimobil gw " ancam Laila, setelah itu ia langsung saja memakai seatbeltnya dan diikuti dengan yang lain.