SEYLA DIANDRA

SEYLA DIANDRA
BAB 28



" APA!! "


" maksud lu apa? coba ceritain dari awal " ucap Cakkra dengan eksperi masih terkejut.


" jadi hahh gini ceritanya hah hah tad.. "


" ini lu minum dulu deh habis itu lu cerita gimana Seyla bisa ilang " ucap Aditiya memotong ucapan Sherina sambil memberikan sebotol air mineral yang belum sempat ia minum.


Sherina pun langsung saja meminum air meneral itu dengan rakus, setelah itu ia pun memulai ceritanya.


" jadi gini ceritanya kak.. "


FLASHBACK ON


" mak lampir... " panggil Hansen seraya berlari ke arah Laila dan Sherina yang sedang berjalan masih diparkiran sekolah menuju kelas mereka, membuat sang empunya nama menoleh kebelakang.


" kenapa lu ngingkutin kita?? ngga bareng mereka tah, biasanya geh lu ngintilin mereka mulu kaya buntut ayam " tanya Laila dengan sinis.


" ngga lah males gw, lagian gw sama mereka beda kelas, dari pada gw bosen jalan sendiri mending bareng kalian aja, yah walaupun gw males sih deket deket sama mak lampir " ucap Hansen yang ingin memancing keributan.


" udah deh, coba bisa ngga sih kalian sehari aja kalo ketemu jangan ribu gitu, bikin orang darah tinggi aja kerjaannya " ucap Sherina yang mulai jengah dengan kelakuan kedua temannya itu.


" NGGA!!! " ucap Hansen dan Laila bersamaan.


" lu ngapain ngikutin gw gemoy!!! " ucap Laila sengit


" lu yang ngikutin gw mak lampir!! " ucap Hansen yang tak kalah sengit.


" udah deh, bisa diem ngga sih kalian? " marah Sherina dan langsung pergi dengan menarik tangan Laila yang membuat Hansen jengkel.


" kaleng rombeng! Mak lampir!!! Kenapa cowok secakep gw ditinggalin lagi sih!! " teriak Hansen dengan pedenya, Sherina dan Laila yang merasa dikatain pun berbalik dan mengancungkan jari tengah mereka kearah Hansen.


bel masuk pun berbunyi ketika mereka bertiga telah sampai dikelas. Saat mereka sudah duduk dibangku masing masing, mereka merasa bingung kenapa bangku yang ditempati Seyla kosong biasanya si doi sudah duduk anteng duluan dibangkunya. Sherina dan Laila pun saling tatap, seperti mengerti dengan tatapan sahabtnya itu, Laila pun langsung saja menelepon Seyla, tetapi hasilnya nihil bukannya Seyla yang mengangkat telfonnya melainkan malah oprator.


beberapa kali Laila mencoba menelepon Seyla tetapi selalu tidak dijawab oleh Seyla, hingga guru yang mengajar pun sudah memasuki kelas mereka.


Laila pun menatap Sherina dan juga Hansen yang menatap Laila dari semenjak Sherina dan Laila tatap tatapan. Saat menatap mereka Laila pun langsung saja menggelengkan kepalanya.


" Laila Agustini, kenapa kamu geleng geleng kepala begitu " tegur sang guru yang mengajar karena melihat kelakuan aneh salah satu muridnya.


Laila pun sedikit tersentak karena ditegur oleh gurunya. Laila dan Sherina pun saling tatap lagi membuat Hansen bingung dengan sikap mereka berdua, saat tatap tatapan Sherina dan Laila pun tersenyum sepertinya mereka memilik pemikiran yang sama lagi.


" pak maaf, saya boleh ijin ngga pak mau nganter Laila ke UKS? " ucap Sherina sambil mengangkat tangannya.


" kenapa emang teman kamu? " tanya guru itu dengan memincing menatap Laila curiga.


Laila yang ditatap gurunya itu pun langsung saja memegang kepala dan perutnya.


" aduhhh pak! Kepala saya sakit, terus perut saya juga akhhh sakit pak " ucap Laila sambil memegang kepala serta perutnya.


