SEYLA DIANDRA

SEYLA DIANDRA
BAB 39



Sebuah mobil mewah berwarna hitam berhenti didepan gerbang SMA Bina Bangsa yang nampak lenggang. Didalam mobil tersebut terdapat seorang gadis cantik yang sedang akan berpamitan kepada seorang wanita paruh baya untuk masuk kedalam sekolah dan akan mulai belajar.


Tentu saja gadis yang didalam mobil tersebut adalah Seyla dan wanita paruh baya itu adalah mamah Rose yang sengaja ingin mengantarkan Seyla kesekolah.


setelah kemarin ia berusaha untuk membujuk, merayu, dan berakting pada keluarganya agar mengizinkannya masuk sekolah, hari ini Seyla sudah siap untuk memasuki sekolahnya dan ia juga sudah siap untuk menampung beberapa materi kedalam otak kecilnya itu.


" Seyla kamu belajar yang rajin ya, jangan jajan sembarangan nanti kalo kamu mau makan siang bareng sama abang Aska saja ok sayang " kata mamah Rose yang diangguki patuh oleh Seyla.


" dan ini untukmu sayang " ucap mamah Rose sambil memberikan kartu warna hitam kepada Seyla, sedangkan yang disodori malah menatap kartu tersebut dengan terkejut sambil menelan ludahnya secara kasar.


' waduhhhh ' batin Seyla bingung.


" u-untuk apa kartu itu mah? " tanya Seyla, mamah Rose hanya menatap Seyla bingung apakah Seyla tak tahu cara memakai kartu ini pikir mamah Rose.


" kamu gunakan saja kartu ini untuk membeli apa pun yang kamu inginkan sayang " jawab mamah Rose yang langsung saja mendapatkan gelengan kepala dari Seyla.


" ngga mau ah mah, Seyla ngga ngerti cara pakainya. Nanti kalo misalkan ini kartu hilang bagaimana? Mending mamah bawa lagi saja " ucap Seyla berbohong sambil menatap wajah sang mamah yang masih terlihat cantik itu walaupun memiliki tiga anak dengan dua diantarannya yang beranjak dewasa.


" baiklah, ini uang buat kamu. Mamah minta maaf yah cuman punya cash segitu aja, nanti misalkan kalo kurang kamu bisa tinggal minta pada abang mu aja. Oke sayang " ucap mamah Rose kepada Seyla yang sedang melongo melihat uang berwarna merah berada ditangannya yang sangat banyak itu.


' cu-cuman segini katanya? Lah ini mah gaji gw selama sebulan di Cafe ' batin Seyla terkejut.


" kenapa sayang? " tanya mamah Rose dengan bingung pada Seyla yang masih menatap uang tersebut yang berada ditangannya.


" i-ini ua-uang saku Seyla mah? " tanya Seyla dengan terkejut sambil tersenyum.


" iya, apa masih kurang sayang? Kalo masih kurang mamah ke atm dulu sebentar untuk ngambil uang cash, bagaimana sayang? " kata mamah Rose memberikan solusi dan langsung saja dijawab gelengan kepala dengan cepat oleh Seyla.


" ngga perlu mah, menurut aku ini malah kebanyakan. Sebaiknya mamah bawa lagi aja uang ini " ucap Seyla sambil menyodorkan uang tersebut kedepan mamah Rose.


" eh kenapa? Ngga usah sayang, ini uang kamu ambil aja buat jajan kamu " ucap mamah Rose yang malah balik menyodorkan uang tersebut kedepan Seyla.


" begini yah mah, biasanya kalo anak SMA itu uang sakunya paling banyak dua puluh ribu atau ngga lima puluh ribu ini malah kok....... Satu, dua, tiga, empat, lima,.......... Heh dua puluh. Hah?!! du-dua ju-juta?!! " ucap Seyla kaget.


" masih kurang yah sayang? " tanya mamah Rose dengan wajah yang terlihat..... Entahlah Seyla tak bisa mengartikannya karena sedang terkejut.


" ini malah terlalu banyak mah, aku sampai terlalu ragu untuk membawa uang ini kesekolah, kalo misalkan hilang gimana? " jawab Seyla dengan wajah ragu.


