
Brak....
" Seylaaa...... "
sang empunya nama pun menoleh dan terlihatlah Sherina dan juga Laila yang sudah berada di ambang pintu dan akan memasuki kelasnya. Saat Sherina akan berjalan kebangkunya, dia malah mendapatkan pelototan dari seluruh penghuni kelas.
melihat teman sekelasnya itu marah Sherina hanya meringis dan menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.
" sorry guys, kaget ngga? Kaget ngga? Kagetlah masa ngga " ucapnya untuk mencairkan suasana kelas, teman sekelasnya hanya menatap Sherina yang sudah duduk itu dengan tatapan dingin dan malas, mereka pun langsung saja melakukan aktivitas mereka yang tadi sempat tertunda oleh kelakuan Sherina.
setelah Sherina duduk tanpa aba aba lagi Seyla langsung saja melemparkan buku paket yang sangat tebal itu kepada Sherina, tapi malah si doi berhasil menghindar dari lemparan itu dan ia malah tersenyum dengan mengejek kepada Seyla.
" lemah " ucap Sherina dengan senyum mengejek sambil mengambil buku paket yang tebal itu dan menaruhnya di meja Seyla.
" bisa ngga sih kalo lu mau manggil gw tuh jangan heboh kaya tadi? " ucap Seyla dengan wajah kesalnya dan malah ditanggapi dengan cengiran oleh Sherina yang tidak memiliki rasa bersalah karena sudah membuat kaget dirinya yang sedang asik membaca buku.
" sorry La, tadi gw niatnya mau ngerjain mereka. Eh pas liat lu gw malah refle manggil nama lu deh hehehehe...... " ucap Sherina dengan cengiran khasnya yang sangat menyebalkan itu.
Laila yang melihat Sherina itu hanya menatap malas salah satu sahabatnya itu, Laila langsung saja mengambil buku paket yang berada dimeja Seyla, ia pun langsung membacanya tanpa memperdulikan perdebatan kedua sahabatnya itu.
Seyla sempat melihat Laila sekilas setelah itu ia mengalihkan atensinya ke arah Sherina " huuu... Trus lu tadi triak manggil napa gw kenapa? " tanya Seyla yang langsung saja ia menatap buku catatannya kembali.
" lu kok masuk sekolah sih? Harusnya lu dimansion keluarga lu aja sih, lu kan baru dua hari keluar rumah sakit malah minta masuk sekolah " ucap Sherina dengan menggebu gebu membuat Seyla menahan nafas sejenak dan menghembuskannya dengan pelan.
" dih marpuah gw itu bosen yah dimansion mulu, lagipula gw geh udah sembuh dari tiga minggu yang lalu yah! Mending gw sekolah aja biar otak gw fresh dan ngga merasa sumpek dan pengap karena bosen ada dimansion terus menerus " ucap Seyla dengan kesal.
" tapi kan l- "
" suttttt ngga usah bacot, lagian yah gw sekolah geh biar otak gw bisa pinter dan lagipula ada lu berdua ini kan? Jadi kalo gw ada apa apa ada lu berdua ini dan juga bang Aska " ucap Seyla sambil membekap mulut Sherina yang cempreng itu supaya tidak trus mengoceh.
" udah, udah, seterah dia ajalah Na " ucap Laila yang sudah bosen dengan perbacotan mereka berdua dengan matanya yang senantiasa masih membaca buku paket yang tebal itu.
" btw nih yah, lu berdua udah belajar belum? Hari ini ada ulangan harian loh? " ucap Laila membuat Sherina lemas seketika.
" udah, nih buktinya banyak buku berjejer di meja gw " ucap Seyla sambil memperlihatkan beberapa buku dimejanya.
" good, ngga sia sia gw ngasih tau lu La " ucap Laila sambil memberikan jari jempolnya kedepan Seyla.
" lu gimana Na? Udah belajar belum lu? " tanya Laila sambil menatap Sherina yang sedang menangkupkan kepalanya di atas meja.