" itu pak Laila lagi datang bulan mana hari pertama lagi pak jadi perutnya suka terasa sakit. Bapak tau kan gimana rasanya kalo perut bapak sakit karena lagi datang bulan? Mana Laila dari pagi mukannya pucat mulu pak " ucap Sherina sambil memegangi Laila yang mulai limbung


Hansen yang melihat akting mereka pun merasa bingung ' perasaan tuh mak lampir biasa biasa aja deh, eitss tunggu gw ngerti sekarang ' gumam Hansen yang mulai mengerti.


" bapak ngga tau, kan bapak ngga pernah ngerasain " ucap sang guru dengan santai.


" pak menurut saya itu pertanyaan yang ngga penting deh, kasian itu loh pak kalo ngga buru buru dibawa ke UKS. Lebih baik bapak ijinin mereka aja daripada Laila kenapa kenapa bapak emang mau tanggung jawab? " tanya Hansen yang mulai mengikuti permainan mereka.


" yaudah, Sherina bawa Laila ke uks trus kamu langsung kembali lagi ke kelas. Jangan coba coba bolos yah " ucap Sang guru pada akhirnya.


" iya pak " ucap Sherina sambil menuntun Laila untuk keluar kelas.


" makasih pak " ucap Laila dengan lemas.


sang guru pun hanya mengangguk saja.


setelah mereka berdua keluar dari kelas, sang guru pun langsung memulai pelajaran.


" nih gw bawa motor, lu pake motor gw aja biar cepet La " ucap Sherina sambil memberikan kunci motornya.


" ok gw pinjem motor lu yah " ucap Laila sambil memasukan kunci motor itu ke kantong seragamnya.


" iya, gw anter lu keparkiran, takutnya kalo gw langsung kekelas pasti tuh guru curiga kenapa bisa gw cepet banget ke kelasnya " ucap Sherina sambil menarik tangan Laila.


Laila pun hanya mengiyakan saja karena yang diucapkan Sherina itu benar.


sesampainya diparkiran sekolah Laila pun langsung saja menaiki motor matik Sherina dan langsung saja ia memakai helm milik Sherina dan membawa motor tersebut dengan kecepatan tinggi. Alangkah beruntungnya Laila bahwa gerbang sekolah masih terbuka dan tidak ada satpam yang menjaga, langsung saja ia mengendarai motor tersebut menuju kekontrakan Seyla.


Sherina yang melihat itu langsung saja kembali ke dalam kelasnya. Saat ia memasuki kelas, ia merasa seolah sedang ditatap. Setelah Sherina duduk ia pun mulai celingukan mencari siapa yang menatap nya, ia pun menemukannya yang ternyata adalah Hansen yang menatapnya dengan intens, Sherina yang mengetahui arti tatapan itu pun hanya memberikan jempolnya saja dan membuat Hansen menghela napas lega.


sementara itu sudah beberapa menit kemudian, akhirnya Laila sampai juga di kontrakan Seyla. Ia melihat kontrakan Seyla yang sepi, langsung saja ia akan membuka pintu kontrakan tersebut yang ternyata masih dikunci. Laila langsung saja berkeliling ke daerah kontrakan itu dan bertanya keberapa orang yang mengenal Seyla. Setelah ia bertanya dan mendapatkan jawaban yang membuatnya terkejut, iya terkejut karena Seyla dari kemarin pagi belum kembali lagi kekontrakannya.


dengan masih menampilkan wajah terkejut Laila langsung saja manaiki motor Sherina dan menjalankan motor tersebut dengan kecepatan pelan siapa tau ia menemukan Seyla dijalan. Saat ia akan berbelok, Laila dikejutkan ada sebuah benda yang tergeletak di tanah yang sepertinya ia tak asing dengan benda tersebut.


Laila langsung saja menghentikan motornya, setelah itu ia turun dari motor tersebut dan mengambil benda yang tergeletak itu. Alangkah kagetnya Laila bahwa benda itu adalah sebuah gantungan yang bergambar karakter anime kesukaan Seyla yang selalu berada ditasnya.


