
" bagaimana, ada yang bisa kalian laporkan " tanya Alaster mengabaikan Hansen.
Aditiya langsung membawa laptop Hansen yang dari tadi lelaki itu lihat ke hadapan Alaster " gw mau nunjukin ini ke lu " ucap nya setelah menaruh laptop tersebut di atas meja.
" itu rekaman cctv jalanan di tempat kejadian yang berhasil gw retas bang " ucap Hansen menimpali.
dalam rekaman itu terlihat ada sekitar 6 orang pria sedang mencegat seorang pria yang sedang keluar dari supermarket di jalanan yang jarang orang lewat. Di dalam rekaman itu juga 6 orang pria tadi sedang memukuli seorang pria yang mereka cegat dengan brutal hingga penjaga supermaket itu keluar, dan menyelamatkan pemuda yang di kroyok tersebut dengan bantuan orang yang sedang berbelanja ke supermaket tersebut.
Brakk.....
" ANJI!! "
" BAN*S*T "
" SIALA!! "
" kaya nya mereka mau main main sama kita? "
" Mereka harus dikasih pelajaran ini bos " ucap Cakkra dengan marah.
" gw setuju bang, kita harus bales mereka " timpal Hansen.
" gimana kalo besok kita serang markas mereka? " ucap Aditiya memberi saran.
" serang doang? Gw mau bos mereka ngerasin apa jefri rasain bang, gw mau bos mereka di buat cacat dan ngehancurin geng mereka " ucap Hansen dengan marah.
" gw setuju apa kata lu bocah, gimana bos " tanya Cakkra ke Alaster.
" gw juga setuju, kita tinggal bikin rencana nya aja, gimana bos " ucap Hansen menimpali.
" baiklah, bagaimana kalo kita bakar markas mereka? " ucap Alaster memberi saran.
" dibakar gimana maksud nya bos? " tanya Cakkra bingung.
" ck! Besok malam kita bakar markas mereka, tapi sebelum itu kita culik dulu ketua mereka, tapi kita main main dulu sama dia setelah puas kita main main kita lepaskan dia " ucap Alaster.
" sebelum di lepasin gimana kalo kita buat dia cacat dulu bos? Biar dia ngerasain apa yang jefri rasain sekarang " ucap Hansen menimpali.
" seterah kalian, untuk urusan itu gw kasih ke lu " ucap Alaster sambil menunjuk Hansen.
" siap bos! Gw akan buat rencana sekarang, tinggal besok malem nya kita eksekusi " kata Hansen dengan semangat 45 karena udah lama ia ngga melakukan hal hal yang berbahaya.
" eh ngga yah! Ngga ada rencana kek begitu, si jefri geh ngga kenapa kenapa. Dan gw ngga setuju lu pada mau buat cacat anak orang, kasian cuyyy orang tua nya " bantah Aditiya.
" emang dia punya orang tua? " tanya Cakkra nyeleneh.
" yah punya lah, kalo mau serang markas mereka gw setuju, tapi kalo mau bikin anak orang cacat gw ngga setuju " ucap Aditiya menekan kan ucapan ngga setuju biar mereka ngerti.
" ck iya iya, jadi gimana nih bos " tanya Cakkra ke Alaster sambil mengusap kepala nya yang di jitak Aditiya.
" seterah gimana kalian aja, gw mau balik dulu. Kalo udah selesai hubungi gw " ucap Alaster pada akhirnya sambil berlalu pergi meninggalkan mereka.
" etdah si bos!! Jadi gimana ini mau war apa buat cacat anak orang? " tanya Hansen.
" kita war, besok malem jam 7 harus pada ngumpul di sini. Dan ngga ada yang boleh ngebantah " ucap Aditiya final.
" iya deh iya " ucap Hansen.
" yaudah, bocah lu hubungin anak anak yang lain besok siang suruh kumpul semua jangan ada yang ngga, gw mau jenguk si jefri dulu " ucap Aditiya sambil berlalu pergi.
" bang gw ikut " teriak Hansen sambil mengejar Aditiya.