" ck, pake segala diingetin! Gw tuh paling males banget sama pelajaran tuh guru tau ngga sih!!! Lagipula belajar ngga belajar gw pasti dapet nilai sempurna " balas Sherina dengan sombong membuat Laila menatap malas Sherina.
tak lama kemudian Hansen sudah memasuki kelas, ia berjalan ke tempat duduknya yang berada dibelakang bangku Seyla. Hal hasil ia pun harus melewati bangku Laila yang memang berada didepan Seyla. Saat Hansen melewati bangku Laila, Laila langsung saja menatap sinis pada Hansen dan yang ditatap pun langsung saja balik menatap sinis Laila sambil berjalan kearah bangkunya.
kenapa Hansen bisa duduk dibelakang Seyla? Iya karena ia sedikit mengancam teman sekelasnya yang duduk di tempat itu untuk bertukar tempat, jadi hasilnya ia berhasil mendapatkan bangku itu deh.
Tettt........
bel masuk berbunyi, para murid yang masih diluar kelas pun langsung saja berbondong bondong memasuki kelas dan tak lama kemudian guru pun mulai memasuki kelas Seyla.
" selamat pagi anak anak " sapa guru yang yang akan mengajar mata pelajaran Fisika dikelas X ini.
" pagi bu " balas para penghuni kelas Seyla termasuk dirinya.
" baiklah sesuai apa yang minggu lalu ibu katakan, hari ini ibu akan mengadakan ulangan harian dengan materi yang berada di bab...... " kata guru itu yang malah membuat anak sekelas pada mengeluh dan protes.
" jangan ada yang protes! Itu adalah resiko kalian yah, yang jelas minggu lalu saya sudah bilang bahkan di grup kelas juga saya sudah bilang. Urusan kalian sudah belajar ataupun belum itu bukan urusan saya, saya tidak peduli. Hari ini juga akan tetap saya adakan ulangan harian " ucap guru tersebut yang malas mendengar protesan dari muridnya yang bersahut sahutan.
" untuk kamu Seyla, ibu sudah menyuruh Sherina dan Laila untuk memberitahukan kamu tentang ulangan ini kan? " tanya guru tersebut dan dibalas anggukan oleh Seyla.
" baiklah, masukan buku paket kalian dan siapkan selembar kertas dan alat tulis kalian " lanjut guru tersebut kemuduan mulai menulis soal dipapan tulis dan anak kelasnya pun hanya bisa menghela napas pasrah.
ulangan pun berlangsung dengan sangat tenang hingga 2 jam kemudian bel istirahat pun berbunyi dan guru tersebut langsung saja menyuruh anak muridnya untuk mengumpulkan kertas jawaban mereka.
" baiklah, ulangan harian sudah kalian laksanakan ibu akan mengoreksinya. Ibu akan memberikan kalian tugas, buka buku paket halaman 50 kerjakan pilihan ganda dan esaynya minggu depan ibu ngga mau tau kalian harus mengumpulkan tugas itu. Selamat siang dan selamat beristirahat " kata guru tersebut kepada anak kelas X IPA1 dan langsung meninggalkan kelas itu.
para murid pun langsung saja berbondong bodong meninggalkan kelas dan berjalan menuju kantin untuk mengisi perut mereka yang sudah berdemo untuk minta di isi. Sama halnya seperti ketiga gadis cantik dan satu cowok siapa lagi kalo bukan Seyla, Sherina, dan Laila + Hansen yang senantiasa selalu mengintili mereka bertiga.
mereka berempat berjalan dengan langkah tegak dan dengan perdebatan yang selalu dilakukan oleh Hansen dan Laila, hingga akhirnya mereka pun sampai juga dikantin sekolah.
mereka berempat pun langsung saja membagi tugas Sherina yang mendapatkan tugas untuk mencari tempat kosong, Hansen yang disuruh membeli minuman, dan Seyla bersama Laila yang kebagian tugas membeli makanan.
Seyla dan Laila saat ini berada ditempat bakso, karena mereka berempat memilih ingin memakan bakso, itu karena menurut mereka cuaca diluar sangat pas untuk makan bakso.
saat Seyla akan mengambil pesanannya, tiba tiba saja ada seseorang yang dengan sengaja menyerobot antrian dan langsung saja mengambil nampan yang berisikan dua buah mangkok bakso dari tangan Seyla.
" bruk... "
" eh? "