" bawa aja sayang, tidak akan ada orang yang berani mengambil uang mu. Kalaupun misalkan uangmu hilang kamu bisa tinggal minta lagi aja ke abang kamu " kata mamah Rose dengan santai.


" hufttt " Seyla menghela napasnya dan langsung saja ia memasukan uang tersebut kedalam tasnya.


" baiklah, kalo begitu Seyla masuk dulu yah mah " pamit Seyla dengan senyum manisnya yang merekah.


" iya, belajar yang rajin yah sayang, nanti pulangnya mau mamah jemput atau pulang sama Aska? " tanya mamah Rose sambil mengusap kepala Seyla.


" iya, sekalian aja kamu ajak teman teman kamu itu untuk ke mansion aja yah, soalnya mamah lagi mau bikin kue " ucap mamah Rose mengijinkan Seyla.


Seyla langsung saja menganggukan kepalanya, ia pun menyodorkan tangannya untuk salim ke mamah Rose namun wanita paruh baya itu malah bingung sambil menatap tangan sang anak yang berada didepannya.


" kenapa sayang? " tanya mamah Rose dengan ekspresi bingung, gadis cantik itu menatap sang mamah dengan bingung yang tak lama kemudian ia langsung saja mengambil tangan sang mamah.


" orang Seyla cuman mau salim, oke see you mah! " kata Seyla yang langsung saja keluar dari mobil mewah itu tanpa ada yang melihat.


" anak itu... " ucap mamah Rose gemas, kemudian ia langsung saja menelepon seseorang dengan ponselnya.


tut.....tut.....tut....


" hallo " ucap seseorang yang berada disebrang telefone tersebut.


" hallo boy " ucap mamah Rose ketika sambungan telfon itu tersambung yang ternyata ia sedang menelefon Jevano.


" iya mah, ada apa? Apakah ada masalah? " tanya Jevano dengan khawatir dari sebrang telefone tersebut.


" ngga ada boy kamu tenang aja " ucap mamah Rose menenangkan anaknya dari sebrang telefone yang sepertinya sedang khawatir mendapatkan panggilan darinya.


" apakah penjagamu sudah mulai berjaga di sekitar Seyla boy? " tanya mamah Rose to the point.


" sudah, mamah tenang saja aku sudah menyuruh orang orang terbaik dari yang terbaik untuk menjaga Seyla mah, jadi mamah ngga usah khawatir yah " ucap Jevano menenangkan mamah Rose.


" baiklah, kalo begitu mamah jadi tenang. Nanti siang kamu mau makan siang di mansion atau di kantor boy? " tanya mamah Rose setelah tenang.


" kayanya aku bakalan makan siang dikantor mah, soalnya siang nanti aku ada meeting " jawab Jevano.


" yaudah kalau begitu kamu jangan lupa jaga kesehatan yah? Jangan kebanyakan ngurusin pekerjaan " ucap mamah Rose.


" iya mah, kalo begitu aku tutup dulu yah telfone nya " ucap Jevano yang langsung saja mematikan sambungan telfone tersebut.


mamah Rose pun langsung saja melajukan mobilnya untuk meninggalkan gerbang sekolah menuju ke mansion keluarga Adhitana.


saat ini Seyla sudah duduk anteng dikursinya namun kedua sahabatnya belum juga menampakan batang hidungnya. Gadis cantik itu langsung saja membuka tasnya dan mengambil aipad yang ia bawa didalam tasnya itu, karena ia sangat bosan dan sedang iseng ia langsung saja memainkan aipad itu dengan meretas beberapa cctv yang berada di halaman sekolahnya.


gadis cantik itu langsung saja melihat salah satu rekaman cctv yang menurutnya sangat aneh, tak lama kemudian Seyla pun langsung saja tersenyum dengan remeh ke layar aipadnya tanpa sepengetahuan teman sekelasnya.


Setelah mendapatkan rekaman yang menurutnya aneh itu Seyla pun langsung saja mematikan aipadnya. Seyla membuka tasnya dan menaruh aipadnya setelah itu ia mengambil sebuah buku pelajaran yang akan diajarkan hari ini hingga kemudian.


Brakkk.....


" Seylaaa...... "