" yaelah gw di tinggal sendiri, tidur ajalah mumpung kamar kosong " ucap Cakkra sambil berlalu masuk kedalam kamar yang di khusus kan untuk anggota inti Icarus sambil membawa makanan yang Alaster bawa.
...****************...
Think back, and talk to me
Did I grow up according to plan?
Dia sebuah kamar menggema musik milik band simple pan yang berjudul perfect yang di nyanyikan oleh seorang gadis yang bernama Sherina. Yaps yang sedang karokean tadi adalah Sherina ia menyanyikan salah satu lagu yang ia hafal karena dulu sebelum pindah ke Jakarta tetangganya sering memutar lagu ini dengan sangat amat keras sampai terdengar kerumah nya bahkan ke dalam kamar nya.
waktu dulu sebelum Sherina pindah ke Jakarta kedua orang tua nya sering banget bertengkar, jadi dari pada ia mendengarkan orang tuanya ribut lebih baik Sherina dengarkan saja lagu nya. Akhirnya ia pun hafal lagu tersebut dengan sendiri nya karena lagu tersebut hampir tiap hari di putar. Mana lagu nya relate lagi sama situasi yang hampir tiap hari Sherina rasakan.
And do you think I'm wasting my time
Doing things I wanna do?
But it hurts when you disapprove all along
And now I try hard to make it
I just want to make you proud
I am never gonna be good enough for you
Can't pretend that I'm alright
Makin kesini suara Sherina terdengar makin keras karena ia mengikuti alunan musik yang ada di hp nya. Karena menurut nya suara dia bagus jadi makin kesini dia makin percaya diri aja untuk menyanyikan bagian reff nya.
And you can't cange me
Cause we lost it all
Nothin lasts forever
Kringgg.....kringggg....kringgggg
Tiba tiba saja hp milik Sherina berbunyi karena ada yang sedang menelepon sang pemilik nya.
" etdah sapa sih ganggu orang nyanyi aja " ucap Sherina kesal sambil mengambil hp nya dengan kasar.
dilayar hp tersebut terpampang nama emakLaila si penelepon. Buru buru Sherina angkat telfon tersebut.
" ehhhh KUTIL BERANAK!!! CEPET TURUN ATAU GW TINGGALIN LU " ucap Laila yang langsung saja mematikan telfon tersebut secara sepihak.
" etdah kuping gw rasa nya mau pecah dah " ucap Sherina sambil memakai kan tas milik nya ke pundak.
Setelah Sherina turun dan keluar dari rumah ia pun langsung masuk ke dalam mobil Laila.
" eh anaconda lu lama amat sih!!! Ngapain aja lu disana, lagi nyikat wc lu? " tanya Laila beruntun sambil menyalakan mesin mobilnya.
" enak aja lu kalo ngomong, gw punya pebantu yah! Ngapain juga gw harus nyikat wc " marah Sherina.
" ck trus lu ngapain aja maemunah lama bener " tanya Laila sambil fokus mengemudikan laju mobil nya.
" Dandan dulu lah, gw itu cewek jadi kalo mau kemana mana tuh harus cakep dulu, misalkan kalo ada yang naksir gw kan lumayan " jawab Sherina dengan pede nya.
" dihhhh geli gw kalo lu ngomong gitu " ucap Laila sambil memperagakan diri nya ingin muntah.
Setelah perdebatan yang cukup panjang akhirnya mereka berdua sampai juga di parkiran sekolah. Ketika Sherina ingin turun ia melihat Seyla di antara ke empat inti Icarus.
" eh bukan nya itu Seyla yah? " tanya Sherina sambil menunjuk ke arah keempat inti Icarus.
" eh iya bener, itu Seyla ngapain dia di situ? Jangan jangan dia mau di culik lagi sama mereka " ucap Laila khawatir takut sahabat nya kenapa kenapa.
" yaudah kita samperin yuk " usul Sherina sambil turun dari mobil dan berlalu pergi ke arah Seyla dan di ikuti oleh Laila.