Laila langsung saja menaiki motor Sherina dengan wajah yang akan memakan orang hidup hidup. langsung saja ia mengegas motornya dengan kecepatan tinggi supaya ia bisa cepat sampai di sekolahnya.


saat Laila sampai diparkiran bel istirahat baru saja berbunyi, ia langsung saja bergegas menuju kelasnya. Sesampai dikelas ia melihat Sherina dan Hansen yang duduk ditempatnya dengan raut wajah khawatir.


" jadi gimana? Ada ngga Seyla nya? Seyla ngga kenapa kenapa kan? " tanya Sherina beruntun saat Laila sudah sampai dikelas.


" Berisik!! " ucap Laila marah.


Sherina tersentak dengan ucapan Laila " ck jadi gimana? Ada ngga Seylanya? " ucap Sherina dengan kesal.


" hahh jadi gini " ucap Laila, ia pun mulai menceritakan saat ia sampai dikontrakan Seyla hingga ia menemukan gantungan milik Seyla yang terjatuh.


" APA!!! " teriak Sherina untung saja kelas sepi hanya mereka bertiga saja yang berada dikelas " jadi Seyla diculik!!! " lanjutnya.


" mungkin " ucap Laila.


" kita ke rooftop aja dulu, disana ada inti Icarus dan juga ada ka Alaster siapa tau mereka bisa bantu " ucap Hansen memberi saran.


" iya bener juga, yuk La kita ke rooftop " ucap Sherina sambil menarik tangan Laila.


" bentar gw mau ngambil laptop dulu " ucap Hansen dan berlalu kembali ke bangkunya.


setelah Hansen mengambi laptop miliknya, mereka pun langsung berjalan ke rooftop dengan tergesa gesa.


FLASHBACK OF


" jadi gitu ceritanya kak " ucap Sherina ia langsung saja meminum air meneral yang masih tersisa setelah cerita panjang lebar.


Hansen tidak ikut mendengarkan cerita Sherina ia dan Laila hanya fokus dengan laptop milik Hansen. Sepertinya Hansen sedang meretas CCTV Cafe tempat Seyla bekerja.


" berhasil! Ini kak CCTV yang udah berhasil gw retas " ucap Hansen setelah mengutak atik laptopnya dan memberikannya ke arah Alaster.


CCTV tersebut menampilkan video saat Seyla sedang bekerja, tetapi saat CCTV tersebut menampilkan video yang berada diluar Cafe, mereka dikejutkan dengan seseorang yang mencurigakan. Iya mencurigakan, orang tersebut memakai topi dan jaket hitam tanpa masker jadi wajah orang tersebut kelihatan cuman dari kamera CCTV wajah tersebut kelihatan buram. Orang tersebut selalu melihat kearah Seyla dan memerhatikan Seyla kemanapun Seyla pergi.


Hansen pun langsung saja mem pose video pas pada orang yang mecurigakan itu, ia pun langsung saja membuat foto tersebut supaya tidak buram.


" SIA**N!!! " ucap Laila dan Sherina berbarengan.


" eh buset biasa aja kali, emang kalian kenal mereka? " tanya Cakkra penasaran.


" kenal, dia adalah Jevano Adhitama kakak kandung dari Seyla " ucap Laila yang tidak sadar karena sedang marah.


" Alaska iya ka Alaska " ucap Sherina sambil menoleh kearah Laila.


Laila dan Sherina pun langsung saja berlari untuk menemui Alaska, para inti Icarus tidak mengerti dengan apa yang terjadi tetapi tidak dengan Alaster, ia langsung menyuruh Hansen untuk melacak kediaman keluarga Adhitama setelah itu ia pun langsung saja mengejar kedua sahabat Seyla dan diikuti oleh ketiga inti Icarus yang lain.


Hansen pun ikut mengejar mereka dengan tak lupa ia melacak kediaman keluarga Adhitama dengan tablet yang ia bawa sambil berlari mengikuti teman temannya.